Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum Militan Gibran Nusantara Andi Azwan mempertanyakan tujuan Denny Indrayana dan sejumlah pihak lain yang menurutnya memiliki hubungan dalam polemik ijazah.

Andi menilai ada orkestrasi untuk mendiskreditkan pemerintah dengan Gibran sebagai sasaran utama. Andi kemudian mempertanyakan apakah memang itu merupakan tujuan Denny.

"Terorkestrasi kebencian itu dengan masing-masing mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing untuk bisa bagaimana men-downgrade Pak Jokowi dari ijazahnya sebagai sasaran. Kemudian masuk ke Prabowo Gibran dan pemerintah ini untuk membuat suatu gerakan-gerakan untuk mendiskreditkan pemerintah dengan sasaran paling utama makzulkan Gibran," katanya.

Denny kemudian menjelaskan bahwa persoalannya menurutnya sederhana.

Ia meminta Gibran menunjukkan dokumen yang menjadi dasar penerbitan surat keterangan penyetaraan pendidikan.

Denny bahkan mengatakan persoalan tersebut dapat selesai jika dokumen yang dimaksud diberikan dan dapat ditunjukkan kepada publik.

Denny menegaskan, jika dokumen tersebut diberikan, ia tidak akan lagi mengungkit persoalan tersebut.

Denny menjelaskan bahwa pemakzulan merupakan salah satu konsekuensi dalam hukum tata negara, bukan satu-satunya kondisi yang dapat menyebabkan kursi wakil presiden kosong.

Denny juga menyinggung sejarah pengunduran diri presiden dan wakil presiden.

Denny kemudian menjelaskan bahwa pemakzulan hanya berkaitan dengan salah satu kondisi tertentu dalam ketentuan impeachment atau pemakzulan.

Menurut Denny, inti persoalan yang ingin ia dorong bukanlah pemakzulan, melainkan persoalan etika dan moral kebangsaan.

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.



Selengkapnya saksikan di sini: https://www.youtube.com/watch?v=LSRN9sqT1K0



#gibran #ijazah #wapres

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/685719/andi-azwan-tuding-upaya-pemakzulan-gibran-di-balik-polemik-ijazah-denny-indrayana-klarifikasi-rosi
Transkrip
00:00Yang juga saya heran ini kan teman-teman yang Bang Denny satu-satu ini semua, ya kan?
00:06Dari Roy, Subhan Palal, Bang Denny ya, dulu ini pernah satu geng lah, di partai tertentu itu.
00:13Kan begitu, kan jadi ada satu timbul pertanyaan-pertanyaan dipopili.
00:17Bagaimana menurut Anda argumentasinya tidak masuk akal menurut Anda?
00:19Tidak masuk akal.
00:20Semuanya?
00:21Pokoknya intinya adalah kebencian di dalamnya itu dan itu terokestrasi kebencian itu dengan masing-masing mempunyai tugas dan tanggung jawab
00:33masing-masing untuk bisa bagaimana mendongkret Pak Jokowi dari ijasanya sebagai sasana antara.
00:40Kemudian masuk ke Prabowo Gibran dan pemerintah ini untuk membuat suatu gerakan-gerakan untuk mendeskiritkan pemerintah.
00:51Dengan sasaran paling utama, Mas Zultan Gibran.
00:55Itu yang lakukan.
00:55Itu memang niat Anda?
00:57Saya sudah jelaskan tadi.
00:59Sederhana kok Mas Andi.
01:01Mas Andi pulang sekarang ketemu Mas Wapres Gibran.
01:05Mas Wapres, izin saya tolong diberikan dokumen yang bisa saya tunjukkan kepada publik.
01:13Inilah dokumen yang menjadi syarat penyetaraan surat keterangan yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
01:20Tapi niatnya sampai dimakjulkan betul nggak?
01:22Sebentar, sebentar.
01:23Supaya kemudian ini selesai.
01:26Saya tidak akan ungkit lagi ataupun dapat 250 juta beliau kalau sekarang sebelum naik lagi nih.
01:33Kecuali kalau nunggu naik lagi.
01:35Soal pemakjulan begini, itu adalah konsekuensi dari hukum Tata Negara.
01:41Nah, tetapi pemakjulan itu hanya satu saja, saya jelaskan ya, pelan-pelan nih.
01:48Yang namanya kursi wakil presiden kosong itu, Mas Andi, tidak hanya soal pemakjulan.
01:54Ya, pasal delapannya mengatakan kursi wapres kosong karena empat.
02:00Satu, mangkat, artinya meninggal dunia.
02:04Dua, berhenti.
02:06Berhenti, ini artinya mundur.
02:08Ada dua sejarah pemberhentian.
02:10Satu, pada saat Pak Presiden Suwarto, 1998 mundur.
02:14Dua, ketika wapres Bung Hatta tahun 1956 di surat keputusan 1957 mundur.
02:20Tiga, karena agak lupa saya.
02:25Yang keempat, karena tidak dapat lagi melaksanakan kewajiban.
02:30Nah, yang ketiga adalah karena dimakjulkan.
02:32Ini hanya yang ketiga.
02:34Karena melanggar pasal-pasal impeachment.
02:37Pengkhianatan, penyuapan, kejahatan tingkat tinggi, perbuatan cercelah, korupsi, tidak lagi memenisarat.
02:45Jadi, itu hanya salah satu pemakjulan itu.
02:48Yang saya ingin tegakkan, mungkin dari tadi saya sampaikan,
02:53tapi saya bingung kenapa tidak mudah dipahami.
02:56Etika moral kebangsaan untuk menjaga kita menjadi pemimpin itu tidak berbohong.
03:04Ada etika dan harusnya gampang bisa ditunjukkan itu.
03:08Kita tidak boleh menjadi pemimpin dengan dokumen-dokumen pendidikan.
03:12Saya tidak bisa dipersiap menjawabkan.
03:14Kalau kita bicara itu mengenai bagaimana surat penyatangan itu sudah menggambarkan bahwa ini sudah selesai.
03:26Tidak.
03:27Dalam negara,
03:30Jadi begini, kenapa saya katakan saya katakan memakzulkan.
03:37Nah, itu sudah dijelaskan.
03:38Ada empat, saya sudah paham semua itu.
03:40Ada empat itu.
03:42Sudah dijelaskan, Bung Denny.
03:44Jadi, intinya ini.
03:46Biar bagaimanapun, akhirnya ujungnya itu kan kesana.
03:51Ini kan dari ekses-ekses, masih juga orang yang dalam pilpres kemarin itu, itu kurang apa enggak puas.
04:00Dan masih menganggap bahwa Mas Gibran ini dalam, ya sebagai wakil presiden, tidak punya fungsi yang besar menurut mereka.
04:09Padahal kita ingat, fungsi wakil presiden itu ada pembantu presiden juga.
04:14Beliau ini telah mengunjungi lebih dari 100 titik.
04:18Kembali ke masalah dokumen ijazahnya.
04:19Saya mesti menjelaskan dulu.
04:20Enggak lagi.
04:21Karena ini ada arahnya, saya bilang katanya pemakzulan itu.
04:24100 titik untuk itu.
04:25Apa?
04:26Karena tugas yang diberikan oleh Bapak Presiden untuk itu.
04:30Dokumen penyataraan di mana?
04:31Artinya, artinya di sini, selama ini kan ketika dia mengatakan hanya pelangga-pelangga bisa dibuktikan oleh Mas Gibran ketika di
04:41mana?
04:41Di G20, di KTT, di Afrika Selatan.
04:44Oke, kaitannya?
04:44Satu.
04:45Yang kedua, berkunjung ke Ijazahnya untuk menjelaskan semua program astacita pemerintah di seluruh pelosok-pelosok daerah, Mas Gibran ditugaskan oleh
04:55Presiden dapat dilaksanakan dengan baik.
04:58Poin ke Ijazahnya apa kaitannya?
04:59Jadi poinnya, itu sudah selesai ketika surat keterangan penyetaraan itu oleh institusi KPU dan institusi-institusi lainnya itu adalah sah.
05:15Dan sudah ada produk politiknya, Presiden dan wakil Presiden tanggal 20 Oktober 2024 sudah dilantik.
05:24Nah, kalau dia tanyakan, contoh seperti Ibu Mercy, tanyakan, lakukan aja di PT UN.
05:31Jangan membuat yang namanya Saimbara itu membuat atensi publik ya untuk mendukung pembenaran dari saudara Denny Indrayana, seorang profesor yang
05:42saya hormati secara pandangan-pandangan hukumnya itu masuk ke dalam tataran politiknya, bukan secara akademisnya.
05:50Baik.
Komentar

Dianjurkan