Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa membahas restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Whoosh bersama COO Danantara sekaligus BP BUMN Dony Oskaria.

Hasilnya, kata Purbaya, utang Whoosh dialihkan dari Danantara ke Kementerian Keuangan.

"Kereta Api Cepat Jakarta Bandung diserahkan dari Danantara ke Kementerian Keuangan. Kita akan percepat mungkin pertengahan bulan ini akan clear, pertengahan September akan clear," ujar Purbaya kepada awak media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Rabu (5/8/2026).

Ia menambahkan bahwa nantinya utang tersebut akan sepenuhnya dikelola melalui Special Mission Vehicle (SMV) milik Kementerian Keuangan.

Baca Juga Purbaya Depan Pengusaha Otomotif: Nggak Usah Khawatir Selama Saya jadi Menteri Keuangan di https://www.kompas.tv/nasional/684081/purbaya-depan-pengusaha-otomotif-nggak-usah-khawatir-selama-saya-jadi-menteri-keuangan

#keretacepat #whoosh #purbaya

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/684089/menkeu-purbaya-ambil-alih-utang-kereta-cepat-jakarta-bandung-whoosh-dari-danantara
Transkrip
00:00Pertama adalah kaitan api cepat di Jakarta Bandung.
00:05Ini kan disurangkan dari danantara.
00:10Sebagai danantara dikasih kementerian keuangan.
00:14Kemudian akan kita percepat.
00:17Mungkin petangannya akan clear.
00:20Petangannya seperti apa?
00:25Selain itu seperti apa? Apakah di alihkan ke MenQ atau di MenQ atau di MenQ?
00:32Nanti di alihkan ke MenQ atau di LKB?
00:35Di alihkan ke MenQ di olah saya semuanya ke situ-situ.
00:40Tapi nanti akan kita pakai salah satu tanaman.
00:48SMP fiskal kita untuk melalui itu.
00:51Kita akan punya banyak juga ada CNB atau lain-lain.
00:54Jadi tidak langsung kita menjawab HPBN.
00:58Jadi walaupun kita oleh pemerintah, tidak akan membuat nombor.
01:03Kepemilikannya Kaca IC nanti di mana Pak?
01:06Oh berarti bukan di Bawah Kaya.
01:09Berarti nanti akan ada sentikan dana ke Kaca IC?
01:13Atau sentikan dana melalui SMP terus ke SMP ke Kaca IC?
01:17Ini Mbak SMP kan punya untuk juga sempatnya.
01:23Kira-kira berdua parahnya saja.
01:26Berarti total suruhnya untuk infrastruktur dan juga nanti mantanan dan lain-lain,
01:31apakah tetap diserahkan ke PAHI atau berumahnya?
01:33Biasanya kami, Pak SMP kan punya kita semua nanti perasaannya.
01:37PAHI mohonlah hiwas.
01:39Kan nanti PSDI itu seperti apa Pak?
01:42PSDI apakah nanti berarti konserpsi ini dibubahkan atau?
01:46Enggak, konserpsi ini ada.
01:47Berarti kan salam penyediaan apa ya?
01:50Tapi berarti kalau salamnya dialutkan ke PAHI,
01:53untuk apa ada konserpsi ini lagi?
01:56SMP ya?
01:58Maksudnya untuk konserpsi ini?
01:59Maksudnya untuk konserpsi ini?
01:59Maksudnya penyediaan nggak semuanya.
02:00Penyediaan berapa persen lah?
02:0260 persen.
02:0360 persen ke sekitar.
02:0440 persen, ada yang lain masih ada Cina di situ kan?
02:06Kalau kita tanya ke Cina juga sepertinya mereka masih mau melanjutkan proyek ini.
02:10Dan mungkin kalau disuruh kita akan pertanyaan ke RTLT ini.
02:15Berarti bukan dari APB langsung, Pak?
02:18Bukan.
02:19Pak jubah hutangnya berapa sih, Pak?
02:21Umbah hutangnya, Pak?
02:22Sudah dihubah.
02:23Ya, nanti kita, pada saat penyerahan nanti ya.
02:29Sekiranya akan dihitung.
02:32Pertengahan September.
02:33Terima kasih telah menonton!
03:03Terima kasih telah menonton!
03:04Terima kasih telah menonton!
03:04Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan