Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Satu ekosistem menjadi satu arah baru pariwisata indonesia. Apa dampak super merger aviasi dan pariwisata di bawah payung Injourney bagi Indonesia?

Mampukah Indonesia punya bandara sekelas Changi hingga mampu menarik wisatawan sampai Borobudur?

Kompas Bisnis mengulasnya bersama Direktur Utama Injourney Maya Watono.

Video Editor: Novaltri

Produser: Theo Reza

Baca Juga Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata InJourney Buka Program Magang, Ini Rincian Posisi dan Syaratnya di https://www.kompas.tv/ekonomi/668532/holding-bumn-aviasi-dan-pariwisata-injourney-buka-program-magang-ini-rincian-posisi-dan-syaratnya



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/684078/full-dirut-injourney-beber-strategi-dalam-super-merger-aviasi-pariwisata-ri
Transkrip
00:09Intro
00:19Saudara Injerni adalah perusahaan induk pertama yang menaungi perusahaan-perusahaan milik negara di sektor aviasi dan juga pariwisata di bawah
00:27naungan dan antara Indonesia.
00:28Seperti apa perjalanan bisnisnya, serta apa pula tantangan-tantangannya, kita langsung berbincang dengan Maya Watono, Direktur Utama Injerni.
00:36Bu Maya, selamat pagi, apa kabar?
00:37Selamat pagi, baik. Terima kasih sudah datang di kantor Injerni.
00:41Terima kasih juga sudah mendapat kesempatan untuk main-main.
00:43Nah sebelum saya datang tadi, Bu Maya, untuk main-main di kantor Injerni, saya sempat browsing-browsing dulu ke situsnya
00:48Injerni.
00:48Saya melihat ada angka-angka di sini, seperti ini, ada namanya Injerni Injerni, ada angka 1,2 juta pergerakan pesawat,
00:57ada 156 juta total penumpang dan lain-lain.
01:01Ini kan yang bisa diakses oleh publik, angka-angka ini.
01:04Ini sebetulnya merepresentasikan apa sih? Apakah ada sebuah pencapaian yang dicapai oleh Injerni pada tahun ini atau seperti apa?
01:11Ya, jadi ini memang merefleksikan pilar bisnis di bawah Injerni. Tadi sudah disampaikan kami adalah holding BUMN di sektor aviasi
01:19dan pariwisata.
01:20It's first of its kind di Indonesia dan actually first of its kind in Asia.
01:24Jadi memang ini suatu bisnis model yang cukup unik di Indonesia.
01:28Kenapa Injerni ini dibangun dan ini adalah tahun kelima kami dibangun?
01:32Karena memang ekosistem aviasi dan pariwisata Indonesia ini harus diintegrasikan.
01:38Sehingga yang sebelumnya bekerja secara silo, dapat bekerja secara integrasi.
01:43Dengan itu kita bisa melakukan transformasi di berbagai lini bisnis.
01:46Yang tadi disebutkan angka-angkanya let's say 156 juta penumpang.
01:50Itu adalah 156 juta traffic bandara yang kami kelola.
01:54Jadi kami mengelola 37 bandara seluruh Indonesia di bawah Injerni Airports atau Angkasa Pura Indonesia.
02:00Dan itu pun adalah merger dari Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II.
02:04Yang dulu memanage Indonesia Timur dan Barat.
02:07Lalu kita merger menjadi Angkasa Pura Indonesia, Injerni Airports.
02:11Dan itu kenapa harus dilakukan?
02:13Karena dengan adanya penggabungan, kita bisa melakukan berbagai transformasi di bandara.
02:18Yang hopefully publik juga sudah melihat berbagai transformasi yang kami lakukan di bandara.
02:23Terutama Soekarno-Hatta dan Inggris Timur Raya sebagai dua bandara terbesar.
02:27Kalau kita ketahui bahwa Bumaya ini dari awal Injerni sudah ada begitu.
02:31Hingga saat ini.
02:32Pendiri, termasuk pendiri pertama Injerni.
02:35Kalau kita melihat hal itu, apa sih sebetulnya yang menjadi tantangannya?
02:41Berarti sudah sangat paham betul dari awal hingga saat ini.
02:44Dan juga pencapaian dan transformasi terobosan-terobosannya.
02:47Transformasi yang bisa di-highlight saja selama tahun terakhir ini apa?
02:50Ya, jadi memang saat kami mendapatkan penugasan, waktu itu saya dengan Pak Donyus Karya,
02:57yang sekarang adalah kepala BPBMN dan juga COO Padanantara.
03:02Saat kami mendapatkan penugasan ini kan memang bentuknya belum kelihatan ya, Injerni ini.
03:07Karena ini adalah, ya seperti tadi saya bilang, it's the first of its kind in Indonesia, also in Asia.
03:12Kita tidak pernah menggabungkan sektor aviasi dan pariwisata menjadi satu holding.
03:16Rata-rata holding BUMN itu homogenous.
03:19Injerni salah satu yang multisektor.
03:22Nah, ini menarik karena memang dengan penggabungan ini menjadi satu ekosistem yang terintegrasi,
03:27kita bisa banyak menyelesaikan masalah-masalah yang tadinya dikerjakan secara silo.
03:32Nah, ini dengan adanya Injerni, misalnya contohnya tadi saya memberi contoh mengenai bandara.
03:38Transformasi tidak dapat dilakukan bila tidak ada penggabungan.
03:4237 bandara menjadi satu naungan company dan lalu ada holdingisasi.
03:46Lalu integrasi dengan destinasi.
03:49Contohnya dulu Borobudur itu dikelola oleh 5 kementerian.
03:52Tapi sekarang kami mendapatkan...
03:54Biasa banyak banget birokrasinya.
03:55Betul, banyak sekali birokrasi bagaimana kita bisa mentransformasi destinasi seindah Borobudur
04:01bila kita berhadapan dengan banyak sekali pihak.
04:05Tapi dengan adanya perpres, single authority management yang diberikan kepada Injerni
04:11untuk memanage Borobudur, pastinya kita berkoordinasi dengan berbagai stakeholder.
04:15Kami berkoordinasi dengan kementerian kebudayaan, kementerian pariwisata, kementerian agama.
04:20Tapi ada single authority yang memanage pengelola bertanggung jawab punya accountability
04:25untuk memanage suatu destinasi.
04:28In this case Borobudur.
04:29Dengan itu, kita bisa lihat dalam 2 tahun terakhir, kami mencoba bertransformasi Borobudur ini
04:35supaya lebih baik, lebih bersih.
04:38Sekarang fully green.
04:39Kita atur penataan remaster planning Borobudur.
04:43Dan juga repositioning sebagai cultural spiritual pilgrim tourism.
04:49Dengan kita tahu Waisak, Lampion.
04:52Itu setiap tahun-tahun ini aja udah 100, more than 100,000 people coming
04:58dan dari mancanegara juga datang untuk festival Waisak Lampion itu ya.
05:03Jadi banyak aktifasi yang bisa kita lakukan bila transformasi itu bisa berjalan dengan baik,
05:08dengan visi yang betul.
05:09Oke, dan kita bisa lihat juga sendiri begitu secara bentuk fisiknya dan juga pengelolaannya saat ini Borobudur sudah sangat baik
05:15begitu Ibu ya.
05:15Kalau kita masuk ke tahun ini, tahun 2026, di pertengahan tahun 2026,
05:20Injerni ini semakin solid mengintegrasikan ekosistem aviasi.
05:24Bila saya bacakan, juga kembadar udaraan, perhotelan, hingga manajemen destinasi.
05:29Apa cetak biru ataupun blueprint ekspansi terbesar Injerni di tahun ini yang paling membedakan dengan tahun-tahun sebelumnya?
05:35Iya, oke. Jadi memang transformasi bandara ini masih terus kita lakukan.
05:40Kami lakukan, ini BR-nya masih banyak.
05:42Kami harus akui PR masih banyak, tapi kami memulai dari pertama awalnya adalah dua major airports,
05:49karena itu adalah trafik terbesar, Igus Timur Rahray dan juga Soekarno-Hattar,
05:53dan kami mulai ekspansi ke lima major airports, termasuk Surabaya, Makassar, Kuala Namu,
05:59dan nanti akan ke delapan major airports yang sampai nantinya ke 37 bandara seluruh Indonesia.
06:04Ya, itu bandara jadi kami terus mentransformasi dari sisi premisnya,
06:08lebih bersih, lebih people-nya juga, lebih safety tetap dikedepankan,
06:16tapi lebih ramah, lalu juga prosesnya harus lebih cepat, seamless.
06:21Jadi arrival juga saya harap publik juga merasakan kecepatannya lebih gitu,
06:26walaupun kita masih banyak PR ya, tapi itu lebih seamless.
06:30Itu dari sisi bandara.
06:31Jadi PR ini masih banyak, dan harapan kami di tahun depan bandara Indonesia ini secara ranking Skytrax,
06:39which is acknowledge global ranking, kita bisa naik.
06:43Ini dalam beberapa tahun terakhir ini sudah naik terus,
06:45dan kami harapkan Soekarno-Hattar ini bisa menjadi top 10 airports di dunia.
06:49Termasuk integrasi dengan...
06:52Aviation Service, ya betul.
06:53Karena sekarang Aviation Service juga di bawah kami, yaitu ground handling, support, dan lounge semua itu juga akan kami revitalisasi
07:03dan transformasi di bawah.
07:05Jadi itu dari sisi aviasi dan ke bandar udaraan.
07:08Lalu dari sisi destinasi akan terus pastinya,
07:11Borobudur ini juga masih ada perjalanan untuk mencapai master plan yang kami harapkan.
07:15Tahun ini kami akan memulai perambanan.
07:18As we know, di bulan baru-baru ini, Prime Minister Modi datang dan Pak Presiden ke perambanan,
07:26dan ini adalah suatu milestone yang cukup luar biasa untuk Indonesia.
07:31Karena dengan adanya kolaborasi antara Indonesia-India untuk candi perambanan,
07:36ini adalah candi Hindu terbesar di Indonesia,
07:38dan salah satu yang terbesar termegah di Southeast Asia.
07:42Kita akan merevitalisasi hampir 200 candi di seputar perambanan.
07:49Jadi candi utamanya sebenarnya ada candi-candi kecil yang kita sebut perwara.
07:53Itu ada 200 yang memang saat ini butuh direvitalisasi.
07:58Dengan adanya kolaborasi dengan India, kita akan merevitalisasi 200 candi seputar perambanan.
08:03So, perambanan will become one of the largest, mungkin termegah Hindu complex temples di Asia.
08:12Jadi itu adalah harapan kami, dan yang kami lakukan dengan India adalah AI-based, technology-based,
08:18yang sebelumnya tidak dimiliki.
08:20Ada saja hal-hal baru yang dilakukan.
08:23Tapi kalau kamu ngomong soal revitalisasi dan juga pengelolaan bandara di bawah Injernih,
08:29Erwat kini fokus pada peningkatan standar global.
08:31Betul.
08:32Bagaimana strategi ekspansi konektivitas udara di tahun 2026 ini,
08:35yang dirancang agar langsung berdampak pada lonjakan, utamanya wisatawan macanegara?
08:41Ya, betul. Jadi memang itu tadi salah satunya transformasi yang bisa kami lakukan dengan adanya corporate action pengabungan.
08:49Jadi memang stages transformasi ini kan kita harus tidak bisa semudah membalikan sebelah tangan ya.
08:55Jadi memang stages transformasi ini harus dilakukan, pertama adalah fundamental business review.
08:59Fundamental business review, apa root cause problemnya, apa masalahnya di setiap lini bisnis yang kami miliki.
09:05Dari sisi operation, dari sisi people, dari sisi bisnis.
09:08Lalu baru kita meng-identify, jadi misalnya contohnya dengan bandara,
09:14kita meng-identify bahwa memang domestic fleet ini stagnan, bahkan cenderung turun kan, kita kekurangan pesawat.
09:21This is the fact of what's happening now adalah kita kekurangan pesawat domestic fleet.
09:25Sehingga kita harus mulai membawa traffic itu dari mancanegara, konektivitas internasional terutama inbound.
09:33Jadi kita harus memanage balance antara outbound, masyarakat Indonesia yang keluar, dan masyarakat yang masuk, betul, inbound.
09:43Jadi itu kami yang harus kami juggle.
09:45Dan sehingga country of origin itu harus dipilih dengan betul, dengan target segmen.
09:50Misalnya contohnya Borobudur.
09:52Borobudur itu adalah Buddhist temple, sehingga kita bisa men-tap Buddhist market.
09:57Buddhist market seluruh dunia ada 495 juta.
09:59Di Asia ada 300, sekitar 380 juta.
10:02Jadi sebenarnya 1% saja itu sudah 3 juta.
10:06Additional wisatawan asing bisa masuk ke Indonesia melalui gateway-nya Jogja International Airport.
10:12Nah itu yang kami petakan, sedang petakan bagaimana kita membawa konektivitas ini, country of origin, to us.
10:19Dan hasilnya adalah apa?
10:21Ini adalah fresh money coming into Indonesia, GDP.
10:24Setiap 1 juta penambahan inbound penumpang itu sekitar 40 triliun GDP.
10:29Sehingga kalau kita tadi saya sampaikan 1% 3 juta, 3 juta adalah 120 triliun GDP.
10:34So you can imagine, the 120 triliun GDP akan masuk fresh money into Indonesia.
10:40Seperti apa sih potensi dan juga minat investor global terhadap hal ini?
10:43Namun kita bahas usah jeda, sudah tetap bersama kami di Kompas Bisnis.
11:08Kita lanjutkan perbincangan bersama Maya Watono, Direktur Utama Injurni.
11:12Kita tadi membahas soal kawasan ekonomi khusus di Sanur.
11:15Ada beberapa hal yang tadi di-mention terkait utamanya mengenai investor global.
11:21Apakah sudah ada ketertarikan, sudah banyak atau seperti apa?
11:24Kawasan ekonomi khusus Sanur ini sudah almost sold out.
11:29Tinggal satu lot yang available.
11:31Dan karena konsepnya menurut saya kalau kita bekerja dengan visi dan konsep yang jelas,
11:38itu pasti ketertarikan investor terhadap Indonesia itu sebenarnya tinggi.
11:42Tapi harus ada kejelasan konsep, visi dan juga bisnis model.
11:46Untuk Sanur ini, lot untuk estetik sudah habis.
11:51Kita ada Bali International Hospital, lalu juga kita ada stem cell, ada fertility.
11:57Fertility juga kita membawa, kami membawa yang terbaik dari Malaysia.
12:01Karena kami tahu rata-rata fertility orang Indonesia pergi ke Malaysia.
12:04Ke Penang.
12:05Ke Penang, betul.
12:06Estetik ke Korea.
12:08Jadi kami ambil memang yang rata-rata stem cell ke Jerman.
12:12Jadi kiblat yang terbaik, tapi memang apa yang saat ini masyarakat Indonesia keluar,
12:18kita bawa ke Indonesia.
12:19Dan kalau ini di Bali kan support sistemnya lebih baik pasti.
12:24Untuk para pasien, pengunjung.
12:27Dan kita ada hotel di situ, kita ada beachfront.
12:31Jadi fasilitasnya luar biasa.
12:34Sangat akan sangat nyaman.
12:35Dan kalau ini semua selesai di akhir 2027 atau awal 2028,
12:41ini akan menjadi the largest integrated health and wellness tourism.
12:46Oke, jadi juga perlu jauh-jauh keluar negeri.
12:49Masyarakat Indonesia juga bisa langsung ke Sanur.
12:51Dan juga ini mudah-mudahan bisa juga menarik warga asing untuk ke Sanur.
12:57Dan so far sudah ada, Australia sudah masuk banyak sekali, warga asing juga sudah masuk.
13:03Dan ini bisa meningkatkan Bali yang level of premiumness ya.
13:09Of Bali juga gitu.
13:11Karena spending perplexnya pasti jauh lebih tinggi kalau kita bicara health and wellness.
13:15Oke.
13:16Kita ada hal lain lagi yang harus kita bahas, Bu Maya.
13:19Soal menyatukan banyak subholding.
13:21Ini PR besar juga bagi Injerny.
13:23Ada aviasi, ada retail, ada perhotelan, tentu memiliki tantangan tersendiri.
13:29Ini bagaimana tren kinerja keuangan konsolidasian Injerny di paruh pertama 2026 ini?
13:35Dan sektor mana yang menjadi mesin pertumbuhan utama Injerny di tahun ini?
13:39Oke, jadi mungkin saya bicara saat ini dan future state ya.
13:45Jadi saat ini memang pasti bread and butter ini tetap masih di airport.
13:48Karena jumlah sheer volume penumpang di airport ini sangat luar biasa, 156 juta penumpang yang kami manage setiap tahunnya di
13:56bandara.
13:57Nah, fokus kami di bandara ini adalah meningkatkan non-aerro revenue.
14:01Non-aerro revenue itu diambil dari retail.
14:04Dulu fokusnya adalah aero.
14:06Aero itu traffic pesawat lah, in and out.
14:08Tapi kami sekarang merubah cara bandara mungkin bisa seperti di T1C City Link ini konsep komersialnya kan sudah berbeda.
14:22Bisa mix, yang nganterin pun bisa makan di situ.
14:27Jadi konsep komersialnya sudah kami bedakan.
14:30Ngurah Rai juga, T3 juga sudah mulai kami revamp.
14:34Nah, dengan retailnya ini berubah, growth pendapatan dari retail ini meningkat sangat signifikan.
14:41Oke.
14:42Ya, jadi kalau sebagai benchmark misalnya canggih.
14:44Canggih itu orang spending di canggih per persentu 16 dolar.
14:49Besar sekali.
14:50Dulu kita masih di 2 dolar.
14:52Sekarang kita sudah bisa naik ke hampir 5 dolar di beberapa bandara kita.
14:57Jadi sudah ini.
14:58Nah, anggap aja penambahan 1 dolar.
15:00Jauh, lebih dari 2 kali lipat.
15:031 dolar aja dengan 156 juta penumpang, itu ada 156 juta US Dollars.
15:09Yang masuk langsung ke bottom line.
15:12Nah, itu dan juga peningkatan ekonomi untuk yang berbisnis di bandara.
15:16Jadi ini yang kami lakukan juga supaya perputaran ekonomi juga berjalan.
15:22Dengan adanya, jadi tidak hanya role kami.
15:24Pastinya BUMN kami harus mengedepankan accountability, profitability, good governance, tapi juga our role as agent of development for nation.
15:37Kami harus memberikan economic impact di tempat semua kami berkarya.
15:41Jadi itu salah satunya untuk bandara.
15:43Ini yang current, our current engine.
15:45Di dalam our financial ini.
15:49Tapi growth-nya ke depan apa?
15:50Saat ini adalah salah satu major project kami yang ditugaskan oleh Danantara adalah konsolidasi 100 plus hotel.
15:59Almost 120 hotels di seluruh Indonesia, semua hotel BUMN under Injerni.
16:05Dengan adanya pengkonsolidasi ini, ini akan menjadi second engine growth untuk Injerni.
16:12Tapi juga, again, tadi yang saya sampaikan, impact-nya tidak hanya saya bicara mengenai korporasi Injerni.
16:17Impact-nya adalah sebenarnya untuk negara.
16:20Bagaimana kita bisa memaksimalkan 120 hotel aset yang luar biasa ini dengan lokasi yang sangat premium.
16:28Ini dimanfaatkan untuk kebaikan Indonesia.
16:31Dan juga kita tahu rantai perekonomian yang dihasilkan dari hotel, induce impact-nya untuk workers.
16:38Ini sangat luar biasa.
16:40Jadi kami saat ini staff di Injerni karyawan ada sekitar hampir 50 ribu, 49 ribu.
16:46Dengan adanya konsolidasi akan 70 ribu.
16:48Tapi economic impact-nya, multiplier effect yang dihasilkan dari lapangan kerja yang dihasilkan ini sangat luar biasa rantai perekonomiannya.
16:58Dan juga kalau kita bicara seluruh sektor aviasi dan pariwisata, itu bisa mencapai 30 juta kalau kita serius dalam 3
17:05tahun ke depan.
17:0530 juta lapangan kerja.
17:0830 juta lapangan kerja itu adalah seperempat workforce dari Indonesia.
17:13Jadi ini sangat besar sebenarnya potensinya kalau kita digarap serius ya.
17:18Oke, dampak positifnya kemana-mana ya.
17:20Betul.
17:20Kalau kita lihat juga tampaknya Injerni ini terobosannya tidak berhenti-berhenti.
17:24Tadi ngomongin aviasi, ada juga yang saya baca soal integrasi hotel.
17:28Ada 120 hotel milik BUMN yang tergabung dalam Injerni.
17:32Dan jadi operator hotel terbesar kedua di Indonesia.
17:35Betul, setelah Accor.
17:36Nah, bisa diteritakan soal terobosan ini, Bu?
17:38Ya, jadi terobosan ini memang dengan pengkonsolidasi hotel ini, Injerni akan menjadi nomor 2 terbesar di Indonesia setelah Accor.
17:48Dan juga yang sangat penting adalah kami memanage merevitalisasi banyak sekali hotel bersejarah di Indonesia.
17:55Jadi kalau Bali Beach yang saat ini ada di kawasan ekonomi khusus Sanur, ada Meru, ada Bali Beach, itu adalah
18:02revitalisasi hotel yang dari tahun 1966.
18:05Lalu kami juga sedang merevitalisasi Grand Hotel The Jogja, yang dulu Ina Malioboro, udah berganti-ganti nama, tapi Ina Malioboro
18:14ya, yang tepat di Malioboro.
18:15Itu juga hotel bersejarah Indonesia tahun 1911.
18:19Dengan kami merevitalisasi ini, kita menjadi memiliki ikon, National Heritage Hotel, yang seperti kalau di Singapura itu Raffles, atau di
18:31Savo, banyak lah ya heritage hotel seluruh dunia yang memang menjadi ikon.
18:36Nah ini bagaimana kita juga salah satu DNA Injerni ini, Preserving Indonesian Culture.
18:43Jadi kami ingin mempreserve culture-culture yang ada, cagar budaya, dan hotel ini bisa menjadi suatu ikon yang kami preserve,
18:51National Heritage Hotel Collection.
18:54Baik, terima kasih Bu Maya atas waktunya bersama kami di Kompas Bisnis.
18:58Terima kasih.
18:58Pengjelasannya sangat berguna sekali dan membuka kita, lewasan kita terkait dengan Injerni dan juga terobosan-terobosannya.
19:05Dan saudara, itu tadi perbicaraan saya dengan Direktur Utami Injerni, Maya Watono.
19:10Dan jangan kemana-mana, saudara, sampai Indonesia pagi yang kembali untuk ada sesaat lagi.
19:14Jadi tetap bersama kami.
Komentar

Dianjurkan