00:00Setiap tahun di bulan Agustus, bumi melakukan sesuatu yang sangat berbahaya.
00:04Planet kita dengan kecepatan tinggi menabrak awan puing kosmik yang tersebar di angkasa.
00:09Padahal jika puing sebesar kerikil saja mengenai kita, dampaknya bisa menghancurkan kota.
00:14Tapi bagaimana mungkin kita justru merayakan tabrakan raksasa ini dengan pesta di langit malam?
00:20Fenomena ini kita kenal sebagai hujan meteor per seid.
00:24Namun yang membuat bingung para astronom adalah konsistensinya yang luar biasa.
00:28Fenomena ini terjadi pada tanggal yang hampir persis sama setiap tahun tanpa pernah meleset jauh.
00:34Jika ini adalah kecelakaan biasa, seharusnya jadwalnya berantakan dan tidak bisa diprediksi selama ribuan tahun lamanya.
00:42Lalu muncul pertanyaan besar berikutnya, kenapa waktunya selalu bulan Agustus?
00:46Bumi berputar mengelilingi matahari dalam satu tahun penuh.
00:50Ada 12 bulan yang bisa dilewati, tapi jalur bumi di bulan Agustus ternyata menyimpan jebakan maut yang tidak terlihat oleh
00:57mata telanjang.
00:59Seperti menabrak kantung debu raksasa yang melayang diam di ruang hampa.
01:04Jawabannya ternyata ada pada sebuah komet raksasa bernama Komet Swift-Tuttle.
01:08Komet ini punya diameter inti sekitar 26 km, hampir sama luasnya dengan kota Jakarta.
01:13Setiap kali mendekati matahari, panasnya membakar permukaan komet dan melepas miliaran partikel debu serta es ke angkasa.
01:21Jejak puing ini memanjang membentuk sungai kosmik raksasa yang membentang ratusan juta kilometer.
01:27Komet Swift-Tuttle mengorbit matahari dengan periode 133 tahun sekali.
01:33Bayangkan seperti bus antarkota yang sangat lambat dan hanya lewat di depan rumah kita sesekali saja.
01:38Jejak puingnya tertinggal di titik-titik spesifik dalam orbit bumi mengelilingi matahari.
01:43Tepat setiap pertengahan Juli hingga akhir Agustus, bumi melewati area padat puing komet ini dengan kecepatan 59 km per detik.
01:53Ketika partikel sekecil pasir itu menabrak atmosfer bumi, gesekannya menghasilkan panas luar biasa hingga suhu mencapai 1650 derajat Celsius.
02:02Suhu ini cukup untuk melelehkan besi baja dalam hitungan detik saja.
02:06Cahaya yang kita lihat sebenarnya bukan batu yang terbakar, melainkan udara di sekitarnya yang terionisasi menjadi plasma panas.
02:13Garis cahaya itu adalah jejak kematian partikel kosmik yang hancur keping-keping.
02:19Yang mengejutkan, sungai puing komet Swift Tuttle ini sangat tebal dan lebarnya mencapai jutaan kilometer di beberapa titik.
02:26Kepadatan partikel di jalur ini seperti kabut tebal yang membentang di galaksi lokal kita.
02:31Itulah mengapa kita bisa melihat ratusan meteor per jam saat puncak hujan meteor.
02:36Bahkan catatan sejarah Tiongkok kuno mencatat fenomena ini sejak tahun 36 Masehi, jauh sebelum teleskop modern ditemukan.
02:44Namun ada satu fakta yang membuat ilmuwan tetap waspada terhadap komet ini.
02:48Komet Swift Tuttle adalah obyek terbesar yang secara berkala melewati dekat bumi dengan jarak aman yang sangat tipis.
02:54Jika gravitasi planet besar seperti Jupiter sedikit saja mengganggu orbitnya, tabrakan dengan bumi akan menjadi peristiwa kepunahan masal baru.
03:04Kekuatannya setara dengan 20 kali lipat asteroid yang membunuh dinosaurus 66 juta tahun lalu.
03:11Jadi setiap kali kamu melihat kilatan cahaya di langit Agustus, ingatlah bahwa itu adalah sisa-sisa perjalanan komet Swift Tuttle
03:19yang sudah berusia ribuan tahun.
03:20Terima kasih sudah menonton sampai habis video tentang fenomena langit yang menakjubkan ini.
03:26Kalau kamu punya pengalaman melihat hujan meteor persait sendiri atau penasaran tentang komet lain, tulis di kolom komentar ya.
03:33Jangan lupa tekan like dan subscribe channel ini supaya kita bisa eksplorasi misteri angkasa lainnya bersama-sama.
03:39Sampai jumpa di video berikutnya!