Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Siap-siap, karena langit minggu ini sedang memberikan pertunjukan spektakuler! Dari hujan meteor Perseid yang legendaris dengan ratusan bintang jatuh per jam, hingga kemunculan komet baru yang hanya bisa dilihat sekali dalam seumuran manusia. Bahkan planet-planet raksasa seperti Jupiter dan Saturnus pun akan terlihat sangat dekat dan cerah. Video ini akan menjadi panduan lengkapmu untuk mengetahui apa saja yang terjadi, kapan waktu terbaik melihatnya, dan bagaimana cara menikmatinya tanpa perlu teleskop mahal. Jangan lewatkan momen langka ini karena beberapa fenomena baru akan terjadi lagi ratusan tahun ke depan! Klik untuk tahu jadwal lengkap dan lokasi terbaik pengamatannya di Indonesia.
Transkrip
00:00Pernah dengar cerita bahwa langit itu statis dan membosankan
00:03bagaimana kalau minggu ini kita bisa melihat komet yang baru sekali muncul dalam 80 ribu tahun terakhir
00:09atau ratusan bintang jatuh menghujani atmosfer dalam satu malam.
00:14Percaya atau tidak, semua itu benar-benar terjadi minggu ini di atas kepala kita
00:18dan yang lebih mejutkan, kamu bisa menyaksikannya sendiri dari halaman rumah tanpa alat apapun.
00:24Fenomena langit sebenarnya terjadi setiap malam,
00:27tapi kenapa minggu ini disebut penuh kejutan?
00:30Jawabannya ada pada siklus orbital yang sangat tepat.
00:33Bumi kita sedang melewati puing-puing komet Swift Turtle yang meninggalkan jejak debu di angkasa.
00:39Ketika planet kita menabrak jejak ini dengan kecepatan 210 ribu kilometer per jam,
00:44terjadilah hujan meteor persait yang terkenal.
00:46Tapi tahun ini, intensitasnya diprediksi jauh lebih tinggi dari biasanya karena pengaruh gravitasi Jupiter.
00:53Selain meteor, ada satu lagi tamu tak diundang yang muncul minggu ini,
00:57komet C2023 A3 Tesuchinshan ATLAS yang ditemukan oleh Observatorium Tiongkok dan Teleskop ATLS di Afrika Selatan.
01:07Komet ini bergerak dari luar tata surya kita dan diperkirakan hanya akan melewati bumi-bumi sekali dalam 80 ribu tahun
01:14ke depan.
01:14Artinya, tidak ada manusia yang hidup saat ini akan pernah melihatnya lagi.
01:19Fenomena ini benar-benar pertemuan sekali seumur hidup dengan pengunjung kosmik yang sangat tua.
01:25Mari kita beda fenomena pertama, hujan meteor persait.
01:29Setiap butir cahaya yang melesat itu sebenarnya hanya sebesar sebutir pasir atau kacang.
01:33Tapi ketika memasuki atmosfer dengan kecepatan 210 ribu kilometer per jam,
01:39gesekan dengan udara memanaskannya hingga suhu 1650 derajat Celcius.
01:45Suhu itu lebih panas dari permukaan matahari.
01:48Cahaya yang kita lihat bukanlah api, melainkan plasma dari udara yang trionisasi.
01:53Dalam kondisi puncak, kita bisa melihat hingga 100 meteor per jam, artinya hampir 2 bintang jatuh setiap menit.
02:00Sekarang mari kita fokus pada komet C2023A3 Tasucinshan ATLAS.
02:06Komet ini adalah bola es dan debu berukuran beberapa kilometer yang tertarik oleh gravitasi matahari.
02:12Saat mendekati matahari, es di permukaannya menyublim berubah langsung dari padat menjadi gas
02:17membentuk ekor yang bisa memanjang jutaan kilometer.
02:20Yang unik, komet ini akan terlihat dengan mata telanjang di langit senja,
02:24tepat setelah matahari terbenam di arah barat.
02:27Kemunculannya yang sangat langka menjadikan minggu ini momen bersejarah bagi astronomi amatir di seluruh dunia.
02:34Kejutan tidak berhenti di situ.
02:36Minggu ini juga menampilkan parade planet yang jarang terjadi.
02:39Jupiter, planet terbesar di tata surya kita, akan bersinar sangat terang di konstelasi Aris.
02:45Bahkan dengan teropong sederhana, kamu bisa melihat 4 bulan Galileanya yang ditemukan oleh Galileo Galilei pada tahun 1610.
02:53Di dekatnya, Saturnus dengan cincin ikoniknya juga akan mencapai posisi terbaik untuk diamati.
03:00Konjungsi atau kedekatan kedua planet raksasa ini menciptakan pemandangan spektakuler yang bahkan kota-kota besar dengan polusi cahaya pun masih
03:07bisa menikmatinya.
03:09Semua fenomena ini bukan sekadar pertunjukan indah.
03:13Setiap komet membawa materi purba dari awal terbentuknya, tata surya kita 4,6 miliar tahun lalu.
03:19Ketika kita melihat persait, kita sebenarnya sedang menyaksikan sisa-sisa pembentukan planet kita sendiri.
03:26Setiap pengamatan adalah jendela waktu ke masa lalu kosmik kita.
03:29Minggu ini, langit mengingatkan kita bahwa kita hidup di sebuah planet yang terus bergerak dikelilingi oleh tetangga kosmik yang jauh
03:36lebih tua dan lebih besar dari apapun yang bisa kita bayangkan.
03:40Bagaimana cara menikmati semua ini?
03:42Untuk hujan meteor Perseid, carilah lokasi dengan langit gelap jauh dari lampu kota dan arahkan pandangan ke konstelasi Perseus di
03:49timur laut setelah tengah malam.
03:52Untuk komet Tsuchinshana TLAS, lihat ke arah barat sesaat setelah matahari terbenam selama 2 minggu ke depan.
03:58Gunakan aplikasi peta bintang gratis untuk membantu identifikasi.
04:02Yang terpenting, berikan mata kamu 20 menit untuk beradaptasi dengan kegelapan agar bisa melihat obyek yang lebih redup.
04:09Siapkan kamera dengan mode manual untuk memotret momen langka ini.
04:14Terima kasih sudah menemani perjalanan kita menjelajahi kejutan langit minggu ini.
04:18Semoga informasi ini membantumu mempersiapkan diri untuk menyaksikan pertunjukan kosmik yang luar biasa.
04:25Kalau kamu berhasil melihat komet atau menghitung meteor, ceritakan pengalamanmu di kolom komentar.
04:30Jangan lupa tekan like kalau video ini bermanfaat dan subscribe ke channel ini supaya kamu tidak ketinggalan update fenomena langit
04:38berikutnya.
04:38Sampai jumpa di langit yang sama, teman-teman.

Dianjurkan