00:00Setiap hari kita melihat air entah di gelas, di kolam, atau di kamar mandi, dan warnanya jernih transparan.
00:06Tapi coba sekarang kamu buka Google Maps, cari samudera pasifik, dan lihat apa yang terlihat di layar.
00:12Lautan yang membentang di sana tampak biru, bahkan di area terdalam sekalipun yang jauh dari pantai.
00:18Bagaimana mungkin zat tidak berwarna bisa membentuk permukaan terluas di planet kita yang didominasi warna biru?
00:24Kalau kamu langsung berpikir laut biru karena memantulkan warna langit, kamu tidak sendirian.
00:30Dulu banyak orang, termasuk beberapa ilmuwan di era awal, juga berpikir begitu.
00:35Tapi teori itu punya masalah besar yang sulit dijelaskan.
00:38Jika laut hanya memantulkan langit, maka di hari yang mendung atau berawan, laut seharusnya terlihat abu-abu.
00:45Kenyataannya, air laut di kedalaman tetap biru bahkan saat langit tertutup awan tebal sekalipun.
00:51Jadi kalau bukan langit, lalu dari mana warna biru itu berasal?
00:55Jawabannya ternyata tersembunyi di dalam air itu sendiri,
00:58atau lebih tepatnya, di cara molekul air berinteraksi dengan cahaya matahari.
01:03Cahaya matahari yang kita lihat sebagai putih sebenarnya adalah campuran dari semua warna pelangi yang sudah tercampur rata.
01:10Dan setiap warna dalam cahaya itu membawa energi yang berbeda-beda dengan warna merah di satu ujung dan unggu di
01:16ujung lainnya.
01:18Ketika sinar matahari menembus permukaan laut, sesuatu yang sangat menarik mulai terjadi di tingkat molekuler.
01:24Molekul air yang tersusun dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen punya kebiasaan unik yang disebut penyerapan selektif.
01:32Bayangkan air laut seperti sebuah kain penyaring raksasa yang punya preferensi warna tertentu.
01:37Warna merah, oranye, dan kuning yang membawa energi lebih rendah ternyata paling cepat diserap oleh molekul air,
01:43dan biasanya hanya menembus beberapa meter pertama saja di bawah permukaan.
01:48Sementara warna merah hilang di kedalaman dangkal,
01:51warna biru dan ungu yang membawa energi lebih tinggi justru punya kemampuan luar biasa untuk menembus jauh lebih dalam kedalam
01:57air.
01:58Warna-warna ini bisa menembus hingga kedalaman 200 meter di laut yang jernih yang setara dengan tinggi gedung 60 lantai.
02:06Saat cahaya biru ini bergerak di dalam air,
02:09sebagian kecilnya tersebar atau dipantulkan kembali ke arah permukaan oleh molekul-molekul air di sepanjang jalannya.
02:16Proses ini dikenal dengan istilah hamburan relay,
02:19mekanisme yang sama yang membuat langit kita terlihat biru saat siang hari.
02:23Tapi tunggu, kalau air menyerap merah dan menyebarkan biru,
02:26kenapa air di gelas kita tidak terlihat biru?
02:29Jawabannya adalah soal kedalaman dan volume.
02:32Di gelas, ketebalan airnya terlalu tipis,
02:35hanya sekitar 10 cm,
02:37sehingga perbedaan penyerapan antara warna merah dan biru terlalu kecil untuk ditangkap oleh mata kita.
02:43Tapi di laut yang bisa sedalam 4 km,
02:45efek kumulatif ini menjadi sangat jelas dan tidak bisa diabaikan.
02:50Bahkan, fenomena penyerapan warna ini begitu kuat sehingga pada kedalaman lebih dari 30 meter,
02:54hampir semua warna selain biru sudah lenyap total.
02:58Nah, kalau begitu, kenapa laut di dekat pantai kadang terlihat hijau atau bahkan kecoklatan?
03:04Itu terjadi karena partikel-partikel seperti plankton, sedimen,
03:07dan lumpur ikut memantulkan warna lain yang menutupi dominasi biru.
03:12Jadi, warna biru lautan bukan ilusi atau pantulan semata,
03:15melainkan hasil interaksi cahaya dengan molekul air itu sendiri.
03:19Lautan kita adalah laboratorium optik raksasa
03:22yang bekerja tanpa henti setiap detik di bawah sinar matahari.
03:25Terima kasih sudah menonton sampai akhir.
03:28Semoga sekarang kamu punya cara baru untuk mengagumi laut.
03:31Kalau kamu punya teori sendiri tentang warna laut
03:34atau penasaran dengan fenomena alam lain,
03:36tulis di kolom komentar.
03:38Jangan lupa tekan like, bagikan video ini,
03:41dan subscribe channel ini
03:42agar kamu tidak ketinggalan cerita sains seru berikutnya.
03:45Sampai jumpa!