00:00Saudara Komando Pusat Amerika Serikat, Sankom, resmi mengumumkan selesainya gelombang serangan udara terbaru yang menargetkan puluhan fasilitas militer strategis milik
00:09Iran.
00:15Dalam rilis resmi, militer Amerika Serikat mengatakan operasi ofensif ini diluncurkan atas arahan langsung dari Presiden Donald Trump
00:22sebagai langkah balasan demi melemahkan kemampuan Teheran yang terus mengancam kapal sipil dan juga komersial di jalur perdagangan internasional strategis.
00:32Serangan presisi militer AS berfokus pada infrastruktur pertahanan pantai, instalasi radar, situs penyimpanan rudal, serta pos-pos komando komunikasi taktis
00:42militer Iran.
00:43Serangan ataupun serangkaian ledakan ini, saudara, dilaporkan mengguncang pesisir selatan Iran termasuk wilayah Dermaga Sirik, Pulau Qasim, serta kota pelabuhan
00:53utama Bandar Abbas.
00:55Terima kasih.
01:25Serangan rudal dan juga drone Iran menyasar tempat perlindungan dan juga hanggar pendukung Angkatan Darat AS di Kuwait.
01:34Angkatan bersenjata Iran bersumpah akan mempertahankan kedaulatan, keutuhan wilayah, dan kemerdekaan Iran.
01:41Militer Iran tidak ragu untuk menghadapi agresi AS.
01:58Sementara itu, saudara, Angkatan Udara Iran meluncurkan serangan rudal atas agresi AS.
02:05Dalam serangan ini, militer Iran mengerahkan rudal balistik serta rudal berpemandu presisi.
02:11Media Iran Tasnim News melaporkan rudal Qadar, Emad, dan juga Khaybar Senas, serta Fateh 110 hingga rudal Zulfikar dikerahkan dalam
02:22serangkaian serangan yang dirilis hari ini.
02:39Sementara itu, saudara, usai serangan Iran sebelumnya, pada minggu waktu setempat, media Iran Press TV melaporkan sejumlah dampak serangan di
02:48Bahrain.
02:48Asap membumbung tinggi dari armada kelima angkatan laut AS di Bahrain, saudara.
02:53Sebelumnya, drone-drone diluncurkan Angkatan Darat Iran yang menargetkan sistem pertahanan udara, patriot, gudang amunisi, dan juga pangkalan militer Amerika
03:02Serikat.
03:14Kerusakan dampak serangan Iran di Kuwait juga dilaporkan oleh media Tasnim News, saudara.
03:20Menurut sumber lokal, asap berasal dari pangkalan militer Amerika Serikat.
03:24Iran membombardir pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara sekutunya di kawasan Teluk Persia.
03:31Serangan dilakukan usai pemakaman dari pemimpin tertinggi, itulah Ali Khamenei.
03:53Anggota Dewan Kebijaksanaan Iran atau penasihat Mujtaba Khamenei, Mohsen Arazei, menegaskan bahwa selat hormus lebih penting daripada puluhan bom atom.
04:05Dia berjanji bahwa pemerintah Iran akan melindungi jalur vital energi global itu.
04:11Ia juga menekankan bahwa balas dendam adalah bagian dari jalan revolusi.
04:16Donald Trump dan juga Benjamin Netanyahu telah melewati garis merah Republik Islam Iran.
04:22Ia juga mengatakan tindakan ini harus ditanggapi dengan hukuman yang tegas dan profesional.
04:35Mohsen Arazei mengatakan pada media Iran ISNAH, jalur strategis ini lebih penting daripada lusinan bom atom dan Republik Islam Iran
04:45akan melindunginya.
04:58Saudara Iran dan Amerika sama-sama menyatakan penghentian gencatan senjata dan mulai serangan baru.
05:05Pertanyaannya apakah dunia akan kembali tersandra jalur energi dunia yang menjadi pusat konflik?
05:12Kita bahas bersama dengan praktisi dan pengajar hubungan internasional, sinergis politik, polisis, Mbak Dina Praptora Harjo yang telah bergabung di
05:21Kompas Petang.
05:22Selamat petang, Mbak Dina.
05:24Selamat petang, Mas Yasir.
05:25Mbak Dina, harapannya tentu ada negosiasi namun ternyata kita dipertontonkan dengan saling serang antara Amerika Serikat dan juga kini Iran
05:34mulai melakukan serangan balasan bertubi-tubi terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Iran.
05:40Pertanyaannya apakah yang Anda baca, apakah perang ini akan eskalasi, akan lebih besar atau tujuannya akan kemana?
05:48Tujuannya pertama kalau dilihat secara mikro dalam hal hubungan bilateral Amerika Serikat dengan Iran, saya melihatnya ini bentuk bargaining baru
05:59oleh Iran maupun Amerika Serikat.
06:01Jadi bargainingnya bukan meja perundingan tetapi kembali dalam format coercive bargaining.
06:07Jadi tawar-menawar tapi dengan cara memaksa melalui jalur militer.
06:12Kalau dilihat dari skema yang lebih makro, kita bisa lihat konteksnya dalam hubungan Amerika Serikat dengan negara-negara teluk, kemudian
06:21Amerika Serikat juga negara-negara NATO yang menjadi sekutu dia untuk urusan pertahanan keamanan.
06:28Baru-baru ini kan juga ada pertemuan antara Rubio dengan negara-negara teluk, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat dengan negara
06:36-negara teluk, kemudian juga ada NATO Summit, konferensi tingkat tinggi NATO di Angkara Turki.
06:42Di situ saya melihat arah ke depan itu ternyata memang masih tetap pada penguatan jalur intervensi militer.
06:51Jadi artinya karena apa? Ada banyak deal yang dilakukan di NATO, misalnya saja mereka ada kesepakatan untuk mendanai Ukraina lebih
07:01lagi untuk berhadapan dengan Rusia.
07:03Berarti ada status quo yang diciptakan untuk urusan militer.
07:06Kemudian juga deal dengan Turki sebagai tuan rumah, mereka akan mendapatkan dana tambahan untuk pengembangan Khan Fighter Jet.
07:15Kemudian juga mereka membangun satu bank multilateral yang diinisiasi oleh Kanada bagi negara-negara yang mau membangun defense industry, itu
07:24akan didukung lewat jalur itu.
07:27Kemudian security assurance ya, jaminan keamanan untuk negara-negara teluk itu juga masih akan ditingkatkan.
07:35Itu artinya Mbak Nina, kedepannya kita akan melihat lebih banyak tekanan-tekanan militer yang dilakukan oleh kedua negara sehingga tidak
07:44menutup kemungkinan perang dari kedua negara ini akan kembali meledak?
07:47Ya, jadi Iran berarti harus mengantisipasi bahwa Amerika Serikat membaca cara Iran untuk meningkatkan harga ya, meningkatkan kos untuk perang,
07:59itu ternyata belum dianggap maksimal juga bisa menghentikan langkah Amerika Serikat.
08:04Dan justru makanya Iran kemudian bilang dengan tegas bahwa Hormuz akan dijadikan senjata nomor satu sekarang, bukan lagi senjata nuklir
08:13saja.
08:13Berarti Iran mau gak mau harus mengambil langkah koeksif yang lebih lagi untuk menambah beban biaya buat Amerika Serikat dan
08:22sekutu-sekutunya.
08:23Jadi pertanyaannya tentu wujudnya akan seperti apa ya?
08:28Ini juga berkaitan dengan membaca apa yang disampaikan oleh penasihat Mujtabe yang menegaskan bahwa sebenarnya posisi Selat Hormuz ini lebih
08:34penting daripada nuklir.
08:36Apakah ini bisa kita baca bahwa sebenarnya Iran sendiri siap melepas uranium, kemudian proyek nuklir atau justru akan habis-habisan
08:45kali ini?
08:46Menurut saya akan lebih habis-habisan dia akan menolak melakukan konsesi apapun.
08:52Jadi risikonya disini memang kita kalau dari segi harga minyak misalnya ya, kita harus tahan lebih lama lagi nih situasi
09:01harga minyak sebenarnya belum membaik sama sekali.
09:04Dari segi logika ekonomi sebenarnya Amerika Serikat juga tidak dalam posisi baik-baik saja.
09:10Tapi Presiden Donald Trump berusaha untuk konsisten kelihatannya dengan strategi bahwa cara intervensi militer itu adalah jalan keluar yang terbaik
09:19untuk berhadapan dengan Iran.
09:20Berarti yang konsisten itu yang harus kita hadapi berarti kedepannya adalah konsisten melihat serangan-serangan ini akan semakin terbuka lagi.
09:30Baik, kemudian yang juga menarik adalah terkait dengan media Iran sendiri yang juga menulis soal sejumlah orang nih Mbak Nina.
09:36Yang jadi target balas dendam dari Iran diantaranya ada Trump, Netanyahu, kemudian ada Macron juga disitu.
09:42Analisa Anda apakah ini hanya sekedar konfrontasi atau memang data yang bocor?
09:47Menurut saya ada data yang bocor ya, ada memang intensi dari pihak Iran untuk menaikkan tadi biaya untuk intervensi militer.
09:59Jadi kalau dibilang eye to eye, mata dapat mata begitu ya, maka itu yang kita lihat saat ini.
10:06Kemungkinan besar memang akan lebih tajam ya konflik ini.
10:10Nah ini yang tentu saja tidak kita harapkan begitu.
10:13Namun yang kita lihat adalah ada Kuwait, Bahrain, bahkan UEA juga dilaporkan jadi sasaran Iran.
10:19Eskalasi ke depannya yang menurut Anda akan dilakukan oleh Amerika Serikat seperti apa?
10:26Satu hal yang kelihatannya masih sulit ditolak oleh negara-negara sekutu yang saat ini menjadi penengah ya.
10:32Saya melihatnya peranan yang penting sebenarnya di sana.
10:35Karena kalau Pakistan kita bisa lihat sebenarnya posisinya itu lebih pro kepada Iran.
10:40Tapi misalnya Qatar, kemudian Bahrain, sorry Qatar dan satu lagi Turki misalnya, posisinya itu kan lebih masih ngayun gitu ya
10:51dengan Amerika Serikat.
10:52Dengan kondisi yang ada sekarang, sepertinya sangat sulit sebenarnya untuk Turki maupun Qatar untuk menolak inisiatif dari Amerika Serikat menyerang
11:03Iran kembali.
11:03Berarti risiko terbesar sebenarnya dihadapan lagi dengan negara-negara teluknya pasti akan menjadi sasaran utama dari Iran.
11:12Terakhir Mbak Nina, jadi Anda membacanya ke depannya ini negosiasi damai akan semakin jauh?
11:20Kalau komunikasi antar negara saya kira masih tetap jalan terutama oleh negara-negara penengah.
11:26Tapi karena sepertinya ada sesuatu yang memang tidak disampaikan ya oleh Amerika Serikat kepada negara-negara penengah.
11:33Dan dengan adanya presiden kali ini, sepertinya harusnya negara-negara penengah ini sudah bisa membaca.
11:38Yang konsisten dari Trump itu adalah ingin mengedepankan cara militer.
11:43Dan sepertinya negara-negara barat itu menyambut.
11:46Artinya memang penggunaan cara-cara militer, kemudian jalur militer ini bisa menekan negara-negara yang tidak punya senjata
11:53untuk lebih dalam lagi ya menderita dalam waktu-waktu ke depan.
11:59Itu yang harus diantisipasi.
12:00Kalau kata Anda tadi negara-negara di Timur Tengah kayaknya kurang punya power begitu untuk memediasi negosiasi
12:07ataupun perjanjian damai antara kedua negara, menurut Anda Rusia, Tiongkok yang merupakan negara-negara besar
12:13yang punya pengaruh, mereka akan mengambil sikap yang masih sama?
12:18Poinnya sebenarnya mereka berusaha menawarkan.
12:21Rusia dan China sudah bersuara ya, tapi tidak dapat sambutan juga dari Timur Tengah.
12:26Nah ini yang menarik memang dari Timur Tengah sepertinya karena mereka sudah begitu terbiasa menerima intervensi asing
12:33di kawasannya, maka mereka sekarang melihat opsinya apa.
12:37Kalau terhadap China, mereka melihat bahwa China ini lebih tepat dijadikan partner untuk investasi dan kerjasama.
12:44Jadi bukan untuk menjadi pengganti pemasok militer di kawasan.
12:48Karena kalau berubah itu maka mereka juga sama buruknya ya akan berhadapan dengan Amerika Serikat
12:53yang tetap tidak mau kehilangan pengaruh di Timur Tengah.
12:56Rusia juga dipandang sebagai mitra yang lebih disegani, tapi jangan dibawa masuk lebih dalam dulu ke kawasan
13:04karena Rusia masih berhadapan dengan masalah di Ukraina.
13:08Kemudian yang menjadi sorotan adalah terkait dengan sebenarnya masalah di Amerika Serikatnya sendiri.
13:15Selalu politik dalam negeri, kemudian biaya perang yang semakin membesar.
13:19Ini beberapa hal yang menjadikan Donald Trump nampaknya berpikir ulang
13:24untuk mencari eksi strategis dari perang melawan Iran ini.
13:28Yang Anda lihat apa yang nantinya diambil oleh Donald Trump?
13:32Sepertinya Donald Trump masih melihat ada waktu.
13:35Between antara sekarang sampai midterm election itu masih cukup waktu untuk dia melakukan sejumlah manuver.
13:41Dan yang dia lakukan, kalau saya baca dari perkembangan misalnya stok minyak ya
13:48yang ada di Cushing, Oklahoma yang katanya itu kan menjadi satu indikator
13:53Amerika itu kuat atau enggak lah menahan harga minyak di dalam negeri.
13:57Itu intinya sebenarnya tetap lemah, minyak di sana tetap kurang dari jatah yang seharusnya,
14:04kurang dari reserve yang seharusnya.
14:06Tapi berarti Donald Trump itu menganggap bahwa domestik di Amerika Serikat bisa menyerap juga biaya dari apa yang dia lakukan.
14:16Berarti memang Amerika Serikat atau publik di Amerika Serikat masih tetap harus mencari solusi sendiri di dalam negeri.
14:23Dan kita tahu juga dari segi kongres kan masih sebenarnya sudah mulai menolak ya.
14:30Walaupun Trump ini kelihatannya masih mau memainkan kartunya bahwa dia lah sebagai lapang lima perang tertinggi
14:37dan dia masih mau melakukan manuvernya.
14:40Baik, terima kasih praktisi dan pengajar hubungan internasional.
14:43Dari Sinergi Polisis, Mbak Dina Praptor Harja telah berbagi perspektifnya di Kompas Petang.
14:48Salam sehat Mbak Dina.
14:50Salam sehat, terima kasih.
Komentar