00:00Ya, Ibu, mungkin ada yang ingin disampaikan?
00:04Pakai diterjemahin.
00:07Iya, nggak apa-apa.
00:10Pelan-pelan aja, sabar, Bu, tenang.
00:14Mencet, Mbak, dipencet ini ya.
00:47Ijin pimpinan karena kebetulan beliau ini ada tekanan psikologis.
00:53Di satu sisi dia tidak bisa menyampaikan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
00:58karena beliau ini berasal dari kampung di Pulau Lombok dan berada di dalam kemiskinan.
01:07Jadi berkomunikasi pun dengan tim kami yang di Hotman 911 itu menggunakan penerjemah.
01:14Kebetulan kami ini adalah tim dari Pulau Lombok.
01:18Jadi apa yang disampaikan oleh beliau ini memang almarhum anak korban Sobirin ini
01:26pernah menceritakan tiga hari sebelum pembakaran itu menyampaikan bahwa dia pernah diancam oleh anak pimpinan PONPES
01:38akan dibakar kalau tidak menuruti kemauan dari si pelaku.
01:43Kemudian pernah ditanyakan oleh ibunya si korban
01:49Sanak, wah mdek tebuli atau wah mdek tepantok le sekolah
01:55atau dalam bahasa Indonesia nya apakah kamu pernah dibuli dipukul di sekolah
02:00si anak ini tidak berani bercerita pimpinan
02:02karena selalu diancam sama anak pimpinan PONPES-nya.
02:07akhirnya begitu terjadi pembakaran
02:09tiga hari setelah terjadi pembakaran
02:12baru bisa berbicara si anak
02:14baru menyampaikan bahwa dia itu dibakar
02:17di dalam ruangan itu adalah ruangan kosong pimpinan
02:21kemudian api terisi bensin itu menyebar di situ
02:25sehingga mulai dari wajah sampai sekujur tubuh kaki korban itu
02:29kena luka bakar yang sangat drastis 80 persen
02:33hanya bagian perut dan paha sedikit yang tidak kena bakar pimpinan.
02:38Terima kasih.
02:40Ya mungkin bisa disampaikan Bu
02:42Insya Allah kiam kita ini komisi tiga
02:46akan berupaya maksimal untuk memberikan ya
02:50agar korban almarhum bisa mendapatkan keadilan.
02:54Apa ya Sampai Angku?
02:56Sampai kan?
02:58Harapkan Ibu ya.
03:04Ya bisa dipahami, bisa memahami ya.
03:07Kalau tadi disampaikan, nanti disampaikan ke beliau ya
03:10bahwa korum ini kita selenggarakan dalam rangka mencari
03:14masalah seperti apa dan memberikan keadilan kepada korban.
03:18Bapak-bapak ini mau bantu supaya Ibu dapat keadilan ya.
03:23Apa ya Mendeng?
03:26Kedeng banget buat.
03:37Intinya begini ya, pimpinan kameran kami sudah berbicara memang.
03:42Pada intinya adalah beliau ingin pimpinan ponpes itu diberikan sanksi seberat-beratnya
03:48atas tindakan yang tidak memperdulikan anak-anak, tidak menjaga anak-anak.
03:54Karena kan di ponpes ini saat orang tua ini menitipkan anak-anak ini di ponpes itu sudah menulis surat ya.
04:01Apa namanya itu Pak?
04:02Pernyataan?
04:04Apa?
04:04Pernyataan perdamaian.
04:05Bukan, kalau menitipkan anak itu menyerahkan sepenuhnya kepada ponpes ini gitu.
04:11Jadi sudah ada pernyataan karena pihak ponpes ini tidak mengambil sikap yang tepat ataupun menjaga anak-anak mereka.
04:19Jadi beliau minta dihukum seberat-beratnya agar para tersangka ini juga mendapatkan ganjaran yang setimpal gitu.
04:27Karena beliau kan sudah tidak bisa melihat anaknya sama sekali.
04:31Kemudian bapak suami dari Al-Mahrum juga sudah tua dan sakit-sakitan.
04:37Jadi sangat memohon kepada pimpinan dan juga aparat penegak hukum untuk bisa melihat kasus ini secara objektif.
04:46Jangan hanya melihat sisi nama baik saja yang dijaga.
04:51Karena negara tidak hadir awalnya ini.
04:54Seharusnya negara itu hadir sejak awal.
04:56Itu gunanya ada pemerintahan di sana pimpinan.
04:58Terima kasih.
04:59Vokasi secara hukum juga ingin membantu pengobatan secara medis.
05:05Dua-duanya yang penting pemulihan apakah secara hukum dan pemilihan secara medis.
05:11Sama-sama kita ingin lakukan ke korban dan para korban.
05:14Yang jelaskan sudah ada yang meninggal.
05:16Tentu kita tidak bisa ampaikan aspek hukumnya.
05:20Mungkin masih ada lagi dari pihak Mbak Putri cukup ingin menyampaikan?
05:27Ibu?
05:29Sudah tenang?
05:31Ya, enggak apa-apa.
05:32Bahasa sasak nanti ada yang terjemahkan.
05:56Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
06:00Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
06:24Tijen pimpinan apakah bisa kami wakilkan?
06:27Ya, silakan.
06:28Karena kan kami berkomunikasi beberapa hari ini dengan dia.
06:31Ya, disampaikan saja apa yang bersangkutan.
06:35Harapan kepada yang pertama yaitu kepada Bapak Presiden Republik Indonesia yang saya hormati dan saya cintai kami, saya hanyalah seorang
06:44ibu kampung yang miskin, yang tidak punya harta dan sekarang tubuh sudah sakit-sakitan, jalan pun sudah tidak normal lagi.
06:51Karena hancurnya hati saya melihat anak saya, Sahril Sobiran, dibakar hidup-hidup sampai meninggal dunia.
06:59Sebagai rakyat kecil, saya mengetuk pintu hati Bapak Presiden sebagai Bapak dari seluruh anak di Indonesia.
07:05Anak saya ke pondok santren untuk belajar agama agar jadi anak yang baik, bukan untuk disiksa.
07:10Saya ditelanjangi oleh anak pemilik PONPES, lalu dibakar sampai mati.
07:15Ketika saya menolak surat damai, mereka membuang kami.
07:18Bapak Presiden, orang miskin seperti saya ini tidak tahu harus mengadu kemana lagi.
07:22Karena pihak kepolisian dan orang Departemen Agama di Lombok Tengah justru ikut mengarahkan pondok pesantren untuk menyodorkan surat damai demi
07:30menutupi kejahatan ini.
07:31Saya memohon kepada Bapak Presiden, tolong turunkan orang-orang kepercayaan Bapak dari Jakarta untuk memeriksa oknum-oknum polisi dan pejabat
07:39di daerah yang ikut membungkam darah anak saya.
07:42Tolong pastikan hukum tidak pandang bulu meskipun pelakunya adalah anak tuan guru atau pemilik pondok pesantren.
07:49Nyawa anak saya tidak bisa dibeli dengan selembar kertas damai.
07:55Harapan kepada pimpinan dan anggota DPR Komisi 3, para wakil rakyat yang terhormat di DPR RI, khususnya Bapak dan Ibu
08:03di Komisi 3.
08:04Saya datang jauh-jauh dari Lombok dengan langkah kaki yang tertati-tati dan fisik yang sakit karena saya percaya di
08:11ruangan ini masih ada hati nurani yang tersisa untuk membela orang kecil seperti saya.
08:16Harapan saya sangat sederhana, jangan biarkan kasus kematian anak saya, Sahril Sobirin, menguap dan dilupakan hanya kami orang miskin yang
08:26tidak punya uang dan kekuasaan.
08:28Saya memohon kepada Komisi 3 untuk menggunakan wewenang besar yang Bapak dan Ibu miliki guna mendesak ke Polri, mengusut tuntas
08:35kandang pembungkaman ini.
08:37Tolong awasi polisi-polisi di daerah kami yang tega-teganya menyuruh pihak pesantren meminta tanda tangan damai di atas luka
08:45bakar 80% anak saya.
08:47Saya meminta keadilan yang seadil-adilnya seret semua pelaku penganyayaan, pelaku pembakaran dan orang-orang besar di dalam pesantren yang
08:55ikut menyembunyikan kejahatan ini ke dalam penjara.
08:59Jika DPR RI tidak membantu saya, kemana lagi kami orang kampung yang pincang dan buta hukum seperti saya ini harus
09:06mencari keadilan di negeri ini.
09:08Terima kasih.
09:09Terima kasih.
Komentar