Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Salah satu titik kebakaran lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, akhirnya padam.

Meski demikian, BMKG mengingatkan risiko kebakaran hutan akan meningkat seiring puncak musim kemarau.

Petugas gabungan dari Manggala Agni dan BPBD OKI berhasil memadamkan api di lahan gambut seluas dua hektare di Desa Pulau Geronggang, Pedamaran Timur.

Sebelumnya, selama dua hari, petugas kesulitan memadamkan lahan tersebut karena kendala akses dan kecepatan penyebaran api.

Meski titik ini berhasil padam, pantauan udara BNPB menemukan kebakaran lahan gambut juga terjadi di Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Lahan gambut semakin rentan terbakar seiring peningkatan suhu pada puncak musim kemarau.

#bmkg #oki #kemarau

Baca Juga Penampakan Lumpur Lapindo Merembes Dekat Jalan Raya di Sidoarjo | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/679826/penampakan-lumpur-lapindo-merembes-dekat-jalan-raya-di-sidoarjo-sapa-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/679827/lahan-gambut-di-oki-padam-bmkg-waspadai-peningkatan-risiko-karhutla-saat-musim-kemarau-sapa-malam
Transkrip
00:00Saudara, salah satu titik kebakaran lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir atau Oki, Sumatera Selatan akhirnya padam.
00:07Meski demikian, BMKG mengingatkan risiko kebakaran hutan akan meningkat seiring dengan puncak musim kemarau.
00:16Petugas gabungan dari Manggala Agni dan juga BPBD Oki berhasil memadamkan api di lahan gambut seluas 2 hektare di desa
00:25Pulau Geronggang di daerah Padamaran Timur, Saudara.
00:30Sebelumnya, Saudara, selama dua hari petugas kesulitan memadamkan lahan tersebut karena kendala akses dan kecepatan penyebaran api.
00:37Meski titik ini berhasil padang, pantauan udara BNPB menemukan kebakaran lahan gambut juga terjadi di kecamatan Lengkiti Kabupaten Komering Ulu.
00:48Lahan gambut semakin rentan terbakar, Saudara, seiring dengan peningkatan suhu di puncak musim kemarau.
01:00Pertama, sulitnya akses menuju lokasi yang tidak bisa dijangkau dengan kenderaan, baik roda 4 maupun roda 2, sehingga mobilisasi peralatan
01:10dilakukan secara estafet.
01:11Yang kedua adalah spot-spot asap yang tersebar, sehingga penuh kecepatan dalam pergerakan tim dan kecepatan dalam mendeteksi asap yang
01:21tersisa.
01:22Berkat kerjasama tim gabungan yang kopang di lapangan, api bisa dipadamkan.
Komentar

Dianjurkan