Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Tiga kasus dugaan korupsi besar yang menyeret sejumlah sektor strategis terus menjadi sorotan publik.

Setelah proses penggeledahan di sejumlah lokasi dan penyitaan barang bukti bernilai fantastis, masyarakat kini menanti pengungkapan siapa tersangka utama dalam perkara tersebut.

Lantas, apa yang membuat penyidik masih berhati-hati dalam menetapkan dan mengumumkan tersangka?

#korupsi #TPPU #cipete

Baca Juga Jampidsus Febrie Ardiansyah Simpan Emas dan Uang Ratusan Juta di Rumah, Pukat UGM: Itu Tidak Wajar di https://www.kompas.tv/nasional/679822/jampidsus-febrie-ardiansyah-simpan-emas-dan-uang-ratusan-juta-di-rumah-pukat-ugm-itu-tidak-wajar



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/679823/menanti-pengungkapan-tersangka-soal-3-kasus-korupsi-besar
Transkrip
00:00Saudara, sampai saat ini Kortas Tipitkor Polri belum menetapkan tersangka dalam kasus yang berkaitan dengan penggeledahan di sejumlah lokasi.
00:07Apa yang masih ditunggu oleh polisi? Kita tanyakan perkembangannya kepada jurnalis Kompas TV Edwin Chan dan juru kamera Junaidi.
00:15Edwin, apa sebenarnya yang sampai saat ini membuat penyidik belum menetapkan tersangka atas lanjutan kasus yang berkaitan dengan penggeledahan salah
00:22satunya di rumah di daerah Sentul Bogor?
00:27Terus keadaan juga saudara yang memang masih dinantikan oleh pernyataan langsung dari pihak kepolisian.
00:35Di sini tergabung dari Kortas Tipitkor Polri dan juga Polda Medina.
00:41Ini satu kata yang mungkin bisa mengerangkum adalah pendalaman dan juga menantikan bagaimana barang bukti ini kemudian akan dipadupadankan,
00:52akan dilihat link and match seperti itu, Frieska dan juga saudara.
00:55Karena kita ketahui bersama dari 13 titik yang memang baru saja bertambah tadi malam, 12 bertambah 1, 13 titik ini
01:02berkemungkinan juga untuk nantinya bertambah lebih banyak lagi,
01:05kemungkinan penggeledahan juga masih terbuka.
01:08Dan bersama nanti akan kita dengarkan di dalam konferensi pers yang tadi memang disebutkan langsung oleh Kombes Pol Budi Hermanto,
01:16selaku Kabit Humas Pol dan Metro Jaya terkait dengan apa yang akan terjadi dalam konferensi pers.
01:20Tadi kami sempat bertanya ke beliau, namun belum disebutkan apakah nanti akan gelar perkara,
01:26apa saja yang kemudian akan ditunjukkan, dan apakah nanti akan ada penetapan tersangka yang disebutkan di dalam konferensi pers,
01:36masih akan kita nantikan bersama, itu nanti pada pukul 7 malam ini, Frieska dan juga saudara.
01:40Kita melihat jika ke belakang terdapat beberapa lokasi yang kemudian disorot oleh pihak kepolisian,
01:47dalam hal ini terdapat 3 tempat, yang pertama adalah kafe yang berdekatan juga dengan Money Changer,
01:54begitu pula dengan Ruko yang semalam baru saja di geledah, itu keduanya berada di Cipetan Jakarta Selatan,
01:59dan yang terbaru yang kemudian menjadi sorotan langsung oleh Jampitsus,
02:05Febri Adrian Shah menyatakan bahwa memang rumah yang terdapat di Sentul, Bogor, ini merupakan rumah miliknya,
02:11rumah pribadi dari Jampitsus, namun terkait dengan puluhan kilogram emas yang ditemukan,
02:18lalu ratusan miliar uang yang ditemukan, di dalamnya ini masih harus dinantikan dari proses penyelidikan lebih lanjut
02:25oleh pihak Kortas Tipikor maupun Poli Metro Jaya.
02:27Frisker dan juga saudara, tadi kalau kita melihat di sini nantinya yang akan berbicara dalam konferensi persen akan mengungkap
02:34barang bukti yang kalau kami lihat dari pukul 2 siang tadi sudah hilir mudik,
02:39dipindahkan dari gedung di Reskrimsus, Poli Metro Jaya, ke gedung di belakang saya yakni gedung promoter dari Poli Metro Jaya,
02:47ini yang akan berbicara diantaranya ada Kakortas Tipikor,
02:51Irjenpol, Totok Soeharyanto ditemani oleh Wakakortas Tipikor,
02:57di sana ada Brickjenpol, Borowindu, dan Nandito, dan beberapa pejabat tinggi Poli Metro Jaya lainnya.
03:03Kita akan nantikan bersama Frisker.
03:04Frensip persen yang ditunggu, termasuk menjawab pertanyaan besar apakah akan ada tersangka yang segera ditetapkan malam ini.
03:11Terima kasih Edwin Chan atas laporan Anda.
Komentar

Dianjurkan