Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Jampidsus Febrie Adriansyah buka suara terkait namanya yang dikaitkan sebagai pemilik rumah mewah di kawasan Sentul, usai penggeledahan yang dilakukan oleh tim Kortastipidkor Polri.

Dalam penggeledahan di rumah tersebut, polisi menemukan dan menyita salah satunya foto keluarga Jampidsus.

Jampidsus Febrie Adriansyah mengakui jika rumah mewah di Sentul adalah rumah pribadinya yang sudah sejak lama.

Tak hanya menyita foto keluarga milik Jampidsus, polisi juga menyita sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan valuta asing, serta emas puluhan kilogram yang disimpan dalam brankas.

Kortastipidkor Polri menyebut total barang bukti yang disita dari rumah ini mencapai Rp476 miliar.

Barang bukti yang ditemukan dan disita polisi dari dalam brankas berupa emas batangan seberat 74 kilogram, uang dolar Amerika Serikat sebesar 4.767.300 USD, uang dolar Singapura senilai 14.083.800 SGD, dan uang tunai Rp100 juta.

Atas temuan puluhan kilogram emas dan uang senilai ratusan miliar rupiah ini, Jampidsus Febrie bilang seluruh uang dan emas tersebut ada pemiliknya. Namun, Febrie tidak secara gamblang menyebut siapa pemiliknya.

Kakortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto menegaskan masih mendalami foto serta pemilik uang dan emas yang ditemukan di sejumlah lokasi penggeledahan, yakni sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, dan kafe di kawasan Jakarta Selatan, termasuk apakah foto tersebut merupakan pemilik rumah mewah.

Pengamat Kepolisian ISESS, Bambang Rukminto, menilai polisi harus transparan membuka siapa pemilik uang dan emas yang disita dari sejumlah lokasi yang diduga terkait dengan tiga kasus korupsi besar.

Bambang menilai jangan sampai masyarakat menilai penggeledahan dan penyitaan barang bukti bernilai fantastis ini hanya upaya saling balas antarinstitusi penegak hukum.

Hingga saat ini, polisi sudah melakukan penggeledahan di 13 lokasi berbeda, mulai dari rumah mewah di Sentul, kafe, money changer, hingga terakhir di sebuah ruko.

#jampidsus

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/679797/temuan-74-kg-emas-dan-uang-total-rp476-m-polisi-masih-telusuri-pemiliknya-kompas-petang
Transkrip
00:06Rumah sedul, itu memang rumah pribadi yang khusus, yang sudah sejak lama.
00:16Mengenai uang, tadi sudah saya jelaskan yang ditemukan, bahwa itu ada pemilik.
00:255.74 kg emas batangan, timasi total dalam rupiah senilai Rp476 miliar.
00:39Jampitsus Febri Adrian Syah, buka suara terkait namanya yang dikaitkan sebagai pemilik rumah mewah di kawasan Sentul,
00:46usai penggeledahan yang dilakukan oleh tim Kortas Tipit Kolpori.
00:50Dalam penggeledahan di rumah tersebut, polisi menemukan dan menyita salah satu foto keluarga Jampitsus.
00:57Jampitsus Febri Adrian Syah mengakui jika rumah mewah di Sentul adalah rumah pribadinya yang sudah sejak lama.
01:05Tak hanya menyita foto keluarga milik Jampitsus, polisi juga menyita sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan valuta asing,
01:11serta emas puluhan kilogram yang disimpan dalam berangkas.
01:14Kortas Tipit Kolpori menyebut, total barang bukti yang disita dari rumah ini mencapai Rp476 miliar.
01:24Barang bukti yang ditemukan dan disita polisi dari dalam berangkas berupa emas batangan 74 kilogram.
01:31Uang dolar Amerika Serikat senilai Rp4.767.300.
01:37Uang dolar Singapura senilai Rp14.083.800.
01:43Dan uang tunai Rp100 juta.
01:46Atas temuan puluhan kilogram emas dan uang senilai ratusan miliar rupiah ini,
01:52Jampitsus Febri bilang seluruh uang dan emas tersebut ada pemiliknya.
01:57Namun Febri tidak secara gamblang menyebut siapa pemiliknya.
02:03Yang kedua tentang rumah sentul, itu memang rumah pribadi Jampitsus yang sudah sejak lama.
02:12Itu bisa dilihat bagaimana proses kepemilikan sejak awal.
02:17Dan mengenai uang, itu sudah saya jelaskan yang ditemukan.
02:21Bahwa itu ada pemilik, bahwa itu ada kegiatan, ada orang-orang juga terima kegiatan.
02:28Itu bisa juga ditanya, kemudian juga ada beberapa kegiatan bangunan yang bisa dicek.
02:34Semua kami yakin dapat dipertanggungjawabkan dengan benar.
02:40Tetapi tentunya tidak melalui forum seperti ini.
02:45Melalui forum acara mungkin yang sudah sesuai prosedur rupiah.
02:50Kak Kortas, Tipit Kolpori, Irjen Toto Suharyanto menegaskan,
02:54masih mendalami foto dan pemilik uang,
02:57serta emas yang ditemukan di sejumlah lokasi penggeledahan sebuah rumah mewah,
03:01kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, dan kafe di kawasan Jakarta Selatan.
03:06Apakah foto tersebut merupakan pemilik rumah mewah?
03:12Ini mau berhubung waktu, karena pada proses...
03:34Masih didalami.
03:35Masih didalami ya, Pak.
03:37Pak, ada lokasi tambang nggak, Pak, selain yang 12, Pak?
03:40Masih dikembangkan, ya?
03:41Masih dikembangkan, artinya akan bertambah, Pak.
03:45Pengamat Kepolisian Ises Bambang Rukminto menilai,
03:48polisi harus transparan membuka siapa pemilik uang dan emas yang disita dari sejumlah lokasi
03:54yang diduga terkait dengan tiga kasus korupsi besar.
03:57Bambang menilai, jangan sampai masyarakat menilai penggeledahan dan penyitaan barang bukti bernilai fantastis ini.
04:05Hanya upaya saling balas antar institusi penegak hukum.
04:10Perkepastian hukum, kasus seperti ini sudah pernah terjadi dua tahun yang lalu,
04:14ketika kejaksaan konon diintimidasi oleh Densus 88, seperti itu kan.
04:25Dan makanya kalau ini terulang terus seperti ini tentu tidak baik bagi penegak hukum kita, seperti itu.
04:33Makanya kepolisian harus lebih cepat, transparan, agar semuanya jelas.
04:39Siapa yang ditersangkakan dalam kasus apa, pasal apa, jadi semuanya clear.
04:48Hingga saat ini polisi sudah melakukan penggeledahan di 13 lokasi berbeda.
04:52Mulai dari rumah mewah di Sentul, kafe, money changer, hingga terakhir di sebuah ruko.
04:59Tim Liputan, Kompas TV
05:04Setelah menggeledah 13 lokasi, di mana salah satunya adalah rumah pribadi milik Jampitsus,
05:11lantas bagaimana pengusutan tiga kasus korupsi,
05:13dan juga bagaimana pemeriksaan sejumlah barang bukti berupa emas dan uang yang ditemukan penyidik.
05:19Kita tanyakan kepada jurnalis Kompas TV, Edwin Chan,
05:22dan juga juru kamera, Junaidisa Putra.
05:24Edwin, Jampitsus Febri Adriansyah sudah mengakui kalau rumah yang ada di kawasan Sentul,
05:30salah satu TKP yang digeledah polisi adalah miliknya lantas.
05:33Bagaimana proses hukum selanjutnya di Polda, Edwin?
05:38Selamat petang, medok dan juga saudara.
05:40Jika bisa kita simpulkan dalam satu kata, yakni di sini adalah pendalaman.
05:45Dan dari keramaian yang mungkin sudah ada di belakang,
05:47dapat Anda lihat, medok dan juga saudara,
05:49bahwa terdapat personal Polri.
05:52Di sini kalau kami melihat, ini kurang lebih ada lebih dari 70 personal Polri yang diturunkan.
05:57Ini baik di gedung, di reskrimum, di reskrimsus maksud kami,
06:02Polda Metro Jaya dan juga di depan gedung promoter dari Polda Metro Jaya
06:06yang di rincanakan nantinya akan ada sebuah konferensi pers.
06:11Di sini akan dihadiri oleh banyak pihak yang memang terlibat di dalam proses penyidikan
06:16maupun penggeledahan dari tiga kasus dugaan korupsi,
06:21baik dari PT PLN, Batubara, lalu juga Asabri, dan juga Keraka Taufil.
06:26Dan juga saudara, di sini ada terdapat, terdapat catatan terkait siapa saja yang akan hadir.
06:31Yang pertama, ada kakortasi TIKOR dari Barskin Polri,
06:35ada Irjen Poltokso Haryanto,
06:37ditemani juga oleh Kaditumas Polri, Irjen Poltokso Haryanto,
06:40dan sejumlah pejabat tinggi dari Polda Metro Jaya.
06:44Dan ada yang menarik, di sini juga ada keterlibatan Deputi Korsup KPK,
06:50yakni Eli Kusumastuti.
06:51Tentunya nantinya, kita akan nantikan bersama,
06:54sempat ada pertanyaan yang juga ditanyakan kepada Kabitumas Polri,
06:58Polda Metro Jaya, Kompes Polri, Irjen Poltokso Haryanto,
07:00melalui pesan tingkat, namun belum terbalas.
07:02Kami sempat menanyakan apakah nantinya akan akontrasi pers.
07:05ini terkait dengan gelar perkara atau pengungkapan
07:08dari penggeledahan yang telah terjadi di Google Sistik,
07:11sampai saat ini itu masih belum mendapatkan jawaban
07:14dan akan kami konfirmasi kembali.
07:16Medop dan juga Saudara,
07:17kalau kita lihat dari beberapa penggeledahan yang telah terjadi,
07:22memang telah diakui bahwa rumah yang digeledah,
07:26di lokasinya di Sentul,
07:28ini ditemukan beberapa aset dan juga keterangan tambahan
07:32yang kemudian menguatkan bahwa rumah tersebut memang dimiliki
07:35oleh Jompitsus Febri Adriansyah.
07:38Dan memang sudah diakui bahwa rumah ini merupakan rumah pribadi
07:42yang sudah lama tidak ditinggali,
07:45namun Febri juga masih kemudian mengelak seperti itu,
07:51kemudian masih meminta publik untuk menunggu hasil pemeriksaan
07:55terkait dengan aset yang ditemukan di dalam rumah tersebut.
07:57Terdapat beberapa gram emas,
08:00lalu juga ditemukan sejumlah uang seperti itu di dalam rumah.
08:05Dan ini pula yang ditemukan di saat penggeledahan terjadi
08:08di Cafe The Clown maupun Money Changer,
08:11begitu pula dengan beberapa berkas yang ditemukan di Ruko,
08:16di Cipetai, Jakarta Selatan,
08:17yang kemudian menjadi sorotan penggeledahan
08:20pada pukul 11 lewat 15 tadi malam
08:23hingga pukul 2 pagi dan masih terus berlanjut hingga dini hari.
08:26Bagi-bagi juga saudara,
08:28kalau kita lihat di sini dari keterangannya
08:31bahwa dari 12 titik ini bertambah 13 titik,
08:34berarti ini ada kemungkinan untuk terus muradis
08:37proses ini berkembang
08:39dan nanti akan kita dengarkan bersama lewat konferensi pers.
08:42Tentunya yang menjadi sorotan publik di sini ada tiga.
08:45Bagi-bagi juga saudara,
08:46terkait dengan yang pertama adalah
08:48apakah gelar perkara ini kemudian
08:55dari 13 tempat 13 titik ini
08:58yang kemudian digeleda
08:59menurut melibatkan banyak sekali orang
09:02karena bukan hanya rumah pribadi
09:03atau Ruko atau tempat berkantor
09:05tapi juga ada bahkan unit-unit usaha
09:08bisnis-bisnis yang dijalankan di 13 titik ini.
09:11Dan apakah ini yang kedua
09:13mengarah kepada satu orang saja
09:15atau kepada beberapa kelompok tertentu
09:17tentunya itu yang masih publik nantikan
09:18dan tadi kalau kita sempat melihat juga
09:21amir penjaga saudara
09:22yang terakhir ketiga
09:23berapa banyak barang bukti
09:25dan apa saja
09:26lalu kerugiannya sudah bisa ditaksir atau belum?
09:28Ini tentu yang menjadi pertanyaan kita bersama
09:30karena kalau kita lihat tadi
09:31dari gedung di Rex Krimsus
09:34Polder Metro Jaya
09:35ke gedung promoter yang ada di belakang saya ini
09:38itu hilir mudik ini
09:39dari saya datang pada pukul 2 siang
09:42itu sudah terjadi kurang lebih 3 kali
09:44dan ini membawa lebih dari 20 koper
09:46ada juga hampir 10 box besar
09:49kontainer yang dibawa
09:51dan ini melibatkan
09:52tadi kalau kita lihat
09:53kurang lebih orang-orangnya sama
09:55yakni ada 30
09:57dari para penyidik
09:59yang diduga penyidik
10:00karena menggunakan rompi
10:01berkeluskan reserve
10:02Beda-beda juga saudara
10:04tadi kalau kami juga sempat melihat
10:05di sini yang sudah hadir
10:07di lokasi hingga saat ini
10:08yang memang kami masih menunggu
10:09untuk waktu konversi pers
10:11di sini sudah ada hadir
10:13Irjen Poltutok Saharyanto
10:14Selaku Kakortas Titikor Polri
10:16itu sudah hadir dan sudah masuk
10:17ke gedung di Treskrimsus
10:20lalu juga bersama dengan
10:22Birjen Pol
10:22ada Safri Simanjuntak
10:25Dirti Pideksus
10:26dari Treskrim Polri
10:27begitu pula dengan
10:29Karopenmas
10:29Dipumas Polri
10:30ditemani oleh Kabak Penum
10:32dari Dipumas Polri
10:33di sana ada
10:34Kompres Pol
10:34di Caniago
10:35dan tentunya ada
10:36Dirti Pideksus
10:37dari Polder Metro Jaya
10:38begitu pula
10:39yang masih kami nantikan
10:40kehadirannya dan juga
10:42penyakit
10:44konferensi pers
10:44ini ada
10:46dari
10:48Dipumas Pol
10:49dan Metro Jaya
10:50maksud kami
10:50Kabupaten Mas
10:51Pol dan Metro Jaya
10:52Medop
10:52oke
10:53jelang konferensi pers
10:55ini seperti ada barang bukti ya
10:57Edwin
10:57atau bisa dijelaskan
10:59kepada kami
10:59apa saja
11:00yang kemudian dibawa
11:02oleh penyidik
11:03jelang konferensi pers
11:05kondisi pengamanan
11:06juga terlihat berbeda
11:08apa saja
11:10barang bukti
11:11yang dibawa
11:13penyidik jelang
11:14konferensi pers
11:15kemudian juga
11:16pengamanan berlapis
11:18ini kondisi yang
11:19tentu berbeda
11:20begitu ya
11:20yang ada
11:21di Polder Metro Jaya
11:24jelang konferensi pers
11:25dan juga
11:27pengungkapan
11:27tiga
11:28kasus korupsi besar
11:30yang kini ditangani
11:31oleh polisi
11:31Edwin
11:33tentunya ini berbeda
11:34dengan apa yang
11:35mungkin biasanya
11:36terjadi di
11:37lingkungan
11:38Polder Metro Jaya
11:38kita memang
11:40biasanya
11:41meliput
11:42beberapa
11:45kami
11:46mengalami
11:46gangguan komunikasi
11:48komunikasi kami terputus
11:50dengan jurnalis
11:51Kompas TV
11:51Edwin Chan
11:52yang saat ini
11:53tengah meliput
11:54di
11:54Polder Metro Jaya
11:57saudara
11:57dimana
11:58sesaat lagi
11:59nanti
11:59penyidik
12:01dari
12:01ditreskrim
12:02sus
12:02Polder Metro Jaya
12:03nanti juga akan
12:04menggelar
12:04konferensi pers
12:05terkait dengan
12:07tiga kasus korupsi besar
12:10yang kini ditangani oleh
12:11polisi
12:13ditemukan uang
12:14total
12:17476 miliar
12:19dan juga
12:19emas batangan
12:21seberat 74 gram
12:23dari 13 lokasi
12:24yang digeledah oleh
12:25penyidik
12:26terima kasih
12:26terima kasih
12:27Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan