00:06Rumah sedul, itu memang rumah pribadi yang khusus, yang sudah sejak lama.
00:16Mengenai uang, tadi sudah saya jelaskan yang ditemukan, bahwa itu ada pemilik.
00:255.74 kg emas batangan, timasi total dalam rupiah senilai Rp476 miliar.
00:39Jampitsus Febri Adrian Syah, buka suara terkait namanya yang dikaitkan sebagai pemilik rumah mewah di kawasan Sentul,
00:46usai penggeledahan yang dilakukan oleh tim Kortas Tipit Kolpori.
00:50Dalam penggeledahan di rumah tersebut, polisi menemukan dan menyita salah satu foto keluarga Jampitsus.
00:57Jampitsus Febri Adrian Syah mengakui jika rumah mewah di Sentul adalah rumah pribadinya yang sudah sejak lama.
01:05Tak hanya menyita foto keluarga milik Jampitsus, polisi juga menyita sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan valuta asing,
01:11serta emas puluhan kilogram yang disimpan dalam berangkas.
01:14Kortas Tipit Kolpori menyebut, total barang bukti yang disita dari rumah ini mencapai Rp476 miliar.
01:24Barang bukti yang ditemukan dan disita polisi dari dalam berangkas berupa emas batangan 74 kilogram.
01:31Uang dolar Amerika Serikat senilai Rp4.767.300.
01:37Uang dolar Singapura senilai Rp14.083.800.
01:43Dan uang tunai Rp100 juta.
01:46Atas temuan puluhan kilogram emas dan uang senilai ratusan miliar rupiah ini,
01:52Jampitsus Febri bilang seluruh uang dan emas tersebut ada pemiliknya.
01:57Namun Febri tidak secara gamblang menyebut siapa pemiliknya.
02:03Yang kedua tentang rumah sentul, itu memang rumah pribadi Jampitsus yang sudah sejak lama.
02:12Itu bisa dilihat bagaimana proses kepemilikan sejak awal.
02:17Dan mengenai uang, itu sudah saya jelaskan yang ditemukan.
02:21Bahwa itu ada pemilik, bahwa itu ada kegiatan, ada orang-orang juga terima kegiatan.
02:28Itu bisa juga ditanya, kemudian juga ada beberapa kegiatan bangunan yang bisa dicek.
02:34Semua kami yakin dapat dipertanggungjawabkan dengan benar.
02:40Tetapi tentunya tidak melalui forum seperti ini.
02:45Melalui forum acara mungkin yang sudah sesuai prosedur rupiah.
02:50Kak Kortas, Tipit Kolpori, Irjen Toto Suharyanto menegaskan,
02:54masih mendalami foto dan pemilik uang,
02:57serta emas yang ditemukan di sejumlah lokasi penggeledahan sebuah rumah mewah,
03:01kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, dan kafe di kawasan Jakarta Selatan.
03:06Apakah foto tersebut merupakan pemilik rumah mewah?
03:12Ini mau berhubung waktu, karena pada proses...
03:34Masih didalami.
03:35Masih didalami ya, Pak.
03:37Pak, ada lokasi tambang nggak, Pak, selain yang 12, Pak?
03:40Masih dikembangkan, ya?
03:41Masih dikembangkan, artinya akan bertambah, Pak.
03:45Pengamat Kepolisian Ises Bambang Rukminto menilai,
03:48polisi harus transparan membuka siapa pemilik uang dan emas yang disita dari sejumlah lokasi
03:54yang diduga terkait dengan tiga kasus korupsi besar.
03:57Bambang menilai, jangan sampai masyarakat menilai penggeledahan dan penyitaan barang bukti bernilai fantastis ini.
04:05Hanya upaya saling balas antar institusi penegak hukum.
04:10Perkepastian hukum, kasus seperti ini sudah pernah terjadi dua tahun yang lalu,
04:14ketika kejaksaan konon diintimidasi oleh Densus 88, seperti itu kan.
04:25Dan makanya kalau ini terulang terus seperti ini tentu tidak baik bagi penegak hukum kita, seperti itu.
04:33Makanya kepolisian harus lebih cepat, transparan, agar semuanya jelas.
04:39Siapa yang ditersangkakan dalam kasus apa, pasal apa, jadi semuanya clear.
04:48Hingga saat ini polisi sudah melakukan penggeledahan di 13 lokasi berbeda.
04:52Mulai dari rumah mewah di Sentul, kafe, money changer, hingga terakhir di sebuah ruko.
04:59Tim Liputan, Kompas TV
05:04Setelah menggeledah 13 lokasi, di mana salah satunya adalah rumah pribadi milik Jampitsus,
05:11lantas bagaimana pengusutan tiga kasus korupsi,
05:13dan juga bagaimana pemeriksaan sejumlah barang bukti berupa emas dan uang yang ditemukan penyidik.
05:19Kita tanyakan kepada jurnalis Kompas TV, Edwin Chan,
05:22dan juga juru kamera, Junaidisa Putra.
05:24Edwin, Jampitsus Febri Adriansyah sudah mengakui kalau rumah yang ada di kawasan Sentul,
05:30salah satu TKP yang digeledah polisi adalah miliknya lantas.
05:33Bagaimana proses hukum selanjutnya di Polda, Edwin?
05:38Selamat petang, medok dan juga saudara.
05:40Jika bisa kita simpulkan dalam satu kata, yakni di sini adalah pendalaman.
05:45Dan dari keramaian yang mungkin sudah ada di belakang,
05:47dapat Anda lihat, medok dan juga saudara,
05:49bahwa terdapat personal Polri.
05:52Di sini kalau kami melihat, ini kurang lebih ada lebih dari 70 personal Polri yang diturunkan.
05:57Ini baik di gedung, di reskrimum, di reskrimsus maksud kami,
06:02Polda Metro Jaya dan juga di depan gedung promoter dari Polda Metro Jaya
06:06yang di rincanakan nantinya akan ada sebuah konferensi pers.
06:11Di sini akan dihadiri oleh banyak pihak yang memang terlibat di dalam proses penyidikan
06:16maupun penggeledahan dari tiga kasus dugaan korupsi,
06:21baik dari PT PLN, Batubara, lalu juga Asabri, dan juga Keraka Taufil.
06:26Dan juga saudara, di sini ada terdapat, terdapat catatan terkait siapa saja yang akan hadir.
06:31Yang pertama, ada kakortasi TIKOR dari Barskin Polri,
06:35ada Irjen Poltokso Haryanto,
06:37ditemani juga oleh Kaditumas Polri, Irjen Poltokso Haryanto,
06:40dan sejumlah pejabat tinggi dari Polda Metro Jaya.
06:44Dan ada yang menarik, di sini juga ada keterlibatan Deputi Korsup KPK,
06:50yakni Eli Kusumastuti.
06:51Tentunya nantinya, kita akan nantikan bersama,
06:54sempat ada pertanyaan yang juga ditanyakan kepada Kabitumas Polri,
06:58Polda Metro Jaya, Kompes Polri, Irjen Poltokso Haryanto,
07:00melalui pesan tingkat, namun belum terbalas.
07:02Kami sempat menanyakan apakah nantinya akan akontrasi pers.
07:05ini terkait dengan gelar perkara atau pengungkapan
07:08dari penggeledahan yang telah terjadi di Google Sistik,
07:11sampai saat ini itu masih belum mendapatkan jawaban
07:14dan akan kami konfirmasi kembali.
07:16Medop dan juga Saudara,
07:17kalau kita lihat dari beberapa penggeledahan yang telah terjadi,
07:22memang telah diakui bahwa rumah yang digeledah,
07:26di lokasinya di Sentul,
07:28ini ditemukan beberapa aset dan juga keterangan tambahan
07:32yang kemudian menguatkan bahwa rumah tersebut memang dimiliki
07:35oleh Jompitsus Febri Adriansyah.
07:38Dan memang sudah diakui bahwa rumah ini merupakan rumah pribadi
07:42yang sudah lama tidak ditinggali,
07:45namun Febri juga masih kemudian mengelak seperti itu,
07:51kemudian masih meminta publik untuk menunggu hasil pemeriksaan
07:55terkait dengan aset yang ditemukan di dalam rumah tersebut.
07:57Terdapat beberapa gram emas,
08:00lalu juga ditemukan sejumlah uang seperti itu di dalam rumah.
08:05Dan ini pula yang ditemukan di saat penggeledahan terjadi
08:08di Cafe The Clown maupun Money Changer,
08:11begitu pula dengan beberapa berkas yang ditemukan di Ruko,
08:16di Cipetai, Jakarta Selatan,
08:17yang kemudian menjadi sorotan penggeledahan
08:20pada pukul 11 lewat 15 tadi malam
08:23hingga pukul 2 pagi dan masih terus berlanjut hingga dini hari.
08:26Bagi-bagi juga saudara,
08:28kalau kita lihat di sini dari keterangannya
08:31bahwa dari 12 titik ini bertambah 13 titik,
08:34berarti ini ada kemungkinan untuk terus muradis
08:37proses ini berkembang
08:39dan nanti akan kita dengarkan bersama lewat konferensi pers.
08:42Tentunya yang menjadi sorotan publik di sini ada tiga.
08:45Bagi-bagi juga saudara,
08:46terkait dengan yang pertama adalah
08:48apakah gelar perkara ini kemudian
08:55dari 13 tempat 13 titik ini
08:58yang kemudian digeleda
08:59menurut melibatkan banyak sekali orang
09:02karena bukan hanya rumah pribadi
09:03atau Ruko atau tempat berkantor
09:05tapi juga ada bahkan unit-unit usaha
09:08bisnis-bisnis yang dijalankan di 13 titik ini.
09:11Dan apakah ini yang kedua
09:13mengarah kepada satu orang saja
09:15atau kepada beberapa kelompok tertentu
09:17tentunya itu yang masih publik nantikan
09:18dan tadi kalau kita sempat melihat juga
09:21amir penjaga saudara
09:22yang terakhir ketiga
09:23berapa banyak barang bukti
09:25dan apa saja
09:26lalu kerugiannya sudah bisa ditaksir atau belum?
09:28Ini tentu yang menjadi pertanyaan kita bersama
09:30karena kalau kita lihat tadi
09:31dari gedung di Rex Krimsus
09:34Polder Metro Jaya
09:35ke gedung promoter yang ada di belakang saya ini
09:38itu hilir mudik ini
09:39dari saya datang pada pukul 2 siang
09:42itu sudah terjadi kurang lebih 3 kali
09:44dan ini membawa lebih dari 20 koper
09:46ada juga hampir 10 box besar
09:49kontainer yang dibawa
09:51dan ini melibatkan
09:52tadi kalau kita lihat
09:53kurang lebih orang-orangnya sama
09:55yakni ada 30
09:57dari para penyidik
09:59yang diduga penyidik
10:00karena menggunakan rompi
10:01berkeluskan reserve
10:02Beda-beda juga saudara
10:04tadi kalau kami juga sempat melihat
10:05di sini yang sudah hadir
10:07di lokasi hingga saat ini
10:08yang memang kami masih menunggu
10:09untuk waktu konversi pers
10:11di sini sudah ada hadir
10:13Irjen Poltutok Saharyanto
10:14Selaku Kakortas Titikor Polri
10:16itu sudah hadir dan sudah masuk
10:17ke gedung di Treskrimsus
10:20lalu juga bersama dengan
10:22Birjen Pol
10:22ada Safri Simanjuntak
10:25Dirti Pideksus
10:26dari Treskrim Polri
10:27begitu pula dengan
10:29Karopenmas
10:29Dipumas Polri
10:30ditemani oleh Kabak Penum
10:32dari Dipumas Polri
10:33di sana ada
10:34Kompres Pol
10:34di Caniago
10:35dan tentunya ada
10:36Dirti Pideksus
10:37dari Polder Metro Jaya
10:38begitu pula
10:39yang masih kami nantikan
10:40kehadirannya dan juga
10:42penyakit
10:44konferensi pers
10:44ini ada
10:46dari
10:48Dipumas Pol
10:49dan Metro Jaya
10:50maksud kami
10:50Kabupaten Mas
10:51Pol dan Metro Jaya
10:52Medop
10:52oke
10:53jelang konferensi pers
10:55ini seperti ada barang bukti ya
10:57Edwin
10:57atau bisa dijelaskan
10:59kepada kami
10:59apa saja
11:00yang kemudian dibawa
11:02oleh penyidik
11:03jelang konferensi pers
11:05kondisi pengamanan
11:06juga terlihat berbeda
11:08apa saja
11:10barang bukti
11:11yang dibawa
11:13penyidik jelang
11:14konferensi pers
11:15kemudian juga
11:16pengamanan berlapis
11:18ini kondisi yang
11:19tentu berbeda
11:20begitu ya
11:20yang ada
11:21di Polder Metro Jaya
11:24jelang konferensi pers
11:25dan juga
11:27pengungkapan
11:27tiga
11:28kasus korupsi besar
11:30yang kini ditangani
11:31oleh polisi
11:31Edwin
11:33tentunya ini berbeda
11:34dengan apa yang
11:35mungkin biasanya
11:36terjadi di
11:37lingkungan
11:38Polder Metro Jaya
11:38kita memang
11:40biasanya
11:41meliput
11:42beberapa
11:45kami
11:46mengalami
11:46gangguan komunikasi
11:48komunikasi kami terputus
11:50dengan jurnalis
11:51Kompas TV
11:51Edwin Chan
11:52yang saat ini
11:53tengah meliput
11:54di
11:54Polder Metro Jaya
11:57saudara
11:57dimana
11:58sesaat lagi
11:59nanti
11:59penyidik
12:01dari
12:01ditreskrim
12:02sus
12:02Polder Metro Jaya
12:03nanti juga akan
12:04menggelar
12:04konferensi pers
12:05terkait dengan
12:07tiga kasus korupsi besar
12:10yang kini ditangani oleh
12:11polisi
12:13ditemukan uang
12:14total
12:17476 miliar
12:19dan juga
12:19emas batangan
12:21seberat 74 gram
12:23dari 13 lokasi
12:24yang digeledah oleh
12:25penyidik
12:26terima kasih
12:26terima kasih
12:27Terima kasih.
Komentar