00:04Bagaimana jika juara Piala Dunia sudah diketahui bahkan sebelum turnamen dimulai?
00:09Selama 4 edisi terakhir, simulasi e-sport berhasil menembak sang juara.
00:13Kini, Giliran Semanyol ini prediksi mengangkat Trophy Piala Dunia 2026.
00:18Apakah sejarah akan kembali terulang?
00:20Kembali lagi bersama saya Wisnu dalam program MD Fan Lens edisi khusus Pesta Bola Dunia 2026.
00:26Prediksi juara Piala Dunia tidak lagi hanya datang dari analisis sepak bola atau lembaga statistik.
00:32Sejak 2010, e-sport rutin merilis simulasi turnamen menggunakan mesin pertandingan yang sama seperti game sepak bolanya.
00:39Hasilnya mengejutkan.
00:404 edisi Piala Dunia berturut-turut berhasil diprediksi juaranya dengan tepat.
00:45Pada 2010, e-sport memilih Spanyol sebagai juara.
00:48Hasil itu menjadi kenyataan setelah La Roja mengalahkan Belanda di final.
00:514 tahun kemudian, simulasi menunjuk Jerman.
00:54Tim Panzer benar-benar mengangkat trofi di Brazil setelah menaklukan Argentina.
00:58Prediksi kembali tepat pada 2018 saat Perancis menjadi juara dunia lalu berlanjut di Qatar 2022 ketika Argentina menjadi juara.
01:07Kini, di Piala Dunia 2026, e-sport kembali menempatkan Spanyol sebagai kandidat terkuat juara dunia.
01:14Prediksi tersebut mulai mendapat perhatian setelah La Roja tampil konsisten di fase gugur.
01:19Spanyol membuka langkah di 32 besar dengan kemenangan telak meyakinkan 0-0 atas Austria.
01:24Pada babak 16 besar, tim asuhan Luis de la Fuente menyingkirkan Portugal 1-0 lewat gol Mikel Merino pada masa
01:31Indian Time.
01:31Selanjutnya, Spanyol akan menghadapi Belgia di babak perempuan final.
01:35Lantas, bagaimana e-sport menyusun prediksinya?
01:38Simulasi ini tidak dibuat melalui tebakan.
01:40E-sport menggunakan basis data ribuan pemain profesional dengan berbagai atribut seperti kecepatan, akurasi, kemampuan mencetak gol, kecerdasan taktik, hingga
01:49kondisi fisik.
01:50Data tersebut dipadukan dengan kekuatan sekuat, performa tim, dengan gaya bermain selanjutnya.
01:56Sistem menjalankan ribuan simulasi pertandingan menggunakan algoritma yang sama seperti di dalam game.
02:00Meski berbasis data, hasil simulasi tetap bukan jaminan faktor cedera atau merah, perubahan taktik, hingga kekarenan pertandingan dapat mengubah jalannya
02:09kompetisi.
02:10Namun, satu faktor tidak bisa diabaikan.
02:12Empat edisi Pela Dunia terakhir membuktikan simulasi e-sport selalu tepat memilih sang juara.
02:18Ini pertanyaan tinggal satu.
02:20Akankah Spanyol kembali membawa pulang trofi Pela Dunia dan membuat prediksi e-sport benar kelima kali secara beruntung?
02:27Selama bola masih bergulir, semua prediksi tetap bisa berubah.
02:30Namun, jika Spanyol benar-benar menjadi juara, dunia akan kembali mengakui satu hal.
02:34Terkadang, sebuah game mampu membaca masa depan sepak bola lebih akurat dari banyak prediksi lainnya.
02:39Ciao!
Komentar