KOMPAS.TV - Hari Senin (5/7/2026), Iran memulai prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran yang tewas dalam serangan udara pada perang awal lawan Israel dan Amerika Serikat 28 Februari lalu.
Kendaraan yang membawa peti mati Ayatollah Ali Khamenei disambut riuh pelayat yang datang melalui kerumunan.
Beberapa pelayat bahkan terlihat ingin mendekati peti mati Khamenei.
Agar pelayat tetap merasa sejuk di tengah musim panas, para petugas sampai menyemprotkan air ke kerumunan.
Rencananya peti Khamenei akan dibawa ke kota-kota seluruh Iran dan sekitarnya.
Hormati pemakaman Ali Khamenei, Presiden Trump memberi waktu seminggu kepada Iran untuk berkabung.
Lalu apa antisipasi Iran yang masih menghadapi ancaman perang di tengah kedukaan? Dan mengapa Mojtaba tak hadiri pemakaman?
Selengkapnya kita berbincang dengan dosen di International Institute for Islamic Studies, Qasem Muhammadi dan Pakar Hubungan International Universitas Pahrayangan, Yulius Purwadi.
Baca Juga [FULL] - Prosesi Pemakaman Ali Khamenei, Pizaro Gozali Bahas Dinamika Timur Tengah | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/679105/full-prosesi-pemakaman-ali-khamenei-pizaro-gozali-bahas-dinamika-timur-tengah-sapa-malam
#iran #khamenei #trump
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/679106/full-analisis-pakar-soal-mojtaba-tak-hadir-pemakaman-khamenei-hingga-antisipasi-iran-hadapi-as
Kendaraan yang membawa peti mati Ayatollah Ali Khamenei disambut riuh pelayat yang datang melalui kerumunan.
Beberapa pelayat bahkan terlihat ingin mendekati peti mati Khamenei.
Agar pelayat tetap merasa sejuk di tengah musim panas, para petugas sampai menyemprotkan air ke kerumunan.
Rencananya peti Khamenei akan dibawa ke kota-kota seluruh Iran dan sekitarnya.
Hormati pemakaman Ali Khamenei, Presiden Trump memberi waktu seminggu kepada Iran untuk berkabung.
Lalu apa antisipasi Iran yang masih menghadapi ancaman perang di tengah kedukaan? Dan mengapa Mojtaba tak hadiri pemakaman?
Selengkapnya kita berbincang dengan dosen di International Institute for Islamic Studies, Qasem Muhammadi dan Pakar Hubungan International Universitas Pahrayangan, Yulius Purwadi.
Baca Juga [FULL] - Prosesi Pemakaman Ali Khamenei, Pizaro Gozali Bahas Dinamika Timur Tengah | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/679105/full-prosesi-pemakaman-ali-khamenei-pizaro-gozali-bahas-dinamika-timur-tengah-sapa-malam
#iran #khamenei #trump
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/679106/full-analisis-pakar-soal-mojtaba-tak-hadir-pemakaman-khamenei-hingga-antisipasi-iran-hadapi-as
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:01Assalamualaikum Wr Wb
00:30Pak Kasim, Anda tadi mengikuti prosesi pemakaman. Seperti apa suasana di Teheran, Pak Kasim?
00:38Iya, bismillahirrahmanirrahim. Setelah dua hari masa berkabung di Masjid Agung Teheran, hari ini upacara iringan jenazah pemimpin Iran yang syahid,
00:50Ayatullah Syed Ali Khamenei, dilaksanakan di Teheran.
00:53Upacara dimulai secara resmi pada pukul 6 pagi, namun banyak dari para pecinta beliau itu sudah hadir di lokasi sejak
01:03semalam.
01:04Salah satu orang yang saya ajak bicara sudah berada di jalan sejak pukul 2.30 dini hari.
01:14Rute prosesi iringan jenazah ini juga melewati jalan terbesar di Teheran dengan panjang sekitar 12 km.
01:25Dan diperkirakan sekitar 20 juta orang akan ikut serta dalam upacara ini.
01:33Tampaknya ini akan menjadi upacara pemakaman terbesar dalam sejarah.
01:40Oke, dan betul bahwa tadi sudah disampaikan ya, ini iringan membawa jenazah Ali Khamenei dari Teheran menuju ke KOM.
01:50Nah, sesampai di sana nanti agendanya seperti apa Pak Kasim?
01:53Apakah tetap akan ada delegasi-delegasi yang diterima, yang akan datang, atau mungkin ini akan hanya pejabat di internal Iran
02:01saja?
02:03Iya, dari mana-mana, dari negara-negara lain juga ada banyak yang sudah serta ikut atau akan serta ikut dalam
02:11pemakaman ini.
02:13Baik di Teheran, ataupun di KOM, ataupun di Masjad.
02:17Karena Iran itu adalah negara yang besar dan jutaan orang meminta untuk hadir dalam proses ini.
02:23Oleh karena itu, upacara pemakaman dilaksanakan di tiga kota, Teheran, GOM dan Masjad dan juga di negara Irak juga ya.
02:33Agar orang-orang dapat memilih salah satu lokasi berdasarkan ke dekatan kota Amerika.
02:38Besok proses ini akan dilanjutkan di kota GOM dan keesokan harinya di negara Irak,
02:45atas permintaan jutaan warga Irak yang mencintai Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.
02:51Prosesi pemakaman juga akan dilaksanakan di empat kota di Irak.
02:56Dan kemudian pada hari Kamis, proses ini terakhir akan dilakukan di kota Masjad.
03:05Dan setelah upacara di sana, beliau akan dimakamkan di Makam Suci Imam Ali Ar-Rito AS.
03:12Oke, Pak Kasim apakah sudah ada konfirmasi mungkin?
03:15Kehadiran dari Mujtaba dalam rangkaian ke depan ini, sudahkah terkonfirmasi akan hadir?
03:22Iya, nampaknya beliau itu, ini yang berdasarkan informasi yang saya sampai sekarang dapat,
03:29tidak akan serta ikut, minimanya secara resmi.
03:33Karena saya kira itu sudah ketahui bahwa Ilan itu sedang berperan dengan para penjahat paling keji,
03:41dan bahkan sepanjang sejarah mungkin kita bisa temukan makhluk-makhluk yang begitu jahat dan keji.
03:49Dan itu sudah saya kira terbukti, pembunuhan ratusan ribu orang di Gaza, Lebanon, dan Irak.
03:58Oleh karena itu, masih tidak bisa begitu dipastikan keamanan beliau itu.
04:05Oleh karena itu, nampaknya minimanya secara resmi beliau tidak akan serta ikut dalam upacara pemakaman itu.
04:12Oke, saya ingin ke Pak Julius bahwa kita tahu Pak Julius sudah ada tiga orang anak ya,
04:16dari Almarhum Malik Khameni yang datang, tetapi yang kita nantikan bersama adalah kehadiran dari Mujtaba Khameni,
04:22yang sampai dengan saat ini belum hadir ke rangkaian pemakaman.
04:26Tanggapan Anda Pak Julius, bagaimana Anda memaknai hal ini?
04:29Ya, saya kira banyak alasan ya, kenapa sampai hari ini Ayatullah Muta Khameni belum muncul ke permukaan.
04:37Dan salah satu yang saya curigai adalah kekhawatiran bahwa begitu nanti dia tampil di publik,
04:45lalu kedeteksi oleh satelit Amerika Serikat.
04:48Dan hal yang sama akan dilakukan persis pada tanggal 28 Februari.
04:54Kalau kita ingat 28 Februari, satelit Amerika Serikat kan menemukan di mana posisi Ayatullah Muta Khameni.
05:01Dan itu alasan kenapa kemudian rudal diluncurkan dan perang dimulai pada waktu itu.
05:07Jadi salah satu yang saya curigai, sekalipun Pak Kasim tidak cerita tadi,
05:11barangkali adalah karena khawatiran situasi masih dalam situasi perang,
05:17dan Amerika Serikat sedang menunggu posisinya ada di mana.
05:20Begitu dia nanti muncul akan terus diikuti posisinya dan pergerakannya.
05:25Dan khawatir kita adalah dalam 2-3 hari Amerika Serikat setelah menemukan posisinya,
05:30itu akan dilakukan tindakan yang sama kecilnya, sama jahatnya dengan ayahnya.
05:35Itu kecurigian saya, Mas Divo.
05:37Oke, dan kalau kita lihat tadi visual yang kemudian kami tampilkan,
05:41begitu banyak Pak Julius warga yang kemudian mengiringi,
05:45termasuk juga proses ini berlangsung secara terbuka,
05:48karena ada sejumlah delegasi yang kemudian hadir di pemakaman ini.
05:51Pesan apa yang sesungguhnya ingin disampaikan Iran,
05:54kalau kita melihat teknis dari prosesi pemakaman ini, Pak Julius?
05:58Ya, pertama adalah masyarakat Iran bersatu padu ya,
06:02bahwa mereka sangat menghormati pimpinannya,
06:05yang gugur dalam menjalankan tugasnya pastinya ya,
06:11dan itu gugur karena serangan Amerika Serikat itu yang pertama.
06:15Lalu kemudian yang kedua adalah penghormatan dari pemimpin-pemimpin yang hadir di sana.
06:20Ini juga menunjukkan bahwa masih banyak sahabat-sahabat yang berempati dengan Iran.
06:26Itu saya kira satu nilai lebih ya.
06:29Dan kita tadi dicatat ada sekitar 90 wakil dari berbagai macam negara yang hadir,
06:35termasuk banyak pemimpin-pemimpin besar ya.
06:38Misalnya Perdana Menteri Pakistan, Sebab Sharif hadir,
06:43lalu kemudian Presiden Tajikistan, Enomali Rahmon hadir,
06:47kemudian juga dari Armenia, negara tetangga Georgia juga hadir,
06:51kemudian dari Rusia mengirimkan Dmitry Mefedev,
06:54pemimpin besar juga sebelumnya, dan banyak lagi.
06:58Jadi dalam suasana luka yang sangat mendalam,
07:02Iran bersatu padu, kemudian juga mendapat dukungan yang cukup penting ya,
07:07dari negara-negara tetangga, termasuk juga dari Indonesia,
07:10yang juga diwakili oleh Duta Besar.
07:13Saya kira itu bagian penting dalam konteks hari ini.
07:16Baik, tentu yang menjadi pertanyaan lanjutan adalah,
07:19apakah dengan hadirnya jutaan orang dan termasuk teknis pemakaman yang terbuka,
07:23ini dijadikan perisai, agar Amerika tidak menyerang Iran?
07:26Tapi tahan dulu Pak Julius, kami akan membahasnya usai judah,
07:29tetaplah bersama kami saudara.
07:33Kita masih bersama dengan Pak Julius Purwadi dan juga Pak Kasimuamadi,
07:36saya ingin ke Pak Julius terlebih dahulu.
07:38Pak Julius, bahwa tadi kita sudah bahas,
07:40ada begitu banyak orang yang kemudian mengikuti prosesi pemakaman dari Al-Khamene,
07:44termasuk juga delegasi yang hadir di sana.
07:47Pertanyaannya, apakah ini juga bisa dijadikan sebagai sebuah perisai,
07:50agar Amerika ini tidak menyerang Iran?
07:52Karena kalau kita mengutip penyataan Trump,
07:54juga nampaknya Trump tidak berani untuk kemudian melakukan serangan dalam waktu dekat.
07:59Ya, satu perspektif ya,
08:01mungkin benar bahwa ini perisai.
08:03Di tengah-tengah prosesi pemakaman,
08:06hadir sekira seratusan pemimpin dunia.
08:09Dan itu disorot di internasional ya,
08:13itu saya kira bisa dipahami seperti itu.
08:15Tetapi seharusnya,
08:17seharusnya Amerika Serikat juga berpikir ya,
08:20kalau melakukan serangan itu.
08:21Tetapi jujur memang saya pernah khawatir,
08:26Mas Dipo,
08:27bahwa serangan Amerika Serikat itu kan kita bisa kenal siklusnya dua mingguan.
08:32Serangan terakhir itu kan 26-27 gitu ya.
08:35Kalau dua mingguan berarti minggu ini atau minggu depan.
08:38Nah,
08:40moga-moga itu tidak terjadi di minggu ini gitu.
08:42Dan berharap juga tidak minggu depan harapannya gitu.
08:45Kenapa begitu?
08:46Nah,
08:47kalau kita lihat sejak kejatan senjata diperlakukan di 10 April,
08:51Amerika Serikat tiga kali,
08:52Mas Dipo,
08:53sudah melakukan serangan-serangan,
08:54dua, tiga hari serang-serangannya.
08:56Dan itu di sekitaran bandar abad,
08:59atau tempat-tempat komando kemiliteran.
09:01Dan tujuan dari serangan itu yang saya baca sampai hari ini adalah
09:05bukan menginisiasi perang besar,
09:07tetapi melakukan tekanan-tekanan militer
09:10supaya Iran benar-benar mau tetap menempuh jalur perhudingan
09:15dan menyepakati usulan Amerika Serikat.
09:17Itu, Mas Dipo.
09:19Oke, saya ingin ke Pak Kasih bahwa
09:20kita tahu,
09:21tadi sudah dibahas juga Trump ini mengatakan
09:23memang tidak akan menyerang dalam waktu dekat,
09:25tapi ada rangkaian gencatan senjata yang kemudian
09:28sebelumnya pernah dilanggar berkali-kali.
09:29Pertanyaan saya, untuk saat ini Pak Kasih,
09:32pengamanan di Iran,
09:33selama rangkaian prosesi pemakaman ini seperti apa?
09:36Antisipasi jika terjadi perang ini seperti apa di sana?
09:41Iya, kalau sekarang,
09:43kalau keamanan Alhamdulillah di Iran itu bagus sekali.
09:47Yani rakyat Iran itu tidak merata khawatir untuk keamanan mereka.
09:52Alhamdulillah itu sudah dipastikan oleh keamanan Iran.
09:56Dan ini saya harus juga tambah bahwa
09:59bahkan mereka tidak begitu peduli dengan keamanan mereka sendiri.
10:03Ini saya harus jelaskan.
10:05Satu hal yang sangat mencolok dan menunjol adalah
10:11bahwa ini merupakan prosesi pemakaman dengan
10:15nuansa warna merah.
10:17mungkin sudah dideteksi kawan-kawan di foto-foto yang keluarkan dari pemakaman itu.
10:25Ada banyak bandara yang merah ya dalam budaya Timur Tenggara itu warna merah
10:31melambangkan balas dendam.
10:33Balas dendam.
10:34yang juga tercermin di, betul.
10:36Oke.
10:37Ya, dan juga kita melihat itu dari slogan-slogan yang diteriakkan oleh para peserta
10:44yang menuntuk balas dendam dan menuntuk keadilan bagi pemimpin syahid Iran.
10:50Dan saya kira bahwa, dan itu juga saya harus infokan bahwa hari kemarin
10:57atau dua hari yang lalu, sebagai tanggapan atas permintaan rakyat Iran itu
11:04dua lembaga resmi Iran, satu kementerian intelijen dan kedua garda revolusi Iran itu
11:11berjanji.
11:12Jadi mereka keluarkan surat resmi di mana mereka berjanji akan segera membalas dendam
11:19kepada para pembunuh Imam Khomeini itu dalam waktu dekat.
11:24Artinya setelah pemakaman, apakah akan ada serangan Pak Kasim?
11:28Selama, itu nampaknya kalau selama pemakaman itu nampaknya tidak akan ada serangan,
11:35minimalnya tidak serangan yang besar-besaran, mungkin ada gangguan lagi di selatan
11:40dalam macam bandar lambas atau yang lagi.
11:42Tapi saya kira kalau balas dendam itu juga mungkin kita harus melihat apakah itu akan terjadi
11:51atau tidak, atau dalam bentuk apa itu akan terjadi.
11:55Oke, saya ingin ke Pak Julius bahwa tadi sudah dijelaskan ya, secara jelas oleh Pak Kasim
11:58ada bendera merah yang kemudian dibawa sebagai seruan balas dendam.
12:02Tadi juga bahkan ada pejabat yang kemudian nampaknya ini juga menanggapi secara serius
12:07terkait dengan hal ini. Apakah setelah pemakaman, ada kemungkinan perang kembali pecah
12:12dan skalanya ini seperti apa, Pak Julius?
12:16Ya, apakah ada kemungkinan serangan besar-besaran kembali ya, seperti akhir Februari?
12:22Saya membacanya tidak, Mas Jipo.
12:24Ada tren positif yang harus dijaga oleh Amerika Terikat.
12:28Sentimen pasar, itu yang paling penting.
12:30Dan itu minimal, kalau proyeksi saya, 3 bulan ke depan sampai akhir Oktober
12:36atau tanggal 4 November, di mana akan ada pemilu selat.
12:40Trump akan berhitung sangat serius, bahwa kalau serangan dilakukan
12:44dan serangan itu seperti yang dilakukan di Februari akhir,
12:48itu artinya akan membuyarkan semua proses perundingan yang sudah dibangun dengan susah payah.
12:53Itu saya kira resikonya jauh lebih besar daripada kalau misalnya tetap di calur perundingan.
13:01Saya menangkap setidaknya 3-4 bulan ini akan ada di calur perundingan.
13:05Setelah itu kita tidak tahu.
13:07Harganya terlalu mahal kalau serangan besar-besaran itu dilakukan.
13:10Oke, saya ingin ke Pak Kasim lagi bahwa tadi Anda juga sudah menjelaskan ya, Pak Kasim.
13:14Ada bendera merah, seruan balas dendam.
13:16Tapi pertanyaannya apakah kemudian simbol-simbol?
13:19Dan seruan ini menggambarkan bahwa Iran menutup perundingan dengan Amerika Serikat
13:23atau seperti apa?
13:26Iya, saya kira kalau perundingan itu tidak akan ditutupi.
13:31Pasti itu akan dilanjutkan.
13:33Tapi apakah Iran itu akan mundur dari tuntutannya dia atau tidak?
13:38Itu saya pasti tidak.
13:39Karena sekarang Amerika Serikat itu juga dia mau memundurkan Iran itu dari tuntutannya dia.
13:47Khususnya dari salah hormon.
13:48Kita ketahui bahwa ada jalur-jalur baru di selatan salah hormon itu dari negara Oman yang dibuka oleh Amerika Serikat.
13:59Sekarang ada sebagian tanker ataupun kapal-kapal mereka melewati sana.
14:05Dan Iran sudah umumkan, sebelum pemakaman Imam Khamenei itu, Iran sudah umumkan bahwa Iran tidak akan tahan diri mengenai masalah
14:13itu.
14:14Dan keindahan linia salah hormon itu pasti akan tetap di bawah kekuasaan Iran.
14:19Dan pasti itu dilonggar sama Amerika Serikat.
14:23Dan saya kira itu mungkin akan membuat pertempuran lagi.
14:29Mungkin pertempuran yang kecil tidak begitu besar.
14:34Tapi masih itu tidak akan, saya tidak pikir itu akan menjadi akhirnya pertempurannya Iran dan Amerika Serikat.
14:42Oke, saya ingin ke Pak Yulis mungkin ini akan menjadi pertanyaan terakhir bahwa kita tahu masih ada hitung-hitungan kemungkinan
14:49bahwa perang akan terjadi melihat skala ataupun seruan balas dendam dari Iran termasuk juga apa yang kemudian disampaikan oleh Trump.
14:56Pertanyaan saya, seberapa penting, seberapa menesak Mujtaba Khamenei ini muncul ke hadapan publik untuk kemudian mungkin menekan eskalasi yang kemudian
15:04terjadi?
15:06Ya, seberapa penting ya Mujtaba Khamenei muncul ya.
15:11Saya kok melihat ya, sekalipun dia tidak muncul, dia sudah menyatukan semua elemen masyarakat.
15:17Termasuk juga pejabat politik di pemerintahan, di parlemen, dan bahkan juga IRGC.
15:23Itu jauh lebih penting.
15:24Daripada dia muncul hanya sekedar simbol.
15:28Rakyat Iran yang saya pahami, termasuk Mas Kasim, saya kira juga sudah tahu betul.
15:34Dia tidak muncul, tetapi semangatnya, apa yang disampaikan itu kan juga sudah menyatukan seluruh elemen.
15:43Nah, Mas Dipo terakhir, hari ini kan mengingatkan bahwa perang Amerika Serikat dan Iran,
15:48serangan Amerika Serikat Israel ke Iran, itu harganya sudah sangat besar ya.
15:53Harganya adalah, bafatnya pemimpin besar ya, pemimpin tertinggi.
15:59Dan kita harus pahami situasi ini.
16:01Jadi seolah-olah kalau tadi disebut simbol merah sebagai balas dendam,
16:06itu menunjukkan bahwa Iran harus benar-benar mendapatkan bayaran yang setimpal
16:13dari korban yang mereka harus tanggung, yaitu meninggalnya Ayatullah Ali Khamenei.
16:18Jadi, semua poin-poin yang dijanjikan oleh Amerika Serikat harus dipenuhi oleh Amerika Serikat.
16:24Dan itu pun sebenarnya tidak setimpal bayarannya.
16:27Tetapi minimal itu yang harus dipenuhi oleh Amerika Serikat, kalau mau perang ini berakhir.
16:33Oke, terakhir untuk Pak Kasim, bahwa tadi sudah disampaikan ada seruan balas dendam,
16:37tapi juga masih ada jalur negosiasi yang kemudian dilakukan oleh Iran dan juga Amerika Serikat.
16:42Tapi, secara garis besar, harapan dari masyarakat Iran ini sebenarnya seperti apa?
16:46Apakah memang ingin konflik ini segera selesai dengan Amerika Serikat dan Israel atau seperti apa?
16:51Pak Kasim.
16:54Pasti harapan kami ini, rakyat jilai itu,
16:59kalau tension itu ataupun pertempuran itu berakhir, pasti itu harapan kami.
17:05Tapi, apakah kita percaya itu akan berakhir atau tidak?
17:09Ya, pasti orang Iran itu hampir mungkin, kurang tahu, mungkin 80 persen.
17:14Mereka tidak percaya itu akan berakhir dengan perundingan atau negosiasi.
17:19Karena itu sudah terbukti, negosiasi dan perundingan sama pihak Amerika Serikat itu tidak akan beruntung kepada salah satu negara,
17:28kecuali ada di atasnya, ada kekuatan yang cukup besar sehingga bisa memastikan haknya itu dikembalikan ke negara-negara itu.
17:39Oleh karena itu, saya pasti kalau harapan, ya itu perang itu insya Allah berakhir.
17:45Tapi kalau tidak dipastikan tuntutan Iran itu, hak-haknya Iran itu,
17:52keluarga Iran dan militer Iran, pimpinan Iran itu, mereka sudah siap untuk melanjutkan perjuangan mereka.
17:59Oke, tentu kita doakan bersama agar perang di Timur Tengah segera berakhir.
18:02Terima kasih Pak Kasim Mohamadi dan juga Pak Julius Purwadi telah bergabung di Kompas Petang.
Komentar