Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
LUWU, KOMPAS.TV - Sebuah keluarga di Dusun Minanga Tallu, Desa Tanjong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, masih menjalani hidup tanpa aliran listrik di rumahnya.

Mereka bertahan hidup di sebuah bangunan bekas dapur pembuatan gula aren.

Bangunan berukuran tiga kali empat meter ini sebenarnya bukan dibangun untuk rumah tinggal.

Ini adalah bekas dapur pemasakan nira menjadi gula aren, yang kini berubah fungsi menjadi tempat tinggal, karena Mursalim dan keluarganya tak memiliki pilihan.

Lantainya retak, hanya dialasi perlak, dinding papan sudah mulai lapuk, sementara atap rumbia terlihat rapuh.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Mursalim bekerja sebagai petani cabai dan nilam, serta buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu.

Menjelang malam, Mursalim, pria berusia 45 tahun ini mengandalkan pelita berbahan bakar minyak tanah untuk menerangi rumah sederhana yang ditinggalinya bersama istri dan anak.

Minyak tanah dibeli di pasar seharga Rp15 ribu per botol kecil.

Kepala Dusun Minanga Tallu menyebut, keluarga Mursalim belum masuk dalam daftar penerima bantuan karena datanya masih tercatat di tempat sebelumnya.

Kisah keluarga Mursalim menjadi gambaran, masih ada warga yang hidup dalam keterbatasan, tanpa akses listrik, rumah layak huni dan jaminan kesehatan.

Baca Juga Dua PLTU Rusak Bersamaan, Pemadaman Listrik Bergilir di Kaltim Diperkirakan Berlangsung Sebulan di https://www.kompas.tv/regional/678024/dua-pltu-rusak-bersamaan-pemadaman-listrik-bergilir-di-kaltim-diperkirakan-berlangsung-sebulan

#listrik #luwu #rumahlayak

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/678105/pilu-keluarga-di-luwu-tinggal-di-bekas-dapur-gula-aren-tanpa-aliran-listrik-berut
Transkrip
00:00Informasi berikutnya saudara sebuah keluarga di Dusun Minanga Talu, Desa Tanjong.
00:05Kabupaten Luhu Sulawesi Selatan masih menjalani hidup tanpa aliran listrik di rumahnya.
00:11Mereka bertahan hidup di sebuah bangunan bekas dapur pembuatan gula aren.
00:20Bangunan berukuran 3x4 meter ini sebenarnya bukan dibangun untuk rumah tinggal.
00:25Ini adalah bekas dapur pemasakan nira menjadi gula aren yang kini berubah fungsi menjadi tempat tinggal karena Mursalim dan keluarganya
00:34tak memiliki pilihan.
00:36Lantainya retak hanya di alasi perlak, dinding papan sudah mulai lapuk sementara atap rumbia terlihat rapuh.
00:45Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Mursalim bekerja sebagai petani cabai dan nilam serta buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu.
00:55Menjelang malam, Mursalim, pria berusia 45 tahun ini mengandalkan pelita berbahan bakar minyak tanah untuk menerangi rumah sederhana yang ditinggalinya
01:05bersama istri dan anak.
01:08Minyak tanah dibeli di pasar seharga 15 ribu rupiah per botol kecil.
01:12Ini kan tidak ada listrik, apa yang dipakai Pak?
01:16Ya, cuma lampu, pelita, dan aki.
01:22Aki.
01:23Sekarang juga pernah dikasih lilin sama tetangga?
01:26Ya, sama tetangga.
01:27Sudah pernah Pak pengajukan bantuan listrik ke pemerintah?
01:31Belum, pemerintah.
01:34Kepala Dusun Minangatalu menyebut keluarga Mursalim belum masuk dalam daftar penerima bantuan karena datanya masih tercatat di tempat sebelumnya.
01:44Selama ini saya tahu dari perangkat desa sudah diusahakan data.
01:48Sudah berkali-kali, cuma belum tajakinya Pak.
01:53Bahkan kami kemarin, mungkin satu minggu yang kemarin kami bawakan sembako berupa minyak dengan beras.
02:00Di data dia tidak bisa terimpu karena data sebelumnya masih terdata di tempat sebelumnya.
02:07Kisah keluarga Mursalim menjadi gambaran.
02:10Masih ada warga yang hidup dalam keterbatasan tanpa akses listrik, rumah layak huni, dan jaminan kesehatan.
02:23Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan