00:00Informasi berikutnya saudara sebuah keluarga di Dusun Minanga Talu, Desa Tanjong.
00:05Kabupaten Luhu Sulawesi Selatan masih menjalani hidup tanpa aliran listrik di rumahnya.
00:11Mereka bertahan hidup di sebuah bangunan bekas dapur pembuatan gula aren.
00:20Bangunan berukuran 3x4 meter ini sebenarnya bukan dibangun untuk rumah tinggal.
00:25Ini adalah bekas dapur pemasakan nira menjadi gula aren yang kini berubah fungsi menjadi tempat tinggal karena Mursalim dan keluarganya
00:34tak memiliki pilihan.
00:36Lantainya retak hanya di alasi perlak, dinding papan sudah mulai lapuk sementara atap rumbia terlihat rapuh.
00:45Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Mursalim bekerja sebagai petani cabai dan nilam serta buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu.
00:55Menjelang malam, Mursalim, pria berusia 45 tahun ini mengandalkan pelita berbahan bakar minyak tanah untuk menerangi rumah sederhana yang ditinggalinya
01:05bersama istri dan anak.
01:08Minyak tanah dibeli di pasar seharga 15 ribu rupiah per botol kecil.
01:12Ini kan tidak ada listrik, apa yang dipakai Pak?
01:16Ya, cuma lampu, pelita, dan aki.
01:22Aki.
01:23Sekarang juga pernah dikasih lilin sama tetangga?
01:26Ya, sama tetangga.
01:27Sudah pernah Pak pengajukan bantuan listrik ke pemerintah?
01:31Belum, pemerintah.
01:34Kepala Dusun Minangatalu menyebut keluarga Mursalim belum masuk dalam daftar penerima bantuan karena datanya masih tercatat di tempat sebelumnya.
01:44Selama ini saya tahu dari perangkat desa sudah diusahakan data.
01:48Sudah berkali-kali, cuma belum tajakinya Pak.
01:53Bahkan kami kemarin, mungkin satu minggu yang kemarin kami bawakan sembako berupa minyak dengan beras.
02:00Di data dia tidak bisa terimpu karena data sebelumnya masih terdata di tempat sebelumnya.
02:07Kisah keluarga Mursalim menjadi gambaran.
02:10Masih ada warga yang hidup dalam keterbatasan tanpa akses listrik, rumah layak huni, dan jaminan kesehatan.
02:23Terima kasih.
Komentar