- 37 menit yang lalu
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman pastikan pemerintah tengah mengevaluasi latihan dasar militer peserta Program Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Intro
00:04Novia Rahmadani Sihotang, seorang siswa latihan dasar kemiliteran
00:08untuk program sarjana penggerak pembangunan Indonesia,
00:12Koperasi Merah Putih dan Kampung Nelayan,
00:14asal kota Padang, Sidimpuan, Sumatra Utara,
00:17meninggal dunia saat tengah menjalani latsarmil.
00:24Almarhumah diketahui berangkat untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan
00:28selama satu bulan setengah sejak 13 Juni.
00:32Keluarga yakin almarhumah berangkat dalam kondisi sehat,
00:35namun saat menjalani pelatihan,
00:37keluarga mendapat kabar almarhum sakit hingga mengalami sesak nafas.
00:43Keluarga berharap ada tanggung jawab dari instansi terkait
00:46dan evaluasi pemerintah terhadap pelatihan militer
00:49untuk calon manajer Koperasi Desa Merah Putih.
00:53Moral dari instansi terkait
00:57dan juga mungkin sampai ke pemimpin negara kita.
01:01Bahwasannya memang dari kegiatan yang sekarang
01:04dan kejadian yang ada ini,
01:07kita berharap semuanya dapat dievaluasi.
01:10Walaupun memang keadaan ini bukan yang kita harapkan.
01:16Kementerian Pertahanan mengungkap
01:18sudah ada lima orang calon manajer Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih
01:22yang meninggal dunia saat menjalani latihan dasar militer.
01:27Kelima peserta yang meninggal adalah Anissa Muyasaroh
01:31yang meninggal dunia usai mengikuti latihan militer
01:34di Satuan Pendidikan dan Kejuruan Resimen Induk Daerah Militer
01:376 Mula Warman Balikpapan.
01:39Kedua, Yonanda Muhammad Taufik
01:43yang mengikuti pelatihan militer
01:44di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur Komando Pembinaan Doktrin
01:48Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat Batu Raja
01:52Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.
01:55Ketiga, Novia Rahmadani Sihotang
01:58yang meninggal usai mengikuti latihan militer
02:00di Satuan Pendidikan Pus Bahasa Kop di Kelatau, Jakarta.
02:06Keempat, Rifki Renaldi Gunawan
02:08yang meninggal usai mengikuti latihan
02:10Satdik Yon Parako 465 di Jakarta.
02:13Kelima, Nola Diyasari
02:15yang mendapat pelatihan di Satdik C, Kalimantan.
02:20Palastaf Kepresidenan Dudung Abdurrahman memastikan
02:23pemerintah tengah mengevaluasi latihan dasar militer
02:26peserta program Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan.
02:31Menurut Dudung,
02:32pemerintah belum menemukan adanya kelalaian
02:34dalam pelaksanaan program.
02:36Dudung menegaskan,
02:37latihan militer untuk calon manajer Kop Desa Merah Putih
02:40tetap dilakukan.
02:42Setahu saya,
02:43latihan militer
02:45untuk tingkatan seperti SPPI dan sebagainya
02:49tidak terlalu keras.
02:51Tapi mungkin,
02:52karena mungkin dia sakit dan sebagainya.
02:55Tapi ini sedang dievaluasi
02:56dan ada investigasi.
02:58salah satu yang menjadi konsentrasi,
03:04tidak serta-merta untuk manajer saja.
03:07Kami pun dulu,
03:08sebelum jadi di lingkungan kabinet merah putih,
03:15di-retret dulu di Magelang.
03:16Karena memang itu penting kalau menurut saya.
03:20Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia,
03:23Usman Hamid,
03:24menegaskan,
03:25latihan militer ini harusnya dihentikan
03:27karena tidak relevan dengan pekerjaan
03:29calon manajer Kop Desa Merah Putih.
03:31Memang tidak tepat
03:33menerapkan sistem kemiliteran
03:35di dalam pengelolaan koperasi.
03:38Ini dua hal yang berbeda.
03:40Di dalam kemiliteran,
03:41orang diajarkan untuk menjadi commander,
03:44bukan menjadi manager.
03:45Di dalam kooperasi,
03:47orang diajarkan untuk menjadi manager.
03:49Fisik semacam itu,
03:50baris berbaris misalnya.
03:52Apa relevansinya?
03:53Nah di dalam konteks kooperasi itu kan,
03:55pada intinya,
03:56ia bertujuan untuk memastikan
03:58bahwa para anggota kooperasi,
03:59misalnya sejahtera,
04:01ada keberlanjutan usaha,
04:02ada efektivitas operasional,
04:04efesiensi biaya.
04:06Dan itu semuanya nilai-nilai usaha,
04:08nilai-nilai sipil,
04:09bukan nilai-nilai kemiliteran.
04:11Kementerian Pertahanan menegaskan,
04:13latihan militer untuk calon manajer kooperasi
04:16Desa Merah Putih
04:17sudah dilakukan sesuai dengan prosedur
04:19dan para peserta sudah menjalani
04:21dan lolos tes kesehatan.
04:23Tim Liputan, Kompas TV
04:29Lima calon manajer kooperasi Desa Merah Putih
04:32meninggal saat menjalani latihan militer.
04:35Pemerintah dan Kemhan menyebut
04:36akan mengevaluasi latihan militer ini,
04:39namun tidak menghentikan latihan militer.
04:41Lantas apa yang jadi catatan penting
04:44pelaksanaan latihan militer ini
04:45agar tidak ada korban meninggal lagi?
04:47Kita bahas bersama Direktur Kebijakan Publik Salios
04:50dan dosen UGM,
04:51Media Wahyudi Askar
04:52dan anggota Komisi 1 DPR RI
04:54di fraksi PKB oleh Soleh.
04:56Selamat petang semuanya.
04:58Selamat petang, Mbak.
04:59Selamat petang, Indonesia.
05:02Oke.
05:02Mas Media,
05:03lima orang meninggal saat latihan militer
05:05kooperasi Desa Merah Putih.
05:06Menurut Anda salahnya gimana?
05:09Ya, kalau bisa jangan sampai diskusi kita
05:12kemana-mana ya.
05:13Membahas SOP,
05:14membahas apakah ada penyakit bawaan,
05:16apakah ada kelelayan.
05:18Menurut saya ada satu pertanyaan
05:20yang jauh lebih mendasar,
05:22yaitu mengapa calon pengelolaan
05:24koop Desa Merah Putih ini
05:26harus mengikuti latihan dasar militer?
05:28Itu pertanyaan yang seharusnya
05:30dijawab terlebih dahulu.
05:31Apa hubungan antara push-up
05:33dengan menyusun laporan keuangan?
05:35Apa hubungan antara halang rintang
05:38dengan mengawasi stok barang?
05:39Apa hubungan latihan tempur
05:41dengan melayani anggota koperasi?
05:43Kalau memang hubungan itu tidak ada,
05:46tunjukkan buktinya kepada publik.
05:48Kalau tidak ada penelitian yang menunjukkan
05:50bahwa peserta yang mengikuti latihan militer
05:53kemudian menghasilkan laporan
05:55keuangan yang lebih akurat,
05:57maka hentikan saja kebijakan ini.
06:00Tidak bisa kebijakan dilakukan
06:02tanpa alasan yang jelas
06:05dan ada data dan bukti empiris
06:07yang menunjukkan bahwa
06:08itu kemudian sangat efektif.
06:11Karena kalau salahnya membentuk disiplin ya,
06:14disiplin kan bukan hanya soal itu ya,
06:17disiplin itu luas sekali maknanya.
06:19Begitu mbak.
06:19Dan saya tampilkan data ya mbak.
06:21Selama 10 tahun terakhir.
06:23Sebentar mas media,
06:24sebelum kita ke data juga
06:25saya mau minta tanggapannya dulu
06:26dari Kang Oleh.
06:26Kalau gitu Kang Oleh,
06:27Anda juga sebagai mitranya Kemhan,
06:30sebagai pengawasnya dari pemerintah,
06:31menurut Anda urgensinya masih ada?
06:33Tanggapannya tadi kan katanya
06:34nggak ada bendang merahnya,
06:35nggak ada hubungannya.
06:37Saya rasa pembinaan secara militer ini
06:45sepakat sebabnya ini tidak ada urgensi.
06:48Tapi dalam pembentukan karakter
06:51mungkin ada urgensinya.
06:55Karakternya bagaimana dia untuk loyal,
06:59saraspernya,
07:00untuk cinta NKRI,
07:04karakter untuk mengedepankan
07:06kepentingan bangsa dan negara,
07:07saya rasa relevansinya mungkin ke sana.
07:11Tetapi,
07:12kalau kita melihat di media kan
07:13lebih kepada fisik ini.
07:16Lebih kepada fisik.
07:18Saya rasa,
07:20kalau lah urgensinya ke fisik,
07:22saya rasa di tes kesehatan
07:24sudah selesai barangkali.
07:26Nah, oleh sebab itu,
07:27ini sudah terjadi lah ya.
07:30Saya secara pribadi,
07:32praksi PKB,
07:33ini merekomendasikan,
07:38dihentikan aja dulu.
07:40Dihentikan aja dulu,
07:42kemudian dilakukan evaluasi total
07:45terhadap pola pembinaan
07:49maupun pelatihan terhadap
07:51calon-calon manajer ini.
07:52Nah, karena memang
07:53harga nyawa satu orang ini
07:55sangat bernilai,
07:56apalagi ini sudah lima.
07:58Artinya,
07:59kalau mau lima ini
08:00tidak diberhentikan,
08:01rasa-rasanya
08:01mau dihitungkan keberapa.
08:03Saya rasa,
08:04hentikan dulu saja.
08:06Evaluasi total,
08:07urgensinya seperti apa,
08:09apa yang perlu dipertajak di sini.
08:11Dan ini akan,
08:11Anda kan panggil Kemhan langsung
08:13nggak, Komisi 1?
08:14Saya rasa,
08:16lewat media juga
08:17sudah cukup,
08:18saya rasa.
08:20Desakan publik,
08:21desakan dari masyarakat,
08:23semua pihak juga
08:24sudah sepakat lah.
08:26Tapi,
08:26tidak akan memanggil
08:27dalam forum resmi di parlemen?
08:29Nggak akan gitu?
08:30Kau boleh?
08:32Kita sedang ada dalam
08:35agenda-agenda RDP.
08:37Di RDP barangkali
08:39bisa disisipkan
08:40terkait persoalan ini.
08:42Kalau pemanggilan
08:43secara khusus,
08:44saya rasa
08:45ini diranah pimpinan
08:46karena saya anggota.
08:48Tetapi,
08:49kalau ini dianggap
08:50sebagai sebuah urgensi,
08:51saya rasa
08:52pimpinan akan lebih merespon
08:54bagaimana hal
08:56yang harus diambil
08:57dan bagaimana juga
08:58memberikan rekomendasi
09:00kepada pamenan
09:01apa yang harus dilakukan.
09:03Saya rasa
09:03pasti dan pastilah
09:05pimpinan untuk
09:07memberikan sebuah
09:09atensi
09:10untuk
09:11keselamatan
09:12para calon-calon
09:15kooperasi Merah Putih.
09:16Oke, harapannya memang
09:17betul didengar
09:18dan evaluasinya total.
09:19Mas Media,
09:20tadi mau dilanjutkan
09:21Anda mau spill data
09:22yang Anda miliki
09:22terkait kooperasi Desa Merah Putih?
09:24Ya, saya sepakat ya Mas.
09:26Tadi,
09:26satu orang yang meninggal
09:28itu nyawa anak manusia
09:29dan satu korban
09:30terlalu banyak.
09:31Jadi,
09:31ungkapan duka cita itu
09:33tidak mengembalikan
09:34nyawa
09:35saudara-saudara kita.
09:36Dan,
09:36saya tambahkan juga
09:37konteks data ya.
09:38selama 10 tahun terakhir,
09:404 orang meninggal
09:41dalam pelatihan
09:42wajib militer
09:43di Korea Selatan.
09:4410 tahun ya,
09:45dan itu jumlahnya
09:462 juta orang.
09:47Indonesia,
09:48hanya dalam 2 minggu,
09:495 orang meninggal
09:50untuk pelatihan militer.
09:52Hanya pesertanya
09:5332 ribu orang.
09:54Dan,
09:55lebih ironi lagi
09:55kalau di Korea Selatan
09:56itu pelatihan militernya
09:57untuk perang,
09:58di Indonesia
09:59pelatihan militernya
10:00untuk calon manajer
10:01toko kelontong.
10:02Ini absurd,
10:04ini aneh,
10:04ini tidak bisa diterima
10:05dengan akal sehat.
10:07Jadi,
10:07cara berpikir pengambil
10:09kebijakan kita
10:10balik lagi
10:11ke tahun 1970-an.
10:13Dan,
10:13menurut saya,
10:14saya sepakat,
10:15mas,
10:15agar ini dihentikan saja.
10:18Anggaran mungkin
10:19bisa hilang,
10:19tapi nyawa
10:20itu tidak bisa dikembalikan.
10:22Dan,
10:23saya hanya ingin pesan juga,
10:24ini bukan soal
10:25anti terhadap militer.
10:26Saya di UGM
10:27mengajar kelas 2
10:28S2 TNI.
10:29Dan,
10:30saya menghormati militer
10:31sebagai institusi
10:32yang punya fungsi penting.
10:33Tetapi,
10:34dalam konteks ini,
10:35saya tidak melihat
10:36urgensi
10:37peran militer
10:38dalam melakukan
10:39pelatihan
10:40kooperasi desa merah putih.
10:41Dan,
10:42ini logika sederhana
10:43yang sangat mudah
10:44dipahami oleh masyarakat.
10:46Jadi,
10:47menurut saya,
10:48kalau memang
10:48mau mempersiapkan
10:49pengolah kooperasi,
10:50itu kirim mereka
10:52ke inkubasi kooperasi,
10:54kirim ke lembaga pelatihan,
10:55bukan kirim
10:56ke hutan-hutan,
10:57kemudian mengenakan
10:58pakaian seragam,
11:00jargon,
11:00dan lain-lain.
11:01Ini tidak masuk akal.
11:02Dan,
11:03soal urusan
11:04membentuk disiplin,
11:05membentuk mental ya,
11:07sejak kapan disiplin
11:08hanya bisa dibentuk
11:09oleh militer?
11:10Karena disiplin itu
11:11nilainya universal.
11:13Bukan hanya milik militer,
11:14tapi milik semua profesi.
11:16Dokter juga bisa disiplin,
11:18pilot,
11:18hakim,
11:19jurnalis juga bisa disiplin.
11:20Jadi,
11:21menurut saya,
11:22ini tahun 2026,
11:23dan saya berharap
11:25negara menyelesaikan
11:26masalah dengan cara
11:27yang benar.
11:28Bukan dengan cara
11:29yang salah.
11:30Jadi,
11:30menurut saya,
11:31sebelum nyawa
11:32kembali hilang ya,
11:33hentikan ini,
11:34dan kemudian duduk
11:35kembali,
11:36pikirkan kembali
11:37bagaimana seharusnya
11:39kooperasi itu
11:39dimaknai.
11:40Ini yang sekarang
11:41dilakukan bukan kooperasi.
11:42Ini bukan kooperasi,
11:43menurut saya, Mbak.
11:44Oke,
11:44berarti kan narasumber sini,
11:46dua-duanya sepakat,
11:47kalau ini memang
11:47harus dihentikan dulu.
11:48Tapi,
11:48kan oleh menurut Anda,
11:50evaluasinya harusnya
11:50di mana dulu?
11:52Kita tetapi akan sambung lagi
11:53usaha jeda,
11:54tetap bersama kami
11:55di Kompas Petang.
12:05Dialognya,
12:06saudara,
12:06kami editkan informasi
12:07jenazah calon manajer
12:09Kooperasi Desa Merah Putih
12:10Muhammad Rifki Renaldi Gunawan
12:12yang meninggal dunia
12:13saat mengikuti latihan militer
12:15di Jakarta,
12:16dimakamkan di tempat
12:17pemakaman umum
12:18atau TPU Cijambe,
12:20Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
12:21Dalam keterangan Kemenhan,
12:24Rifki meninggal saat
12:25menjalani pelatihan militer,
12:27saat menjalani pendidikan
12:29di Satdik Ion Parakon 465.
12:31Pada 25 Juni 2026,
12:34almarhum mengalami keluhan,
12:36kesehatan berupa sesak nafas,
12:37hingga dirujuk ke RSAU
12:39Dr. Esnawan Antariksa.
12:41Sementara pihak keluarga
12:43Muhammad Rifki Renaldi Gunawan
12:44belum bisa diminta keterangan
12:46atau tanggapan
12:47terkait anaknya
12:48yang meninggal dunia.
12:57Kita lanjutkan lagi, Kang Oleh.
12:59Tadi pertanyaannya adalah
13:00ketika memang harus dievaluasi
13:02dan Anda juga sepakat
13:02kalau harus dihentikan dulu,
13:04evaluasinya itu
13:05harusnya mulai dari mana?
13:07Pertama, tujuan rekrutmen
13:10para calon manajer
13:12KDM Poperasi Merah Putri ini
13:16substansinya apa?
13:18Apakah hanya fokus di poperasi
13:20atau memang mau dijadikan
13:22pomcat?
13:24Kalau memang mau dijadikan
13:26pomcat, saya rasa
13:27ini juga harus ada
13:30sebuah blueprint dulu
13:32bagaimana cara pola
13:34pola pelatihannya.
13:36Yang kedua,
13:37kalau memang hanya fokus pada
13:39untuk KDMP,
13:41saya rasa tinggal
13:42dilihat
13:43urgensi, poin-poin
13:45dalam hal
13:46bagaimana membangun
13:48kooperasi ini
13:49apa saja.
13:51Saya rasa
13:52kooperasi ini kan
13:54hanya bertujuan untuk
13:55bagaimana sebagai hub.
13:58Hub distribusi barang,
14:00kalau kita melihat hari ini ya
14:02sebagai hub
14:04dari bawah
14:05kemudian ke atas
14:07dari atas
14:08ke bawah
14:08sebagai hub.
14:09Saya rasa
14:10kalau memang kooperasi ini
14:11sebagai hub
14:12di dunia
14:14hari ini
14:15sedang
14:16menggunakan
14:17teknologi digital
14:19saya rasa
14:20kenapa
14:21tidak lebih pada
14:22fokus pelatihan
14:24kepada AI
14:25atau yang lain-lain.
14:28administrasi kooperasi,
14:29manajemen,
14:32bagaimana transparansi,
14:33keuangan,
14:33dan yang lain-lain.
14:34Nah gitu, Kang Ole.
14:35Ini kan juga jadi
14:36ini kan juga jadi
14:38pertanyaan semua, Kang Ole.
14:40Sorry,
14:41ini kan sebenarnya juga jadi
14:41pertanyaan semuanya, Kang Ole.
14:43Tapi ketika
14:44perumusan
14:45proses
14:46rekrutmen itu
14:47sejauh mana dibahas
14:48dari Komisi 1
14:49dengan juga Kemhan, Kang Ole?
14:52Saya rasa
14:53tidak ada hubungannya
14:54dengan Komisi 1
14:55itu soal kooperasinya.
14:57Tapi dengan Kemhan-nya?
14:58Kooperasinya kan di Komisi lain.
15:00Kalau soal bagaimana
15:01TNI terlibat
15:03dalam bagaimana
15:04pembinaan
15:05put and good lah
15:07soal mentalitas,
15:08karakter,
15:09dan yang lain-lain.
15:10Kita juga tahu
15:11dari media.
15:12Kan seperti itu.
15:13Nah oleh sebab itu
15:14saya rasa
15:15mitigasi dulu lah.
15:17Ini tujuan
15:19anggota kooperasi ini
15:21pure 100%
15:22hanya untuk
15:23manajer kooperasi.
15:25atau memang
15:26dipersiapkan
15:27sebagai komcat juga.
15:29Nah ini
15:29kita yang harus
15:31publik yang harus tahu
15:32DPR juga harus tahu
15:34kenapa juga
15:35tadi benar
15:36harus ada
15:37pelatihan militer.
15:38Urgensinya memang apa.
15:39Nah ini
15:40harus jelas dulu
15:41di sana.
15:41Saya rasa
15:42tidak ada cara lain
15:44sementara
15:45harus dihentikan dulu
15:46evaluasi dulu
15:48tujuannya apa
15:50outputnya
15:50seperti apa
15:51blueprint
15:52terhadap
15:53perpindahannya
15:54seperti apa.
15:55Saya rasa itu dulu.
15:56Oke.
15:57Mas Media
15:58tadi kan kata Kang Oleh
15:59juga ini kan
16:00ada di
16:01kementerian lain
16:02sebenarnya programnya
16:03tapi kemudian
16:03pelatihannya dari
16:04kementerian pertahanan.
16:05Anda melihat
16:06ini juga
16:06relevansinya
16:07dimana sebenarnya?
16:08Singkron gak sih?
16:10Iya saya kira
16:11sangat clear ya
16:13bahwa
16:13apa yang terjadi
16:14hari ini
16:14aneh.
16:16Pak Presiden
16:17katanya suka membaca ya
16:18please baca teori
16:19Samuel Huntington
16:20bicara soal
16:21profesionalisme
16:22militer.
16:23Jadi salah satu
16:24ciri negara modern
16:25itu ada
16:26pembagian fungsi
16:27yang jelas
16:27antara institusi
16:28militer
16:29dan institusi
16:29sipil
16:30dan sekarang
16:31sudah campur aduk
16:32menurut saya
16:33karena
16:34kooperasi desa
16:35kalau kita
16:36lihat kembali
16:37definisi
16:37kooperasi
16:38ala Muhammad Hatta
16:39itu dari
16:40bawah
16:41bottom up
16:42dari anggota
16:43oleh anggota
16:44untuk anggota
16:45dan kalau kita
16:46lihat dengan
16:47skema yang terjadi
16:48hari ini
16:48lewat
16:49instruksi Presiden
16:50tahun lalu
16:51kemudian
16:52dilakukan
16:52pembangunan
16:53masif
16:54bahkan ada yang
16:55di tengah hutan
16:56dan sekarang
16:56ada pelatihan
16:58dilakukan oleh
16:59militer
17:00ini menurut saya
17:01cukup
17:02aneh
17:03dan sangat bisa
17:04dipertanyakan
17:04logika kebijakannya
17:06jadi
17:06menurut saya
17:08ada banyak sekali
17:09pertanyaan yang harus
17:10dijawab oleh
17:11pemerintah
17:11hari ini
17:12tetapi
17:13lagi-lagi
17:14soal urusannya
17:15menurut saya
17:16ini sangat-sangat
17:16serius sekali
17:17begitu
17:18jadi
17:18ini sesuatu
17:19yang bisa
17:20tidak bisa
17:20ditawar
17:21begitu saja
17:22ada keluarga
17:23yang hari ini
17:24kehilangan
17:24anaknya
17:25dan bahkan
17:26kalau
17:26kita lihat lagi
17:27sebagian besar
17:28itu adalah
17:29lulusan perguruan
17:29tinggi
17:30jadi mereka
17:31datang
17:31ikut pelatihan
17:32itu bukan
17:32untuk berperang
17:33mereka untuk
17:34cari kerja
17:35dan saya
17:36mau menambahkan
17:37juga
17:37sebelum
17:38kopdes
17:39MP ini
17:39dilakukan
17:40kami sudah
17:40merilis
17:41studi
17:41sebetulnya
17:42apa yang
17:42dihadapi oleh
17:43koperasi
17:44dan
17:45tiga persoalan
17:45utama adalah
17:4668%
17:48itu mengatakan
17:48karena kurangnya
17:49kemampuan
17:50pengelola
17:5038%
17:52itu karena
17:52kurangnya
17:52modal
17:53dan berikutnya
17:53infrastruktur
17:54dan akses
17:55pasar
17:55inilah yang harus
17:56dipecahkan oleh
17:57pemerintah
17:58makanya
17:59apa yang terjadi
18:00hari ini
18:01terlalu jauh
18:02dari
18:02kebijakan-kebijakan
18:04yang berkualitas
18:04dan
18:05kalau boleh
18:06jujur
18:07siapa yang harus
18:07disalahkan
18:08mungkin
18:08mereka yang
18:10di level
18:10daerah
18:11satuan TNI
18:12di daerah
18:12mereka hanya
18:13pelaksana
18:13tapi yang
18:14menjalankan
18:15mandat
18:15dan memutuskan
18:16itu adalah
18:17di tingkat
18:17yang lebih tinggi
18:18saya berharap
18:19sekali
18:19oleh
18:19wakil rakyat
18:21dan kemudian
18:21eksekutif
18:22di sana
18:23ayolah
18:23serius
18:24dan mengelola
18:25negara ini
18:25dengan benar
18:27lagi-lagi
18:28uang APBN
18:29mungkin boleh
18:29hilang
18:30tetapi
18:30ini
18:31nyawa orang
18:32yang hilang
18:32ini gak
18:33boleh
18:33terlalu
18:34jahat sekali
18:35negara
18:35menurut saya
18:36dan ini
18:37yang saya kira
18:38harus dirasionalkan
18:39ke publik
18:40ya mbak
18:40hari ini
18:41oke mas media
18:42tapi kan
18:42oke yang terjadi
18:43sekarang adalah
18:44pelatihannya ada
18:45di bawah
18:45kementerian pertahanan
18:46sebagai mitranya
18:47juga di
18:47komisi 1
18:49menurut anda
18:50seperti apa juga
18:51komisi 1
18:51bisa melakukan
18:52pengawasan
18:53untuk sesuatu
18:53yang sekarang
18:54masih ongoing
18:56menurut saya
18:57saya sepakat
18:58tadi
18:58kak oleh
18:58mention
18:59soal blueprintnya
19:00ini yang belum
19:01kuat
19:02menurut saya
19:04peran
19:04dari masing-masing
19:05kementerian
19:06kementerian pertahanan
19:07apa
19:07kementerian kooperasi
19:08apa
19:09kementerian desa
19:09apa
19:10jadi sekarang
19:11tabrakan ya
19:12dan kalau
19:13seandainya
19:14komisi 1
19:15bisa mendorong
19:16blueprint yang jelas
19:17mungkin ada harapan ya
19:18kebijakan ini
19:19bisa lebih baik
19:20karena blueprint itu
19:21akan menjelaskan
19:22siapa pelaksananya
19:24bagaimana
19:25anggarannya
19:25dan kemudian
19:27evaluasinya
19:27seperti apa
19:28kalau blueprintnya
19:29jelas
19:30mbak
19:30pelatihannya
19:31gak akan pelatihan
19:32militer
19:34sesederhana itu
19:35karena pasti ada
19:36basis datanya
19:37ketika
19:37membuat blueprint itu
19:38jadi saya berharap
19:39komisi 1
19:40bisa bertemu
19:41dengan
19:41perwakilan
19:42pemerintah
19:43menurut saya
19:44gak perlu terburu-buru
19:46bikin kebijakan
19:47masih ada
19:48sampai
19:482029
19:49secara demokrasi
19:50ini baru
19:51satu setengah tahun
19:52terlalu jauh
19:54ugal-ugalannya
19:55gak usah terburu-buru
19:56piloting dulu
19:58susun dulu
19:59modulnya dengan baik
20:00sehingga gak ada
20:01uang negara yang
20:01terbuang percuma
20:02dan gak ada
20:03nyawa masyarakat
20:04yang hilang
20:04mungkin gak semua
20:06masyarakat juga
20:06peduli hari ini
20:07dengan hal ini
20:09tetapi keluarga
20:10dari anak yang
20:12hilang itu
20:12itu gak bisa
20:13gak bisa diperbaiki
20:14begitu saja
20:15perasaan mereka
20:16jadi menurut saya
20:17kebijakan
20:18tetap harus dibangun
20:19dengan akal sehat
20:21transparansi
20:22dan kebijakan
20:23yang rasional
20:24dan lagi-lagi
20:25kita sepakat
20:26bahwa satu nyawa
20:26sudah terlalu banyak
20:27jangan ada lagi
20:28orang-orang lain
20:29korban lain
20:30Kang Oleh
20:31kalau menurut Anda
20:31artinya ketika
20:32tujuannya adalah
20:33membentuk disiplin
20:34tanggung jawab
20:35kerjasama dan lain-lain
20:36seharusnya
20:37proses pelatihannya
20:38kayak gimana
20:41saya rasa
20:42pasti berbeda-beda
20:44ya
20:45setiap tempat
20:46berbeda
20:46setiap profesi
20:48berbeda
20:48maka
20:50kalau misalkan
20:51harus bagaimana
20:52cara melatih
20:54mereka
20:54saya rasa
20:55blueprintnya
20:55dulu
20:57mau seperti apa
20:59goal yang
20:59mau diambilnya
21:00itu apa
21:01karena memang
21:02setiap tingkatan
21:03setiap
21:04setiap
21:06bidang
21:07setiap
21:08kementerian
21:09barangkali
21:10ini juga
21:11akan berbeda
21:12saya rasa
21:13saya
21:14menitikberatkan
21:16blueprintnya dulu
21:17seperti apa
21:18dan
21:19karena dari blueprint
21:20itulah
21:21yang kita bisa
21:22mengetahui
21:22bagaimana
21:24harus melangkah
21:26harus berbuat
21:27yang paling
21:28yang paling pokok
21:28adalah
21:29kebijakan apa
21:30yang harus
21:30harus kita ambil
21:32ketika melihat
21:32blueprintnya itu
21:33karena
21:34jangan sampai
21:35ini
21:36pelatihan-pelatihan
21:38ataupun
21:39cara-cara
21:40hal-hal
21:41seperti ini
21:41hanya seperti
21:42seolah-olah
21:43dadakan
21:44nah ini kalau
21:45misalkan
21:45dadakan
21:46maka polanya
21:47akan dadakan
21:47juga
21:48kalau pola
21:49dadakannya
21:50seperti ini
21:50korbanlah
21:51yang terjadi
21:52kalau sebab itu
21:53saya rasa
21:54blueprintnya dulu
21:55dari hulu
21:56sampai hilirnya
21:57seperti tiap
21:58oke
21:58Kang Oleh
21:58soal blueprint tadi
21:59kalau gitu
22:00bagaimana Anda
22:01yang duduk di parlemen
22:02sebagai pengawasnya
22:04akan menanggih
22:04blueprint itu
22:05kepada pemerintah
22:09insyaallah
22:10kami DPR
22:12selalu
22:12akan memaksimalkan
22:14fungsi
22:15fungsi yang
22:16paling
22:18krusial
22:18kan soal
22:19pengawasannya
22:20ini
22:20nah bagaimana
22:21kebijakan ini
22:23dilaksanakan
22:24sesuai dengan
22:24aturan
22:25dan pengawasannya
22:26bagaimana
22:27agar
22:27laksanaannya
22:28dari rupiah-rupiah
22:30ini betul-betul
22:31mendatangkan
22:32sebuah manfaat
22:33pengawasan ini
22:34pasti akan kami
22:35tanya
22:35bagaimana
22:36agar
22:37dilakukan
22:39dengan
22:39baik
22:40dan yang paling
22:41pokok adalah
22:42bagaimana
22:43tidak menimbulkan
22:44sebuah kerugian
22:45terutama
22:46sebuah
22:47korban
22:47dari
22:48warga Indonesia
22:49saya rasa
22:50normatifnya
22:52tentu kita
22:53akan
22:53akan
22:54tempuh
22:55secara politik
22:56juga
22:56kita akan
22:58mendiskusikan
22:59dan yang
23:00paling pokok
23:01adalah
23:01jangan sampai
23:04sebuah
23:05perencanaan
23:05yang bagus
23:06niat suci
23:07yang bagus
23:08tetapi
23:09dikelola
23:10dengan cara
23:10yang salah
23:11apalagi
23:12dikelola
23:13dengan
23:13menimbulkan
23:14korban
23:14nah ini nih
23:15tidak boleh
23:16terulang kembali
23:17jangan sampai
23:17yang jadi korban
23:18justru peserta
23:19atau masyarakat
23:20mas media
23:20kalau menurut anda
23:21bagaimana
23:22atau saran
23:23dari anda
23:24mungkin
23:24agar pemerintah
23:25juga merasa
23:25bahwa ini adalah
23:26urgent
23:26untuk evaluasi
23:27total
23:27Koperasi Desa
23:28Merah Putih
23:28atau setidaknya
23:29untuk rekrutmennya
23:29dulu
23:31saya terus terang
23:32khawatir ya mbak
23:33karena sebelum
23:34Kopdes MP ini
23:35dilakukan
23:36kami sudah
23:36mengeluarkan
23:37studi
23:38dan juga
23:38tidak didengarkan
23:39kemudian
23:40jalan begitu saja
23:41kemudian
23:42dibangunlah
23:42ribuan
23:43bangunan
23:44koperasi
23:44dan sekarang
23:45ada pelatihan
23:45militer
23:46jadi kritik publik
23:47memang sudah
23:48ada mbak
23:49sejak awal
23:50program ini
23:50dilakukan
23:51bahkan
23:52kalau bicara
23:52arah kaprapat kerja
23:53RDPU
23:54saya kira
23:55sudah dilakukan
23:55oleh DPR
23:56menurut saya
23:57DPR harus
23:58step up
23:59DPR perwakilan
24:00dari masyarakat
24:01maka
24:02lakukan
24:03jalan yang
24:04jauh lebih tegas
24:05karena ini
24:05soal nyawa
24:06ada banyak
24:07yang bisa didorong
24:08hak interpelasi
24:09bisa dilakukan
24:10minta penjelasan
24:11resmi dari
24:12pemerintah
24:12pemerintah wajib
24:13menjelaskan
24:14bahkan
24:15menurut saya
24:15ini sudah di level
24:17hak angket
24:17sebetulnya
24:18untuk menyelidiki
24:19dugaan
24:20pelanggaran berat
24:21dalam hal
24:22pelaksanaan
24:23kebijakan publik
24:24jadi menurut saya
24:25DPR harus
24:26lebih kuat
24:27karena
24:29demokrasi itu
24:30harus dipertanyakan
24:31ada teorinya
24:33disobedience
24:34demokrasi
24:34dan DPR harus
24:36mempertanyakan
24:36kenapa ini terjadi
24:37kalau bicara
24:39soal masyarakat
24:40di media sosial
24:41lihat saja
24:42masyarakat sudah
24:42mempertanyakan
24:43dan saya kira
24:45kita membutuhkan
24:46DPR hari ini
24:47saya berharap
24:48ini didiskusikan
24:49Kang Ole
24:49dengan serius
24:50dipanggil
24:51menterinya
24:52diminta dokumennya
24:53lakukan audit
24:54hentikan
24:55sementara
24:56bahkan
24:56tidak perlu
24:57sebetulnya
24:58ucapan
24:59bela sungkawa
25:00lagi-lagi menurut saya
25:01tidak akan mengembalikan
25:02nyawa
25:02anak-anak itu
25:04saya mengajar di kampus
25:05mereka saya ajari
25:06dengan baik
25:06agar mereka kemudian
25:07bisa mencari kerja
25:08dan sekarang
25:09mereka berjuang
25:10mencari kerja
25:10tetapi
25:11kondisinya luar biasa
25:12menyakitkan
25:13menurut saya
25:14jadi
25:14hak angket
25:15hak menyatakan pendapat
25:16secara legislatif
25:18dan demokrasi
25:19itu dimungkinkan
25:20dan menurut saya
25:21ruang-ruang itu
25:22harus dihidupkan
25:23kembali
25:24di tengah
25:25kondisi kebijakan
25:26hari ini
25:27yang menurut saya
25:28membutuhkan
25:29pengawasan yang luar biasa
25:30begitu
25:30jangan ada lagi
25:32korban
25:32atau jangan sampai
25:34mengorbankan
25:35peserta
25:35ataupun juga
25:36masyarakat
25:36dalam setiap kebijakan
25:37mas media
25:38Kang Olesoleh
25:39terima kasih
25:39sudah berbagi bersama kami
25:40di Kompas Petang
25:41seselalu semuanya
25:42selamat menikmati
Komentar