- 4 jam yang lalu
- #kopdesmerahputih
- #sppi
- #latsarmil
- #kementerianpertahanan
KOMPAS.TV Jumlah peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar militer untuk calon manajer Koperasi Desa Merah Putih bertambah menjadi lima orang. Pemerintah menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan pelaksanaan program akan dievaluasi.
Dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Pertahanan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menyatakan kelima peserta memiliki karakteristik dan kondisi medis yang berbeda-beda. Menurutnya, seluruh peserta telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur di fasilitas kesehatan maupun rumah sakit rujukan. Ia juga menegaskan bahwa seluruh peserta mengikuti pelatihan secara sukarela dan telah menyatakan kesiapan sesuai ketentuan yang berlaku.
Salah satu peserta yang meninggal, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, telah dimakamkan di TPU Cijambe, Sumedang Utara, Jawa Barat. Rifki merupakan peserta SPPI yang menjalani pendidikan di Satdik Yon Para Raider 465. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis usai mengeluhkan sesak napas.
Menanggapi peristiwa tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan pemerintah akan melakukan evaluasi lintas lembaga terhadap pelaksanaan latihan dasar militer, termasuk mendalami kemungkinan adanya aspek teknis maupun prosedural yang perlu diperbaiki. Meski demikian, pemerintah menilai pelatihan tersebut tetap penting karena juga memuat materi pengembangan kompetensi bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih.
Polemik ini turut menjadi pembahasan dalam dialog KompasTV bersama Deputi I Badan Komunikasi Pemerintah Fahd Pahdepie dan pakar hukum tata negara Bivitri Susanti.
#KopdesMerahPutih #SPPI #Latsarmil #KementerianPertahanan
Baca Juga Soal Latsarmil Calon Manajer Kopdes-Kampung Nelayan, Anggota DPR: Saya Rekomendasi Dihentikan Dulu di https://www.kompas.tv/nasional/677492/soal-latsarmil-calon-manajer-kopdes-kampung-nelayan-anggota-dpr-saya-rekomendasi-dihentikan-dulu
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/677498/dialog-fahd-pahdepie-dan-bivitri-susanti-usai-5-peserta-sppi-meninggal-saat-latsarmil-sapa-malam
Dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Pertahanan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menyatakan kelima peserta memiliki karakteristik dan kondisi medis yang berbeda-beda. Menurutnya, seluruh peserta telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur di fasilitas kesehatan maupun rumah sakit rujukan. Ia juga menegaskan bahwa seluruh peserta mengikuti pelatihan secara sukarela dan telah menyatakan kesiapan sesuai ketentuan yang berlaku.
Salah satu peserta yang meninggal, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, telah dimakamkan di TPU Cijambe, Sumedang Utara, Jawa Barat. Rifki merupakan peserta SPPI yang menjalani pendidikan di Satdik Yon Para Raider 465. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis usai mengeluhkan sesak napas.
Menanggapi peristiwa tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan pemerintah akan melakukan evaluasi lintas lembaga terhadap pelaksanaan latihan dasar militer, termasuk mendalami kemungkinan adanya aspek teknis maupun prosedural yang perlu diperbaiki. Meski demikian, pemerintah menilai pelatihan tersebut tetap penting karena juga memuat materi pengembangan kompetensi bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih.
Polemik ini turut menjadi pembahasan dalam dialog KompasTV bersama Deputi I Badan Komunikasi Pemerintah Fahd Pahdepie dan pakar hukum tata negara Bivitri Susanti.
#KopdesMerahPutih #SPPI #Latsarmil #KementerianPertahanan
Baca Juga Soal Latsarmil Calon Manajer Kopdes-Kampung Nelayan, Anggota DPR: Saya Rekomendasi Dihentikan Dulu di https://www.kompas.tv/nasional/677492/soal-latsarmil-calon-manajer-kopdes-kampung-nelayan-anggota-dpr-saya-rekomendasi-dihentikan-dulu
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/677498/dialog-fahd-pahdepie-dan-bivitri-susanti-usai-5-peserta-sppi-meninggal-saat-latsarmil-sapa-malam
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Kita masuk ke diskusi pertama sampai Indonesia malam.
00:02Saudara, korban meninggal dunia calon manajer kooperasi Desa Merah Putih bertambah menjadi 5 orang.
00:09Kelimanya meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran.
00:13Dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Pertahanan hari ini,
00:16Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenhan,
00:20Maijen Ketut Gede Watanpastia,
00:22menyampaikan ungkapan Dukacita dan Balasongkawa
00:24kepada kelima peserta SPPI yang meninggal dunia saat latihan dasar militer.
00:30Kelima calon manajer kooperasi yang meninggal disebut memiliki kondisi medis yang berbeda-beda.
00:34Saat ini evaluasi medis masih terus didalami pihak terkait
00:38untuk gambaran kondisi yang lebih komprehensif.
00:48Kelima peserta tersebut memiliki karakter dan kondisi medis yang berbeda-beda.
00:56Seluruh peserta telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur,
01:01baik di fasilitas kesehatan sapuan maupun rumah sakit ujukan.
01:07Peserta SPPI yang mengikuti program ini bukan karena paksaan.
01:12Sejak proses rekrutmen dan seleksi open beding,
01:19para peserta telah mengetahui bahwa salah satu tahapan
01:24pembentukan karakter melalui unitas bela negara dan manajerial.
01:30Dengan mengikuti proses seleksi hingga tahap pendidikan,
01:33peserta pada prinsipnya telah menyatakan
01:36kesediaan untuk mengikuti seluruh rangkaian
01:42program sesuai ketentuan yang berlaku.
01:50Muhammad Rifki Renaldi Gunawan,
01:53salah satu dari calon manajer Koperasi Desa Merah Putih
01:56yang meninggal saat pelatihan di Jakarta,
01:58telah dimakamkan di TPU Cijambe, Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
02:03M. Rifki merupakan peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia
02:07atau SPPI Koperasi Desa Merah Putih
02:10yang mengikuti pendidikan di Satdik Ion Parako 465.
02:14Ia dinyatakan meninggal pada Jumat 26 Juni kemarin
02:17setelah mendapat penanganan medis usai mengeluh sesak napas.
02:30Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
02:32memastikan pemerintah akan mengevaluasi pelaksanaan latihan dasar militer
02:37terhadap para calon manajer Koperasi Desa Merah Putih.
02:40Ini menjadi respons setelah saat itu ada tiga
02:44kemudian bertambah saat ini menjadi lima.
02:45Calon manajer Koperasi Desa Merah Putih meninggal saat pelatihan.
02:48Prasetyo bilang,
02:49pemerintah akan mengevaluasi pelaksanaan latsarmil tersebut lintas lembaga.
02:54Tujuannya untuk mendalami potensi kelalaian
02:56hingga masalah teknis pelaksanaan latihan.
02:58Merespons dorongan latsarmil dihentikan,
03:02Prasetyo menekankan pelatihan pun berisi materi pengembangan kompetensi
03:05bagi calon manajer Koperasi.
03:12Semua proses kan kita lakukan.
03:14Kalau ada misalnya salah prosedur,
03:20itu kita perbaiki.
03:22Dan kalau salah prosedur itu ada
03:24yang mengarah kepada kelalaian,
03:27ya itu juga bagian dari lainnya.
03:29Indikasi kelalaian itu untuk tiga kasus yang meninggal itu
03:32sudah ditemukan atau belum?
03:32Karena kan itu,
03:34kalau kami dengar laporan,
03:35itu baru di hari pertama, hari kedua ya.
03:39Kayaknya ada hal yang perlu diperbaiki
03:42atau terlalu berat gitu, Mas?
03:43Ya, belum berat.
03:45Baru hari pertama, hari kedua.
03:46Mas, hari ini Pak Jokowi,
03:48Sabaripoli memiliki banyak-banyak kesehatan.
03:52Ada potensi dihentikan nggak sih lapisan remainnya itu, Mas?
03:56Pelatihannya ada kemungkinan dihentikan.
03:57Di penajemen gitu, Mas.
03:58Kita fokuskan ke sana.
04:00Kita lihat hasilnya.
04:01Karena banyak dikritik,
04:03kalau untuk manajer harusnya manajerial yang dilatih, Mas.
04:06Bukan latihan dasar kayak gitu.
04:08Nah, itu kan bagian dari proses pelatihannya.
04:11Nanti kan kalau mengenai kompetensinya,
04:14tetap ada juga pelatihan.
04:17Saudara, lima calon manajer kooperasi Desa Merah Putih meninggal dunia
04:22saat mengikuti pelatihan dasar militer.
04:24Pemerintah menyatakan akan melakukan evaluasi,
04:27tapi menilai latihan yang sekarang ada,
04:29tetap penting dan sesuai prosedur.
04:31Kritik agar pelatihan ini dihentikan muncul usai laporan
04:34lima orang meninggal dalam pelatihan militer.
04:36Kami diskusikan tentang polemik pentingnya latihan militer
04:39bagi calon manajer kooperasi Desa Merah Putih ini
04:41bersama dengan para narasumber.
04:43Bergabung saat ini Fat Pahdepi,
04:45Deputi Satu dari Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia
04:47dan Pakar Hukum Tata Negara Bifitri Susanti.
04:50Selamat malam semuanya dengan Tifal di studio.
04:53Selamat malam, Tifal.
04:55Selamat malam.
04:56Oke, terima kasih semua sudah bergabung bersama kami.
04:58Mas Fat, untuk sejauh ini dari Mensesnik,
05:00bilang akan mengevaluasi setelah ada insiden lima kasus meninggal ini.
05:03Sejauh mana evaluasi ini berjalan
05:06dan apa saja benang merah yang didapat dari kasus itu, Mas?
05:10Baik, terima kasih Tifal.
05:12Pertama-tama tentu saja situasi ini merupakan situasi
05:16yang tidak diharapkan oleh semua pihak
05:18dan kami menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya
05:22kepada keluarga korban.
05:25Juga berbagai upaya telah dilakukan
05:28agar hal ini tidak terus terjadi.
05:31Kami memandang ini sebagai sesuatu yang serius
05:36untuk ditangani,
05:38untuk segera diperbaiki ke depannya.
05:42Dan saya kira itu juga yang menjadi
05:45pernyataan utama yang tadi kita saksikan bersama
05:49dari Bapak Mensesnik,
05:51yang juga merupakan sikap kami dari pemerintah
05:55bahwa apa yang belum berjalan dengan baik dan benar
06:01itu harus dievaluasi dan juga harus diperbaiki.
06:04Dan saya kira respons dari Kemenhan juga sangat cepat
06:08terhadap hal ini langsung di hari berikutnya
06:11sudah dilakukan langkah-langkah perbaikan,
06:15langkah-langkah evaluasi.
06:16disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Kemhan
06:21beberapa langkah yang menunjukkan langkah cepat
06:26atau respons cepat untuk melakukan evaluasi secara
06:30benar dan serius itu.
06:32Jadi bahkan disampaikan akan melibatkan
06:35pihak Kementerian Kesehatan juga
06:37untuk memastikan proses screening terhadap
06:40kesehatan para peserta dari program ini
06:43bisa dimonitor dengan lebih baik
06:46dan kemudian juga pelaksanaan programnya
06:48bisa mendapatkan perhatian yang lebih baik
06:51sehingga tidak terjadi hal-hal yang serupa.
06:54Jadi saya kira posisi pemerintah
06:57dalam hal ini istana gitu ya
06:59yang sudah disampaikan juga oleh Bapak Mensesnik tadi
07:03menyampaikan bahwa jika ada hal-hal yang perlu diperbaiki
07:07harus diperbaiki dan saya kira kita perlu
07:09mengapresiasi langkah dari Kemhan
07:11yang bergerak cepat gitu ya
07:13melakukan juga langkah evaluasi ini
07:17sehingga bisa kita hindari
07:19ke depan hal-hal yang semacam ini terjadi kembali.
07:22Oke, Mbak Bivit, sudah ada respons dari Mensesnik
07:25kemudian hari ini ada konferensi pers dari Kemenhan
07:27sejauh mana Anda menangkap ada upaya
07:29untuk mengevaluasi setelah ada kasus 5 meninggal ini?
07:33Kalau mau mengevaluasi
07:34evaluasinya harusnya diarahkan kepada desain
07:37tentang bagaimana program ini harus dilaksanakan.
07:40Jadi bukan soal kelalaian
07:42saya kira juga bukan soal
07:44apakah Kemengeran Kesehatan akan ikut atau tidak
07:47tapi pertanyaan dasarnya adalah
07:48apa relevansi latihan militer
07:52yang sifatnya fisik
07:53terhadap calon manajer kooperasi?
07:56Itu saya kira yang harus dievaluasi.
07:59Jadi evaluasinya menyeluruh dalam konteks
08:02desain kelembagaan kooperasi merah putih ini seperti apa?
08:05Kalau kita tak tanggalkan dulu persoalan ekonominya
08:08persoalan top-down dan seterusnya ya
08:10tapi mari kita fokus pada rekrutmennya.
08:13Kalau dikatakan misalnya tadi saya membaca
08:15cuplikan liputan sebelumnya
08:16bahwa seharusnya semua calon anggota sudah tahu
08:20calon manajer sudah tahu bahwa akan ada pelatihan seperti ini
08:23dan mereka sudah setuju.
08:24Mari kita baca situasinya dulu.
08:26Situasinya adalah banyak sekali orang yang memang butuh pekerjaan.
08:29Karena 19 juta lapangan pekerjaan yang dijanjikan kepada rakyat Indonesia
08:33ternyata tidak ada.
08:35Sehingga akhirnya mereka tidak punya pilihan yang terlalu banyak.
08:38Bahkan mungkin saja mereka berbohong mengenai
08:40latar belakang penyakit dan seterusnya.
08:42Tapi yang mendasar adalah alasan logis apa
08:46yang bisa dijelaskan untuk memberikan pelatihan fisik seperti militer
08:50bahkan yang saya baca juga ada pelatihan menggunakan senjata dan lain sebagainya
08:54untuk menjaga toko.
08:56Nah jadi evaluasinya mesti sampai ke arah situ.
08:59Dan selagi evaluasi harusnya
09:01rekrutmen dan pelatihan ini dihentikan terlebih dulu.
09:04Sebelum besok kita baca tidak hanya lima
09:07tapi enam, tujuh, delapan dan saya nggak tahu berapa banyak.
09:10Karena secara desain kebijakan ini salah.
09:13Itu dulu yang harus diakui.
09:15Jadi kalaupun nanti misalnya mau tambah dokter,
09:17mau tambah kementerian kesehatan,
09:19mau tambah mantri atau apotekar.
09:21Bukan di situ soalnya.
09:23Soalnya harus latsar mil ini harus dihentikan.
09:27Ini bukan standar kompetensi untuk menjaga.
09:33Mbak Bifid.
09:36Kami coba perbaiki dulu sambungan komunikasi kami dengan Bifid Risu Santi.
09:41Kita, saya kasih.
09:42Sorry Mbak Bifid, tadi sempat terputus.
09:44Bisa diulang lagi bagian yang terakhir tadi sebelum saya kasih giliran ke Mas Fat.
09:47Iya, jadi yang harus dievaluasi dasarnya dulu tuh.
09:51Bahkan hentikanlah latihan dasar militer seperti ini.
09:54Bikin desain silabus baru tentang apa kompetensi apa yang dibutuhkan oleh seorang manajer.
09:59Kooperasi Merah Putih, baru kemudian didesain latihannya dari situ.
10:03Baik.
10:04Mas Fat, ditambah lagi kalau mengambil pernyataan dari Kepala Staff Presiden Dudung Abdurrahman
10:09yang menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan menghentikan pelatihan dasar kemiliteran
10:12bagi para calon manajer kooperasi, dinilai penting sama halnya yang dijalankan Kabinet Merah Putih
10:17dalam retret di Magelang, Jawa Tengah.
10:19Dengan pertanyaan dari Mbak Bifid ini tadi, menurut Anda Mas Fat,
10:21kenapa pelaksanaan dari lat-sarmil ini harus tetap dijalankan?
10:26Ya, terima kasih Mbak Bifid dan juga Tifa.
10:29Pertama, terima kasih atas masukan juga dan evaluasinya.
10:33Ini akan terus menjadi bahan ke depan untuk bisa memperbaiki niat baik
10:39dan juga desain program ini supaya semakin baik.
10:42Jadi memang kalau dijelaskan, ini ada dua bagian dari pelatihan
10:48atau pengembangan kapasitas dari program SPPI ini,
10:51Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia.
10:54Jadi bagian pertama yang konsepnya lat-sarmil ini adalah tujuannya
10:58untuk membangun atau membentuk karakter,
11:01juga diberikan di sana berbagai materi untuk penguatan gitu ya,
11:07bela negara, kemudian juga rasa nasionalisme dan lain sebagainya
11:11yang dalam hal ini bentuknya dipilih gitu ya dalam bentuk lat-sarmil.
11:16Jadi relevansinya apa ini untuk membangun dan membentuk karakter.
11:21Tapi tadi kami juga menerima bahwa di dalam pelaksanaannya itu perlu
11:26ada penyesuaian dan karena ini diselenggarakan gitu ya di berbagai pusat pendidikan
11:31atau pusat diklat di berbagai daerah,
11:34memang ada mungkin beberapa hal yang tidak atau belum seragam gitu ya,
11:41belum standar.
11:41misalnya tadi disebutkan ada video yang menunjukkan bahwa ada yang diberikan
11:50cara menghandle senjata dan lain sebagainya.
11:53Tentu kami yakin gitu ya dari Kemhan ini juga ada evaluasi yang serius gitu ya terhadap hal ini
12:00karena sebetulnya tujuan utamanya adalah untuk membangun dan menanamkan karakter tertentu
12:07atau nasionalisme dan lain sebagainya kepada calon manajer Koperasi Desa Merah Putih
12:13dan KNMP ini gitu ya.
12:16Kemudian nanti ada bagian kedua, selama 15 hari para calon manajer ini diberikan pendidikan
12:23dan pelatihan tentang dasar-dasar manajerial termasuk di dalamnya adalah stok gitu ya,
12:29pengaturan stok, kemudian juga bagaimana membuat laporan keuangan gitu ya,
12:34bagaimana cara menghadapi customer, bagaimana cara mengelola KDKMP dan KNMP-nya
12:41dengan lebih baik dan lain sebagainya.
12:43Jadi desainnya atau program ini dirancang ada dua dimensi gitu ya,
12:50dimensi pertama itu penguatan karakter melalui program yang bisa kita lihat bersama
12:55seperti ini gitu ya, bentuknya laksar mil, kemudian dimensi kedua adalah pelatihan manajerial.
13:01Nah tentu dengan insiden ini ada hal-hal yang harus diperbaiki
13:05dan kami juga terbuka dengan masukan dan juga evaluasi dari masyarakat
13:09dan saya kira dengan apa yang bisa kita saksikan sekarang,
13:13langkah yang diambil Kemhan, kemudian juga sikap yang diambil oleh istana
13:17dalam hal ini sudah disampaikan oleh Bapak Mensesneg,
13:19ini juga merupakan bentuk bahwa ini bisa dievaluasi.
13:24Mbak Bivit silahkan, karena ada komitmen juga dari pemerintah
13:26bahwa ini akan tetap dilanjutkan latihan dasar ini Mbak.
13:29Ya saya kira kita jadi, saya paham ya,
13:31kalau jurubicara dari pemerintah pasti harus perbicaraan normatif.
13:35Jadi saya kira saya tidak,
13:36Mas juga tidak dalam posisi bisa berdebat dengan saya soal ini,
13:40karena ini adalah persoalan yang sifatnya top down.
13:43Persoalan paradigma pemerintah kita yang memang sedang melakukan
13:46upaya militarisasi di segala bidang,
13:49karena pertanyaan besarnya adalah,
13:51kenapa butuh wawasan kebangsaan dan hal-hal lainnya
13:56yang dianggap hanya bisa diberikan oleh militer
13:58kepada manajer kooperasi merah putih?
14:03Apakah saya masih tersambung?
14:04Masih, masih tersambung Mbak, silahkan.
14:06Baik, dan pertanyaan yang sama bisa diberikan kepada
14:10apa relevansi dari retret juga ala militer
14:14kepada seluruh kepala daerah.
14:16Jadi saya kira memang bukan dalam posisi Mas Fad untuk menjelaskan,
14:21karena Mas Fad nanti akan hanya bisa menjelaskan persoalan teknis.
14:24Jadi saya kira di sini yang mesti kita baca secara luas,
14:27pemirsa semuanya, adalah tadi tuh,
14:29kalau misalnya Mas Fad tadi katakan
14:34Mbak Bivit
14:38Kami perbaiki
14:39Mbak Bivit, sorry, tadi terputus lagi tadi.
14:42Apalagi apa yang mau Anda tekankan dari yang tadi mau disampaikan, silahkan.
14:46Boleh diulang lagi?
14:46Iya, baik.
14:48Saya melihatnya, kita mesti tarik ke persoalan mendasar.
14:52Apa yang sedang dilakukan hari ini adalah militarisasi
14:55dan nasionalisme sempit yang harus dicekokkan ke segala lini,
15:00termasuk kepada seluruh manajer kooperasi merah putih yang ada di seluruh Indonesia.
15:04Sebenarnya kalau mau dilihat lebih reflektif lagi dengan helikopter view,
15:09itu yang sekarang ini tengah terjadi.
15:10Jadi tentu saja pemerintah, juru bicara pemerintah harus menjelaskan hal-hal yang secara teknis.
15:16Akan ada evaluasi dan seterusnya dan seterusnya.
15:18Tapi buat saya ini adalah persoalan paradigmatik,
15:21persoalan yang harus kita kaji tentang bagaimana sebenarnya negara ini mau dikelola.
15:26Bahkan SPPI saja mesti kita pertanyakan urgensinya untuk apa yang sekarang tengah kita hadapi sebagai bangsa.
15:33Butuh nggak lawasan kebangsaan?
15:35Butuh nggak rasa nasionalisme untuk level manajer?
15:39Saya pernah juga untuk level manajer ya,
15:41dan cara bekerjaannya bukan seperti ini.
15:43Tapi harus dilihat kompetensi apa yang dibutuhkan,
15:46dan kemudian dibangun pelatihannya.
15:49Oke.
15:51Sudah kami tangkap poinnya di situ Mbak Bifid.
15:53Mas Fad, terakhir singkat saja,
15:55dengan kasus sudah ada lima korban yang meninggal ini,
15:59apakah dari pemerintah akan memberikan kompensasi?
16:00Atau kemudian ada bantuan otopsi untuk mengusut lagi kasus ini?
16:04Ya Tifal, seperti bisa kita dengarkan tadi di konferensi persnya Kemhan gitu ya,
16:11jadi Kemhan sendiri sudah memberikan kepastian bahwa pemulasaraan jenazah gitu ya,
16:16kemudian pengantaran korban gitu ya, ke rumah duka,
16:20itu sudah menjadi bagian dari tanggung jawab penyelenggara dalam hal ini Kemhan dan jajarannya.
16:26Dan tadi juga sudah disampaikan bahwa masing-masing peserta yang meninggal dunia gitu ya,
16:34dalam proses pelatihan ini,
16:36pemerintah berkomitmen gitu ya,
16:38tadi jurubicara Kemhan juga sudah menyampaikan bahwa ada,
16:44ada semacam dana bela sungkawa gitu ya,
16:48atau tidak bisa dikatakan kompensasi gitu ya sebetulnya,
16:52tapi dana bela sungkawa yang disampaikan oleh pemerintah melalui Kementerian Pertahanan gitu ya,
16:57sebagai penyelenggara program SPPI ini,
17:00dan saya kira prosesnya sudah dilakukan oleh penyelenggara,
17:04oleh pihak Kemhan kepada keluarga masing-masing,
17:06peserta yang meninggal dunia dalam program ini.
17:09Oke, Mas Fad, Mbak Bivit, terima kasih banyak sudah mau berdiskusi bersama kami kali ini.
17:13Sehat selalu untuk Anda berdua, selamat malam.
17:14Terima kasih.
Komentar