00:00Aksi unjuk kerasa yang dilakukan mahasiswa menuntut perbaikan ekonomi ternodai.
00:05Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno mengakui menerima uang 20 juta rupiah untuk mengkondisikan aksi.
00:23Terkait uang itu memang saya terima.
00:27Berapa? 20 persen.
00:33Hati-hati loh. Saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo gue tahu itu.
00:47Mahasiswa salah satu pilar penting dalam demokrasi yang selalu lantang menyuarakan suara rakyat.
00:54Lantang dan tegas, nerita rakyat selalu disampaikan kepada penguasa melalui unjuk rasa.
01:01Namun suara lantang mereka kini perlahan sumbang.
01:06Demo mahasiswa Universitas Bung Karno memprotes kondisi ekonomi bangsa di sekitaran kawasan Monas ternoda.
01:14Padahal saat itu perwakilan mahasiswa bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Raka Buming.
01:21Ketua Pem Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi Maludin, akui menerima uang sebesar 20 juta rupiah.
01:30Tujuannya mengkondisikan agar unjuk rasa tidak digelar di istana dan gedung DPR.
01:35Maka dari itu, terkait uang itu memang saya terima 20 persen.
01:46Uang itu sebenarnya, tahu nggak, peruntukannya itu untuk mengalihkan atau untuk yang lain sebenarnya?
01:54Untuk mengalihkan titik aksi di istana.
01:57Mereka suruh untuk tidak aksi di istana dan aksi di DPR.
02:03Kabar ini mengejutkan banyak pihak.
02:06Pihak Rektorat UBK menegaskan telah menonaktifkan sementara Ketua BEM FH UBK.
02:12Proses investigasi dilakukan untuk menelusuri lebih dalam dugaan penerimaan uang tersebut.
02:19Dalam kasus ini kami sudah memanggil Ketua BEM Fakultas Hukum Saudara Abdi
02:24dan dia sudah membuat pengakuan secara resmi kepada kami pihak penikristas
02:29bahwa dia menerima uang sebesar 20 juta melalui Oknum Senior Alundi dari Fakultas Hukum UBK
02:40yang diserahkan oleh Oknum Aparat Kepulsian.
02:46Dalam proses ini, kami sudah membentuk tim investigasi
02:51karena di kami ada komisi etik.
02:54Dalam proses ini kami nanti akan menyelidiki.
02:57Akan bertanya kepada beberapa mahasiswa,
03:01nah baru itu kita akan menjatuhkan sanksi.
03:05Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid,
03:10menilai ada upaya-upaya untuk merusak integritas gerakan mahasiswa belakangan ini.
03:15Pihak-pihak ingin membelokkan gerakan mahasiswa agar sesuai kepentingannya.
03:21Saya melihat memang ada pihak-pihak yang berusaha untuk merusak integritas gerakan mahasiswa saat ini
03:29dengan berbagai cara.
03:31Untuk apa? Untuk mengorkestrasi aksi mereka
03:34yang diharapkan bisa sesuai dengan kepentingan elit gitu ya.
03:39Atau misalnya membelokkan aksi-aksi mereka.
03:42Tetapi sebenarnya cara-cara semacam itu meskipun sudah seringkali dilakukan
03:47tidak selalu berhasil, bahkan sering gagal.
03:51Nah biasanya politisi berada di balik usaha-usaha mengorkestrasi
03:57untuk bisa juga anak didiknya politisi tersebut atau anak luarnya.
04:02Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya mengetahui pihak yang berada
04:08di balik sejumlah aksi demonstrasi belakangan ini.
04:11Namun Presiden tak menyebut siapa yang membayar unjuk rasa
04:15atau unjuk rasa mana yang dibayar.
04:19Prabowo heran ada pihak yang tidak mendukung pemerintahannya bersaing dengan negara lain.
04:25Hati-hati loh, saya kasih peringatan mereka-mereka itu, saya tahu siapa yang bayar-bayar demo,
04:32saya tahu itu.
04:40ditanya anak-anak demo gak ngerti.
04:44Mau demo apa ya?
04:48Kami dibayar 200 ribu.
04:51Tapi ada, saya gak mengerti.
04:54Saudara-saudara kita ini kalau merasa,
04:57apa ya, kalau kita dalam pertandingan gitu ya,
05:01kita jadi supporter kan, kita mendukung satu tim.
05:04Ayo maju, maju, maju.
05:06Negara kita ini lagi bersaing sama banyak negara.
05:11Harusnya,
05:13bangsa ini kompak.
05:15Pengamat komunikasi politik 4,
05:18Kunto Adewi Bowo menyebut,
05:19ungkapan Presiden tersebut untuk menuding elit politik.
05:22Jadi, ketika Pak Prabowo berbicara seperti itu,
05:27maka cara berpikir Pak Prabowo bahwa tidak mungkin ada demonstrasi berskala besar
05:32kalau tidak ada politik yang di belakangnya,
05:35atau tidak ada bohir di belakangnya, kan gitu mbak.
05:38Ini juga jadi bermasalah.
05:40Yang pertama,
05:42mengecilkan gerakan mahasiswa sendiri,
05:45mengecilkan rakyatnya sendiri.
05:46Yang kedua,
05:47juga tidak bisa melihat masalah secara lebih jernih,
05:51dia hanya melihat masalah bahwa ini hanya pertarungan elit.
05:55Padahal,
05:55tuntutan mahasiswa bukanlah itu, kan gitu.
05:58Tuntutan mahasiswa kan lebih pada fiskal,
06:01lalu kemudian perbaiki program-program yang memang sudah kelihatan buruk.
06:08Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia menyebut,
06:12jika ada pihak yang membiayai aksi unjuk rasa hingga berucung ricuh,
06:17akan memiliki sanksi pidana.
06:20Pada titik tertentu,
06:22apabila memang orang-orang yang selama ini dianggap membiayai aksi itu
06:29dan kemudian aksi itu mengarah kepada hal-hal yang sudah tidak terarah lagi,
06:35misalnya mengarah ke anarkis, gitu ya.
06:39Terus kemudian apa yang disampaikan sudah tidak objektif lagi, gitu ya.
06:43Nah, itu sebenarnya bisa dikenakan, dibawa ke masalah ranah hukum, gitu.
06:47Pertama, jadi, ya itu kalaupun memang ada yang bayar-bayar,
06:53ya stoplah bayar-bayar dari mahasiswa ini.
06:56Meski ternoda, akibat adanya mahasiswa yang menerima uang unjuk rasa,
07:02namun Ketua BMUI Yatalatov Mas'un Imawan menegaskan,
07:05mahasiswa tetap solid, menyuarakan suara rakyat,
07:09dan tidak menggadaikan perjuangan mereka hanya demi uang.
07:14Kalau soliditas mahasiswa sebenarnya memang kita tidak ada masalah dalam arti terpecah belah
07:22seperti yang dibicarakan oleh publik, gitu ya.
07:26Karena kami sendiri pun juga tahu bahwa disini sebenarnya bukan masalah kita berbeda arah gerak, gitu.
07:33Karena sebenarnya walaupun kita arah gerak berbeda,
07:36tapi kita sama-sama dalam penderitaan, gitu kan.
07:38Kita sama-sama dalam punya khawatiran, sama-sama punya keinginan untuk Indonesia lebih baik, gitu kan.
07:45Jadi, untuk kita khawatir akan pecah belah, tentu tidak.
07:50Tetapi memang kita selalu membicarakan kepada sesama mahasiswa,
07:53bahkan juga sesama rakyat Indonesia, gitu kan.
07:57Jangan sampai kita menggadaikan kemerdekaan kita yang ada ini, yang tersisa,
08:02untuk menerima aliran-aliran dana yang sifatnya itu hanya sementara, gitu.
08:08Pergerakan mahasiswa seringkali dituntut menjaga kemurnian idealismenya
08:13agar tidak disusupi atau dimanfaatkan oleh kepentingan politik praktis.
08:18Tim Liputan, Kompas TV
Komentar