Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa untuk menuntut perbaikan ekonomi menjadi sorotan. Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno mengakui menerima uang sebesar Rp20 juta untuk mengondisikan aksi.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya mengetahui pihak yang berada di balik sejumlah aksi demonstrasi yang terjadi belakangan ini.

Namun, Presiden tidak menyebut siapa pihak yang membayar aksi unjuk rasa maupun demonstrasi mana yang dimaksud.

Prabowo juga mempertanyakan adanya pihak yang dinilai tidak mendukung pemerintahannya dalam persaingan dengan negara lain.

Sementara itu, pengamat komunikasi politik Universitas Padjadjaran, Kunto Adi Wibowo, menilai pernyataan Presiden tersebut mengarah pada tudingan terhadap elite politik.

#demo #prabowo #mahasiswa

Baca Juga Menkeu Purbaya Ancam Pangkas Anggaran Instansi yang Hambat Investasi di https://www.kompas.tv/ekonomi/677401/menkeu-purbaya-ancam-pangkas-anggaran-instansi-yang-hambat-investasi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/677405/prabowo-sebut-tahu-dalang-aksi-demonstrasi-pengamat-beri-tanggapan-kompas-pagi
Transkrip
00:00Aksi unjuk kerasa yang dilakukan mahasiswa menuntut perbaikan ekonomi ternodai.
00:05Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno mengakui menerima uang 20 juta rupiah untuk mengkondisikan aksi.
00:23Terkait uang itu memang saya terima.
00:27Berapa? 20 persen.
00:33Hati-hati loh. Saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo gue tahu itu.
00:47Mahasiswa salah satu pilar penting dalam demokrasi yang selalu lantang menyuarakan suara rakyat.
00:54Lantang dan tegas, nerita rakyat selalu disampaikan kepada penguasa melalui unjuk rasa.
01:01Namun suara lantang mereka kini perlahan sumbang.
01:06Demo mahasiswa Universitas Bung Karno memprotes kondisi ekonomi bangsa di sekitaran kawasan Monas ternoda.
01:14Padahal saat itu perwakilan mahasiswa bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Raka Buming.
01:21Ketua Pem Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi Maludin, akui menerima uang sebesar 20 juta rupiah.
01:30Tujuannya mengkondisikan agar unjuk rasa tidak digelar di istana dan gedung DPR.
01:35Maka dari itu, terkait uang itu memang saya terima 20 persen.
01:46Uang itu sebenarnya, tahu nggak, peruntukannya itu untuk mengalihkan atau untuk yang lain sebenarnya?
01:54Untuk mengalihkan titik aksi di istana.
01:57Mereka suruh untuk tidak aksi di istana dan aksi di DPR.
02:03Kabar ini mengejutkan banyak pihak.
02:06Pihak Rektorat UBK menegaskan telah menonaktifkan sementara Ketua BEM FH UBK.
02:12Proses investigasi dilakukan untuk menelusuri lebih dalam dugaan penerimaan uang tersebut.
02:19Dalam kasus ini kami sudah memanggil Ketua BEM Fakultas Hukum Saudara Abdi
02:24dan dia sudah membuat pengakuan secara resmi kepada kami pihak penikristas
02:29bahwa dia menerima uang sebesar 20 juta melalui Oknum Senior Alundi dari Fakultas Hukum UBK
02:40yang diserahkan oleh Oknum Aparat Kepulsian.
02:46Dalam proses ini, kami sudah membentuk tim investigasi
02:51karena di kami ada komisi etik.
02:54Dalam proses ini kami nanti akan menyelidiki.
02:57Akan bertanya kepada beberapa mahasiswa,
03:01nah baru itu kita akan menjatuhkan sanksi.
03:05Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid,
03:10menilai ada upaya-upaya untuk merusak integritas gerakan mahasiswa belakangan ini.
03:15Pihak-pihak ingin membelokkan gerakan mahasiswa agar sesuai kepentingannya.
03:21Saya melihat memang ada pihak-pihak yang berusaha untuk merusak integritas gerakan mahasiswa saat ini
03:29dengan berbagai cara.
03:31Untuk apa? Untuk mengorkestrasi aksi mereka
03:34yang diharapkan bisa sesuai dengan kepentingan elit gitu ya.
03:39Atau misalnya membelokkan aksi-aksi mereka.
03:42Tetapi sebenarnya cara-cara semacam itu meskipun sudah seringkali dilakukan
03:47tidak selalu berhasil, bahkan sering gagal.
03:51Nah biasanya politisi berada di balik usaha-usaha mengorkestrasi
03:57untuk bisa juga anak didiknya politisi tersebut atau anak luarnya.
04:02Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya mengetahui pihak yang berada
04:08di balik sejumlah aksi demonstrasi belakangan ini.
04:11Namun Presiden tak menyebut siapa yang membayar unjuk rasa
04:15atau unjuk rasa mana yang dibayar.
04:19Prabowo heran ada pihak yang tidak mendukung pemerintahannya bersaing dengan negara lain.
04:25Hati-hati loh, saya kasih peringatan mereka-mereka itu, saya tahu siapa yang bayar-bayar demo,
04:32saya tahu itu.
04:40ditanya anak-anak demo gak ngerti.
04:44Mau demo apa ya?
04:48Kami dibayar 200 ribu.
04:51Tapi ada, saya gak mengerti.
04:54Saudara-saudara kita ini kalau merasa,
04:57apa ya, kalau kita dalam pertandingan gitu ya,
05:01kita jadi supporter kan, kita mendukung satu tim.
05:04Ayo maju, maju, maju.
05:06Negara kita ini lagi bersaing sama banyak negara.
05:11Harusnya,
05:13bangsa ini kompak.
05:15Pengamat komunikasi politik 4,
05:18Kunto Adewi Bowo menyebut,
05:19ungkapan Presiden tersebut untuk menuding elit politik.
05:22Jadi, ketika Pak Prabowo berbicara seperti itu,
05:27maka cara berpikir Pak Prabowo bahwa tidak mungkin ada demonstrasi berskala besar
05:32kalau tidak ada politik yang di belakangnya,
05:35atau tidak ada bohir di belakangnya, kan gitu mbak.
05:38Ini juga jadi bermasalah.
05:40Yang pertama,
05:42mengecilkan gerakan mahasiswa sendiri,
05:45mengecilkan rakyatnya sendiri.
05:46Yang kedua,
05:47juga tidak bisa melihat masalah secara lebih jernih,
05:51dia hanya melihat masalah bahwa ini hanya pertarungan elit.
05:55Padahal,
05:55tuntutan mahasiswa bukanlah itu, kan gitu.
05:58Tuntutan mahasiswa kan lebih pada fiskal,
06:01lalu kemudian perbaiki program-program yang memang sudah kelihatan buruk.
06:08Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia menyebut,
06:12jika ada pihak yang membiayai aksi unjuk rasa hingga berucung ricuh,
06:17akan memiliki sanksi pidana.
06:20Pada titik tertentu,
06:22apabila memang orang-orang yang selama ini dianggap membiayai aksi itu
06:29dan kemudian aksi itu mengarah kepada hal-hal yang sudah tidak terarah lagi,
06:35misalnya mengarah ke anarkis, gitu ya.
06:39Terus kemudian apa yang disampaikan sudah tidak objektif lagi, gitu ya.
06:43Nah, itu sebenarnya bisa dikenakan, dibawa ke masalah ranah hukum, gitu.
06:47Pertama, jadi, ya itu kalaupun memang ada yang bayar-bayar,
06:53ya stoplah bayar-bayar dari mahasiswa ini.
06:56Meski ternoda, akibat adanya mahasiswa yang menerima uang unjuk rasa,
07:02namun Ketua BMUI Yatalatov Mas'un Imawan menegaskan,
07:05mahasiswa tetap solid, menyuarakan suara rakyat,
07:09dan tidak menggadaikan perjuangan mereka hanya demi uang.
07:14Kalau soliditas mahasiswa sebenarnya memang kita tidak ada masalah dalam arti terpecah belah
07:22seperti yang dibicarakan oleh publik, gitu ya.
07:26Karena kami sendiri pun juga tahu bahwa disini sebenarnya bukan masalah kita berbeda arah gerak, gitu.
07:33Karena sebenarnya walaupun kita arah gerak berbeda,
07:36tapi kita sama-sama dalam penderitaan, gitu kan.
07:38Kita sama-sama dalam punya khawatiran, sama-sama punya keinginan untuk Indonesia lebih baik, gitu kan.
07:45Jadi, untuk kita khawatir akan pecah belah, tentu tidak.
07:50Tetapi memang kita selalu membicarakan kepada sesama mahasiswa,
07:53bahkan juga sesama rakyat Indonesia, gitu kan.
07:57Jangan sampai kita menggadaikan kemerdekaan kita yang ada ini, yang tersisa,
08:02untuk menerima aliran-aliran dana yang sifatnya itu hanya sementara, gitu.
08:08Pergerakan mahasiswa seringkali dituntut menjaga kemurnian idealismenya
08:13agar tidak disusupi atau dimanfaatkan oleh kepentingan politik praktis.
08:18Tim Liputan, Kompas TV
Komentar

Dianjurkan