Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Tiga calon manajer Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih serta Kampung Nelayan Merah Putih meninggal dunia usai menjalani latihan dasar kemiliteran.

Berdasarkan keterangan dari Kementerian Pertahanan, tiga peserta yang meninggal dunia adalah:

Anisa Muyassaroh, yang meninggal dunia usai mengikuti latihan militer di Satuan Pendidikan dan Kejuruan Resimen Induk Daerah Militer VI/Mulawarman, Balikpapan.

Kedua, Yonanda Muhammad Taufiq yang mengikuti pelatihan militer di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Darat Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Ketiga, Novia Rahmadhani Sihotang yang meninggal usai mengikuti latihan militer di Satuan Pendidikan Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta.

Kementerian Pertahanan menegaskan sebelum mengikuti latihan dasar kemiliteran, calon manajer sudah melalui tahapan pemeriksaan kesehatan dan memenuhi persyaratan.

Kodam VI/Mulawarman membenarkan adanya salah satu siswa peserta didik dan pelatihan SPPI Koperasi Desa Merah Putih, Anisa Muyassaroh, meninggal dunia saat mengikuti kegiatan diklat. Kapendam VI/Mulawarman, Kolonel Inf. Gatot Teguh Waluyo, memastikan seluruh prosedur kegiatan telah berjalan sesuai aturan dan tidak melibatkan aktivitas fisik yang berat.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin, menyebut harus ada evaluasi terhadap pelaksanaan latihan dasar kemiliteran calon manajer Koperasi Desa Merah Putih.

TB Hasanuddin bilang salah satu pelatihan yang penting bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih adalah kemampuan manajerial koperasi.

Salah satu keluarga calon manajer Koperasi Desa Merah Putih yang meninggal dunia berharap ada tanggung jawab moral dari instansi terkait dan meminta pemerintah untuk mengevaluasi program pelatihan ini.

Kita bahas bersama Anggota Komisi I DPR Fraksi PKB, Syamsu Rizal, dan Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid.

Baca Juga Buntut 4 Calon Manajer Kopdes Meninggal, TB Hasanuddin: Lebih Baik Latihan Manajemen Koperasi di https://www.kompas.tv/nasional/677353/buntut-4-calon-manajer-kopdes-meninggal-tb-hasanuddin-lebih-baik-latihan-manajemen-koperasi

#kopdes #latihanmiliter #dpr #koperasidesa

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/677357/full-dpr-usman-hamid-soal-kritik-program-latsarmil-buntut-3-calon-manajer-kopdes-yang-meninggal
Transkrip
00:02Tiga calon manajer kooperasi desa dan kelurahan Baraputi serta kampung nelayan Baraputi meninggal dunia
00:08usai menjalani latihan dasar kemiliteran.
00:11Berdasarkan keterangan dari Kementerian Pertahanan, tiga peserta yang meninggal dunia adalah
00:16Anissa Muyasaro yang meninggal dunia usai mengikuti latihan militer di Satuan Pendidikan dan Kejuruan Resimen Induk Daerah Militer 6 Mula
00:26Warman, Balikpapan.
00:27Kedua, Yonanda Muhammad Taufik mengikuti pelatihan militer di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan
00:36dan latihan TNI Angkatan Darat Batu Raja Ogan Kommering Ulu, Sumatera Selatan.
00:42Ketiga, Novia Ramadhani Sihotang yang meninggal usai mengikuti latihan militer di Satuan Pendidikan Pusbahasa Kodiklat AU Jakarta.
00:55Kementerian Pertahanan menegaskan, sebelum mengikuti latihan dasar kemiliteran,
01:00calon manajer sudah melalui tahapan pemeriksaan kesehatan dan memenuhi persyaratan.
01:06Kodam 6 Mula Warman menarkan adanya salah satu siswa peserta didik dan pelatihan SPPI Kooperasi Desa Merah Putih,
01:13Anissa Muyasaro meninggal dunia saat mengikuti kegiatan di iklan.
01:17Kependam 6 Mula Warman, Kolonel Infantrik Gato Tegu Waluyo memastikan
01:22seluruh prosedur kegiatan telah berjalan sesuai aturan dan tidak melibatkan aktivitas fisik yang berat.
01:33Ketan yang dilaksanakan ini sama sekali tidak melibatkan kegiatan fisik,
01:40dalam arti yang lebih condong dominan kepada proses belajar dan mengajak di kelas.
01:49Saya juga memastikan bahwa dalam prosedur penanganan dan saat kejadian sudah dilaksanakan dengan tepat,
01:56dialui dengan pemeriksaan di lapangan, kemudian dibawa ke klinik kesehatan yang ada di Duduk Jur,
02:05karena melihat perkembangan yang terjadi oleh yang kesambutan tidak membaik,
02:10segera dilarikan, dirujukan ke rumah sakit.
02:16Anggota Komisi 1 DAPA dari fraksi PDI Perjuangan, TBH Sanudin menyebut,
02:22harus ada evaluasi terhadap pelaksanaan latihan dasar kemiliteran calon manajer kooperasi Desa Merah Putih.
02:28TBH Sanudin bilang, salah satu pelatihan yang penting bagi calon manajer kooperasi Desa Merah Putih
02:34adalah kemampuan manajerial kooperasi.
02:38Kalau menurut hebat saya harus dievaluasi,
02:41terutama mereka yang mau ikut pelatihan seperti itu harus dicek kesehatannya dengan baik,
02:50sehingga mereka yang masuk kegiatan itu siap untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan fisik
02:56dalam suasana yang panas sekalipun, seperti militer, latihan menembak,
03:03kemudian baris-baris, panas-panasan, ya dikurangi.
03:06Lebih baik diberikan pelatihan tentang manajemen sebuah kooperasi.
03:15Salah satu keluarga calon manajer kooperasi Desa Merah Putih yang meninggal dunia berharap
03:20ada tanggung jawab moral dari instansi terkait
03:23dan meminta pemerintah mengevaluasi program pelatihan ini.
03:27Tim Liputan, Kompas TV
03:35Saudara tiga calon manajer kooperasi Desa Merah Putih meninggal dunia
03:38usai menjalani latihan militer,
03:40kritik pun muncul untuk mengevaluasi program latihan berbasis militer untuk calon manajer ini.
03:46Kita bahas bersama dengan anggota Komisi 1 DPR dari fraksi PKB,
03:50Bang Samsu Rizal dan juga Direktur Sekutif Amnesti Internasional Indonesia,
03:54Mas Usman Hamid, selamat petang semuanya.
03:55Saya ke Mas Usman. Mas Usman, menurut Anda evaluasi apa yang paling urgen
04:00yang harus segera dilakukan dari pelatihan ini?
04:03Tapi jangan dijawab dulu Mas Usman, perbincangannya akan kami lanjutkan.
04:06Saya jeda, tetaplah bersama kami di Kompas TV.
04:20Saudara tiga calon manajer kooperasi Desa Merah Putih meninggal dunia
04:23usai menjalani pelatihan militer, pertanyaan gantung saya tadi ke Mas Usman.
04:28Menurut Anda Mas Usman, jadi evaluasi yang paling urgen dari pelatihan ini apa Mas Usman?
04:33Ya sebenarnya cukup dihentikan lah pelatihan dasar militer untuk calon pengelola kooperasi.
04:40Karena memang tidak tepat menerapkan sistem kemiliteran di dalam pengelolaan kooperasi.
04:47Ini dua hal yang berbeda.
04:49Di dalam kemiliteran, orang diajarkan untuk menjadi commander, bukan menjadi manager.
04:55Di dalam kooperasi, orang diajarkan untuk menjadi manager, bukan sebagai commander.
05:01Commander atau commander itu berorientasi pada keberhasilan misi tempur dalam konteks pertahanan negara.
05:07Makanya tadi Pak TB sampai menyatakan, ya mungkin perlu dievaluasi soal pembinaan fisik.
05:12Dasar-dasar menembak, apa relevansinya misalnya?
05:15Pembinaan fisik semacam itu, baris berbaris misalnya.
05:18Apa relevansinya?
05:20Nah di dalam konteks kooperasi itu kan pada intinya,
05:23dia bertujuan untuk memastikan bahwa para anggota kooperasi misalnya sejahtera,
05:28ada keberlanjutan usaha, ada efektivitas operasional, efesiensi biaya.
05:32Dan itu semuanya nilai-nilai usaha, nilai-nilai sipil, bukan nilai-nilai kemiliteran.
05:37Jadi menurut Anda tidak perlu evaluasi ya, baiknya langsung dihentikan.
05:40Dan Cal setuju dengan apa yang disampaikan Mas Usman,
05:43dan sebenarnya dengan kasus ini, pengawasan yang dilakukan Komisi 1 seperti apa?
05:48Ya, yang pertama tentu kita menyampaikan perut berduka cita berbelasung kawal
05:53untuk keluarga Almarhumah Anissa Muyasarok, kemudian Mataulah Ramadhani Siyotang,
06:00kemudian Yonan de Muhammad Taufik, dan tentu kita tidak ingin ini terjadi lagi.
06:04Saya setuju, pada dasarnya kami setuju bahwa program ini kalau tidak ada jaminan
06:09itu mesti dihentikan lebih dahulu.
06:11Karena memang orientasinya sedikit berbeda.
06:14Karena orientasi dari pelatihan ini sebenarnya bukan saja ansi pada
06:18pembentukan karakter di manajerialnya, tetapi karena SPP ini mendapatkan tugas tambahan
06:25sebagai komando cadangan.
06:27Sehingga siapapun yang mendaftar atau dianggap masuk dalam struktur atau infrastruktur komando cadangan,
06:35itu mesti mengikuti latihan-latihan dasar kemiliteran.
06:39Karena mereka juga nanti akan mendapatkan banyak wawasan-wawasan berbasis perspektif pertahanan.
06:46Nah, disinilah missing link-nya yang dianggap bisa saja ada gap yang terlalu tajam
06:53antara yang pelatihan non-militer dengan yang pelatihan militer itu.
06:58Sehingga tujuan utamanya itu menjadi kabur atau menjadi hilang.
07:02Bahkan kesiapan mental dan psikologi, kemudian kesiapan fisiknya itu menjadi tidak kondusif.
07:08Nah, ini yang penting untuk dipahami bahwa memang seperti yang disampaikan Pak Uthman tadi,
07:12ada perbedaan orientasi dan ini yang kemudian dipaksakan pada sistem tertentu.
07:18Yang 100% sipil misalnya, untuk manajerial.
07:23Niatnya baik, niatnya bagus sekali supaya ada perspektif yang kira-kira komprehensif lah.
07:30Untuk menjadi seorang manajer, dia juga perlu paham lingkungan strategis,
07:34memiliki kemampuan fisik dan mental yang bagus, dan seterusnya.
07:37Tetapi ternyata, apa yang kita inginkan ini belum tentu bisa terserap dan teradaptasi dengan baik
07:43di seluruh peserta manajerial.
07:46Dan kalau ini ada sampai berulang-ulang, kemudian menjadi sampai tiga orang korban ini,
07:51kita sangat sayangkan.
07:53Karena ini menyangkut masalah masa depan bangsa Indonesia,
07:55anak-anak muda kita, yang tentu dengan niat yang tulus untuk bisa berbagi kepada dosaran bangsa,
08:01melalui SPPI ini ternyata harus berakhir tragis.
08:04Ini menjadi tragedi bagi dunia komponen cadangan kita,
08:08dan ini tentu menjadi perhatian kita.
08:10Pada hari pertama pun langsung kita sudah sampaikan untuk diingatkan,
08:14kemudian bertambah korban menjadi dua,
08:16kemudian muncul lagi terakhir itu hari Ahad kemarin jadi Tia,
08:21Jumat kemarin, Rabu kemarin jadi tiga.
08:23Tentu ini menjadi peringatan yang sangat ekstrim lah.
08:28Peringatan yang sangat ekstrim, dan sebenarnya ini juga betul-betul harus dievaluasi.
08:32Kalau Mas Usman sendiri melihatnya sebenarnya,
08:34kalau seandainya oke Mas Usman ingin ini dihentikan,
08:38tapi untuk proses investigasi apakah perlu dilakukan,
08:41mengingat ini ada tiga calon manajer yang akhirnya meninggal dunia dalam masa latihan ini?
08:47Investigasi itu wajib.
08:49Wajib untuk kita mengetahui,
08:52apa sebab-musabak dari kematian tiga orang calon pengelola kooperasi.
08:56Apakah sebab-sebab kematian mereka merupakan sebab yang wajar, yang alamiah?
09:03Atau sebab-sebab yang tidak alamiah?
09:06Sebab-sebab wajar, misalnya mungkin kecelakaan kerja,
09:09atau yang sifatnya katakanlah kesehatan yang sudah memang tidak memungkinkan,
09:15atau sebaliknya,
09:16sebab-sebab yang tidak wajar,
09:19misalnya diberikan pembinaan fisik yang berlebihan.
09:21Lagi-lagi, kita ini mau membangun, menghasilkan manajer dari sebuah kooperasi,
09:28yang orientasinya mensejahterakan anggota,
09:31mengambil keputusan berdasarkan musyawarah,
09:34yang demokratis, yang dialogis.
09:36Kita bukan sedang mau menghasilkan komender-komender,
09:40yang berbeda dengan manajer-manajer.
09:42Kalau komender itu tepat di dalam lingkungan militer,
09:46benar di dalam lingkungan militer,
09:47dan dibutuhkan karena ingin mengambil keputusan secara cepat,
09:51terutama dalam situasi darurat.
09:53Garis komandonya pun digunakan secara top-down.
09:57Nah, sekarang pemerintah harus tegas dalam mengambil keputusan.
10:02Tadi Pak Dengice juga menjelaskan,
10:04ini ternyata calon pengelola kooperasi ini juga disiapkan
10:07sebagai komponen cadangan bela negara.
10:09Loh, sebenarnya kita mau membangun komponen cadangan bela negara
10:13di bidang pertahanan,
10:15atau kita mau membangun kesejahteraan ekonomi
10:18melalui bentuk sistem ekonomi kooperasi.
10:20Ini kan dua hal yang berbeda.
10:23Sehingga Anda mendorong,
10:24investigasi itu penting dilakukan untuk mengenguak.
10:27Sebenarnya penyebab dari meninggalnya tiga calon manajer ini seperti apa?
10:30Kalau dari Dengice sendiri,
10:32langkah yang nantinya akan diambil oleh Komisi 1,
10:34akan bagaimana dalam mengawal investigasi yang didorong untuk dilakukan?
10:39Yang pertama kita sudah sampaikan secara organisasi,
10:43kita sudah sampaikan pada rapat terdahulu,
10:45kemudian pimpinan juga sudah berkoordinasi dengan pimpinan TNI,
10:48dan tentunya ini menjadi warning bahwa ada,
10:51sekali lagi saya ulang,
10:53ada gap pemahaman yang sangat mendasar
10:56antara apa yang dipahami oleh saudara-saudara kita di TNI itu,
11:01standarnya berbeda.
11:02Nah termasuk dalam proses seleksi awal itu,
11:07barangkali tidak mampu memunculkan penyakit-penyakit bawaan atau komorbit,
11:11sehingga perlakuan sama untuk seluruh peserta.
11:15Dan ini yang mesti teridentifikasi dengan baik.
11:18Sehingga materi yang dipakai dalam konteks komponen cadangan ini,
11:22mesti diadaptasikan.
11:24Ya seperti yang disampaikan tadi Pak Uthman juga tadi,
11:26bahwa ada prinsip yang berbeda,
11:28bahwa di sini yang kita mau latih adalah manajerial.
11:31Mereka akan menjadi manajer yang akan memanage,
11:34bukan mengambil keputusan secara personal,
11:37tetapi keputusan yang sifatnya lebih kolektif,
11:40mesyawara,
11:41namanya juga kooperasi,
11:42seperti mesyawara.
11:43Jadi benar bahwa mereka ingin supaya kita punya manajer-manajer
11:48yang punya ketahanan fisik,
11:50ketahanan mental,
11:51kemudian punya endurance yang kuat,
11:53tetapi model untuk sampai ke sana itu,
11:56penting untuk dimodifikasi,
11:58diadaptasi,
11:58sehingga tidak perlu ada jatuh korban yang harusnya bisa kita hindari.
12:04Sehingga Anda juga mendorong ya proses investigasi ini ya,
12:06sehingga terkuat.
12:07Sebenarnya apa penyebab dari meninggalnya tiga calon manajer ini ya,
12:11Bang Daengcal ya?
12:13Iya,
12:13kalau apa yang disampaikan oleh Kapus Penmula Warman tadi itu,
12:17itu jelas bahwa mereka tidak mengalami,
12:20atau tidak diberikan latihan dasar militer untuk para militer,
12:25mereka terlebih banyak di dalam kelas.
12:27Berarti kalau tidak ada tempaan fisik yang berlebihan,
12:31berarti memang standarnya yang agak rendah.
12:34Berarti misalnya memang fisiknya yang tidak,
12:37lagi tidak kondusif atau lagi tidak fit.
12:39Baik, saya sudah tangkap poinnya, Daengcal.
12:41Mesti diinvestigasi.
12:42Baik, ini yang kita nantikan bersama.
12:43Terima kasih anggota Komisi 1 DPR dari Praksi PKB,
12:46Bang Sam Surijal,
12:47dan juga Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia,
12:50Bang Usman Hamid,
12:50telah berbagi perspektifnya dan informasinya di Kompas Petang.
12:52Salam sehat semuanya.
Komentar

Dianjurkan