00:02Tiga calon manajer kooperasi desa dan kelurahan Baraputi serta kampung nelayan Baraputi meninggal dunia
00:08usai menjalani latihan dasar kemiliteran.
00:11Berdasarkan keterangan dari Kementerian Pertahanan, tiga peserta yang meninggal dunia adalah
00:16Anissa Muyasaro yang meninggal dunia usai mengikuti latihan militer di Satuan Pendidikan dan Kejuruan Resimen Induk Daerah Militer 6 Mula
00:26Warman, Balikpapan.
00:27Kedua, Yonanda Muhammad Taufik mengikuti pelatihan militer di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan
00:36dan latihan TNI Angkatan Darat Batu Raja Ogan Kommering Ulu, Sumatera Selatan.
00:42Ketiga, Novia Ramadhani Sihotang yang meninggal usai mengikuti latihan militer di Satuan Pendidikan Pusbahasa Kodiklat AU Jakarta.
00:55Kementerian Pertahanan menegaskan, sebelum mengikuti latihan dasar kemiliteran,
01:00calon manajer sudah melalui tahapan pemeriksaan kesehatan dan memenuhi persyaratan.
01:06Kodam 6 Mula Warman menarkan adanya salah satu siswa peserta didik dan pelatihan SPPI Kooperasi Desa Merah Putih,
01:13Anissa Muyasaro meninggal dunia saat mengikuti kegiatan di iklan.
01:17Kependam 6 Mula Warman, Kolonel Infantrik Gato Tegu Waluyo memastikan
01:22seluruh prosedur kegiatan telah berjalan sesuai aturan dan tidak melibatkan aktivitas fisik yang berat.
01:33Ketan yang dilaksanakan ini sama sekali tidak melibatkan kegiatan fisik,
01:40dalam arti yang lebih condong dominan kepada proses belajar dan mengajak di kelas.
01:49Saya juga memastikan bahwa dalam prosedur penanganan dan saat kejadian sudah dilaksanakan dengan tepat,
01:56dialui dengan pemeriksaan di lapangan, kemudian dibawa ke klinik kesehatan yang ada di Duduk Jur,
02:05karena melihat perkembangan yang terjadi oleh yang kesambutan tidak membaik,
02:10segera dilarikan, dirujukan ke rumah sakit.
02:16Anggota Komisi 1 DAPA dari fraksi PDI Perjuangan, TBH Sanudin menyebut,
02:22harus ada evaluasi terhadap pelaksanaan latihan dasar kemiliteran calon manajer kooperasi Desa Merah Putih.
02:28TBH Sanudin bilang, salah satu pelatihan yang penting bagi calon manajer kooperasi Desa Merah Putih
02:34adalah kemampuan manajerial kooperasi.
02:38Kalau menurut hebat saya harus dievaluasi,
02:41terutama mereka yang mau ikut pelatihan seperti itu harus dicek kesehatannya dengan baik,
02:50sehingga mereka yang masuk kegiatan itu siap untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan fisik
02:56dalam suasana yang panas sekalipun, seperti militer, latihan menembak,
03:03kemudian baris-baris, panas-panasan, ya dikurangi.
03:06Lebih baik diberikan pelatihan tentang manajemen sebuah kooperasi.
03:15Salah satu keluarga calon manajer kooperasi Desa Merah Putih yang meninggal dunia berharap
03:20ada tanggung jawab moral dari instansi terkait
03:23dan meminta pemerintah mengevaluasi program pelatihan ini.
03:27Tim Liputan, Kompas TV
03:35Saudara tiga calon manajer kooperasi Desa Merah Putih meninggal dunia
03:38usai menjalani latihan militer,
03:40kritik pun muncul untuk mengevaluasi program latihan berbasis militer untuk calon manajer ini.
03:46Kita bahas bersama dengan anggota Komisi 1 DPR dari fraksi PKB,
03:50Bang Samsu Rizal dan juga Direktur Sekutif Amnesti Internasional Indonesia,
03:54Mas Usman Hamid, selamat petang semuanya.
03:55Saya ke Mas Usman. Mas Usman, menurut Anda evaluasi apa yang paling urgen
04:00yang harus segera dilakukan dari pelatihan ini?
04:03Tapi jangan dijawab dulu Mas Usman, perbincangannya akan kami lanjutkan.
04:06Saya jeda, tetaplah bersama kami di Kompas TV.
04:20Saudara tiga calon manajer kooperasi Desa Merah Putih meninggal dunia
04:23usai menjalani pelatihan militer, pertanyaan gantung saya tadi ke Mas Usman.
04:28Menurut Anda Mas Usman, jadi evaluasi yang paling urgen dari pelatihan ini apa Mas Usman?
04:33Ya sebenarnya cukup dihentikan lah pelatihan dasar militer untuk calon pengelola kooperasi.
04:40Karena memang tidak tepat menerapkan sistem kemiliteran di dalam pengelolaan kooperasi.
04:47Ini dua hal yang berbeda.
04:49Di dalam kemiliteran, orang diajarkan untuk menjadi commander, bukan menjadi manager.
04:55Di dalam kooperasi, orang diajarkan untuk menjadi manager, bukan sebagai commander.
05:01Commander atau commander itu berorientasi pada keberhasilan misi tempur dalam konteks pertahanan negara.
05:07Makanya tadi Pak TB sampai menyatakan, ya mungkin perlu dievaluasi soal pembinaan fisik.
05:12Dasar-dasar menembak, apa relevansinya misalnya?
05:15Pembinaan fisik semacam itu, baris berbaris misalnya.
05:18Apa relevansinya?
05:20Nah di dalam konteks kooperasi itu kan pada intinya,
05:23dia bertujuan untuk memastikan bahwa para anggota kooperasi misalnya sejahtera,
05:28ada keberlanjutan usaha, ada efektivitas operasional, efesiensi biaya.
05:32Dan itu semuanya nilai-nilai usaha, nilai-nilai sipil, bukan nilai-nilai kemiliteran.
05:37Jadi menurut Anda tidak perlu evaluasi ya, baiknya langsung dihentikan.
05:40Dan Cal setuju dengan apa yang disampaikan Mas Usman,
05:43dan sebenarnya dengan kasus ini, pengawasan yang dilakukan Komisi 1 seperti apa?
05:48Ya, yang pertama tentu kita menyampaikan perut berduka cita berbelasung kawal
05:53untuk keluarga Almarhumah Anissa Muyasarok, kemudian Mataulah Ramadhani Siyotang,
06:00kemudian Yonan de Muhammad Taufik, dan tentu kita tidak ingin ini terjadi lagi.
06:04Saya setuju, pada dasarnya kami setuju bahwa program ini kalau tidak ada jaminan
06:09itu mesti dihentikan lebih dahulu.
06:11Karena memang orientasinya sedikit berbeda.
06:14Karena orientasi dari pelatihan ini sebenarnya bukan saja ansi pada
06:18pembentukan karakter di manajerialnya, tetapi karena SPP ini mendapatkan tugas tambahan
06:25sebagai komando cadangan.
06:27Sehingga siapapun yang mendaftar atau dianggap masuk dalam struktur atau infrastruktur komando cadangan,
06:35itu mesti mengikuti latihan-latihan dasar kemiliteran.
06:39Karena mereka juga nanti akan mendapatkan banyak wawasan-wawasan berbasis perspektif pertahanan.
06:46Nah, disinilah missing link-nya yang dianggap bisa saja ada gap yang terlalu tajam
06:53antara yang pelatihan non-militer dengan yang pelatihan militer itu.
06:58Sehingga tujuan utamanya itu menjadi kabur atau menjadi hilang.
07:02Bahkan kesiapan mental dan psikologi, kemudian kesiapan fisiknya itu menjadi tidak kondusif.
07:08Nah, ini yang penting untuk dipahami bahwa memang seperti yang disampaikan Pak Uthman tadi,
07:12ada perbedaan orientasi dan ini yang kemudian dipaksakan pada sistem tertentu.
07:18Yang 100% sipil misalnya, untuk manajerial.
07:23Niatnya baik, niatnya bagus sekali supaya ada perspektif yang kira-kira komprehensif lah.
07:30Untuk menjadi seorang manajer, dia juga perlu paham lingkungan strategis,
07:34memiliki kemampuan fisik dan mental yang bagus, dan seterusnya.
07:37Tetapi ternyata, apa yang kita inginkan ini belum tentu bisa terserap dan teradaptasi dengan baik
07:43di seluruh peserta manajerial.
07:46Dan kalau ini ada sampai berulang-ulang, kemudian menjadi sampai tiga orang korban ini,
07:51kita sangat sayangkan.
07:53Karena ini menyangkut masalah masa depan bangsa Indonesia,
07:55anak-anak muda kita, yang tentu dengan niat yang tulus untuk bisa berbagi kepada dosaran bangsa,
08:01melalui SPPI ini ternyata harus berakhir tragis.
08:04Ini menjadi tragedi bagi dunia komponen cadangan kita,
08:08dan ini tentu menjadi perhatian kita.
08:10Pada hari pertama pun langsung kita sudah sampaikan untuk diingatkan,
08:14kemudian bertambah korban menjadi dua,
08:16kemudian muncul lagi terakhir itu hari Ahad kemarin jadi Tia,
08:21Jumat kemarin, Rabu kemarin jadi tiga.
08:23Tentu ini menjadi peringatan yang sangat ekstrim lah.
08:28Peringatan yang sangat ekstrim, dan sebenarnya ini juga betul-betul harus dievaluasi.
08:32Kalau Mas Usman sendiri melihatnya sebenarnya,
08:34kalau seandainya oke Mas Usman ingin ini dihentikan,
08:38tapi untuk proses investigasi apakah perlu dilakukan,
08:41mengingat ini ada tiga calon manajer yang akhirnya meninggal dunia dalam masa latihan ini?
08:47Investigasi itu wajib.
08:49Wajib untuk kita mengetahui,
08:52apa sebab-musabak dari kematian tiga orang calon pengelola kooperasi.
08:56Apakah sebab-sebab kematian mereka merupakan sebab yang wajar, yang alamiah?
09:03Atau sebab-sebab yang tidak alamiah?
09:06Sebab-sebab wajar, misalnya mungkin kecelakaan kerja,
09:09atau yang sifatnya katakanlah kesehatan yang sudah memang tidak memungkinkan,
09:15atau sebaliknya,
09:16sebab-sebab yang tidak wajar,
09:19misalnya diberikan pembinaan fisik yang berlebihan.
09:21Lagi-lagi, kita ini mau membangun, menghasilkan manajer dari sebuah kooperasi,
09:28yang orientasinya mensejahterakan anggota,
09:31mengambil keputusan berdasarkan musyawarah,
09:34yang demokratis, yang dialogis.
09:36Kita bukan sedang mau menghasilkan komender-komender,
09:40yang berbeda dengan manajer-manajer.
09:42Kalau komender itu tepat di dalam lingkungan militer,
09:46benar di dalam lingkungan militer,
09:47dan dibutuhkan karena ingin mengambil keputusan secara cepat,
09:51terutama dalam situasi darurat.
09:53Garis komandonya pun digunakan secara top-down.
09:57Nah, sekarang pemerintah harus tegas dalam mengambil keputusan.
10:02Tadi Pak Dengice juga menjelaskan,
10:04ini ternyata calon pengelola kooperasi ini juga disiapkan
10:07sebagai komponen cadangan bela negara.
10:09Loh, sebenarnya kita mau membangun komponen cadangan bela negara
10:13di bidang pertahanan,
10:15atau kita mau membangun kesejahteraan ekonomi
10:18melalui bentuk sistem ekonomi kooperasi.
10:20Ini kan dua hal yang berbeda.
10:23Sehingga Anda mendorong,
10:24investigasi itu penting dilakukan untuk mengenguak.
10:27Sebenarnya penyebab dari meninggalnya tiga calon manajer ini seperti apa?
10:30Kalau dari Dengice sendiri,
10:32langkah yang nantinya akan diambil oleh Komisi 1,
10:34akan bagaimana dalam mengawal investigasi yang didorong untuk dilakukan?
10:39Yang pertama kita sudah sampaikan secara organisasi,
10:43kita sudah sampaikan pada rapat terdahulu,
10:45kemudian pimpinan juga sudah berkoordinasi dengan pimpinan TNI,
10:48dan tentunya ini menjadi warning bahwa ada,
10:51sekali lagi saya ulang,
10:53ada gap pemahaman yang sangat mendasar
10:56antara apa yang dipahami oleh saudara-saudara kita di TNI itu,
11:01standarnya berbeda.
11:02Nah termasuk dalam proses seleksi awal itu,
11:07barangkali tidak mampu memunculkan penyakit-penyakit bawaan atau komorbit,
11:11sehingga perlakuan sama untuk seluruh peserta.
11:15Dan ini yang mesti teridentifikasi dengan baik.
11:18Sehingga materi yang dipakai dalam konteks komponen cadangan ini,
11:22mesti diadaptasikan.
11:24Ya seperti yang disampaikan tadi Pak Uthman juga tadi,
11:26bahwa ada prinsip yang berbeda,
11:28bahwa di sini yang kita mau latih adalah manajerial.
11:31Mereka akan menjadi manajer yang akan memanage,
11:34bukan mengambil keputusan secara personal,
11:37tetapi keputusan yang sifatnya lebih kolektif,
11:40mesyawara,
11:41namanya juga kooperasi,
11:42seperti mesyawara.
11:43Jadi benar bahwa mereka ingin supaya kita punya manajer-manajer
11:48yang punya ketahanan fisik,
11:50ketahanan mental,
11:51kemudian punya endurance yang kuat,
11:53tetapi model untuk sampai ke sana itu,
11:56penting untuk dimodifikasi,
11:58diadaptasi,
11:58sehingga tidak perlu ada jatuh korban yang harusnya bisa kita hindari.
12:04Sehingga Anda juga mendorong ya proses investigasi ini ya,
12:06sehingga terkuat.
12:07Sebenarnya apa penyebab dari meninggalnya tiga calon manajer ini ya,
12:11Bang Daengcal ya?
12:13Iya,
12:13kalau apa yang disampaikan oleh Kapus Penmula Warman tadi itu,
12:17itu jelas bahwa mereka tidak mengalami,
12:20atau tidak diberikan latihan dasar militer untuk para militer,
12:25mereka terlebih banyak di dalam kelas.
12:27Berarti kalau tidak ada tempaan fisik yang berlebihan,
12:31berarti memang standarnya yang agak rendah.
12:34Berarti misalnya memang fisiknya yang tidak,
12:37lagi tidak kondusif atau lagi tidak fit.
12:39Baik, saya sudah tangkap poinnya, Daengcal.
12:41Mesti diinvestigasi.
12:42Baik, ini yang kita nantikan bersama.
12:43Terima kasih anggota Komisi 1 DPR dari Praksi PKB,
12:46Bang Sam Surijal,
12:47dan juga Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia,
12:50Bang Usman Hamid,
12:50telah berbagi perspektifnya dan informasinya di Kompas Petang.
12:52Salam sehat semuanya.
Komentar