Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


KOMPAS.TV - Persiapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam pelaksanaannya menimbulkan sejumlah polemik di masyarakat.

Sejumlah pihak menilai perlu adanya evaluasi agar program berjalan lebih tepat sasaran. Lantas, perbaikan apa yang akan dilakukan? Apakah MBG harus fokus khusus menangani stunting dan tidak dibagikan kepada seluruh siswa?

Hal tersebut akan dibahas bersama Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Gerindra, Bahtra Banong, serta dari MBG Watch, Emmy Astuti.

#mbg #perencanaanmbg #luhutbinsarpandjaitan

Baca Juga [FULL] Ray Rangkuti dan Mardiansyah Semar Soroti Tujuan Jokowi Blusukan, Bantu Elektabilitas Gibran? di https://www.kompas.tv/nasional/677334/full-ray-rangkuti-dan-mardiansyah-semar-soroti-tujuan-jokowi-blusukan-bantu-elektabilitas-gibran



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/677335/full-mbg-watch-komisi-ii-dpr-bahas-pernyataan-luhut-soal-perencanaan-mbg-belum-matang
Transkrip
00:00Ketua Dewan Ekonomi Nasional menyinggung belung matangnya persiapan program makan bergizi gratis
00:04sehingga selama pelaksanaannya menimbulkan banyak polemik.
00:07Lalu perbaikan apa yang harusnya dilakukan?
00:09Apakah MBG harus fokus khusus untuk menangani stunting dan tidak dibagikan kepada seluruh siswa?
00:14Saya akan berdiskusi dengan para narasumber di Studio Menara Kompas
00:17sudah bergabung Wakil Ketua Komisi 2 DPR RI dari fraksi Partai Gerindra, Bahtra Banong.
00:22Assalamualaikum Pak Bahtra, apa kabar Pak?
00:23Assalamualaikum, selamat malam.
00:24Waalaikumsalam, terima kasih sudah mau datang ke Studio Kompas TV malam hari ini.
00:27Sementara lewat sambungan dalam jaringan bergabung bersama kami, Emy Astuti dari MBG Watch.
00:33Selamat malam, Bu Emy dengan Tifal di sini, Bu.
00:35Ya, selamat malam.
00:37Terima kasih sudah mau meluangkan waktu berbicara bersama kami.
00:39Pernyataan Pak Luhut yang saya cermati, poin pertama,
00:42ide-ide besar Presiden seharusnya diiringi dengan perencanaan yang lebih komprehensif.
00:47Teman-teman dari MBG Watch sudah mencatat masalah tata kelola yang masih jadi PR besar
00:52dalam pelaksanaan program prioritas dengan jumlah penerima manfaat yang cukup besar ini.
00:56Hal mendasar apa dari tata kelola itu yang menurut Anda rasanya masih belum jadi atensi sejauh ini?
01:02Bu Emy.
01:03Ya, jadi kalau masalah tata kelola ini kan yang paling krusial ini adanya ketidaktransparan ya,
01:11terus kemudian ada indikasi korupsi ya,
01:15kita sudah menyaksikan bagaimana penangkapan ketua BGN dan wakil ketuanya,
01:20terus kemudian lain lagi kolusi, nepotisme di dalam.
01:23Nah, ini yang masih menjadi masalah di dalam tata kelola MBG ini.
01:29Dan studi MBG Watch itu kan dari awal sudah menyampaikan kepada para pengambil kebijakan,
01:36kepada publik, bahwa ada potensi korupsi di dalamnya, tata kelola yang buruk.
01:41Itu sudah kami rilis, tapi itu tidak diperhatikan sama sekali.
01:44Nah, ada kasus-kasus kejadian luar biasa yang tercatat,
01:48449 kejadian luar biasa dan juga berdampak pada 39 orang, keracunan hingga saat ini.
01:57Nah, ini yang sebenarnya seharusnya pemerintah ini dari awal memikirkan dan mendesain program ini sematang mungkin,
02:06baseline-nya seperti apa,
02:08terus kemudian untuk mencapai visi meningkatkan sumber daya manusia,
02:14mengurangi angka stunting,
02:15itu tidak cukup dengan satu kegiatan saja, dengan bagi-bagi makanan.
02:20Nah, ini yang desain dari program ini dari awal pun kita sudah kritisi.
02:26Nah, target-target selama 5 tahun itu kan harusnya jelas,
02:29dalam setahun itu targetnya apa dan intervensi kegiatannya apa.
02:33Target 2 tahun apa, target 3 tahun, target 4 tahun dan hingga 5 tahun.
02:38Nah, dalam target 1 tahun misalnya, seharusnya kan disiapkan dulu sistem tata kelolanya yang baik,
02:45mekanisme tendernya dilakukan secara terbuka,
02:48ada katalog di situ,
02:51perkuraman yang digital ya,
02:53perkuraman digital,
02:54nah ini yang tidak disiapkan dengan baik.
02:57Bukankah dalam 1 tahun pertama waktu itu dari Kepala BKN saat itu,
03:00yang sekarang bertanggung jawab dalam kasus swab ini,
03:02sudah pernah mengumumkan Bu Emy,
03:04soal angka-angka itu tadi,
03:06angka-angka SPPG, target penerima manfaatnya bertambah,
03:08apakah itu kurang cukup, tidak cukup?
03:10Kenapa Mas?
03:12Halo?
03:13Ya Bu Emy, apakah,
03:15karena begini,
03:15kalau kemudian masalah target yang Anda catat,
03:17tahun lalu saat Dadan masih menjabat sebagai Kepala BKN,
03:22dia kan sudah pernah mengumumkan beberapa kali,
03:24target SPPG bertambah setiap waktu,
03:26kemudian target penerima manfaat setiap waktu bertambah,
03:28apakah itu kurang cukup menurut Anda?
03:32Kenapa sih harus menambah-menambah target SPPG?
03:35Kenapa tidak fokus kepada peningkatan kualitas,
03:40kualitas makanan bergisi gratis ini,
03:43kenapa terus menambah ekspansi,
03:45mau membuka ke negara lain,
03:48ekspansi ke Arab Saudi?
03:50Nah, ini kenapa tidak dipikirkan perbaikan tata kelolanya,
03:54justru mau menambah dapur?
03:55Ini yang tidak jelas,
03:57bahkan ada satu dapur itu bisa dikelola oleh 40,
04:06memiliki 40 dapur ya,
04:07satu yayasan bisa memiliki 40 dapur.
04:10Itu artinya apa?
04:11Tata kelolanya sangat serampangan,
04:13sangat buruk gitu.
04:14Oke.
04:15Nah, ini yang apa ya,
04:18desain dan perspektif mereka ini yang kurang jelas,
04:21jadi tidak cukup niat baik,
04:25tetapi program ini tidak didesain dengan baik,
04:28resiko mitigasinya tidak ada,
04:31evaluasi monitoringnya itu dalam setahun tidak ada.
04:35Kalau di dalam desain kan harus jelas,
04:38apakah monitoringnya itu akan dilakukan per triwulan,
04:41atau enam bulan,
04:42kemudian evaluasi satu tahun,
04:45ini kan tidak ada evaluasi.
04:47Sudah kami tangkapinya di situ?
04:49Pak Bahtra, sorry,
04:50saya harus kasih giliran ke Pak Bahtra sekarang.
04:52Bu Emi, sorry, tahan dulu.
04:53Pak Bahtra,
04:54kalau Anda sepakat dengan pernyataan Bu Emi,
04:56bahwa dalam perjalanan satu setengah tahun ini,
04:58belum jelas tolak ukur secara kualitas dari MBG ini,
05:02makanya kemudian muncul masalah tata kelola seperti ini?
05:04Saya pikir ini kan dari waktu ke waktu,
05:06terus dilakukan evaluasi ya,
05:09terutama dengan kejadian kemarin,
05:13tentu Pak Presiden sudah menginstruksikan dengan jelas,
05:16bahwa dengan adanya peristiwa-peristiwa yang kita anggap,
05:19ada tata kelola yang kurang baik,
05:23terus kemudian penerima manfaat yang dianggap belum tepat sasaran,
05:27terus kemudian bahwa mungkin dengan,
05:29apa namanya,
05:30kalau misalnya Recovusim program ini dilakukan,
05:34tentu pasti ada juga penyesuaian-penyesuaian anggaran,
05:36yang pada akhirnya nanti bisa dilakukan,
05:38atau berefek kepada penghematan anggaran,
05:40dan sekarang itu saya pikir sudah dilakukan semua ya,
05:44dalam rangka menjalankan instruksi Presiden,
05:47terus kemudian Kepala BGN yang baru,
05:49kalau kita lihat positif sekali ya hasil kerjanya,
05:51bahwa kemarin Wakil Kepala BGN sudah mengumumkan,
05:55bahwa pada saat libur sekolah dihentikan sementara waktu,
05:59terus kemudian Recovusim programnya,
06:01terutama soal kita berbicara penerima manfaat,
06:04lebih fokus lagi kepada betul-betul daerah yang kita kategorikan,
06:08misalnya 3T atau daerah-daerah yang benar-benar memang,
06:11membutuhkan soal makan bergisi ini.
06:14Itu kan setelah dengan posisi dari pejabat yang baru,
06:16dan setelah ada pembenahan saat ini,
06:17tapi kalau Anda lihat dari satu setengah tahun sebelumnya,
06:20saat masih dijabat oleh dadan yang tersangka dalam kasus permainan tata kelola ini,
06:24Anda melihat juga ada hal yang sama,
06:26ada perencanaan yang tidak matang di situ?
06:27Ya, pemerintah kan terus melakukan pembenahan dari waktu ke waktu,
06:30dan saya pikir Pak Presiden tidak tinggal diam,
06:34tentu Pak Presiden banyak sekali melakukan evaluasi-evaluasi
06:38terkait dengan keberadaan program strategi sini,
06:42karena ini memang kan wajah depan program pemerintah pusat,
06:47dan tentu pasti yang namanya wajah depan program pemerintah pusat,
06:50pasti selalu dimonitoring,
06:51pasti selalu dievaluasi dari waktu ke waktu,
06:55dan itu juga yang membuat pada akhirnya Presiden mengambil keputusan,
06:59kesimpulan untuk memberhentikan ketiga pimpinan BGN itu,
07:03karena itu kan dilakukan evaluasi dari waktu ke waktu,
07:06jadi ini semua sejalan dengan apa yang menjadi keinginan dan kehendak Presiden,
07:11bahwa program ini harus betul-betul terlaksana, tercapai,
07:15tentu harus tepat sasaran, tepat guna,
07:18pengolahan yang tidak ada penyimpangan,
07:20pengolahan yang tanpa ada misalnya korupsi di sana,
07:23atau pengolahan yang jujur,
07:25sehingga program strategis terkait dengan MBG ini
07:29betul-betul bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,
07:32terutama yang betul-betul membutuhkan.
07:35Oke, nah ini ada pernyataan dari Pak LBP juga,
07:37Pak Luhut juga bilang begini,
07:38kenapa harus sekaligus,
07:40kan bisa dibikin secara bertahap,
07:41sehingga kalau belajar dari kasus yang sedang diusut oleh Kejaksan Agus sekarang,
07:46Pak Bahtra,
07:46dengan ada pernyataan dari Pak Luhut seperti tadi,
07:49menurut Anda harus ada prioritas kelompok orang-orang tertentu,
07:52yang harus jadi perhatian awal dari program MBG ini,
07:55atau karena kan yang belakangan juga muncul,
07:57dahulukan 3T dulu,
07:59atau ada kelompok tertentu yang harus jadi prioritas untuk MBG ini,
08:01biar tepat sasaran itu tadi?
08:03Jadi awalnya kan ini saya mau menjelaskan Mas,
08:07awalnya kan program ini,
08:09ini hasil riset Presiden Prabowo,
08:12yang kita sering saksikan,
08:14berkeliling ke daerah-daerah,
08:16menyaksikan banyak sekali anak-anak sekolah kita,
08:19terutama yang mungkin masih berkekurangan,
08:24yang dilihat bahwa begitu beliau berkeliling,
08:27menyaksikan anak-anak di daerah,
08:29misalnya umurnya sekian tahun,
08:32tapi tidak mencerminkan,
08:34postur tubuhnya tidak mencerminkan dengan jumlah usia,
08:37terus kemudian banyaknya misalnya,
08:39kita anggap bahwa ternyata daerah-daerah yang apalagi,
08:42yang pedalaman masih banyak yang,
08:44yang apa namanya,
08:45kekurangan gisi,
08:46terus kemudian tentu karena Pak Prabowo kepengen,
08:49agar anak-anak Indonesia ke depan,
08:51bukan hanya tentu soal gisinya,
08:52tetapi kualitas pendidikan kita juga makin baik,
08:55maka dari itu,
08:56maka dari itu program ini di,
08:58apa namanya,
08:59diagendakan lah,
09:00terus kemudian menjadi program strategis pemerintah pusat,
09:03yang dipimpin oleh Pak Prabowo,
09:04jadi saya pikir,
09:05ini program ya,
09:07programnya yang tentu tujuannya yang baik,
09:09tujuannya mulia,
09:11terus kemudian dilakukan lah program ini,
09:13terutama daerah-daerah yang betul-betul membutuhkan,
09:16dan dalam perjalanannya kemudian,
09:18bahwa ada penyimpangan di sana,
09:20ada tata kelola yang kurang tepat,
09:21ini semua yang harus diperbaiki,
09:23supaya kembali ke subtansi awal,
09:26program ini di,
09:26apa namanya,
09:27dilakukan,
09:28jadi Pak Prabowo kan kepengen bahwa,
09:30semua masyarakat Indonesia,
09:31terutama ya,
09:32anak-anak kita,
09:33begitu pun misalnya,
09:35target penerimanya kan bukan hanya anak-anak,
09:37ada balita,
09:38ada ibu hamil,
09:39jadi Pak Prabowo betul-betul ingin,
09:41agar manusia Indonesia di masa depan itu,
09:44unggul,
09:44nah makanya itu diberesin dari hulunya,
09:46supaya nanti produk kita di masa depan ya,
09:50daya saing anak-anak kita juga makin baik,
09:52dan itu semua yang harus di,
09:53di apa namanya,
09:54dilakukan agar program ini bisa lebih tepat sasaran.
09:58Oke, Bu Emy,
09:58terakhir singkat saja Bu,
09:59kalau menurut Anda,
10:00walaupun kemudian MBG Watch berharap ini moratorium dulu,
10:03dihentikan sementara,
10:05tapi kan ada komitmen dari pemerintah untuk tetap melanjutkan ini,
10:08ada saran dari Pak Luhut,
10:09secara bertahap saja dibuat,
10:10menurut Anda mana yang prioritas?
10:12Singkat saja Bu.
10:14Iya, yang paling singkat adalah selain moratorium,
10:18evaluasi,
10:19dan audit nasional,
10:21evaluasi independens,
10:22jadi evaluasinya ini melibatkan orang luar yang independens,
10:26termasuk audit nasional.
10:28Nah itu dulu,
10:29nanti temuannya itu apa-apa saja,
10:32berdasarkan data dan faktanya ya,
10:35baru itu kemudian diredesign lagi.
10:37Nah kenapa moratorium?
10:38Karena ini untuk menghentikan dulu korban-korban keracunan,
10:43dan menghentikan potensi korupsi,
10:45kolusi, konflik kepentingan di dalam pengelolaan MBG ini.
10:50Ini sudah bukan menjadi rahasia lagi,
10:53ini publik sudah tahu situasinya seperti ini,
10:58jadi kenapa sih pemerintah tidak mau moratorium dulu,
11:01perbaiki dulu,
11:01benahi dulu,
11:02audit dulu,
11:03evaluasi dulu,
11:04gitu.
11:05Baik.
11:05Nanti setelah itu,
11:07baru ada rekomendasi-rekomendasi dari temuan tersebut,
11:10barulah diambil langkah-langkah berikutnya.
11:13Nah kalau tidak moratorium,
11:14ini akan berjalan terus,
11:16masalah-masalahnya,
11:17keracunan masal,
11:18korupsi,
11:19itu semua akan berjalan terus.
11:20Benahi dulu itu dapur-dapurnya,
11:22sistemnya.
11:23Satu yayasan,
11:24batasnya itu bisa mengelola,
11:25mengelola berapa banyak dapur,
11:28kenapa sampai ada yang mengelola 40 dapur.
11:31Oke.
11:3140 dapur.
11:32Sudah kami tangkap poinnya di situ.
11:33Bu Emy,
11:34terima kasih banyak sudah berbagi bersama kami,
11:36Bu Emy,
11:36sudah bergabung lewat sambungan dalam jaringan.
11:38Pak Batra juga terima kasih sudah datang di Studio Kompas TV kali ini.
11:40Selamat malam untuk Anda berdua.
Komentar

Dianjurkan