00:00Ketua Dewan Ekonomi Nasional menyinggung belung matangnya persiapan program makan bergizi gratis
00:04sehingga selama pelaksanaannya menimbulkan banyak polemik.
00:07Lalu perbaikan apa yang harusnya dilakukan?
00:09Apakah MBG harus fokus khusus untuk menangani stunting dan tidak dibagikan kepada seluruh siswa?
00:14Saya akan berdiskusi dengan para narasumber di Studio Menara Kompas
00:17sudah bergabung Wakil Ketua Komisi 2 DPR RI dari fraksi Partai Gerindra, Bahtra Banong.
00:22Assalamualaikum Pak Bahtra, apa kabar Pak?
00:23Assalamualaikum, selamat malam.
00:24Waalaikumsalam, terima kasih sudah mau datang ke Studio Kompas TV malam hari ini.
00:27Sementara lewat sambungan dalam jaringan bergabung bersama kami, Emy Astuti dari MBG Watch.
00:33Selamat malam, Bu Emy dengan Tifal di sini, Bu.
00:35Ya, selamat malam.
00:37Terima kasih sudah mau meluangkan waktu berbicara bersama kami.
00:39Pernyataan Pak Luhut yang saya cermati, poin pertama,
00:42ide-ide besar Presiden seharusnya diiringi dengan perencanaan yang lebih komprehensif.
00:47Teman-teman dari MBG Watch sudah mencatat masalah tata kelola yang masih jadi PR besar
00:52dalam pelaksanaan program prioritas dengan jumlah penerima manfaat yang cukup besar ini.
00:56Hal mendasar apa dari tata kelola itu yang menurut Anda rasanya masih belum jadi atensi sejauh ini?
01:02Bu Emy.
01:03Ya, jadi kalau masalah tata kelola ini kan yang paling krusial ini adanya ketidaktransparan ya,
01:11terus kemudian ada indikasi korupsi ya,
01:15kita sudah menyaksikan bagaimana penangkapan ketua BGN dan wakil ketuanya,
01:20terus kemudian lain lagi kolusi, nepotisme di dalam.
01:23Nah, ini yang masih menjadi masalah di dalam tata kelola MBG ini.
01:29Dan studi MBG Watch itu kan dari awal sudah menyampaikan kepada para pengambil kebijakan,
01:36kepada publik, bahwa ada potensi korupsi di dalamnya, tata kelola yang buruk.
01:41Itu sudah kami rilis, tapi itu tidak diperhatikan sama sekali.
01:44Nah, ada kasus-kasus kejadian luar biasa yang tercatat,
01:48449 kejadian luar biasa dan juga berdampak pada 39 orang, keracunan hingga saat ini.
01:57Nah, ini yang sebenarnya seharusnya pemerintah ini dari awal memikirkan dan mendesain program ini sematang mungkin,
02:06baseline-nya seperti apa,
02:08terus kemudian untuk mencapai visi meningkatkan sumber daya manusia,
02:14mengurangi angka stunting,
02:15itu tidak cukup dengan satu kegiatan saja, dengan bagi-bagi makanan.
02:20Nah, ini yang desain dari program ini dari awal pun kita sudah kritisi.
02:26Nah, target-target selama 5 tahun itu kan harusnya jelas,
02:29dalam setahun itu targetnya apa dan intervensi kegiatannya apa.
02:33Target 2 tahun apa, target 3 tahun, target 4 tahun dan hingga 5 tahun.
02:38Nah, dalam target 1 tahun misalnya, seharusnya kan disiapkan dulu sistem tata kelolanya yang baik,
02:45mekanisme tendernya dilakukan secara terbuka,
02:48ada katalog di situ,
02:51perkuraman yang digital ya,
02:53perkuraman digital,
02:54nah ini yang tidak disiapkan dengan baik.
02:57Bukankah dalam 1 tahun pertama waktu itu dari Kepala BKN saat itu,
03:00yang sekarang bertanggung jawab dalam kasus swab ini,
03:02sudah pernah mengumumkan Bu Emy,
03:04soal angka-angka itu tadi,
03:06angka-angka SPPG, target penerima manfaatnya bertambah,
03:08apakah itu kurang cukup, tidak cukup?
03:10Kenapa Mas?
03:12Halo?
03:13Ya Bu Emy, apakah,
03:15karena begini,
03:15kalau kemudian masalah target yang Anda catat,
03:17tahun lalu saat Dadan masih menjabat sebagai Kepala BKN,
03:22dia kan sudah pernah mengumumkan beberapa kali,
03:24target SPPG bertambah setiap waktu,
03:26kemudian target penerima manfaat setiap waktu bertambah,
03:28apakah itu kurang cukup menurut Anda?
03:32Kenapa sih harus menambah-menambah target SPPG?
03:35Kenapa tidak fokus kepada peningkatan kualitas,
03:40kualitas makanan bergisi gratis ini,
03:43kenapa terus menambah ekspansi,
03:45mau membuka ke negara lain,
03:48ekspansi ke Arab Saudi?
03:50Nah, ini kenapa tidak dipikirkan perbaikan tata kelolanya,
03:54justru mau menambah dapur?
03:55Ini yang tidak jelas,
03:57bahkan ada satu dapur itu bisa dikelola oleh 40,
04:06memiliki 40 dapur ya,
04:07satu yayasan bisa memiliki 40 dapur.
04:10Itu artinya apa?
04:11Tata kelolanya sangat serampangan,
04:13sangat buruk gitu.
04:14Oke.
04:15Nah, ini yang apa ya,
04:18desain dan perspektif mereka ini yang kurang jelas,
04:21jadi tidak cukup niat baik,
04:25tetapi program ini tidak didesain dengan baik,
04:28resiko mitigasinya tidak ada,
04:31evaluasi monitoringnya itu dalam setahun tidak ada.
04:35Kalau di dalam desain kan harus jelas,
04:38apakah monitoringnya itu akan dilakukan per triwulan,
04:41atau enam bulan,
04:42kemudian evaluasi satu tahun,
04:45ini kan tidak ada evaluasi.
04:47Sudah kami tangkapinya di situ?
04:49Pak Bahtra, sorry,
04:50saya harus kasih giliran ke Pak Bahtra sekarang.
04:52Bu Emi, sorry, tahan dulu.
04:53Pak Bahtra,
04:54kalau Anda sepakat dengan pernyataan Bu Emi,
04:56bahwa dalam perjalanan satu setengah tahun ini,
04:58belum jelas tolak ukur secara kualitas dari MBG ini,
05:02makanya kemudian muncul masalah tata kelola seperti ini?
05:04Saya pikir ini kan dari waktu ke waktu,
05:06terus dilakukan evaluasi ya,
05:09terutama dengan kejadian kemarin,
05:13tentu Pak Presiden sudah menginstruksikan dengan jelas,
05:16bahwa dengan adanya peristiwa-peristiwa yang kita anggap,
05:19ada tata kelola yang kurang baik,
05:23terus kemudian penerima manfaat yang dianggap belum tepat sasaran,
05:27terus kemudian bahwa mungkin dengan,
05:29apa namanya,
05:30kalau misalnya Recovusim program ini dilakukan,
05:34tentu pasti ada juga penyesuaian-penyesuaian anggaran,
05:36yang pada akhirnya nanti bisa dilakukan,
05:38atau berefek kepada penghematan anggaran,
05:40dan sekarang itu saya pikir sudah dilakukan semua ya,
05:44dalam rangka menjalankan instruksi Presiden,
05:47terus kemudian Kepala BGN yang baru,
05:49kalau kita lihat positif sekali ya hasil kerjanya,
05:51bahwa kemarin Wakil Kepala BGN sudah mengumumkan,
05:55bahwa pada saat libur sekolah dihentikan sementara waktu,
05:59terus kemudian Recovusim programnya,
06:01terutama soal kita berbicara penerima manfaat,
06:04lebih fokus lagi kepada betul-betul daerah yang kita kategorikan,
06:08misalnya 3T atau daerah-daerah yang benar-benar memang,
06:11membutuhkan soal makan bergisi ini.
06:14Itu kan setelah dengan posisi dari pejabat yang baru,
06:16dan setelah ada pembenahan saat ini,
06:17tapi kalau Anda lihat dari satu setengah tahun sebelumnya,
06:20saat masih dijabat oleh dadan yang tersangka dalam kasus permainan tata kelola ini,
06:24Anda melihat juga ada hal yang sama,
06:26ada perencanaan yang tidak matang di situ?
06:27Ya, pemerintah kan terus melakukan pembenahan dari waktu ke waktu,
06:30dan saya pikir Pak Presiden tidak tinggal diam,
06:34tentu Pak Presiden banyak sekali melakukan evaluasi-evaluasi
06:38terkait dengan keberadaan program strategi sini,
06:42karena ini memang kan wajah depan program pemerintah pusat,
06:47dan tentu pasti yang namanya wajah depan program pemerintah pusat,
06:50pasti selalu dimonitoring,
06:51pasti selalu dievaluasi dari waktu ke waktu,
06:55dan itu juga yang membuat pada akhirnya Presiden mengambil keputusan,
06:59kesimpulan untuk memberhentikan ketiga pimpinan BGN itu,
07:03karena itu kan dilakukan evaluasi dari waktu ke waktu,
07:06jadi ini semua sejalan dengan apa yang menjadi keinginan dan kehendak Presiden,
07:11bahwa program ini harus betul-betul terlaksana, tercapai,
07:15tentu harus tepat sasaran, tepat guna,
07:18pengolahan yang tidak ada penyimpangan,
07:20pengolahan yang tanpa ada misalnya korupsi di sana,
07:23atau pengolahan yang jujur,
07:25sehingga program strategis terkait dengan MBG ini
07:29betul-betul bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,
07:32terutama yang betul-betul membutuhkan.
07:35Oke, nah ini ada pernyataan dari Pak LBP juga,
07:37Pak Luhut juga bilang begini,
07:38kenapa harus sekaligus,
07:40kan bisa dibikin secara bertahap,
07:41sehingga kalau belajar dari kasus yang sedang diusut oleh Kejaksan Agus sekarang,
07:46Pak Bahtra,
07:46dengan ada pernyataan dari Pak Luhut seperti tadi,
07:49menurut Anda harus ada prioritas kelompok orang-orang tertentu,
07:52yang harus jadi perhatian awal dari program MBG ini,
07:55atau karena kan yang belakangan juga muncul,
07:57dahulukan 3T dulu,
07:59atau ada kelompok tertentu yang harus jadi prioritas untuk MBG ini,
08:01biar tepat sasaran itu tadi?
08:03Jadi awalnya kan ini saya mau menjelaskan Mas,
08:07awalnya kan program ini,
08:09ini hasil riset Presiden Prabowo,
08:12yang kita sering saksikan,
08:14berkeliling ke daerah-daerah,
08:16menyaksikan banyak sekali anak-anak sekolah kita,
08:19terutama yang mungkin masih berkekurangan,
08:24yang dilihat bahwa begitu beliau berkeliling,
08:27menyaksikan anak-anak di daerah,
08:29misalnya umurnya sekian tahun,
08:32tapi tidak mencerminkan,
08:34postur tubuhnya tidak mencerminkan dengan jumlah usia,
08:37terus kemudian banyaknya misalnya,
08:39kita anggap bahwa ternyata daerah-daerah yang apalagi,
08:42yang pedalaman masih banyak yang,
08:44yang apa namanya,
08:45kekurangan gisi,
08:46terus kemudian tentu karena Pak Prabowo kepengen,
08:49agar anak-anak Indonesia ke depan,
08:51bukan hanya tentu soal gisinya,
08:52tetapi kualitas pendidikan kita juga makin baik,
08:55maka dari itu,
08:56maka dari itu program ini di,
08:58apa namanya,
08:59diagendakan lah,
09:00terus kemudian menjadi program strategis pemerintah pusat,
09:03yang dipimpin oleh Pak Prabowo,
09:04jadi saya pikir,
09:05ini program ya,
09:07programnya yang tentu tujuannya yang baik,
09:09tujuannya mulia,
09:11terus kemudian dilakukan lah program ini,
09:13terutama daerah-daerah yang betul-betul membutuhkan,
09:16dan dalam perjalanannya kemudian,
09:18bahwa ada penyimpangan di sana,
09:20ada tata kelola yang kurang tepat,
09:21ini semua yang harus diperbaiki,
09:23supaya kembali ke subtansi awal,
09:26program ini di,
09:26apa namanya,
09:27dilakukan,
09:28jadi Pak Prabowo kan kepengen bahwa,
09:30semua masyarakat Indonesia,
09:31terutama ya,
09:32anak-anak kita,
09:33begitu pun misalnya,
09:35target penerimanya kan bukan hanya anak-anak,
09:37ada balita,
09:38ada ibu hamil,
09:39jadi Pak Prabowo betul-betul ingin,
09:41agar manusia Indonesia di masa depan itu,
09:44unggul,
09:44nah makanya itu diberesin dari hulunya,
09:46supaya nanti produk kita di masa depan ya,
09:50daya saing anak-anak kita juga makin baik,
09:52dan itu semua yang harus di,
09:53di apa namanya,
09:54dilakukan agar program ini bisa lebih tepat sasaran.
09:58Oke, Bu Emy,
09:58terakhir singkat saja Bu,
09:59kalau menurut Anda,
10:00walaupun kemudian MBG Watch berharap ini moratorium dulu,
10:03dihentikan sementara,
10:05tapi kan ada komitmen dari pemerintah untuk tetap melanjutkan ini,
10:08ada saran dari Pak Luhut,
10:09secara bertahap saja dibuat,
10:10menurut Anda mana yang prioritas?
10:12Singkat saja Bu.
10:14Iya, yang paling singkat adalah selain moratorium,
10:18evaluasi,
10:19dan audit nasional,
10:21evaluasi independens,
10:22jadi evaluasinya ini melibatkan orang luar yang independens,
10:26termasuk audit nasional.
10:28Nah itu dulu,
10:29nanti temuannya itu apa-apa saja,
10:32berdasarkan data dan faktanya ya,
10:35baru itu kemudian diredesign lagi.
10:37Nah kenapa moratorium?
10:38Karena ini untuk menghentikan dulu korban-korban keracunan,
10:43dan menghentikan potensi korupsi,
10:45kolusi, konflik kepentingan di dalam pengelolaan MBG ini.
10:50Ini sudah bukan menjadi rahasia lagi,
10:53ini publik sudah tahu situasinya seperti ini,
10:58jadi kenapa sih pemerintah tidak mau moratorium dulu,
11:01perbaiki dulu,
11:01benahi dulu,
11:02audit dulu,
11:03evaluasi dulu,
11:04gitu.
11:05Baik.
11:05Nanti setelah itu,
11:07baru ada rekomendasi-rekomendasi dari temuan tersebut,
11:10barulah diambil langkah-langkah berikutnya.
11:13Nah kalau tidak moratorium,
11:14ini akan berjalan terus,
11:16masalah-masalahnya,
11:17keracunan masal,
11:18korupsi,
11:19itu semua akan berjalan terus.
11:20Benahi dulu itu dapur-dapurnya,
11:22sistemnya.
11:23Satu yayasan,
11:24batasnya itu bisa mengelola,
11:25mengelola berapa banyak dapur,
11:28kenapa sampai ada yang mengelola 40 dapur.
11:31Oke.
11:3140 dapur.
11:32Sudah kami tangkap poinnya di situ.
11:33Bu Emy,
11:34terima kasih banyak sudah berbagi bersama kami,
11:36Bu Emy,
11:36sudah bergabung lewat sambungan dalam jaringan.
11:38Pak Batra juga terima kasih sudah datang di Studio Kompas TV kali ini.
11:40Selamat malam untuk Anda berdua.
Komentar