Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
TANGERANG, KOMPAS.TV - Seorang caddy golf jadi korban penganiayaan pengguna jasanya di Kelapa Indah, Kota Tangerang, Banten.

Peristiwa penganiayaan seorang caddy golf oleh seorang pria di kawasan Lapangan Golf Modernland, Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten, pada Selasa (23/6/2026) kemarin, terekam kamera pengawas.

Akibat penganiayaan ini, korban menderita luka di bagian kepala, pipi, kening, hingga bibir.

Untuk mengusut kasus penganiayaan ini, polisi telah memeriksa korban dan saksi, melakukan visum terhadap korban, dan menyita barang bukti.

Korban saat ini masih menjalani perawatan akibat luka penganiayaan.

Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif penganiayaan.

Kita berbincang dengan praktisi kepolisian, Brigjen Purnawirawan Sri Suari.

Baca Juga Viral! Beredar Rekaman CCTV Detik-Detik Pria Aniaya 'Caddy' Golf Perempuan di Tangerang di https://www.kompas.tv/regional/677352/viral-beredar-rekaman-cctv-detik-detik-pria-aniaya-caddy-golf-perempuan-di-tangerang

#caddygolf #kekerasan #viral #penganiayaan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/677355/full-analisis-praktisi-kepolisian-soal-kasus-viral-caddy-golf-jadi-korban-penganiayaan
Transkrip
00:00Saudara seorang KD Golf jadi korban penganiayaan pengguna jasanya di Kelapa Indah, Kota Tanggerang, Banten.
00:16Peristiwa penganiayaan seorang KD Golf oleh seorang pria di kawasan Lapangan Golf, Modern Land,
00:22Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tanggerang, Kota Tanggerang, Banten pada selasa kemarin,
00:26terekam kamera pengawas. Akibat penganiayaan ini, korban menderita luka di bagian kepala, pipi, kening hingga bibir.
00:45Untuk mengusut kasus penganiayaan, polisi telah memeriksa korban dan saksi,
00:51melakukan visum terhadap korban dan menyita barang bukti.
00:54Korban saat ini masih menjalani perawatan akibat luka penganiayaan.
00:59Satres krimpol resmetro Tanggerang, Kota masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif penganiayaan.
01:14Menerima laporan polisi, memeriksa korban dan saksi-saksi,
01:18melakukan visum, menyita barang bukti, serta mendalami rekaman CCTV.
01:23Peninsial RA masih menjalani perawatan medis,
01:27sementara itu terduga pelaku Peninsial FF masih dalam penyelidikan satres krimpores Metro Tanggerang, Kota.
01:37Lalu bagaimana penanganan kasus penganiayaan Kedigolf ini?
01:40Kita tanyakan ke praktisi kepolisian Brigjen Purnawirawan Sri Suwari.
01:44Bu Sri, selamat petang.
01:46Selamat petang.
01:47Bu Sri, ketika CCTV sudah ada, artikan juga polisi sudah mengumpulkan bukti satu.
01:52Kemudian saksi dan korban juga sudah diperiksa.
01:54Artinya sebenarnya pelaku bisa langsung ditangkap dan ditahan?
01:58Mestinya demikian, tapi kan polisi itu memiliki peraturan Kapolri tentang bagaimana prosedur penanganan.
02:10Kita melihat tadi masih penyelidikan, seolah-olah pelakunya belum teridentifikasi.
02:15Tapi saya pastikan istilah penyelidikan itu bagian dari proses untuk tahapan naik ke penyelidikan.
02:22Karena pelakunya sudah disebutkan berinisial FA.
02:26Nah, polisi sekarang mengumpulkan barang bukti, merakit barang bukti itu dikaitkan dengan keterangan korban dan keterangan saksi.
02:34Sehingga bisa dilakukan konstruksi pasal-pasal yang akan dipersangkakan kepada pelaku.
02:41Tapi dipastikan kasus ini harusnya naik gelar, langsung ditentukan penyelidikan.
02:47Ketika sudah mulai penyelidikan, saat itulah dilakukan penindakan penahanan.
02:52Saya berharap proses ini tidak terlalu lama karena alasan perkap.
02:58Pelakunya jelas, keterangan visum itu bisa dijadikan sebagai alat bukti.
03:04Keterangan korban dan saksi itu juga alat bukti.
03:08Jadi bukan lagi barang bukti, tapi alat bukti.
03:13Bu Sri, tapi kan juga ketika sudah ada gambar penganiayaan itu,
03:17artinya kan tidak sulit untuk menyebutkan bahwa indikasi tindak pidannya sudah ada.
03:21Kenapa masih belum naik ke tahap penyelidikan?
03:23Apa yang biasanya menjadi ganjala atau menjadi hal yang masih perlu dilakukan dulu?
03:28Ibarat kita naik tangga.
03:30Tangga 1, tangga 2 harus dilewati.
03:33Tangga 1 penyelidikan, tangga 2 penyelidikan.
03:36Di dalam konteks tangga 2 baru penindakan.
03:39Jadi ini hanyalah sebuah nomenklatur.
03:42Walaupun memang setelah ada perkapni saya sendiri di luar,
03:47sudah di luar organisasi sebagai praktisi kepolisian,
03:50dulu zaman saya kalau ada begini sudah bisa langsung dilakukan penahanan.
03:54Tetapi karena pertanggung jawaban itu begitu rigid sekarang,
03:59maka Polri lebih hati-hati.
04:02Tapi saya yakinkan bahwa dalam kasus ini sudah disebutkan terbuga pelaku.
04:07Tersangka, ini hanyalah bagian dari tahapan tadi.
04:11Polisi menginjap anak tangga 1.
04:13Oke, nah Bu Sri juga sebenarnya ketika sudah ya tadi,
04:17alat buktinya sudah cukup banyak.
04:18Masih perlukah untuk mendalami motif?
04:20Motif masih jadi pertimbangan krusial tidak?
04:24Motif itu sangat perlu,
04:26karena motif itulah untuk memastikan pasal mana yang paling cocok.
04:33Ini terjadi di lapangan golop.
04:36Rahasia umum kalau di lapangan golop itu main golop itu bukan sekedar permainan,
04:40tapi ada judi di baliknya.
04:42Kita lihat apakah penyidik merangkaikan kasus ini sebagai konkursus realis
04:49atau gabungan dari beberapa tindak pidana.
04:53Kita bisa lihat nanti, itu motif.
04:55Kalau si korban dipukul karena dianggap tidak terlalu banyak membantu,
05:02membuat pelaku menang umpamanya.
05:05Dalam tanda kutip ya, ini masih semacam hipotesis.
05:09Nah itu penyidik melakukan penyelidikan,
05:13melakukan pemeriksaan.
05:14Tapi dua alat bukti saya pastikan sudah terkumpul
05:17sesuai dengan keterangan penyidiknya ya.
05:20Oke, dan Bustri kalau misalnya terkait dengan penganiayaan,
05:23misalnya kasusnya ya ini,
05:24kayak di lapangan golop,
05:26pelakunya akan tertutup di satu saja sesuai dengan CCTV
05:28atau sebenarnya mungkin juga dikembangkan ke kasus lain?
05:32Semestinya harus dikembangkan.
05:34Karena di sini pasti ada sebab akibat.
05:37Kalau faktor sebabnya tidak digali, motifkan,
05:42maka nanti akibatnya akan terlokalisir,
05:47tidak komprehensif.
05:49Oke.
05:51Berikjen penawaran Sri Suwari,
05:53praktisi kepolisian,
05:54terima kasih sudah berbagi bersama kami di Kompas Petang.
05:56Saya selalu, Bu Sri.
05:57Terima kasih.
05:57Terima kasih.
05:58Terima kasih.
05:58Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan