00:00Saya tadi dibawa juga pasal kirapan bicara mengenai bagaimana tadi di grup Dewan Ekonomi Nasional kita melihat bahwa ranking kita
00:09pada anjlok ini tentu ya pekerjaan kita rame-rame lah untuk membenahin ini.
00:18Jadi kita jangan habis waktu untuk mencari siapa yang salah kita tahu saya kira semua bahwa kita trust dan credibility
00:29dari mungkin kita sekarang ini agak turun karena dari data yang ada saya lihat tadi pagi ada yang rankingnya anjlok
00:41sampai hampir 50% dan sebagainya.
00:44Dan ini sebenarnya tugas kita rame-rame juga bagaimana memperbaikin ini karena ini tidak bisa dikerjakan oleh satu orang.
00:55Tapi sebenarnya menurut saya juga tidak susah-susah amat karena kalau kita mau itu sebabnya saya pribadi mendorong betul government
01:06technology ini bisa segera kita jalankan.
01:11Dan saya ke Bali hari ini juga mau melihat piloting kita di sana.
01:15Kita ada 43 piloting untuk government technology karena ini akan mengurangi human contact.
01:24Jadi semua berbasis AI yang membuat semua harus akhirnya patuh.
01:29Dan ini menurut saya penting dalam Presiden waktu kami lapori.
01:33Beliau sudah setuju dan beliau kita usulkan untuk meninjau beberapa piloting yang ada yaitu satu di Banyuwangi, Surabaya, kemudian Bali.
01:44Ada random 43 lagi kabupaten, kota yang sekarang sedang juga piloting.
01:50Ini sekaligus juga menunjukkan bahwa kalau kita buat masa militer yang bertahap, bertingkat berlanjut, kita akan mengemahami masalah, anatomi masalah
02:03dengan lebih bagus sehingga perbaikan-perbaikan itu bisa kita lakukan.
02:09Termasuk EMBG, tadi saya pagi dilaporin juga, tim Makan Bergiji juga undang Dewan Ekonomi tadi malam rapat dan kita memberikan
02:21masukan-masukan.
02:22Terpaksa memperbaikin yang sebenarnya tidak perlu diperbaikin kalau kita mulai dari 0, daerah 3T misalnya.
02:28Jadi kita habis waktu bertengkar sesama kita, yang sebenarnya tidak perlu terjadi kalau dari awal perencanaannya, studinya dilakukan dengan proper.
02:38Jadi masalah kita adalah ide-ide besar Presiden, tidak kita siapkan perencanaannya yang matang. Itu salah kita semualah.
02:47Nah tapi saya berharap ini juga menjadi perhatian kita karena bonus demografi kita akan habis 2038, katakanlah 2040.
02:57Jadi kalau itu habis, kita hampir pasti kena middle income trap.
03:03Nah kalau kita masih middle income trap, siapapun nanti Presidennya setelah itu, ya maaf, kalau saya bilang inalilahi aja, dia
03:10akan mengelola orang-orang tua.
03:12Kita tidak mau terjadi, walaupun ada yang mengatakan dengan AI sekarang, robotik, humanoid, itu juga bisa dihindari.
03:20Jawabannya yes and no.
03:21Jadi saya, Bapak Ibu sekalian, kita harus sepakat Indonesia emas 2045 itu bisa kita capai,
03:29kalau kita semua kompak dan bersama-sama mencari bagaimana melakukan implementasi dari keinginan Presiden
03:36yang diwujudkan dalam proyek strategisnya.
03:41Misalnya tadi, Makan Bergiji, Koperasi Merah Putih, dan sekarang ada saya kira proyek yang saya terus terang,
03:50usulkan sudah satu setengah tahun yang lalu untuk International Financial Center, ada family office di sana.
03:58Sebenarnya tujuan saya waktu itu adalah untuk membangun kredibilitas kita mengenai hukum.
04:04Karena kita terkenal sekali, inconsistency kita pada hukum.
04:08Itu saya usul kepada Bapak Presiden waktu itu, supaya kita pakai ini apa, common law,
04:15dan kemudian, apa namanya, judge-nya sampai untuk arbitras itu dari luar, kita ambil mungkin untuk membangun trust, confidence.
04:25Karena itu yang kita sekarang susah, sehingga membuat rating kita juga sangat terganggu di sana-sini.
04:32Kita tidak perlu kecil hati mengenai itu, saya kira kalau kita selesaikan akan bisa selesai.
04:41Minggu lalu ada representatif dari BlackRock datang ke kantor saya, saya makan siang di kantor sama dia.
04:50Akhirnya dia bikin tulisan di Washington mengenai apa.
04:55Saya jelaskan sama dia, dengan saya bilang, Anda jangan terlalu pesimis lihat Indonesia.
05:01Dengan government technology ini, kami banyak bisa selesaikan masalah.
05:05Dia bilang, apakah Anda serius mengenai?
05:07Saya bilang serius.
05:08Presiden yang juga sudah setuju, Presiden nanti bulan depan, tanggal 6, 7, 8, 9 Juli antara itu,
05:14akan meninjau, apa namanya, piloting di beberapa tempat.
05:19Sehingga nanti kita akan roll out pada bulan, apa, Oktober, November tahun ini.
05:25Dan kalau itu langsung secara nasional, secara nasional maka kita akan mengurangi human contact.
05:34Jadi semua berbasis AI.
05:36Dan saya kira ini sangat penting, masalah diregulasi bisa diselesaikan.
05:41Karena kita tidak punya pengalaman, bukan barang baru, Pak.
05:44Barang ini, karena kita sudah mulai dengan peduli lindungi, di COVID, kita mulai e-catalog,
05:50kita mulai simbara, batu barang, simbara, nikel, simbara tadi, tin, dan juga yang lain.
05:58Jadi sebenarnya kita sudah punya benang merah dari ini, tidak hal yang aneh.
06:04Dan kebetulan saya terlibat dari awal, sehingga saya mengatakan,
06:08sebenarnya ini belum pakai AI tadi, hanya digitalisasi.
06:11Tapi tiga bulan yang lalu saya lihat kenapa enggak kita coba AI.
06:16Ternyata berbasis AI saya kira enggak ada yang, hampir tidak ada yang bisa lari dari sini.
06:20Karena AI ini akan membaca, mengharmonisasi semua.
06:24Dan saya kira pada satu ketika, hukum pun akan bisa nanti AI membaca,
06:29sehingga kita lebih bagus.
06:32Nah, hasil riset dari Atal Antikonsil terhadap 164 negara selama 30 tahun menunjukkan bahwa
06:39rule of law memiliki korelasi sebesar 0,77 persen terhadap kemakmuran.
06:47Lebih tinggi dibandingkan economic freedom 0,7 persen, maupun political freedom 0,51.
06:54Jadi rule of law ini memang betul-betul punya peran penting.
06:57Makanya saya senang sekali Pak Firman mengorganisir ini,
07:01dan saya juga sangat terhormat dengan kehadiran Bapak-Bapak di sini semua.
07:05Ya karena kita punya semua.
07:07Jadi kita carilah solusi untuk apa maksa kita.
07:10Jadi kita berpikir, kalau kita menghadapi masalah, solusinya apa?
07:14Jangan bertengkar.
07:16Sekarang kita suka bertengkar begini, salahin.
07:18Salahnya solusinya apa?
07:20Kami yang kami di MBG, kami langsung memberikan studi ke 800 titik di seluruh Indonesia,
07:27dan sudah ada dari basis studi ini, kami bisa bicara sekarang,
07:30dengan ada Profesor Arief mengenai ahli kemiskinan,
07:33dan kita bisa melihat apa solusi yang terbaik yang kita bisa lakukan.
07:38Jadi saya kira Dewan Ekonomi memberikan banyak pandangan,
07:41karena latar belakang 8 anggota Dewan Ekonomi ini memang macam-macam,
07:45ada ahli kemiskinan, ada pasar modal, dan sebagainya.
07:47Jadi saya senang sekali pagi ini ada pertemuan ini,
07:56dan ini saya kira akan menjadi, apa namanya, menjadi upaya untuk meningkatkan daerah saing kita.
08:04Dan saya secara khusus juga minta mengenai International Financial Center ini,
08:09itu juga untuk menjadi salah satu akselerator penguatan rule of law,
08:14karena ini di Bali mereka yang minta.
08:20Sebenarnya saya makan kira-kira satu setengah tahun,
08:21hampir dua tahun lalu dengan beberapa orang KIR sana,
08:25mereka bilang, kami senang kalau ada family office di Bali.
08:28Tapi kita berkelahi langsung bilang,
08:30oh family office tuh nggak dibayai oleh APBN.
08:32Siapa yang mau bakal ada APBN?
08:34Seperti gini yang nggak ngerti masalah, terus bicara.
08:37Jadi si Luhut tuh mau gini-gini.
08:39Saya bilang, kan saya belajar,
08:40kan saya di tentara nggak bego-bego amat.
08:43Jadi saya belajar, oh,
08:44salah satu menurut saya yang bisa
08:47mengangkat kredibilitas negara ini adalah
08:49tadi family office.
08:50Kalau kita confidence dengan apa,
08:53bisa membuat mereka confidence dengan aturan kita,
08:55itu akan menggerek juga confidence terhadap pekerja ini.
08:59Nah sekarang persiapan untuk family office,
09:01saya kira sudah jalan,
09:03P2SK,
09:04saya kira undang-undangnya juga sudah disahkan,
09:07di sana sini,
09:08dan persiapannya sudah berjalan,
09:10nanti kursusnya nggak keliru,
09:11dan antara tanggal 18 nanti ada gathering di Bali.
09:15Dan saya minta kita semua mendukung ini.
09:17Karena orang tanya,
09:19apa untung kita?
09:20Untung kita kalau duit yang masuk di Indonesia,
09:22ya paling tidak memperkuat rupiah kita.
09:25Itu salah satu.
09:26Jadi kalau,
09:27saya nggak bisa bayangkan sekarang,
09:28karena mereka cerita di,
09:29apa,
09:30di mana,
09:31di Dubai,
09:33Abu Dhabi,
09:34waktu perangin tuh,
09:35teman-teman saya dari sana telepon saya.
09:37Dulu Anda sudah bicara family office itu,
09:39di mana statusnya.
09:40Kami ingin daerah yang aman,
09:42kami yang bisa tinggal aman,
09:44kami bisa menaruh duit kami aman.
09:46Ya,
09:47karena kami sudah studi sampai ke sana,
09:49jadi kita sudah bikin studi komprehensif,
09:50kita hire juga,
09:52apa,
09:53legal,
09:55internasional,
09:55untuk tadi memberi advice ke kita,
09:57kita lihat dari,
09:57dari Dubai,
09:59kita lihat Abu Dhabi,
10:00kita lihat juga Gujarat,
10:02ya tentu kita lihat Singapura dan Hongkong.
10:03Jadi Bapak semua,
10:05saya pikir,
10:06ini menurut saya,
10:08pertemuan yang sangat bagus sekali,
10:11biarlah,
10:13pemerintah pertemuan ini,
10:14akan menghasilkan,
10:16hal-hal yang baik,
10:17buat negeri kita ini.
10:19Dan saya titip betul,
10:20pada bapak-bapak,
10:22ibu sekalian,
10:24Indonesia ini milik kita rame-rame,
10:26jadi kita share apa kemampuan kita,
10:28selalu kita berpikir positif.
10:30Saya tetap masih confidence,
10:31kita bisa tumbuh,
10:327, 8,
10:34mungkin 9 persen,
10:36dalam beberapa tahun ke depan,
10:38kalau kita,
10:39compact dan stick kepada,
10:41apa yang mau kita ini.
10:42Tidak ada,
10:43saya kemarin ke,
10:44apa namanya,
10:45ke BlackRock,
10:47saya bilang juga,
10:47this is the golden opportunity,
10:49to you,
10:50for you,
10:50to invest Indonesia.
10:52Karena Indonesia,
10:53tidak akan pernah collapse.
10:55Indonesia is a great country,
10:56we have so many smart people,
10:58so many good heart in this country,
11:00but maybe some issue here and there,
11:01we can settle.
11:02jadi saya minta,
11:04Bapak,
11:04Ibu sekalian,
11:05kita compact,
11:06kita sama-sama bekerja,
11:07untuk menyelesaikan,
11:10apa yang bisa kita selesaikan.
11:12Tadi MBG,
11:13saya sudah simul sedikit,
11:13saya ingin ditambahin,
11:15tadi tim,
11:16dari Den,
11:17tadi malam diskusi,
11:18sampai jam berapa,
11:19itu dengan MBG,
11:20dengan Ibu Sari CS,
11:22dengan Trenggono,
11:24kita diberikan masukan-masukan.
11:26Karena ini sudah kejadian,
11:27tidak bisa dipotong begitu saja,
11:29karena tadi apa,
11:30karena 3T yang dibilang itu,
11:33ternyata banyak yang tidak,
11:34benar,
11:35padahal sudah keluar uangnya,
11:36jadi bagaimana ini,
11:38ya kalau mau diributin,
11:39kan repot,
11:40jadi kita harus selalu berpikir,
11:41cari solusi yang terbaik,
11:42untuk Republik Kercinta.
11:45Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
11:51Terima kasih Bapak Ketua,
11:54atas sambutan dan arahannya.
11:57Selanjutnya akan dilaksanakan,
11:59sesi foto bersama,
12:00untuk para fotografer,
12:02dan tim dokumentasi,
12:03dipersilahkan untuk mengambil tempat.
12:13Terima kasih.
12:14Terima kasih.
12:15Terima kasih.
12:16Terima kasih.
12:16Terima kasih.
Komentar