Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti sejumlah persoalan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Seminar Supremasi Hukum dan Pertumbuhan Ekonomi di Kantor DEN pada Kamis (25/6/2026).

"Tim Makan Bergizi juga mengundang Dewan Ekonomi tadi malam rapat dan kita memberikan masukan-masukan, terpaksa memperbaiki yang sebenarnya enggak perlu diperbaiki kalau kita mulai dari nol, daerah 3T misalnya," ujar Ketua DEN Luhut.

"Jadi, kita habis waktu bertengkar sesama kita yang sebenarnya enggak perlu terjadi kalau dari awal perencanaannya, studinya dilakukan dengan proper. Jadi, masalah kita adalah ide-ide besar presiden, tidak kita siapkan perencanaannya yang matang. Itu salah kita semua lah," lanjutnya (time code 2:33).

Luhut juga mengungkapkan dirinya masih optimistis pertumbuhan ekonomi RI bisa mencapai 78 persen.

Baca Juga Respons Ketua DEN Luhut soal Kritik Usul Family Office hingga Beber Bertemu BlackRock di https://www.kompas.tv/nasional/677012/respons-ketua-den-luhut-soal-kritik-usul-family-office-hingga-beber-bertemu-blackrock

#luhutbinsarpandjaitan #mbg #bgn #den

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/677013/full-ketua-den-luhut-soroti-mbg-ide-besar-presiden-prabowo-tak-disiapkan-rencana-matang
Transkrip
00:00Saya tadi dibawa juga pasal kirapan bicara mengenai bagaimana tadi di grup Dewan Ekonomi Nasional kita melihat bahwa ranking kita
00:09pada anjlok ini tentu ya pekerjaan kita rame-rame lah untuk membenahin ini.
00:18Jadi kita jangan habis waktu untuk mencari siapa yang salah kita tahu saya kira semua bahwa kita trust dan credibility
00:29dari mungkin kita sekarang ini agak turun karena dari data yang ada saya lihat tadi pagi ada yang rankingnya anjlok
00:41sampai hampir 50% dan sebagainya.
00:44Dan ini sebenarnya tugas kita rame-rame juga bagaimana memperbaikin ini karena ini tidak bisa dikerjakan oleh satu orang.
00:55Tapi sebenarnya menurut saya juga tidak susah-susah amat karena kalau kita mau itu sebabnya saya pribadi mendorong betul government
01:06technology ini bisa segera kita jalankan.
01:11Dan saya ke Bali hari ini juga mau melihat piloting kita di sana.
01:15Kita ada 43 piloting untuk government technology karena ini akan mengurangi human contact.
01:24Jadi semua berbasis AI yang membuat semua harus akhirnya patuh.
01:29Dan ini menurut saya penting dalam Presiden waktu kami lapori.
01:33Beliau sudah setuju dan beliau kita usulkan untuk meninjau beberapa piloting yang ada yaitu satu di Banyuwangi, Surabaya, kemudian Bali.
01:44Ada random 43 lagi kabupaten, kota yang sekarang sedang juga piloting.
01:50Ini sekaligus juga menunjukkan bahwa kalau kita buat masa militer yang bertahap, bertingkat berlanjut, kita akan mengemahami masalah, anatomi masalah
02:03dengan lebih bagus sehingga perbaikan-perbaikan itu bisa kita lakukan.
02:09Termasuk EMBG, tadi saya pagi dilaporin juga, tim Makan Bergiji juga undang Dewan Ekonomi tadi malam rapat dan kita memberikan
02:21masukan-masukan.
02:22Terpaksa memperbaikin yang sebenarnya tidak perlu diperbaikin kalau kita mulai dari 0, daerah 3T misalnya.
02:28Jadi kita habis waktu bertengkar sesama kita, yang sebenarnya tidak perlu terjadi kalau dari awal perencanaannya, studinya dilakukan dengan proper.
02:38Jadi masalah kita adalah ide-ide besar Presiden, tidak kita siapkan perencanaannya yang matang. Itu salah kita semualah.
02:47Nah tapi saya berharap ini juga menjadi perhatian kita karena bonus demografi kita akan habis 2038, katakanlah 2040.
02:57Jadi kalau itu habis, kita hampir pasti kena middle income trap.
03:03Nah kalau kita masih middle income trap, siapapun nanti Presidennya setelah itu, ya maaf, kalau saya bilang inalilahi aja, dia
03:10akan mengelola orang-orang tua.
03:12Kita tidak mau terjadi, walaupun ada yang mengatakan dengan AI sekarang, robotik, humanoid, itu juga bisa dihindari.
03:20Jawabannya yes and no.
03:21Jadi saya, Bapak Ibu sekalian, kita harus sepakat Indonesia emas 2045 itu bisa kita capai,
03:29kalau kita semua kompak dan bersama-sama mencari bagaimana melakukan implementasi dari keinginan Presiden
03:36yang diwujudkan dalam proyek strategisnya.
03:41Misalnya tadi, Makan Bergiji, Koperasi Merah Putih, dan sekarang ada saya kira proyek yang saya terus terang,
03:50usulkan sudah satu setengah tahun yang lalu untuk International Financial Center, ada family office di sana.
03:58Sebenarnya tujuan saya waktu itu adalah untuk membangun kredibilitas kita mengenai hukum.
04:04Karena kita terkenal sekali, inconsistency kita pada hukum.
04:08Itu saya usul kepada Bapak Presiden waktu itu, supaya kita pakai ini apa, common law,
04:15dan kemudian, apa namanya, judge-nya sampai untuk arbitras itu dari luar, kita ambil mungkin untuk membangun trust, confidence.
04:25Karena itu yang kita sekarang susah, sehingga membuat rating kita juga sangat terganggu di sana-sini.
04:32Kita tidak perlu kecil hati mengenai itu, saya kira kalau kita selesaikan akan bisa selesai.
04:41Minggu lalu ada representatif dari BlackRock datang ke kantor saya, saya makan siang di kantor sama dia.
04:50Akhirnya dia bikin tulisan di Washington mengenai apa.
04:55Saya jelaskan sama dia, dengan saya bilang, Anda jangan terlalu pesimis lihat Indonesia.
05:01Dengan government technology ini, kami banyak bisa selesaikan masalah.
05:05Dia bilang, apakah Anda serius mengenai?
05:07Saya bilang serius.
05:08Presiden yang juga sudah setuju, Presiden nanti bulan depan, tanggal 6, 7, 8, 9 Juli antara itu,
05:14akan meninjau, apa namanya, piloting di beberapa tempat.
05:19Sehingga nanti kita akan roll out pada bulan, apa, Oktober, November tahun ini.
05:25Dan kalau itu langsung secara nasional, secara nasional maka kita akan mengurangi human contact.
05:34Jadi semua berbasis AI.
05:36Dan saya kira ini sangat penting, masalah diregulasi bisa diselesaikan.
05:41Karena kita tidak punya pengalaman, bukan barang baru, Pak.
05:44Barang ini, karena kita sudah mulai dengan peduli lindungi, di COVID, kita mulai e-catalog,
05:50kita mulai simbara, batu barang, simbara, nikel, simbara tadi, tin, dan juga yang lain.
05:58Jadi sebenarnya kita sudah punya benang merah dari ini, tidak hal yang aneh.
06:04Dan kebetulan saya terlibat dari awal, sehingga saya mengatakan,
06:08sebenarnya ini belum pakai AI tadi, hanya digitalisasi.
06:11Tapi tiga bulan yang lalu saya lihat kenapa enggak kita coba AI.
06:16Ternyata berbasis AI saya kira enggak ada yang, hampir tidak ada yang bisa lari dari sini.
06:20Karena AI ini akan membaca, mengharmonisasi semua.
06:24Dan saya kira pada satu ketika, hukum pun akan bisa nanti AI membaca,
06:29sehingga kita lebih bagus.
06:32Nah, hasil riset dari Atal Antikonsil terhadap 164 negara selama 30 tahun menunjukkan bahwa
06:39rule of law memiliki korelasi sebesar 0,77 persen terhadap kemakmuran.
06:47Lebih tinggi dibandingkan economic freedom 0,7 persen, maupun political freedom 0,51.
06:54Jadi rule of law ini memang betul-betul punya peran penting.
06:57Makanya saya senang sekali Pak Firman mengorganisir ini,
07:01dan saya juga sangat terhormat dengan kehadiran Bapak-Bapak di sini semua.
07:05Ya karena kita punya semua.
07:07Jadi kita carilah solusi untuk apa maksa kita.
07:10Jadi kita berpikir, kalau kita menghadapi masalah, solusinya apa?
07:14Jangan bertengkar.
07:16Sekarang kita suka bertengkar begini, salahin.
07:18Salahnya solusinya apa?
07:20Kami yang kami di MBG, kami langsung memberikan studi ke 800 titik di seluruh Indonesia,
07:27dan sudah ada dari basis studi ini, kami bisa bicara sekarang,
07:30dengan ada Profesor Arief mengenai ahli kemiskinan,
07:33dan kita bisa melihat apa solusi yang terbaik yang kita bisa lakukan.
07:38Jadi saya kira Dewan Ekonomi memberikan banyak pandangan,
07:41karena latar belakang 8 anggota Dewan Ekonomi ini memang macam-macam,
07:45ada ahli kemiskinan, ada pasar modal, dan sebagainya.
07:47Jadi saya senang sekali pagi ini ada pertemuan ini,
07:56dan ini saya kira akan menjadi, apa namanya, menjadi upaya untuk meningkatkan daerah saing kita.
08:04Dan saya secara khusus juga minta mengenai International Financial Center ini,
08:09itu juga untuk menjadi salah satu akselerator penguatan rule of law,
08:14karena ini di Bali mereka yang minta.
08:20Sebenarnya saya makan kira-kira satu setengah tahun,
08:21hampir dua tahun lalu dengan beberapa orang KIR sana,
08:25mereka bilang, kami senang kalau ada family office di Bali.
08:28Tapi kita berkelahi langsung bilang,
08:30oh family office tuh nggak dibayai oleh APBN.
08:32Siapa yang mau bakal ada APBN?
08:34Seperti gini yang nggak ngerti masalah, terus bicara.
08:37Jadi si Luhut tuh mau gini-gini.
08:39Saya bilang, kan saya belajar,
08:40kan saya di tentara nggak bego-bego amat.
08:43Jadi saya belajar, oh,
08:44salah satu menurut saya yang bisa
08:47mengangkat kredibilitas negara ini adalah
08:49tadi family office.
08:50Kalau kita confidence dengan apa,
08:53bisa membuat mereka confidence dengan aturan kita,
08:55itu akan menggerek juga confidence terhadap pekerja ini.
08:59Nah sekarang persiapan untuk family office,
09:01saya kira sudah jalan,
09:03P2SK,
09:04saya kira undang-undangnya juga sudah disahkan,
09:07di sana sini,
09:08dan persiapannya sudah berjalan,
09:10nanti kursusnya nggak keliru,
09:11dan antara tanggal 18 nanti ada gathering di Bali.
09:15Dan saya minta kita semua mendukung ini.
09:17Karena orang tanya,
09:19apa untung kita?
09:20Untung kita kalau duit yang masuk di Indonesia,
09:22ya paling tidak memperkuat rupiah kita.
09:25Itu salah satu.
09:26Jadi kalau,
09:27saya nggak bisa bayangkan sekarang,
09:28karena mereka cerita di,
09:29apa,
09:30di mana,
09:31di Dubai,
09:33Abu Dhabi,
09:34waktu perangin tuh,
09:35teman-teman saya dari sana telepon saya.
09:37Dulu Anda sudah bicara family office itu,
09:39di mana statusnya.
09:40Kami ingin daerah yang aman,
09:42kami yang bisa tinggal aman,
09:44kami bisa menaruh duit kami aman.
09:46Ya,
09:47karena kami sudah studi sampai ke sana,
09:49jadi kita sudah bikin studi komprehensif,
09:50kita hire juga,
09:52apa,
09:53legal,
09:55internasional,
09:55untuk tadi memberi advice ke kita,
09:57kita lihat dari,
09:57dari Dubai,
09:59kita lihat Abu Dhabi,
10:00kita lihat juga Gujarat,
10:02ya tentu kita lihat Singapura dan Hongkong.
10:03Jadi Bapak semua,
10:05saya pikir,
10:06ini menurut saya,
10:08pertemuan yang sangat bagus sekali,
10:11biarlah,
10:13pemerintah pertemuan ini,
10:14akan menghasilkan,
10:16hal-hal yang baik,
10:17buat negeri kita ini.
10:19Dan saya titip betul,
10:20pada bapak-bapak,
10:22ibu sekalian,
10:24Indonesia ini milik kita rame-rame,
10:26jadi kita share apa kemampuan kita,
10:28selalu kita berpikir positif.
10:30Saya tetap masih confidence,
10:31kita bisa tumbuh,
10:327, 8,
10:34mungkin 9 persen,
10:36dalam beberapa tahun ke depan,
10:38kalau kita,
10:39compact dan stick kepada,
10:41apa yang mau kita ini.
10:42Tidak ada,
10:43saya kemarin ke,
10:44apa namanya,
10:45ke BlackRock,
10:47saya bilang juga,
10:47this is the golden opportunity,
10:49to you,
10:50for you,
10:50to invest Indonesia.
10:52Karena Indonesia,
10:53tidak akan pernah collapse.
10:55Indonesia is a great country,
10:56we have so many smart people,
10:58so many good heart in this country,
11:00but maybe some issue here and there,
11:01we can settle.
11:02jadi saya minta,
11:04Bapak,
11:04Ibu sekalian,
11:05kita compact,
11:06kita sama-sama bekerja,
11:07untuk menyelesaikan,
11:10apa yang bisa kita selesaikan.
11:12Tadi MBG,
11:13saya sudah simul sedikit,
11:13saya ingin ditambahin,
11:15tadi tim,
11:16dari Den,
11:17tadi malam diskusi,
11:18sampai jam berapa,
11:19itu dengan MBG,
11:20dengan Ibu Sari CS,
11:22dengan Trenggono,
11:24kita diberikan masukan-masukan.
11:26Karena ini sudah kejadian,
11:27tidak bisa dipotong begitu saja,
11:29karena tadi apa,
11:30karena 3T yang dibilang itu,
11:33ternyata banyak yang tidak,
11:34benar,
11:35padahal sudah keluar uangnya,
11:36jadi bagaimana ini,
11:38ya kalau mau diributin,
11:39kan repot,
11:40jadi kita harus selalu berpikir,
11:41cari solusi yang terbaik,
11:42untuk Republik Kercinta.
11:45Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
11:51Terima kasih Bapak Ketua,
11:54atas sambutan dan arahannya.
11:57Selanjutnya akan dilaksanakan,
11:59sesi foto bersama,
12:00untuk para fotografer,
12:02dan tim dokumentasi,
12:03dipersilahkan untuk mengambil tempat.
12:13Terima kasih.
12:14Terima kasih.
12:15Terima kasih.
12:16Terima kasih.
12:16Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan