- 3 jam yang lalu
- #prabowo
- #demo
- #mahasiswa
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menyebut ada pihak-pihak yang membiayai aksi demonstrasi. Prabowo mengatakan dirinya mengetahui siapa yang membayar aksi-aksi unjuk rasa.
Bagaimana reaksi mahasiswa atas pernyataan Presiden Prabowo, dan siapa yang dimaksud Prabowo?
Akan kita bahas bersama Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, bersama Wakil Ketua Umum Golkar, Ahmad Doli Kurnia dan Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV pada Kamis, (25/6/2026).
Baca Juga Pengamat Minta Prabowo Buka Siapa Donatur Demonstrasi Mahasiswa: Tuntut Secara Hukum di https://www.kompas.tv/nasional/676973/pengamat-minta-prabowo-buka-siapa-donatur-demonstrasi-mahasiswa-tuntut-secara-hukum
#prabowo #demo #mahasiswa
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/676979/full-ketua-bem-ui-tanggapi-presiden-prabowo-sebut-tahu-yang-bayar-demo-ini-kata-golkar-pengamat
Bagaimana reaksi mahasiswa atas pernyataan Presiden Prabowo, dan siapa yang dimaksud Prabowo?
Akan kita bahas bersama Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, bersama Wakil Ketua Umum Golkar, Ahmad Doli Kurnia dan Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV pada Kamis, (25/6/2026).
Baca Juga Pengamat Minta Prabowo Buka Siapa Donatur Demonstrasi Mahasiswa: Tuntut Secara Hukum di https://www.kompas.tv/nasional/676973/pengamat-minta-prabowo-buka-siapa-donatur-demonstrasi-mahasiswa-tuntut-secara-hukum
#prabowo #demo #mahasiswa
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/676979/full-ketua-bem-ui-tanggapi-presiden-prabowo-sebut-tahu-yang-bayar-demo-ini-kata-golkar-pengamat
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:09Presiden Prabowo Subianto memperingatkan pihak-pihak yang menurutnya mendanai sejumlah demonstrasi.
00:13Prabowo menegaskan dia tahu siapa yang membayar aksi-aksi unjuk rasa.
00:17Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato acara puncak Pekan Nasional Petani dan Layan di Gorontalo, Rabu kemarin.
00:23Prabowo heran ada pihak yang tidak mendukung pemerintahannya bersaing dengan negara lain.
00:28Presiden ingin seluruh rakyat kompak layaknya tim sepak bola yang sedang menjalani pertandingan.
00:32Hati-hati loh, saya kasih peringatan mereka-mereka itu, saya tahu siapa yang bayar-bayar demo gue tahu itu.
00:44Tapi gak apa-apa yang bayar demo.
00:46Ditanya, ditanya anak-anak demo gak ngerti.
00:51Mau demo apa ya?
00:55Kami dibayar 200 ribu.
00:58Tapi ada, saya gak mengerti.
01:02Saudara-saudara kita ini kalau merasa, apa ya, kalau kita dalam pertandingan gitu ya,
01:08kita jadi supporter kan, kita mendukung satu tim.
01:11Ayo maju, maju, maju.
01:13Negara kita ini lagi bersaing sama banyak negara.
01:19Harusnya bangsa ini kompak.
01:23Ketua DPPP diberjuangan, Andrea Sugoparera,
01:26menganggap wajar jika Presiden Prabowo mengetahui pihak memberi uang demo kepada mahasiswa.
01:30Bagi BDIP, yang terpenting adalah mahasiswa tidak mudah terpecah belah
01:34pasca Ketua BMU Bega mengaku menerima uang dari oknum polisi agar tidak demo.
01:38Pemberian uang ke mahasiswa sama dengan berusaha pertumbuhan demokrasi di Indonesia.
01:42Dengan perangkat yang dimiliki, baik intelijen maupun perangkat penegak hukum,
01:50seharusnya mudah untuk mengetahui itu.
01:53Dan juga kita bisa kira-kira menduga dari mana sumber dana yang diberikan kepada mahasiswa.
02:02Kita harap anak-anak muda ini, mahasiswa-mahasiswa ini tidak terpengaruh,
02:06dan tidak mudah untuk diadu domba, tidak mudah dipecah belah karena ada sebagian kecil bahkan yang menerima dana-dana tersebut.
02:16Koordinator Sospol Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia Hafiz Hernanda mengatakan,
02:21praktik seperti ini sudah terjadi sejak 10 tahun lalu.
02:23Bahkan Hafiz menantang pemerintah untuk membuka secara terang siapa pihak yang disebut mendanai unjuk rasa mahasiswa.
02:30Ketika Prabowo akhirnya mengakui, mengakui bahwa ada selain pihak asing yang melakukan hal tersebut.
02:36Dan Pak Prabowo sendiri, seperti pidato-pidato sebelumnya, mengatakan bahwa sebenarnya ia tahu siapa aktor dibalik hal tersebut.
02:45Sebelumnya tapi kan dia asing.
02:46Tapi saat ini, Pak Prabowo dengan yakin mengatakan bahwa ia tahu.
02:50Sebenarnya simpel kan.
02:51Dari BMU sendiri, itu penasaran banget loh.
02:54Sebenarnya, kalau misalnya Bapak tahu, emang siapa sih?
02:56Mengapa tidak mau disebut?
02:58Itu pertama.
02:59Kedua, kenapa tidak ada aksi lanjutan dari pemerintah untuk meluliskan hal tersebut?
03:04Karena saat ini Indonesia kan merupakan negara demokrasi.
03:07Di negara demokrasi, demo itu wajar gitu loh.
03:10As in, demo itu merupakan hak warga yang sudah dijamin undang-undang.
03:14Analis komunikasi politik Universitas Pajajaran, Kunto Adiwibo menilai
03:18pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai demonstrasi mahasiswa yang dibiaya itu mengecilkan gerakan mahasiswa.
03:24Kunto juga bilang bahwa pernyataan Prabowo itu ditujukan pada elit politik yang ia rasa berada di belakang mahasiswa.
03:30Sehingga ini merupakan elit lawan elit.
03:33Jadi, ketika Pak Prabowo berbicara seperti itu, maka cara berpikir Pak Prabowo bahwa tidak mungkin ada demonstrasi berskala besar
03:42kalau tidak ada elit politik yang di belakangnya atau tidak ada bohir di belakangnya.
03:47Ini juga jadi bermasalah. Yang pertama, mengecilkan gerakan mahasiswa sendiri, mengecilkan rakyatnya sendiri.
03:57Yang kedua, juga tidak bisa melihat masalah secara lebih jernih.
04:02Dia hanya melihat masalah bahwa ini hanya pertarungan elit.
04:05Padahal, tuntutan mahasiswa bukanlah itu.
04:09Dugaan penyuapan itu muncul saat Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum UBK, Muhammad Abdi Maludin, mengaku
04:15menerima uang 20 juta rupiah usai demo bertemu Wakil Presiden Gibran Akabuming.
04:19Uang tersebut diduga berkaitan dengan rencana pemindahan titik aksi mahasiswa UBK di Istana Presiden Jakarta Pusat.
04:25Pihak Rektorat UBK menegaskan bakal menindaklanjuti pengakuan Ketua BM Fakultas Hukum
04:29soal penerimaan uang sebelum aksi unjuk rasa.
04:31Tim Liputan Kompas TV
04:43Presiden Prabu Subianto menyebut ada pihak-pihak yang membiayai aksi demonstrasi.
04:47Prabu bilang dia tahu siapa yang membayar aksi-aksi unjuk rasa.
04:53Bagaimana reaksi mahasiswa atas pernyataan Presiden Prabu dan siapa yang dimaksud oleh Presiden Prabu?
04:59Akan kita bahas bersama dengan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia
05:03Yata Latof Masum Imawan
05:04kemudian ada Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia
05:08dan Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro.
05:12Selamat pagi Mas Atof, Bang Doli dan juga Mas Agung.
05:16Selamat pagi. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
05:19Saya mau ke Bang Doli dulu.
05:21Bang Doli, ini menarik ya karena di depan umum Presiden terang-terangan bilang
05:25dan juga memperingatkan bahwa ada pendana gitu terkait dengan demo.
05:30Tapi apa sebetulnya yang membuat Presiden Prabu ini akhirnya melontarkan pernyataan itu
05:35dan kira-kira siapa sih yang dimaksud oleh Presiden Bang Doli?
05:39Ya, saya kira memang Presiden pasti punya fasilitas ya
05:44untuk bisa mengetahui setiap apa saja yang terjadi dan berkembang di negara kita ini gitu.
05:51Nah, termasuk misalnya kalau ada didapatkan informasi bahwa
05:57aksi-aksi yang dilaksanakan belakangan ini
06:01itu ada yang kemudian membiayainya gitu ya.
06:07Nah, dan saya kira memang pada titik tertentu ya
06:12apabila memang orang-orang yang selama ini dianggap membiayai aksi itu
06:19dan kemudian aksi itu mengarah kepada hal-hal yang sudah tidak terarah lagi
06:24misalnya mengarah ke anarkis gitu ya
06:28terus kemudian apa yang disampaikan sudah tidak objektif lagi gitu ya
06:32nah itu sebenarnya bisa dikenakan, dibawa ke masalah ranah hukum gitu loh
06:37nah, jadi itu yang pertama
06:40nah yang kedua
06:43saya sebetulnya selama adik-adik mahasiswa ini
06:48apa ya, secara genuine gitu ya
06:52kemudian bereaksi
06:55karena mereka punya nilai idealisme
06:58melihat realitas yang menurut pandangan mereka ini
07:02tidak sesuai dengan idealisme mereka
07:05kemudian menyampaikan aksi demonstrasi
07:09tentu secara damai gitu ya
07:12menurut saya, saya selalu memberikan apresiasi dan kehormatan kepada mereka gitu
07:17karena mereka itu memang ya salah satu fungsi tugasnya dalam belajar
07:22ya seperti itu gitu
07:24dulu saya juga pernah jadi ketua senat mahasiswa gitu
07:28dan biasa saja kalau kita melihat ada sesuatu yang
07:32kita anggap tidak tepat gitu ya
07:35kita menyampaikan
07:38nah tapi justru saya yang aneh itu melihat sekarang
07:41mudah sekali ya teman-teman mahasiswa ini terbelah gitu
07:46nah tiba-tiba misalnya ada teman-teman mahasiswa yang memberikan dukungan
07:53bahkan datang ke wakil presiden
07:57dan kemudian mengaku dapat sesuatu gitu ya
08:02nah ini agak aneh nih
08:05menurut saya selama saya jadi mahasiswa dan membaca gerakan-gerakan mahasiswa
08:13dari dulu sampai sekarang
08:15ya baru ini kayaknya ini ada mahasiswa datang gitu ya
08:19terima bayaran mengaku gitu
08:22karena gini
08:23kalau dulu biasanya ya
08:26kita di dalam
08:28antar pimpinan-pimpinan mahasiswa
08:31aktivis mahasiswa itu
08:32berdebat sampai ribut berantem-berantem sih gak masalah gitu ya
08:36tapi kalau keluar kita solid
08:37yang gak setuju diam gitu
08:39bukan malah menunjukkan ketidak setujuannya di depan publik
08:42yang satu bilang A yang satu bilang B gitu
08:45nah jadi menurut saya
08:49pertama jadi
08:51ya itu kalaupun memang ada yang bayar-bayar
08:54ya stop lah bayar-bayar adik-adik mahasiswa ini
08:57jangan juga diajarin adik-adik mahasiswa ini dengan hal-hal yang
09:01merusak mental moral mereka gitu ya
09:05jadi
09:06kalau memang gak setuju dengan
09:09ada gak setuju dengan kebijakan pemerintah
09:12ya ngomong juga aja
09:13gak usah dimanfaatin adik-adik mahasiswa ini gitu
09:15kemudian yang kedua
09:17adik-adik mahasiswa ya tolonglah
09:21jangan terpancing dengan yang kayak begitu-gitu itu
09:25idealisme teman-teman harus tetap dijaga gitu
09:28oke
09:29tetap harus jaga idealisme
09:31saya ke Mas Atof
09:33Mas Atof kalau misalnya seperti itu
09:35lantas gimana Anda menyikapi pernyataan Presiden Prabowo
09:38mengenai unjuk rasa mahasiswa yang terjadi akhir ini
09:40ada yang membiayai
09:41meskipun kita tidak bisa menggeneralisir ya
09:44bahwa ini memang kalau misalnya ada demo
09:45artinya ada yang membiayai begitu
09:48ya baik Kak
09:49sebenarnya memang sejauh ini
09:52tuduhan ya
09:53tuduhan bahwa demo itu dibiayai oleh asing
09:56atau koruptor itu terjadi tahun lalu
09:59atau sekarang klaim dari Bapak Presiden
10:03mengenai mengetahui siapa yang
10:05menyalurkan aliran dana dan segala macamnya itu kan
10:08belum terbukti ya
10:09karena tidak pernah dibuka begitu kan
10:12sedangkan justru demo yang dibiayai oleh
10:16mungkin orang yang berada di dalam pemerintah
10:19itu udah terbukti begitu kan
10:22entah itu dari wajan yang paling kecil gitu kan
10:25meningkat sampai sekitar 50-100 ribu yang pro MBG
10:29hingga yang 300 juta di depan mata begitu
10:32yang Bung Karno misalkan
10:34bahkan sebenarnya juga kepala dinas pendidikan
10:37ada di Batam gitu kan
10:41memobilisasi guru dan juga anak-anak sekolah
10:43untuk ikut demo pro MBG begitu kan
10:46jadi disini kita jadi bertanya-tanya
10:48sebenarnya siapa yang sedang memecah belah bangsa gitu kan
10:51padahal narasi yang dikeluarkan oleh Bapak Presiden adalah
10:54kita harusnya layaknya satu kesatuan sepak bola begitu
10:57tetapi kok disini ketika kita ada demonstrasi
11:01yang di HI misalkan
11:05itu langsung dihadapkan oleh banyaknya aparat, ribuan
11:08bahkan ada militer juga
11:09tapi ketika aksi pro MBG
11:12kok aparat malah melindungi
11:14malah mengawal secara santun segala macam gitu
11:19disini kan berarti ada perbedaan
11:20ada perbedaan bagaimana menikapinya
11:23ada perbedaan bagaimana menindak aksi demonstrasinya begitu
11:28jadi disini sebenarnya dari kami mahasiswa melihat bahwa
11:33jika memang Bapak Presiden narasinya adalah
11:35ingin masyarakat Indonesia bersatu layaknya kesatuan sepak bola
11:39maka Bapak terusuri langsung
11:42dan juga langsung buka kepada publik transparansi
11:45hasil penelusarannya
11:47misalkan bagaimana bisa mahasiswa UBK itu menerima aliran uang sebesar 300 juta
11:52terus juga bagaimana bisa ada kepala dinas pendidikan
11:57malah mengeksploitasi dalam tanda kutip anak-anak untuk ikut aksi pro MBG
12:01jadi dari kami mahasiswa melihatnya seperti itu Kak
12:05oke nah kalau begitu lantas ini akan mempengaruhi soliditas gerakan mahasiswa gak sih Mas Atof?
12:11ya kalau soliditas mahasiswa sebenarnya memang
12:14kita tidak ada masalah
12:17dalam arti terpecah belah
12:19seperti yang dibicarakan oleh publik begitu ya
12:22karena kami sendiri pun juga tahu bahwa
12:25disini sebenarnya bukan masalah kita
12:28berbeda arah gerak gitu
12:30karena sebenarnya walaupun kita arah gerak berbeda
12:33tapi kita sama-sama dalam penderitaan gitu kan
12:35kita sama-sama dalam punya khawatiran
12:38sama-sama punya keinginan untuk Indonesia lebih baik begitu kan
12:42jadi untuk kita khawatir akan pecah belah tentu tidak
12:46tapi memang kita selalu membicarakan kepada sesama mahasiswa
12:51bahkan juga sesama rakyat Indonesia begitu kan
12:54jangan sampai kita menggadaikan kemerdekaan kita yang ada ini yang tersisa
12:59untuk menerima aliran-aliran dana yang sifatnya itu hanya sementara begitu
13:04tetapi menggadaikan perjuangan misalkan
13:06bagaimana kita memperjuangkan kesejahteraan pendidikan
13:10bagaimana kita memperjuangkan ada akses kesehatan yang layak
13:14atau bagaimana kita memperjuangkan sesama saudara
13:18yang misalkan di Sumatera Aceh
13:20yang sekarang setelah 8 bulan masih menderita gitu kan setelah pencana
13:24oke tentu harapannya adalah tetap menjaga idealismenya masing-masing saya
13:27kalau Mas Agung
13:28Mas Agung kalau menurut Anda
13:30lantas gimana menyikapi pernyataan Presiden Prabowo ini
13:33apa sih sebetulnya ingin disampaikan Presiden Prabowo
13:35kemudian harapannya kan tentu jangan sampai ini ditangkapnya
13:39jadi kayak ada elite versus elite nih
13:40dengan adanya demonstrasi yang dikatakan ada yang dibiayai ini
13:44iya ini alarm internal dan eksternal Presiden untuk semua ya
13:48di internal memang kita tahu akhirnya ada istilah elite versus elite gitu
13:52karena viral kita lihat di timeline sosmed kita
13:56bahwa ya ada oknum mahasiswa UBK
14:00menerima aliran dana dari oknum alumni-nya
14:03dan oknum alumni-nya itu menerima dari oknum aparat kepolisian semacam itu
14:08jadi saya merasa ini perlu ada banyak klarifikasi oleh lembaga-lembaga resmi negara
14:14misalkan istana wakil Presiden
14:16ya kemudian institusi kepolisian
14:18dan dari pihak UBK sudah melakukan itu dengan menonaktifkan mahasiswa yang bersangkutan semacam itu
14:24bahwa dia tidak boleh lagi menjadi ketua BEM Fakultas Hukum UBK
14:28jadi saya mengapresiasi sivitas akademika UBK
14:32tapi saya masih menanti rilis resmi dari istana wakil Presiden
14:37kemudian institusi kepolisian
14:39agar permasalahan ini selesai ya
14:42tidak berujung kemana-mana
14:44karena sudah menimbulkan banyak sakwah sangka yang tidak produktif di publik
14:49dan sedikit banyak ini juga memiliki pengaruh ya
14:52ke teman-teman gerakan mahasiswa
14:55bahwa gerakan ideal yang mereka lakukan itu
14:59dalam tanda petik dikerdilkan dengan isu-isu remeh-temeh
15:03soal bayaran ini Mbak Okta
15:05yang kedua memang secara eksternal
15:07mestilah ada pihak-pihak luar
15:09yang dari awal tidak senang dengan situasi dan kondisi stabil di Indonesia
15:15tapi lagi dan lagi saya berharap
15:17karena Presiden punya fitur-fitur kekuasaan yang tinggal di
15:21istilahnya di eksekusi
15:23dibuka saja pihak-pihak itu
15:25dan dituntut secara hukum
15:27karena kita tidak mau ya
15:29terus-menerus dibawah dalam prasangka-prasangka yang negatif
15:34dan itu tidak sehat dalam situasi yang menurut saya hari ini sedang
15:38tidak baik-baik saja secara ekonomi di internal maupun secara global ya
15:43kita punya tarikan kuat tentang ketidakpastian geopolitik
15:46geoekonomi dunia juga semacam itu
15:48jadi semakin pasti situasinya
15:51semakin jelas eksekusi tindakan atas situasi itu
15:54semakin baik bagi negeri kita gitu
15:56kita bisa move on
15:57menyelesaikan hal-hal substantif
15:59soal misalkan stabilitas harga-harga yang masih naik sebagian
16:03soal fluktuasi ya nilai tukar rupiah kita
16:06dan harga saham yang masih naik turun
16:09kemudian soal ancaman PHK masal Mbak Wokta
16:11yang dalam berapa pekan ke depan
16:13itu kalau nggak diatasi
16:15itu bisa puluhan ribu
16:16ya dua pabrik besar di sekitar Jabodetabek itu
16:20bisa terjadi
16:21ya itu hal-hal yang substantif yang perlu direspon
16:24terus bagaimana misalkan ketika program makan bergizi gratis
16:28jeda tiga pekan
16:29ini gimana perubahan yang bisa dilakukan gitu
16:32ya kita dengar ada memoratorium
16:35kita dengar ada refocusing
16:37nah setelah tiga pekan ini gimana
16:39hasilnya semacam itu
16:40jadi ini pekan-pekan yang menurut saya menentukan
16:44dan pemerintah harus fokus ke sana
16:46ya bukan menyampaikan statement-statement
16:49ya misalnya mohon maaf kepada Bapak Presiden
16:51yang tidak produktif semacam itu
16:53kalau misalkan ujungnya nggak jelas
16:55ya karena ini bisa membuat kita
16:57sesama anak bangsa
16:58saling curiga satu sama lain
17:00mungkin sebagai pengantar begitu Mbak
17:01oke saya ke Bang Doli menarik nih
17:03Bang Doli ini tadi dikatakan oleh Mas Agung
17:05soal sebetulnya di Indonesia ini
17:06ada banyak permasalahan yang diangkat oleh
17:08masih soal yang melakukan unjuk rasa
17:10juga ada beberapa tuntutan
17:11seharusnya yang dilakukan adalah
17:13menjawab tuntutan itu gitu
17:14jadi bukan sekedar dalam arti kata
17:16mengurusi siapa yang mendungangi demo
17:18tanggapan Anda?
17:20iya sebetulnya kami ya
17:23juga termasuk pemerintah ekskutif
17:25itu memahami apa yang juga disampaikan
17:29oleh tuntutan adik-adik mahasiswa itu
17:32ya beberapa kali juga saya sampaikan
17:35bahwa memang kondisi kita hari ini
17:39tidak sedang baik-baik saja ya
17:42atau belum baik-baik saja gitu
17:44dan mahasiswa maaf
17:46pemerintah juga sebetulnya
17:48merespons ya
17:50apa yang disampaikan
17:51teman-teman itu
17:53nah banyak sebetulnya langkah-langkah
17:56yang sudah dilakukan
17:57contoh misalnya MBG ya
17:59saya tahu bahwa
18:02apa namanya
18:03otoritas yang punya tanggung jawab
18:05terhadap pengurusan MBG ini
18:08itu sudah diinstruksikan
18:09untuk melakukan evaluasi
18:11evaluasi itunya misalnya terhadap soal
18:15ya harus disisir lagi ini
18:17apa namanya
18:19titik-titik MBG
18:21yang ternyata juga sekarang
18:22sudah mulai terungkap kan
18:24ada yang pernah di tengah sawah
18:26dan segala macam itu
18:27bahkan disampaikan langsung oleh
18:29seorang wakil kepala daerah gitu
18:32nah yang kedua
18:33sekarang sudah sedang dipertimbangkan ya
18:36untuk misalnya
18:37dikembalikan pengadaannya itu
18:40di lingkungan sekolah ya
18:42melalui kantin sekolah
18:44dan seterusnya
18:46nah kemudian selama ini
18:48misalnya soal energi
18:50ya bagaimana pemerintah
18:52tetap terus bertahan ya
18:53tidak ada kenaikan yang
18:56terhadap yang disubsidi gitu ya
18:59nah jadi itu kan ada upaya-upaya
19:02ada respons ya
19:04yang juga dilakukan pemerintah
19:06dari apa yang disampaikan
19:07jadi pemerintah kami DPR
19:10sadar betul
19:12apa yang disampaikan oleh
19:14adik-adik mahasiswa itu
19:15adalah sebuah realitas yang
19:16mereka itu mungkin juga
19:18tidak mengada-ngada begitu ya
19:20nah jadi itu
19:22nah cuma begini
19:24sekali lagi kalau
19:26tentu ya tentu ada juga
19:28orang yang juga punya kepentingan
19:31ya secara politik ya
19:33yang namanya politik
19:34tentu
19:36apa namanya ya
19:38ya
19:39gak usah kan politik
19:40kita sama manusia ada yang
19:42suka tidak suka dan
19:43salah macam itu
19:44nah
19:44tapi kalau misalnya ada
19:46elit tertentu pun ya
19:48yang memang tidak
19:50suka dengan
19:51apa yang dikerjakan oleh
19:53pemerintah dan kami semua
19:55saat ini gitu ya
19:56ya
19:58jangan memanfaatkan situasi
20:00apa namanya
20:02kemurnian yang disampaikan oleh
20:04adik-adik mahasiswa itu
20:05gitu loh
20:06nah jadi kalau gak suka
20:07ya nanti tanding aja di
20:092029
20:10gitu ya
20:11oke
20:11kumpulkan uang
20:13kumpulkan uangnya
20:14nanti untuk persiapan
20:16berikutnya ya kita
20:17adu
20:17adu gagasan
20:19adu konsep
20:20adu kebijakan
20:21gitu ya
20:21adu program
20:22mana yang nanti memang
20:23ini sama
20:24yang didukung oleh
20:25rakyat gitu
20:26jadi jangan juga
20:28kemudian
20:30mengganggu
20:31adik-adik mahasiswa
20:32yang sedang memang
20:33ya memang mereka harus
20:35mengerjakan itu
20:36sebagai mahasiswa
20:37gitu
20:37oke
20:38lantas kalau misalnya
20:39dikatakan jangan sampai
20:40manfaatkan situasi
20:41kalau menurut
20:42Bang Duri sendiri
20:42sebetulnya demo yang
20:44dibayar itu
20:45kalau terlepas dari yang
20:46mengakui begitu ya
20:47seperti apa sih Bang?
20:50ya saya
20:51saya tidak tahu
20:52persis juga ya
20:53kan kita juga baru dapat
20:55informasi kemarin
20:56dari Pak Presiden
20:57itu ya
20:58dan tentukan
20:59apa namanya
21:01sekali lagi saya katakan
21:02Pak Presiden
21:03punya akses
21:04punya fasilitas
21:05ya untuk mengecek
21:06semua setiap
21:07apa-apa jarum
21:07jatuh aja
21:08saya kira memang
21:08sebagai seorang Presiden
21:10pasti beliau tahu
21:13gitu ya
21:13nah
21:14dan saya katakan tadi
21:17pada titik tertentu
21:19saya kira
21:19kalau memang sudah
21:20ini kan artinya
21:21warning nih
21:22yang disampaikan oleh
21:23Pak Presiden kita ya
21:26apa namanya
21:27terhadap orang-orang
21:28yang memang melakukan itu
21:30ya stop aja lah
21:32gitu ya
21:32karena
21:33ini nanti kan
21:35kalau tadi kita bicara
21:36tentang soal
21:37apa namanya
21:39pembelahan
21:40ya juga sama
21:42mereka juga melakukan
21:43itu juga kan
21:44pada akhirnya
21:45oke
21:46jadi saya kira
21:46jangan
21:48janganlah
21:49gitu
21:49oke
21:50saya
21:51dirusak nih
21:52agenda teman-teman
21:53mahasiswa ini
21:54oke
21:54saya ke Mas Atof
21:55Mas Atof tadi dikatakan oleh
21:56Bang Doli
21:56sebetulnya di samping
21:57ya Presiden juga
21:58nyinggung soal ada
21:59demo yang dibayar
22:00tapi juga
22:00pemerintah tuh menjawab gitu
22:02apa yang jadi
22:02tuntutan mahasiswa
22:03sudah cukup kah
22:04ya sudah dijawab sejauh ini
22:05dari yang kemarin
22:06dilakukan
22:06ujung rasa
22:07kemudian
22:07gimana caranya
22:08supaya dengan
22:09adanya pernyataan
22:10Presiden tersebut
22:11tapi tetap menjaga
22:12citra gerakan
22:12mahasiswa ini
22:13tetap apa ya
22:14dipandang
22:15ya masih idealis lah
22:16gitu di mata publik
22:17ya baik
22:18sebenarnya kalau
22:20cukup atau tidak
22:21tentu kita bisa melihat ya
22:22tadi
22:23disampaikan juga
22:24oleh Mas Agung
22:25bahwa
22:25tiba-tiba sekarang
22:27ada ancaman PHK
22:28atau segala macam
22:28jadi kita bisa melihat
22:30bahwa
22:30memang
22:31solusi
22:32atau tanggapan
22:33dari pemerintah ini
22:34ibaratnya hanya
22:35parasetamol
22:36untuk
22:36penyakit
22:38yang
22:39sudah hampir
22:40menuduh kritis
22:40gitu kan
22:41kita melihat bahwa
22:42MBG
22:43sedang diberhentikan
22:44sementara
22:45tapi tiba-tiba
22:46bertambah lagi
22:47bahwa ada
22:48100 lebih
22:49fiktif
22:50kalau nggak salah
22:50SPPG
22:51di Cilacap
22:52jadi disini
22:53sebenarnya memang
22:54utamanya adalah
22:56pemerintah harus berani
22:57harus berani
22:58untuk
22:59menyelesaikan
23:00masalah fundamentalnya
23:01nah makanya
23:02kita
23:02mengajukan
23:04tuntutan
23:05kita menuntut
23:06berhentikan MBG
23:07berhentikan
23:08KOPDES
23:08sebenarnya kita
23:09menghormati
23:10itu adalah kontrak politik
23:11dari Pak Presiden
23:12tapi kita melihat
23:13bahwa disini ada
23:14urgensi yang lebih penting
23:15daripada hal itu
23:16ada urgensi terkait
23:18kebutuhan
23:18kehidupan dasar
23:19masyarakat
23:20terkait
23:21keletaan hidup
23:21dan juga ada
23:22urgensi untuk
23:23membuat program itu
23:24tepat sasaran
23:25tidak lain dan
23:26tidak bukan
23:27hanya dengan
23:27berhenti dulu
23:28baru dilakukan
23:29orientasi ulang
23:30begitu
23:31supaya
23:31semuanya
23:32dapat ditutup
23:34celah-celah korupsinya
23:35pun juga
23:36sebenarnya
23:36disini
23:37rezim ya
23:39dapat
23:39belajar
23:40kepada
23:41misalkan
23:42kalau Mas Yaui
23:43begitu ya
23:44dapat belajar
23:45bagaimana
23:45wakil dari
23:47organisasi
23:48gitu ya
23:49wakil dari
23:49kepemimpinan
23:50itu dapat
23:50bermanfaat juga
23:51begitu kan
23:51kita melihat disini
23:52dari rezim sekarang
23:54wakil presiden
23:55dan juga presiden
23:56terlihat
23:57mulai bergerak
23:58masing-masing
23:59gitu
23:59sangatnya berbeda
24:01dengan bagaimana
24:01kita dari
24:02BIMUI
24:03bergerak
24:04begitu kan
24:05bagaimana
24:05saya sebagai ketua
24:06bagaimana
24:07Fatima sebagai wakil
24:09dapat sama-sama
24:10melakukan kontribusi
24:11begitu kan
24:12pun juga sebenarnya
24:13rezim dapat belajar juga
24:14kepada Mas Yaui Bung Karno
24:15begitu kan
24:16jika memang
24:17mengetahui ada
24:18oknum-oknum
24:19jika memang
24:19ada mengetahui
24:20ada rana-rana
24:21maka langsung dibuktikan
24:22itu kan hanya
24:23sehitung
24:24sebenarnya
24:24satu minggu
24:25semenjak aksi
24:26Mas Yaui Bung Karno
24:27akhirnya Mas Yaui-Mas Yaui
24:29menyadari bahwa
24:30ketuanya
24:30terata oknum
24:31langsung ditindaklanjuti
24:33langsung terus
24:34langsung dihukum
24:35bahkan
24:35begitu kan
24:36nah
24:36disini kita lihat
24:37bahwa
24:39bagaimana
24:39rezim selanjutnya
24:40setelah Pak Presiden
24:42melakukan pidato
24:43seperti itu
24:43apakah hanya
24:44omong-omong saja
24:46atau apakah
24:47konkret juga
24:47seperti mahasiswa
24:48begitu kan
24:48karena
24:50anggapan jika
24:51kita tidak idealis
24:53itu sudah dibuktikan loh
24:54Mas Yaui Bung Karno
24:55saja
24:55menghukum ketuanya sendiri
24:56begitu kan
24:57begitu
24:58mas Atav
24:59tapi
24:59in real situation
25:01di situasi realnya
25:02itu seberapa besar
25:03sebetulnya
25:03ada upaya-upaya
25:03intervensi itu
25:04kepada mahasiswa
25:06kalau misalkan itu
25:07sebenarnya dapat
25:08dilihat juga ya
25:09bagaimana
25:10ketika kita bahkan
25:11mulai
25:12di jalan
25:13begitu kan
25:13aksi
25:14itu
25:14perbandingan
25:16aparat yang diturunkan
25:17dengan mahasiswa
25:18tentu
25:184 banding 1
25:20begitu kan
25:20saat yang dibunuh
25:21H.I misalkan
25:22itu kan dapat dilihat
25:23bahwa
25:24pemerintah
25:24tidak ingin
25:26aksi ini
25:27makin membesar
25:28gitu
25:29jika misalkan
25:30memang pemerintah
25:31ingin
25:32aksinya adalah damai
25:33atau santun
25:34segala macam
25:34kita sudah lakukan kok
25:36seperti apa yang
25:37disampaikan oleh
25:38Pak Menak
25:38begitu kan
25:39bahwa
25:40kita harus seperti
25:42Nabi Musa
25:42atau Nabi Harun
25:43yang santun
25:44ketika menghadapi
25:44Fir'aun
25:45begitu kan
25:45itu yang kita lakukan
25:47nah
25:47cuma memang
25:48bahasanya disini
25:49banyak
25:50yang tidak patuh
25:52kepada presider
25:53banyak
25:54yang tidak patuh
25:55kepada
25:57konstitusi
25:57dalam arti apa
25:58dalam arti
25:59itu kan
26:00kepolisian
26:01kok bisa-bisanya
26:02ngasih duit
26:02ke mahasiswa
26:03itu duitnya
26:04dari mana
26:05anggarannya
26:06dari mana
26:06begitu kan
26:07terus asas
26:07dasar apa
26:08aliran dana
26:10itu disalurkan
26:11begitu kan
26:12hal-hal itulah
26:13yang sebenarnya
26:14memang
26:14ujung-ujungnya
26:15juga disebabkan
26:15oleh orang yang
26:16dalam tanda kutip
26:18di dalam pemerintahan
26:19oke
26:20saya ke Mas Agung
26:21Mas Agung
26:22tadi
26:22menarik
26:23soal bagaimana
26:24ternyata
26:24memang intervensi
26:25itu juga terjadi
26:25ketika
26:26unjuk rasa
26:27lantas
26:27gimana caranya
26:28supaya menjaga
26:29aspirasi masyarakat
26:30terhindar dari
26:30intervensi toko tertentu
26:32kemudian juga
26:32tetap menjaga
26:33bahwa tetap ada
26:34idealisme nih
26:34gitu diantara
26:35misalnya gerakan
26:36unjuk rasa
26:37mahasiswa
26:37bahwa jangan sampai
26:38ketika ada pihak-pihak
26:39yang ingin unjuk rasa
26:40tapi mereka
26:41beranggapan bahwa
26:42wah jangan-jangan nih
26:43nanti gerakan kita
26:43dianggap ya
26:44ada yang menunggangi
26:45atau sebetulnya
26:46ada yang membiayai
26:47seperti itu
26:47ya transparansi ya
26:50Mbak Okta ya
26:50jadi saya kira
26:52teman-teman mahasiswa
26:53sudah mencontohkan
26:54dengan baik ya
26:55dari UBK
26:56sivitasnya
26:57dengan cepat
26:58menginvestigasi
26:59kasus
26:59swab yang diterima oleh
27:01Oknum ya
27:02ketua BMFH nya
27:04dan sekarang
27:05sedang disidik
27:06aliran dana tersebut ya
27:08dan saya menanti itu
27:10dan
27:10sekaligus
27:11mengapresiasinya
27:12nah tinggal menunggu tadi
27:13ya klarifikasi
27:15dari
27:15Istana Wapres
27:17sama
27:17kepolisian
27:18untuk
27:19membersihkan
27:20masing-masing
27:21nama institusinya
27:22sebenarnya
27:22duduk perkaranya
27:23seperti apa
27:23karena
27:24ini sudah berkembang
27:25di publik opini tersebut
27:26jadi
27:27transparansi yang dimaksud itu
27:29adalah soal
27:29kenapa
27:30masalah seperti ini
27:31mengemuka
27:32karena sudah sampai
27:33menjadi atensi presiden juga
27:35semacam itu
27:36dan
27:36saya kira
27:37kalau itu
27:37tidak diberikan respon
27:38ya presiden harus
27:39turun tangan
27:40apakah melalui
27:41KSP
27:42apakah melalui
27:43Bakom ya
27:44sebenarnya
27:45yang dimaksud
27:46demo
27:47bayaran itu
27:48ataupun
27:49pihak yang membayari itu
27:50siapa sih
27:51sebenarnya
27:51Bakom
27:52sama
27:53KSP
27:54tidak bisa lagi
27:54dengan bahasa-bahasa
27:55normatif
27:56di era sekarang
27:57ini kan teman-teman
27:58Gen Z ini
27:59konkret-kongkrit semua
28:00ya indis ekonomi
28:02gitu ya
28:02mas Atof ya
28:03bahwa semuanya
28:04harus nyata
28:05harus jelas
28:06ngambang
28:07ya ngabur
28:08ya mereka bakalan
28:09teriak lagi
28:11gitu loh
28:11jadi maksud saya
28:12statement-statement
28:13normatif itu
28:14hari-hari belakangan
28:15hari-hari ke depan
28:16tolong dihindari
28:17gitu
28:18harus jelas
28:18harus terang
28:19mungkin presiden
28:20boleh memakai
28:21bahasa-bahasa
28:22normatif
28:22ya
28:23bahasa-bahasa
28:24politis
28:24bahasa-bahasa
28:26panggung depan
28:27panggung belakang
28:27menjaga
28:28dan seterusnya
28:29tapi
28:29birokrasi di bawahnya
28:31pembantu-pembantunya
28:32itu harus lebih taktis
28:33dan teknis lagi
28:34gitu loh
28:35supaya masyarakat
28:35gak ngawang
28:36gak ngambang
28:37mendapati
28:38semua realitas
28:39ataupun fakta-fakta
28:40yang harus
28:40dijelaskan dengan jelas
28:42gitu
28:42apalagi termasuk
28:43kebijakan
28:44jadi jangan dibolak-balik
28:46kita
28:46yang harusnya jelas
28:47menjadi kabur
28:48yang harusnya kabur
28:49menjadi jelas
28:50macam itu
28:51jadi kita kan
28:52sebagai masyarakat
28:53akhirnya bingung
28:53dan tadi
28:54saya khawatir
28:56ini bisa membuat
28:57polarisasi juga
28:58di tengah-tengah
28:59situasi yang tidak
29:00pasti
29:01karena kita
29:01sesama anak bangsa
29:02jadinya saling mencurigai
29:04mbak
29:04kokta semacam itu
29:05nah yang kedua
29:06selain transparansi
29:07komunikasi
29:08jadi maksud saya
29:10ya teman-teman
29:11gerakan mahasiswa
29:12sivitas akademikanya
29:13ketika teman-teman
29:15mahasiswa demonikanya
29:15terus mengawal
29:16saya lihat rektoratnya
29:17ya dekarnatnya
29:19dan seterusnya
29:19saya mengapresiasi itu
29:21dan sejauh ini
29:22aksi-aksi misalkan
29:23teman-teman BMI
29:24ya sesuailah dengan
29:25aksi mahasiswa
29:27yang saya pahami
29:27sejak dulu bergerak
29:28bersama Bang Doli
29:29gitu ya
29:29ya memang seperti itu
29:31gerakan moral
29:31yang mengkritisi
29:32mengawal
29:33supaya demokrasi kita sehat
29:35tapi memang dalam
29:36beberapa situasi
29:37ini ada aksi-aksi
29:37mahasiswa
29:38dalam tanda petik
29:39yang tandingan
29:41anti mainstream ya
29:42melawan arus
29:43yang dalam tanda petik
29:44mendekradasi gerakan
29:45teman-teman mahasiswa
29:46yang murni tadi
29:48semacam itu
29:48jadi pihak dekanatnya
29:50pihak rektoratnya
29:51juga harus memberikan
29:51klarifikasi
29:52dan beberapa
29:54ya elemen mahasiswa
29:55yang kemarin
29:55sempat membuat sikap
29:57ya
29:57kemudian rilis
29:58menyatakan
29:59ini itu
30:00kemudian ditelusuri
30:01ternyata bukan
30:02ya anggota BEM
30:04dari masing-masing kampus
30:05misalkan
30:06ini kan menarik juga ya
30:07Mbak Wokta
30:08jadi maksud saya
30:08sifitas akademika
30:10hari ini juga
30:11bersiap
30:12berjaga diri
30:12supaya
30:13nama baik mereka
30:14tidak tercoreng
30:15dengan aksi-aksi
30:16yang tidak jelas
30:17dan sekiranya
30:17seluruh kampus
30:18di Indonesia
30:18harus melakukan itu
30:20secara intensif
30:21beberapa waktu
30:22ke depan
30:22karena
30:23demo-demo ini
30:24akan terus
30:25dilakukan
30:26ketika memang
30:27perubahan
30:27situasinya
30:28tidak signifikan
30:30semacam itu
30:30yang ketiga
30:31selain transparansi
30:32komunikasi adalah
30:33soal-soal
30:35yang paling utama
30:35bagaimana
30:36ya teman-teman
30:38mahasiswa ini
30:39untuk tetap
30:40tertib Mbak Wokta
30:41tetap santun ya
30:42baik kata-katanya
30:44tindakannya
30:45kemudian ketika
30:46aksi di lapangan
30:47itu juga menjaga
30:48ya harmonisasi
30:49dengan aparat
30:50gitu
30:50jadi
30:50tuntutannya kan
30:51kepada pemerintah
30:53bukan kepada aparat
30:54jadi
30:54misalkan ada
30:56situasi-situasi
30:56dinamis
30:57fleksibilitas
30:58di lapangan
30:59yang harus
30:59diterima
31:00saya kira
31:01tidak ada soal
31:02misalkan
31:02titik aksinya
31:03tidak mesti
31:04di bundaran HI
31:04ataupun
31:05tidak mesti
31:05di DPR
31:06atau geser
31:06dikit
31:07200 meter
31:07tidak apa-apa
31:08Mas Attov
31:09yang penting
31:09demonya jalan
31:10insya Allah
31:11viral Mas Attov
31:12seperti itu
31:13jadi
31:13kesantunan
31:14ketertiban
31:14harus tetap
31:15dijaga
31:15pun
31:16kalau misalkan
31:17telat dikit
31:17dari jam 6 sore
31:18jam 7
31:18tidak apa-apa
31:19kan ada diskresi
31:20karena harus
31:21membubarkan masa
31:21tapi
31:22tetap harus tertib
31:23tetap harus santun
31:24oke jangan sampai
31:26no viral no justice
31:27tentu kita harapkan
31:28ini tadi menarik
31:29soal jangan sampai
31:29masyarakat jadi saling curiga
31:31harapannya tentu
31:32lebih terbuka
31:32dan juga transparan
31:33soal bagaimana
31:33aksi unjuk rasa
31:34dan juga di samping itu
31:35juga pemerintah
31:36bisa menjawab
31:37bagaimana tuntutan-tuntutan
31:38yang ada
31:39bisa sesuai
31:40begitu
31:40supaya jangan sampai
31:41mencederai demokrasi
31:42dan mengecilkan gerakan
31:43mahasiswa
31:43terima kasih
31:44Ketua Badan Eksekutif
31:46Mahasiswa UI
31:47Yata Latov Masum Imawan
31:49dan juga
31:49Wakil Ketua Umum Partai Golkar
31:51Bang Ahmad Doli Kurnia
31:53dan juga Direktur Eksekutif
31:53Trias Politika Strategis
31:54Mas Agung Bas Krol
31:55sudah bersama di Sampai Indonesia Pagi
31:56Salah-salah Bapak-Bapak
31:58Terima kasih
31:59Makasih Pak Wakta
Komentar