00:00Nah, tapi saya berharap ini juga menjadi perhatian kita karena bonus demografi kita akan habis 2038, katakanlah 2040.
00:10Jadi kalau itu habis, kita hampir pasti kena middle income trap.
00:16Nah, kalau kita masih middle income trap, siapapun nanti presidennya setelah itu, ya maaf kalau saya bilang inalilahi aja, dia
00:23akan mengelola orang-orang tua.
00:25Kita tidak mau terjadi, walaupun ada yang mengatakan dengan AI sekarang, robotik, humanoid, itu juga bisa dihindari.
00:33Jawabannya yes and no.
00:35Jadi saya, Bapak Ibu sekalian, kita harus sepakat Indonesia emas 2045 itu bisa kita capai,
00:43kalau kita semua kompak dan bersama-sama mencari bagaimana melakukan implementasi dari genginan presiden yang diwujudkan dalam proyek-proyek strategisnya.
00:55Misalnya tadi, Makan Bergiji, Koperasi Merah Putih, dan sekarang ada saya kira proyek yang saya terus terang,
01:03mengusulkan dari satu setengah tahun yang lalu untuk International Financial Center, ada family office di sana.
01:11Sebenarnya tujuan saya waktu itu adalah untuk membangun kredibilitas kita mengenai hukum,
01:17karena kita terkenal sekali, inkonsistensi kita pada hukum.
01:21Itu saya usul kepada Bapak Presiden waktu itu, supaya kita pakai ini apa, common law,
01:28dan kemudian, apa namanya, judge-nya sampai, untuk arbitras itu dari luar, kita ambil mungkin untuk membangun trust, confidence.
01:38Karena itu yang kita sekarang susah, sehingga membuat rating kita juga sangat terganggu di sana-sini.
01:45Kita tidak perlu kecil hati mengenai itu, saya kira kalau kita selesaikan akan bisa selesai.
01:55Minggu lalu ada representatif dari BlackRock datang ke kantor saya, saya makan siang di kantor, sama dia.
02:03Akhirnya dia bikin tulisan di Washington mengenai apa, dan saya jelaskan sama dia,
02:10dengan saya bilang, Anda jangan terlalu pesimis lihat Indonesia.
02:14Dengan government technology ini, kami banyak bisa selesaikan masalah.
02:19Dia bilang, apakah Anda serius?
02:20Saya bilang serius, Presiden yang juga sudah setuju, Presiden nanti bulan depan,
02:25tanggal 6, 7, 8, 9 Juli antara itu, akan meninjau, apa namanya, piloting di beberapa tempat.
02:32Sehingga nanti kita akan roll out pada bulan, apa, Oktober, November tahun ini.
02:39Dan kalau itu langsung secara nasional, secara nasional, maka kita akan mengurangi human contact.
02:47Jadi semua berbasis AI.
02:49Jadi saya kira ini sangat penting, masalah diregulasi bisa diselesaikan.
02:53Karena kita sudah punya pengalaman, bukan barang baru, Pak.
02:57Barang ini, karena kita sudah mulai dengan peduli lindungi di COVID,
03:02kita mulai e-katalog, kita mulai simbara, batu barang,
03:07kita mulai simbara, nikel, simbara tadi, tin, dan juga yang lain.
03:12Jadi sebenarnya kita sudah punya benang merah dari ini, tidak hal yang aneh.
03:17Dan kebetulan saya terlibat dari awal, sehingga saya mengatakan,
03:21sebenarnya ini belum pakai AI tadi, hanya digitalisasi.
03:25Tapi tiga bulan yang lalu saya lihat kenapa enggak kita coba AI.
03:29Ternyata, berbasis AI saya kira enggak ada yang, hampir tidak ada yang bisa lari dari sini.
03:34Karena AI ini akan membaca, mengharmonisasi semua.
03:37Dan saya kira pada satu ketika, hukum pun akan bisa nanti AI membaca, sehingga kita lebih bagus.
03:45Nah, hasil riset dari Atlantic Council terhadap 164 negara,
03:50selama 30 tahun menunjukkan bahwa rule of law memiliki korelasi sebesar 0,77 persen terhadap kemakmuran.
04:00Lebih tinggi dibandingkan economic freedom 0,7 persen, maupun political freedom 0,51.
04:07Jadi, rule of law ini memang betul-betul punya peran penting.
04:10Makanya saya senang sekali Pak Firman mengorganisir ini,
04:15dan saya juga sangat terhormat dengan kehadiran Bapak-Bapak di sini semua.
04:19Ya, karena kita punya semua.
04:20Jadi kita carilah solusi untuk apa maksa kita.
04:23Jadi kita berpikir, kalau kita menghadapi masalah, solusinya apa?
04:28Jangan bertengkar.
04:29Sekarang kita suka bertengkar begini setelah lain.
04:32Salahnya solusinya apa?
04:33Kami yang kami MBG, kami langsung memberikan studi ke 800 titik di seluruh Indonesia,
04:40dan sudah ada dari basis studi ini, kami bisa bicara sekarang dengan ada Profesor Arief mengenai ahli kemiskinan.
04:47Kita bisa melihat apa solusi yang terbaik yang kita bisa lakukan.
04:50Jadi saya kira Dewan Ekonomi memberikan banyak pandangan,
04:54karena latar belakang 8 anggota Dewan Ekonomi ini memang macam-macam.
04:59Ada ahli kemiskinan, ada pasar modal, dan sebagainya.
05:01Jadi, saya senang sekali pagi ini ada pertemuan ini,
05:09dan ini saya kira akan menjadi, apa namanya, menjadi upaya untuk meningkatkan daya saing kita.
05:17Dan saya secara khusus juga minta mengenai International Financial Center ini,
05:22itu juga untuk menjadi, apa namanya, salah satu akselerator penguatan rule of law.
05:28Karena ini, di Bali, mereka yang minta.
05:33Sebenarnya saya makan kira-kira satu setengah tahun,
05:35hampir dua tahun lalu dengan beberapa orang kaya di sana.
05:38Mereka bilang, kami senang kalau ada family office di Bali.
05:41Tapi kita berkelahi langsung bilang, oh family office itu enggak dibayai oleh APBN.
05:45Siapa yang mau bakal ada APBN?
05:47Seperti gini yang enggak ngerti masalah, terus bicara.
05:51Jadi si Luhut itu mau gini-gini.
05:52Saya bilang, kan saya belajar.
05:54Kan saya di Tentara enggak bego-bego amat.
05:56Jadi saya belajar, oh, salah satu menurut saya yang bisa mengangkat kredibilitas negeri ini adalah
06:02tadi family office.
06:03Kalau kita confidence dengan apa, bisa membuat mereka confidence dengan aturan kita,
06:09itu akan menggerek juga confidence terhadap negeri ini.
06:12Nah sekarang persiapan untuk family office, saya kira sudah jalan.
06:16P2SK, saya kira undang-undangnya juga sudah disahkan di sana-sini.
06:21Dan persiapannya sudah berjalan.
06:24Nanti kalau saya enggak keliru, dan antara tanggal 18 nanti ada gathering di Bali.
06:29Dan saya minta kita semua mendukung ini.
06:30Karena orang tanya, apa untung kita?
06:33Nah, untung kita kalau duit yang masuk di Indonesia, ya paling tidak memperkuat rupiah kita.
06:38Itu salah satu.
06:39Jadi karena saya enggak bisa bayangkan sekarang karena mereka cerita di Dubai, Abu Dhabi,
06:47waktu perang itu, teman-teman saya dari sana telepon saya.
06:50Dulu Anda sudah bicara family office itu, di mana statusnya?
06:54Kami ingin daerah yang aman, kami yang bisa tinggal aman, kami bisa menaruh duit kami aman.
06:59Ya, karena kami sudah studi sampai ke sana.
07:02Jadi kita sudah bikin studi komprehensif, kita hire juga legal internasional untuk tadi memberi advice ke kita.
07:10Kita lihat dari Dubai, kita lihat Abu Dhabi, kita lihat juga Gujarat, ya tentu kita lihat Singapura dan Hongkong.
07:17Jadi Bapak semua, saya pikir ini menurut saya pertemuan yang sangat bagus sekali.
07:26Biarlah pertemuan ini akan menghasilkan hal-hal yang baik buat negeri kita ini.
07:32Dan saya titik betul pada Bapak-Bapak Ibu sekalian, Indonesia ini milik kita rame-rame.
07:39Jadi kita share apa kemampuan kita, selalu kita berpikir positif.
07:43Saya tetap masih confident kita bisa tumbuh 7-8, mungkin 9 persen dalam beberapa tahun ke depan.
07:51Kalau kita compact dan stick kepada apa yang mau kita ini.
07:55Tidak ada, saya kemarin ke Blackrock saya bilang juga,
08:00This is the golden opportunity to you, for you to invest in Indonesia.
08:06Karena Indonesia tidak akan pernah collapse.
08:08Indonesia is a great country.
08:09We have so many smart people, so many good hearts in this country.
08:13But maybe some issue here and there, we can settle this.
08:16Jadi saya minta Bapak-Ibu sekalian kita compact.
08:19Kita sama-sama bekerja untuk menyelesaikan apa yang bisa kita selesaikan.
08:25Tadi MBG saya sudah singgul sedikit, saya ingin tambahin.
08:28Tadi tim dari DEN juga tadi malam diskusi sampai jam berapa itu dengan MBG.
08:34Dengan Ibu Sari CS, dengan Trenggono.
08:37Kita ada berikan masukan-masukan.
08:39Karena ini sudah kejadian, tidak bisa dipotong begitu saja.
08:43Karena tadi apa gitu.
08:44Karena 3T yang dibilang itu ternyata banyak yang tidak benar.
08:48Padahal sudah keluar uangnya.
08:49Jadi bagaimana ini?
08:51Ya kalau mau diributin kan repot.
08:53Jadi kita harus selalu berpikir cari solusi yang terbaik untuk Republik Tercinta.
08:58Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar