Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 hari yang lalu
Transkrip
00:04Konsep, terus cara breathingnya, ketemu darahnya, detilnya itu, darah ketemu darah ini, diikutin ke atasnya itu, sama dengan ketemu ini,
00:14ini, ini, ini, itu yang paling penting sebetulnya.
00:30Yang terus dijaga, dari masa ke masa namanya, tetap bersuara, legenda yang tetap bercahaya, ayam lautan paru.
00:46Jadi, sejak dulu, jarum jamu kita itu ke Bangkok, dan sejak dulu saya itu mikir, masa sih Bangkok terus, sedangkan
00:58perkutut aja bisa pindah ke Indonesia, masa ayam, sama-sama ayam gak ada bisa pindah ke Indonesia, minimal tukar barter,
01:07ayam di sana sama ayam di sini, tukar-tukaran bisa.
01:10Kita kan, mataharinya masih di Bangkok semua, breathingnya masih di Bangkok, kita harus bisa mengorbitkan fam-fam kita, seperti lauta
01:22lah, salah satunya lauta ini, kalau saya lihat dari cara piaranya, apanya itu, konsep, terus cara breathingnya, ketemu darahnya, detilnya
01:37itu,
01:37kan, darah ketemu darah ini, diikutin ke atasnya itu, sama dengan ketemu ini, ini, ini, ini, itu yang paling penting
01:44sebetulnya.
01:45Nah, dari konsep ini semua, cara breathingnya itu semua, pas, terus, yang paling terakhir itu, yang seperti susu, empat leher
01:54cemurna, kanuragan, apa tuh?
01:57Katuraganya ayam.
01:59Tuah kalau kami bilang.
02:00Boleh, ayam itu anaknya ini, ketemu ini.
02:03Itu saya lihat, enggak.
02:05Tuahnya ada enggak?
02:06Kalau, fam yang di, lota ini, dosnya langsung, yang sudah, sudah kelihatan jelasnya itu, ya dari mulai, katanya apa namanya,
02:19sticknya, nah, lurinya, darahnya, ya ini, kalau enggak ini, enggak mau.
02:25Nah, itu prinsip.
02:27Minimal itu, kalau dinilai itu mungkin, sudah 90 nilainya.
02:33Jadi, daripada saya mikir mumet-mumet, nah, ada yang seperti pikiran saya di sini.
02:41Lihat, mainnya bagus enggak?
02:44Ketemu darahnya enggak?
02:45Iya, kan?
02:48Terus, tanya sama orang yang ambil itu, saya ternakan itu, seperti ini enggak?
02:55Seperti maunya saya.
02:56Iya, Pak.
02:56Ini loh videonya, ayamnya bagus.
02:58Nah, itu kan nilai plusnya semua.
03:00Jadi, yang pernah ngambil anak-anak, itu yang saya lihat dari situ.
03:05Waduh, ini yang saya tunggu-tunggu ini.
03:10Selama kamu mencintai hobimu, disitulah kualitasmu memberikan bukti nyata.
03:14Lalu Tafam selalu menjaga kualitas lebih baik bersama penghobi.
03:18Ada tiga lagi di Indonesia.
03:20Rame nanti di Indonesia.
03:23Jadi, jatah mikir, biar kok ken aja.
03:25Iya.
03:26Soalnya apa, Pak?
03:27Kok tinggal panen.
03:29Soalnya apa, Pak?
03:30Soalnya apa, Pak?
03:31Kalau saya lihat, teman-teman ke Bangkok ini, enggak beli ayam bagus.
03:38Beli darah yang bagus.
03:40Iya.
03:41Iya, kan?
03:42Kanur agar mungkin bagus.
03:43Anakan bagus mungkin.
03:46Iya, kan?
03:46Tapi, dia tidak beli yang intinya yang bagus.
03:52Yang bisa ketemu darahnya ini nanti yang cocok, yang bisa nurunin bagus.
03:57Itu susah.
03:59Tapi, ya, seperti Lotafam ini, ya, kalau enggak dimulai dari dulunya, mungkin guru-gurunya Lotafam yang sekarang ini.
04:07Enggak bisa.
04:08Soalnya orang-orang, anak-anak sekarang ini enggak seperti itu.
04:12Jadi, yang orang tua-tua yang ngikutin perimbun-perimbun sudah enggak ada.
04:15Yang penting menangan, ini ayam ini, ini.
04:18Enggak senang tinggal ngomong, eh, ini jelek benar nih.
04:21Tapi, sebetulnya ini, apa yang bisa membuat jelek, ini kan kita harus tahu juga.
04:26Asal-usulnya, kan dia beli.
04:27Orang beli kan berkuasa.
04:29Tanya.
04:31Jamu Energi menjaga imum tubuh ayam, dapat mengobati segala penyakit pada ayam, dan dapat membuat ayam lebih terima, dan bagus
04:40untuk perawatan dan penyembuhan.
04:42Tanya.
04:43Tanya.
04:43Tanya.
04:44Pak Ken ini, di Lotafam ini, memberikan semua.
04:49Jadi, informasi semua.
04:51Ini ketemu ini, ya.
04:53Ini ketemu ini.
04:54Nanti acaranya itu, bapak-bapaknya ini, anaknya ini, pukulannya pasti di sini.
04:58Nah, jadi, sebagai pembeli itu, kita dikasih kepuasan dahulu.
05:05Jadi, untuk ke depannya, kita punya kepercayaan diri.
05:09Oh, ini.
05:11Untuk ngembangin.
05:13Itu kan, enggak ada keraguan, kan.
05:15Banyak loh, ayam-ayam katanya anak-anakan impor itu, begitu jagutnya, jadi untulan.
05:20Apa yuk?
05:21Jadi sampah, banyak.
05:22Oh, yuk.
05:23Crossing-nya.
05:24Acara crossing-nya, kan.
05:26Kan, kebanyakan pam-pam itu, dia enggak peduli masalah hasil anak yang penting.
05:31Ini import, ini import, taruh gini, gini, gini.
05:33Ini, saya ini anak jual.
05:35Nah, makanya saya lihat pas wawancara di Facebook tuh ya.
05:39Ini orang kok detil.
05:41Amat.
05:4270 persen.
05:44Iya, maksudnya kan.
05:45Cara ngebaca, kan.
05:48Ini anak-anaknya juga panggil aslinam.
05:51Bukan panggil apa, panggil aslinam dulu.
05:54Mungkin ya.
05:55Kalau orang bisa punya ayam bagus di pam-pam yang bagus,
06:01jadi kalau orang bisa menciptakan ayam bagus,
06:04tapi kalau enggak dimulai dengan sila dan darah,
06:08itu kebeneran.
06:09Mungkin itu kalau indukan perempuannya itu babon cetak kalau istilah orang Jawa.
06:15Itu bisa.
06:17Tapi kan yang namu begitu itu kapan?
06:21Susah.
06:22Dan kalau sudah ngomong begitu, enggak ada orang pintarnya.
06:26Bukan.
06:27Kalau di rota ini, bukan itunya.
06:30Darahnya ketemu.
06:31Sehingga bisa memunculkan apa yang kita mau.
06:36Jadi, kalau saya ini hobi ayam jalu.
06:39Yang cepat, yang singkat.
06:43Iya.
06:43Kok kan bisa membutuhkan,
06:44oh ini loh ketemu ini,
06:46nanti coba ambil ayammu yang itu.
06:47Halo, pecinta ayam ketangkasan.
06:49Sering pusing melihat ayam kesayangan.
06:51Luka selah kompetisi.
06:53Luka infeksi bikin sembuhnya lama.
06:55Tenang, sekarang ada Antam Care Spray Premium.
06:58Bantu nyumbuhin loka infeksi.
06:59Luka selah habis kompetisi.
07:01Buka bubul gantung sampai bubulan di topak kaki.
07:05Membuat sisi kelebih kering,
07:06agar buka cepat pulih dan ayam kembali tangguh di arena.
07:11Nah, seandainya saya itu sudah pede dulu.
07:14Iya kan?
07:15Nah, kita beri.
07:16Karena kan saya punya ayam kesayangan,
07:18kalau tidak ada timbul bagus,
07:22seperti anakan sendiri kan enggak buas ya.
07:24Kadang-kadang punya kepuasan sendiri,
07:27setelah nanti sama lauta diberikan ini nih.
07:31Bagus.
07:32Tapi ya,
07:33kita harus tetap seperti ilmunya lauta dipakai,
07:38jangan sampai meleset.
07:39Kalau ilmunya lauta dipresetin,
07:42tetap enggak jadi ayam itu.
07:44Jadi,
07:45seperti bapak ini bilang,
07:48perawatnya,
07:49makanannya,
07:50harus sama dengan lauta.
07:51Kalau enggak sama,
07:52beda aja.
07:53Nanti,
07:54kita beli di Bangkok,
07:56kita lihat,
07:57kanan-kirinya nyala.
07:59Nyampe di Indonesia,
08:00hanya sebelah.
08:01Padam sebelah.
08:02Begini padam sebelah.
08:04Aduh,
08:05gimana?
08:06Kalau dia enggak mau.
08:06Nah, cuma begini.
08:10Bahayanya itu.
08:12Rangkok.
08:13Bisa nyeting waktu mudanya.
08:16Kanan-kiri nyala.
08:18Nah,
08:18tapi sebetulnya gampang nilainya.
08:20Kalau nyanyi selauta langsung gampang.
08:21Langsung kasih bocoran.
08:23Langsung.
08:24Apa pelatihnya ini?
08:26Ya begini.
08:27Coba kalau pelatihnya ayam sayang itu.
08:29Kita lihat,
08:30ayam ini menangani.
08:32Kita beli,
08:32tapi dalam perawatan kita,
08:34beda lagi mainnya.
08:36Berubah.
08:36Beda lagi.
08:37Beda.
08:38Makanya yang saya tadi ngomong,
08:40waktu bako ketemu jinggu.
08:42Kita kirim,
08:44itu,
08:45apa tuh kaset ke
08:47Bangkok supaya lihat,
08:48sudah bener gak ini mainnya seperti ini,
08:50kesehatannya ini,
08:51seperti ini,
08:52semua-semua,
08:52caranya seperti ini.
08:53Betul?
08:54Baru gitu.
08:54Bener detail benar itu.
08:56Soalnya kan yang jadu,
08:57pertama yang paling baik itu malu.
08:59Nah,
08:59harga diri lah.
09:02Itu aja.
09:03Kalau kalah sekali sebutan sepanjang sejarah.
09:07Itu bener-bener itu,
09:09harga diri benar.
09:10Walaupun di hobi,
09:11pasti kalah, pasti benar.
09:13Kalau ayam kita mukul,
09:14kalau ayam kita mukul,
09:15kita kalah,
09:16namanya main.
09:18Ya beradu,
09:18ya gak apa-apa.
09:19Tapi tetep aja,
09:21malunya.
09:22Terima kasih.
09:23Terima kasih.
09:24Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan