Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota DPD RI Habib Ali Alwi melontarkan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Desakan disampaikan Habib dalam rapat Komisi IV DPD RI dengan Menteri Keuangan, Kepala BAPPENAS, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (22/6/2026).

Habib menilai program itu bukan prioritas jika dibandingkan dengan kondisi pemulihan pascabencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh. Menurut Habib dana MBG bisa dialihkan ke sana.

"Makanya saya bilang MBG sudah setop dulu untuk sementara. Bikin kajian ulang lagi yang bagus," ungkap Habib Ali (8:32).

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat terbuka terhadap masukan dari legislatif, sembari memberi isyarat bahwa penyesuaian program akan terus disesuaikan dengan realitas ekonomi yang ada.

"Jadi bapak presiden tidak tertutup kepada masukan-masukan. Jadi kalau selama ini masukan kurang keras, bapak-bapak mungkin kurang keras suaranya. Dikeraskan lagi," jawab Purbaya bercanda di ruang rapat.

Baca Juga Menkeu Purbaya Kelakar Mau Beli Harley, Ini Respons Dirjen Bea Cukai di https://www.kompas.tv/nasional/676616/menkeu-purbaya-kelakar-mau-beli-harley-ini-respons-dirjen-bea-cukai



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/676626/dpd-minta-program-mbg-dihentikan-menkeu-purbaya-jawab-begini
Transkrip
00:00Saya sangat senang sekali dan suka sekali karena bisa ketemu langsung dengan
00:05pemegang perencanaan, pemegang data, dan pemegang uang.
00:10Sebenarnya inilah ring satunya negara ini.
00:14Tiga orang ini. Yang lain itu ringan-ringan aja.
00:17Ya.
00:24Ada Pak Pambudi dari Bapak Penas.
00:28Ini yang ngatur semuanya nih. Indonesia mau dibawa kemana, mau dibikin apa?
00:33Tugasnya Pak Pambudi ini.
00:35Ya cuma dua jalur aja Pak. Ada ke neraka, ada ke sorga Pak.
00:38Indonesia mau dibawa kemana?
00:40Tidak tiba.
00:43Ada Pak Suni.
00:45Pak Suni itu bagian data itu.
00:48Data yang mesti jelas Pak Suni.
00:51Ya.
00:52Gak usah ragu-ragu lah.
00:55Ini lagi waktunya kita untuk mencari data.
00:57Tapi memang paling ditakuti itu tadi itu.
01:00Bahwa dengan data yang terbuka, apalagi dengan data ekonomi, tahun besok takut dikejar-kejar pajak Pak.
01:06Nah ini juga hati-hati juga.
01:09Jadi orang banyak penyembunyikan itu.
01:12Nah ya.
01:13Yang ketiga yang memegang uang nih.
01:15Uang negara ini.
01:16Bendahara negara ini.
01:17Pak Purbaya.
01:18Alhamdulillah Pak Purbaya.
01:20Saya udah denger bahwa diantara sebagian serigala udah keluar dari lingkaran Bapak.
01:27Mudah-mudahan yang lain gak jadi serigala juga Pak.
01:33Pak Penas sudah membuat rancangan bahwa 2027 itu adalah akselerasi.
01:42Bahwa semua gerakan-gerakan tahun eksekusi untuk mengeksekusi apapun yang ingin dilakukan demi kesuksesan 2029 ini.
01:53Ini mulainya ini adalah 2027.
01:572025 konsolidasi.
01:59Saya rasa konsolidasinya apakah terlambat atau tidak.
02:02Ya karena memang kita dihadapkan dengan berbagai situasi global yang kadang-kadang kita sendiri juga tidak bisa menghalang itu.
02:13Seperti perang dan lain sebagainya.
02:15Akhirnya harus yang kita udah konsolidasi.
02:17Jadi naik untuk penguatan fondasi justru pada saat penguatan fondasi ini kita malah harus konsolidasi lagi.
02:24Jadi kita mundur lagi ke program awal.
02:27Tapi itu tidak ada masalah.
02:29Kita harapkan bahwa apapun masalah-masalah yang kita hadapi, persoalan-persoalan yang kita hadapi.
02:36Kalau andai kata imunitas kita itu kuat Pak.
02:39Ya penyakit macam apapun itu saya rasa susah masuk Pak.
02:43Yang kita khawatirkan kalau imunitas kita itu lemah.
02:46Ya sekecil apapun penyakit itu gampang masuknya.
02:51Nah oleh karena itu,
02:532026 ini sebagai penguatan fondasi saya mengharapkan juga
02:58supaya persoalan-persoalan yang rami di masyarakat, yang viral di masyarakat,
03:05ini jangan dianggap biasa.
03:10Sebab kalau sudah mulai mahasiswa demo berdatangan, ya, masyarakat sudah banyak yang mengeluh,
03:19kita keliling di toko-toko, di pertokohan, saya kebetulan deketan Abang,
03:25jadi banyak keliling-keliling di sana, banyak toko dijual, dikontrakan, dijual, dikontrakan.
03:30Jadi kenapa sampai begini gitu?
03:33Nah, jadi saya harapkan juga persoalan-persoalan yang inti yang lagi viral ini,
03:42satu persoalan BBM, tolonglah diselesaikan, ya, lebih cepat.
03:49Dulu saya harapkan bahwa BBM ini tidak meningkat satu kaligus seperti itu Pak.
03:55Ya, tapi, ya, mau nggak mau saya rasa kalau alasannya perang, perang udah selesai lah.
04:01Ya, perang udah selesai, ayo kembali lagi dong.
04:03Jangan udah naik, nggak mau turun-turun.
04:04Nah, ini jeleknya kita di negeri ini begitu.
04:07Kalau udah naik, nggak mau turun-turun.
04:09Tolong persoalan BBM ini dijadikan tanda, dijadikan bintang lah Pak,
04:15untuk menjadi persoalan serius yang dibicarakan di BPNAS dan Kementerian Keuangan.
04:20Karena ini mengganggu, mengganggu stabilitas keuangan kita semua ini.
04:24Ya, udah kena efisensi, nanti kena ini lagi, masalah.
04:29Yang kedua juga berkaitan dengan kenaikan dolar, Pak.
04:32Kenaikan dolar ini kita udah hampir dua tahun ini, kepemimpinan presiden ini.
04:39Ya, dua tahun kenaikan dolar ini, kenapa sih?
04:43Gitu loh, nggak bisa diturunkan secara agak sedikit drastis gitu.
04:51Ya, paling kagak 15 ke 12 ke, ini malah terus naik-naik-naik mabok kita, Pak.
04:59Ya, apalagi berkaitan dengan masalah utang negara.
05:02Utang negara ini kan urusannya dengan pembayaran dengan dolar.
05:07Nah, kalau rupiah kita begini, ini berbahaya juga.
05:11Jadi, ini tugasnya Pak Purbaya nih, Pak.
05:14Ya, dolar turunin lagi lah.
05:16Ingat dulu jaman Pak Habibie, ya, dalam krisis ekonomi yang begitu keras,
05:23tahun 98, ketika beliau jadi presiden, beliau berani itu menurunkan dolar,
05:29ya, dari 12 menjadi 6.
05:33Nah, itu kan satu hal yang luar biasa.
05:35Saya rasa harusnya Pak Prabowo lebih berani untuk itu.
05:39Ya, tahu persoalan apa, ya, kita nggak tahu lah.
05:42Itu urusan Pak Purbaya lah.
05:45Terus, persoalan hutang, Pak.
05:50Saya kemarin agak sedikit marah-marah dengan Bu Sri Mulyani.
05:53Itu gara-gara dikit-dikit setiap laporan, setiap rapat kerja itu utang lagi.
06:00Utang lagi, utang lagi.
06:02Saya bilang apa negeri ini nggak bisa menyelesaikan diri dengan masalah hutang, gitu.
06:06Ya kan?
06:07Apakah ini hutang ini memang hutang disengaja, ya,
06:11atau hutang kepentingan,
06:13atau hutang untuk apa?
06:16Nah, maka ketika kemarin saya lihat Pak Purbaya berangkat ke China,
06:21eh, disana hutang lagi.
06:23Waduh, hutang kita hari ini berapa sih, Pak?
06:25Hutang negara dan hutang BUMN, gitu.
06:29Nah, terus solusi yang Bapak coba harapkan untuk menyelesaikan hutang ini,
06:36ingat, hidup adalah waktu.
06:38Ya, bahwa Pak Prabowo cuma sampai 2029, Pak.
06:42Dan Bapak-Bapak ini tanggung jawab disitu.
06:46Nah, kira-kira untuk proses penyelesaian hutangnya ini,
06:49nggak bisa 100%, 80%,
06:51nggak bisa 80%, 70%.
06:54Itu hutang itu diturunkan.
06:56Jangan jadi beban lagi untuk presiden kedepannya.
07:00Presiden kedepan, siapapun dia,
07:02itu dia akan ngurusin hutang,
07:05menyelesaikan hutang yang rasanya nggak nyaman lah.
07:09Dan kita udah tahu hutang sosial loh, Pak.
07:13Ya, jangan sampai kita terlalu banyak hutang lah.
07:16Apalagi untuk sebuah negara besar seperti Indonesia ini.
07:19Terus yang terakhir ini,
07:21persoalan MBG.
07:23MBG ini viralnya luar biasa.
07:26Dari awal-awal,
07:28dari awal-awal,
07:29itu ketika terjadi peristiwa
07:32musibah Sumatera,
07:34musibah Aceh,
07:35itu teman-teman kami itu
07:37turun semua ke sana.
07:40Dan melihat kondisi yang akan,
07:41yang akan diselesaikan oleh negara.
07:46Maka saat itu teman-teman yang bergerak di sana,
07:49itu diskusi,
07:50main telepon-teleponan,
07:52ini Pak Habib gimana ini enaknya?
07:54Saya bilang paling enak,
07:55dana MBG itu selesaikan itu.
07:58Dana MBG itu tidak terlalu prioritas betul.
08:03Selesaikan itu adalah skala prioritas.
08:06Menyelesaikan persoalan Aceh,
08:07persoalan Padang,
08:08persoalan Sumatera,
08:09itu adalah skala prioritas.
08:11Dan disitu kepekaan kita, Pak.
08:14Ini kebetulan kita duduknya di,
08:16di ring satu negara ini,
08:18kalau tidak punya kepekaan,
08:19dosa besar, Pak.
08:20Kita, Pak.
08:21Tanggung jawab kita di hadapan Allah.
08:23Saya dengar tadi,
08:24Bu Darwati sebagai perwakilan dari Aceh,
08:27masih mengemis-nemis.
08:29Tidak pantes, tidak rakyat.
08:31Makanya saya bilang,
08:32MBG sudah stop dulu untuk sementara.
08:35Tata kelolanya,
08:36bikin kajian ulang lagi yang bagus.
08:39Jangan hanya karena persoalan.
08:41Oh, ini adalah skala prioritasnya Presiden.
08:43Betul.
08:44Tapi,
08:45menyelesaikan persoalan Sumatera itu,
08:48adalah lebih prioritas lagi.
08:51MBG dengan angka yang sekian ratus triliun,
08:54kenapa nggak bisa dibagi?
08:55Seratus kayak angkat,
08:57pindahin kayak angkat dikit.
08:59Gara-gara nggak mau diangkat,
09:01akhirnya kena kualat, Pak.
09:03Kena kualat kemarin.
09:06Kasusnya terbuka, terbuka.
09:08Dan dari awal memang,
09:09semua orang udah,
09:10udah nyintip semua.
09:12Ini adalah ladang untuk korupsi.
09:15Semua udah ngeliat di situ.
09:18Sampai di bawah pun.
09:20Nah, oleh karena itu,
09:21hentikan dulu sementara.
09:22Tata kelolanya rapiin,
09:24semuanya rapiin lagi.
09:25Nah, baru mau bergerak niat baik.
09:28Pak Presiden niat baik.
09:30Cuma ketika di lapangan itu berjalan tidak baik,
09:32ya akhirnya ujung-ujungnya,
09:34Presiden juga yang kena sikat itu.
09:37Nah, itu jadi harapan saya sih,
09:41dengan anggaran-anggaran yang sudah begini besar ini,
09:44tahun besok kita udah selesai dengan
09:47RKP 2027, Pak.
09:49Mudah-mudahan,
09:50tahun 2027 ni,
09:52akselerasi udah mulai berjalan, Pak.
09:54Ya, karena sisa dua tahun lagi.
09:56Dua tahun lagi itu,
09:57semua orang-orang yang ada di kabinet ini,
10:01ya, termasuk Presiden,
10:03apakah berhasil atau gagal,
10:05ya, jangan mengharapkan
10:07dua tahun ke depannya dulu.
10:08Jangan.
10:09Ya, jabatan itu cuma lima tahun.
10:12Kita juga di Dewan ini,
10:13lima tahun.
10:15Lima tahun ini,
10:16kalau kita gagal,
10:16yaudah selesai.
10:18Nggak akan dipilih lagi.
10:19Nah, gitu.
10:20Jadi, yang penting lima tahun,
10:22waktu pendek,
10:23bagaimana kita bisa berbuat
10:24sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat kita.
10:27Demikian, terima kasih,
10:28Pak Pur,
10:30Maturnuun,
10:31Pak Bambudi,
10:32Pak Soni,
10:32terima kasih untuk semuanya.
10:34Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
10:36Waalaikumsalam.
10:36Kalau anggaran kita diminta lebih dikendalikan defisitnya,
10:46otomatis ada yang dikurangi,
10:48termasuk transfer ke daerah.
10:50Soalnya tadi Pak Ahmad Malari nanya,
10:54gimana bisa nggak utang diturunkan?
10:57Ya bisa,
10:58tapi dampaknya kesana.
10:59Jadi kita approach-nya hati-hati,
11:02gini,
11:04utang nggak kita kurangnya mendadap,
11:05tapi kita perlambat pertumbuhannya secara bertahap,
11:08tergantung kondisi ekonominya.
11:11Makanya dampak-dampak tadi ke daerah,
11:14segala macam,
11:14ada yang dipotong,
11:16DBH-nya maupun TKD-nya,
11:18tapi Ibu Sinta,
11:21Ibu Sinta bukan saya memotong itu,
11:24Ibu Serimahnya duluan,
11:25jadi saya pewaris aja,
11:28jangan salahin saya dong.
11:30Nggak saya,
11:31hanya peniriman saya,
11:32bahkan bertanya waktu jadi Menteri Keuangan,
11:34memang boleh DBH dipotong?
11:37Itu kan ada undang-undangnya,
11:40orang saya bilang,
11:41ada undang-undang yang setelah itu,
11:44undang-undang APBN boleh,
11:45artinya tergantung kepada kondisi keuangan negara.
11:50Tapi saya tetap merasa berdosa ke daerah,
11:52jadi saya minta Pak Dirjan sudah menghitung
11:57pembayaran secara bertahap,
11:59jadi kalau nanti misalnya kan nih,
12:02APBNya agak terselamatkan kan,
12:04dengan harga minyaknya agak turun,
12:05kan ada sisa,
12:06karena saya hitung kan harga minyak dunia
12:08rata-rata 100 dolar per bayar lalu.
12:10Kalau turun,
12:11let's say 75.80 sampai akhir tahun,
12:13berarti kan ada sisa uang tuh,
12:14nanti itu kan sisanya,
12:16kita mungkin kita utamakan ke daerah,
12:20saya mislapar kepada Presiden ya,
12:23ke daerah,
12:23jadi ada ruang untuk itu,
12:25tapi saya pikir sih undang-undang itu
12:27mau dijalankan,
12:28jadi kita akan ini secara bertahap,
12:31tentang yang janji saya waktu itu,
12:33kok belum ditambah,
12:34beliau bilang Juli mulai keluar,
12:37Kalimantan Timur ya,
12:392026,
12:41yang tiga tahun itu akan ditambah,
12:42enggak yang janji tambahan transfer ke daerah 2026 kan,
12:46ibu kan minta-nya di meeting terakhir itu,
12:49baru-baru kan nyindir yang itu kan,
12:52yang itu kan,
12:542023 itu nanti dicicil,
12:56tapi yang 2026 yang tambahan itu akan ditambah,
12:59bulan Juli ya,
13:00kira-kira gitu,
13:03jadi sebetulnya gitu,
13:04daerah itu,
13:05memang,
13:09kondisi global yang masa kita seperti itu,
13:11tapi akan kita cicil bertahap,
13:13jadi akan ada berubahan paradigma di sini,
13:16dalam pengertian gini,
13:17jangan mentang-mentang,
13:19terus motong-motong aja tuh Pak Dedian,
13:22jadi kita akan atur secara bertahap,
13:27bagaimana setelah mitigasi risiko,
13:30kalau global,
13:31tadi Pak ini ya,
13:32Pak Ahmad menarap dinanyakan,
13:36globalnya,
13:37cowok hancuran,
13:37kita gimana,
13:38apa gini terus,
13:39atau gimana ngendalian utang,
13:41kalau utang dalam jumlah absolut,
13:43nominal mungkin gak akan diturunkan,
13:45tapi kita akan turunkan,
13:47rasio utang ke PDB nya,
13:49jadi mungkin kita stabil,
13:50tapi usaha utangnya turun,
13:51gimana,
13:52kalau kita lihat jamannya Pak SBY kan,
13:54utang ke PDB turun terus,
13:57dari mungkin tadinya pertama,
13:58dia pegang 90,
13:59terus terakhir ke 23% ke PDB,
14:042014 kali ya,
14:06habis itu naik lagi,
14:07sekarang ke arah setus itu,
14:09apa rasianya,
14:10kenapa jaman Pak SBY bisa turun,
14:12karena pada waktu itu,
14:13yang menerai pertumbuhan utamanya adalah,
14:16private sector,
14:18sedangkan,
14:19government nya juga menerai,
14:20tapi gak maksimum,
14:22habisan waktu jaman,
14:23Pak Jokowi,
14:25seperti jaman Pak Jokowi,
14:26sehingga utangnya,
14:26ke PDB naik,
14:30kenapa bisa begitu,
14:32di jamannya Pak SBY,
14:33karena kebijakan monetarnya,
14:35lebih mendukung private sector,
14:36dalam bentuk,
14:37uang di sistem dibiarkan tumbuh,
14:39hampir 17%,
14:40yang kebijakan kredit tumbuh,
14:4222% rata-rata,
14:43sepanjang 10 tahun itu,
14:44sedangkan jaman Pak Jokowi,
14:46turun,
14:47ke 7%,
14:49rata-rata uangnya,
14:50sehingga pertumbuhan kreditnya,
14:51cuman 7% juga,
14:53jadi,
14:53walaupun,
14:55kakmen yang,
14:56gas abis,
14:58karena private sectornya,
14:59gak bisa tumbuh kencang,
15:01jadi,
15:01tumbuhnya cuman 5%,
15:02tapi utangnya naik terus,
15:04jadi,
15:07itu yang sedang kita perbaiki sekarang,
15:10kita pastikan,
15:10rasio apa,
15:11likuiditas di sistem,
15:13bertambahkan,
15:13sejak,
15:15September ke sini,
15:16udah double digit,
15:17terus rata-rata,
15:19base money atau M0,
15:20sehingga,
15:21jadi bisa tumbuh,
15:22bahkan di bulan Mei kemarin,
15:23tuh kreditnya udah tumbuh,
15:24hampir 12%,
15:25jadi,
15:26itu yang kita harapkan nanti,
15:28mesin pertumbuhan,
15:30hidup semuanya,
15:32private,
15:33gak aman,
15:35apa lagi,
15:36udah,
15:37private gak aman,
15:38supaya,
15:39ekonominya tumbuh lebih cepat,
15:41itu nanti,
15:43kita bisa tumbuh cepat,
15:44tapi rasio utangnya,
15:46akan cenderung turun,
15:47karena kita harapkan,
15:49private sectornya,
15:50mendorong pertumbuhan lebih cepat,
15:52rasio utang ke PDR,
15:54rasio private sector,
15:55kontribusinya ke ekonomi,
15:57kira-kira 90% lebih,
15:59pemerintah cuma 7,
16:007% ke PDB,
16:02jadi kalau yang private sector,
16:03yang 9% lebih itu kerja,
16:05pasti dampaknya ke ekonomi,
16:06akan lebih bagus,
16:07dalam visi PDB,
16:08maupun,
16:09itu,
16:10tapi pemerintah juga,
16:11akan berdampak,
16:12segera kembingan juga,
16:13karena kalau pemerintah diam,
16:14private-nya juga pasti gak jalan,
16:15itu yang 90 sektor,
16:16jadi kita akan aktifkan semua itu,
16:19kan 2 tribulan terakhir,
16:20udah kelihatan tuh kan,
16:21kita bisa tumbuh 5,39% di tribulan keempat,
16:25sekarang bisa 5,6% di tribulan pertama,
16:285,61% di tribulan pertama,
16:29harusnya,
16:30bisa lebih cepat lagi,
16:31mungkin tribulan kedua,
16:32agak ngelambat,
16:33tapi tribulan ke depan,
16:34akan lebih cepat lagi,
16:35kita dorong ke arah 6%,
16:36dari situ kita harapkan apa,
16:38pendapatan pajak,
16:39meningkat,
16:40termasuk,
16:41pajak-pajak pemerintah,
16:43di daerah,
16:44jadi,
16:46strategi globalnya,
16:48seperti itu,
16:50kalau yang langsung di daerah,
16:51ada banyak sekali tuh,
16:52untuk mena,
16:53jadi,
16:53satu lagi,
16:55untuk,
16:55Bapak kan juga bertanya,
16:56secara gak langsung,
16:58gimana membantu rupiah kita,
17:01jadi saya kemarin ke Cina,
17:03bukan untuk jalan-jalan,
17:05lihat Great Wall,
17:06bukan,
17:07cuman untuk melihat,
17:08mungkin gak kita diversifikasi sumber pendanaan,
17:11jangan dolar bisa aja,
17:13tapi,
17:14ke,
17:15Yuan based,
17:16kan sama besar,
17:17negara-negara,
17:17negara terbesar,
17:19kedua dunia,
17:20dan kita punya,
17:21bilateral swap agreement,
17:23dengan,
17:24Cina,
17:25jadi,
17:26ke depan,
17:26kalau saya,
17:27kita,
17:28local currency transaction,
17:29katanya BI,
17:30sama bank senderah sana,
17:31dimana,
17:32mereka bisa,
17:33kalau kita beli barang,
17:35bayar rupiah,
17:36ada bilateral agreement,
17:37BI sama sana,
17:38nanti mereka,
17:39terimanya Yuan di sana,
17:41jadi,
17:41dengan cara itu,
17:42tekanan ke rupiah,
17:43akan melemah,
17:44secara signifikan,
17:45saya lagi pikir juga,
17:48nanti yang pendapatkan,
17:49pandabon kan,
17:50mungkin kita pakai,
17:51LTC aja,
17:52local currency transaction tadi,
17:53dimana mereka,
17:54saya, cuman beli,
17:56bayarnya pakai Yuan,
17:58nanti,
17:58bank senderah sana,
17:59masih diatur,
18:01pokoknya saya terima rupiah,
18:02jadi saya,
18:03gak terpengaruh,
18:03ke,
18:04apa,
18:07fluktuasi,
18:07atau tengahan,
18:08dari dollar,
18:09mungkin,
18:09ada yang gak suka itu,
18:10tapi biar aja,
18:11sebelah sana pasti,
18:12gak suka,
18:12tapi biar aja,
18:13supaya saya imbang,
18:14ya Pak,
18:14terus yang tadi,
18:15utang,
18:16katanya,
18:16kok utang lagi ke sana,
18:18Pak,
18:18ini,
18:19gak ngutang Pak,
18:21Pak Habib,
18:21Pak Habib Bali,
18:23Pak Habib,
18:24gak ngutang Pak,
18:25itu adalah untuk membiayain,
18:26proyek,
18:27proyek,
18:28produktif,
18:29yang ngepanjang,
18:30infrastruktur,
18:31jalan,
18:31segala macam,
18:32yang ada returnnya,
18:34daripada saya mengundang,
18:35investor asing,
18:36ngasih uang yang sama,
18:38barang yang punya dia,
18:38returnnya ke sana,
18:39ini kan,
18:40barang agak murah,
18:41kalau di Cina,
18:42mungkin mau,
18:443%,
18:44AIB berapa?
18:47Bukannya?
18:48yang kita tekan ke bawah lah,
18:49tapi yang jelas,
18:51barangnya punya kita,
18:52returnnya punya kita,
18:52kita balikin duitnya ke sana,
18:54tapi yang penting itu,
18:57diversifikasi sumber pendanaan,
19:00jadi kalau saya ditekan lagi,
19:02sama,
19:04misalnya SNP ya,
19:05atau yang lain-lain,
19:06boleh ngomong gitu,
19:07saya gak tau,
19:08ini live ya,
19:09udah,
19:09kita bisa menunjukkan,
19:13bahwa kita bisa mendapatkan,
19:15sumber dana yang berimbang,
19:17sehingga ke depan,
19:19kita akan lebih kuat lagi,
19:23untuk Pak Tamsil,
19:24municipal bond,
19:27kita pada dasarnya mendukung,
19:28Pak,
19:29cuma daerahnya belum siap,
19:30itu kan mesti lewat,
19:31apa,
19:32assessment,
19:33rembaga pemeringkat,
19:34segala macam,
19:34jadi,
19:38belum siap dayangannya,
19:39kalau udah siap sih,
19:40kita dukung aja,
19:42jadi,
19:43seperti itu,
19:45jadi,
19:45prinsip,
19:47itu kan tergantung,
19:48kondisi ekonomi aja kan,
19:50jadi,
19:50selain pemerintah,
19:52APBN mendorong,
19:53apa,
19:55pertumbuhan ekonomi,
19:56Bapak Presiden juga,
19:58mengarahkan,
19:59dan antara,
20:00untuk mendorong,
20:01pertumbuhan ekonomi,
20:03jadi,
20:03ada banyak proyek-proyek,
20:06yang akan dijalankan,
20:07dan antara,
20:08yang pendanaannya,
20:09di luar APBN,
20:11dan itu bagus sekali,
20:12karena,
20:12ekonominya siap jalan,
20:13saya gak bayar,
20:15kira-kira begitu,
20:15untuk daerah,
20:17ada juga kooperasi,
20:18merah putih,
20:20mungkin sebagian masih,
20:21di sini sekarang,
20:21tapi kalau jalan berperjalan bagus,
20:23itu,
20:24suatu desain yang bagus,
20:25kalau saya lihat si desainnya,
20:27cuman memang,
20:27betul-betul,
20:28perlu pengawasan,
20:29dari,
20:32semua kalangan,
20:34Bapak Presiden,
20:35cukup fleksibel,
20:36waktu BGND,
20:41ditindak juga pada akhirnya,
20:43jadi,
20:44Bapak Presiden,
20:45tidak tertutup,
20:46terhadap masukan-masukan,
20:48jadi,
20:48kalau masukannya,
20:49selama ini kurang keras,
20:50ya,
20:50Bapak-Bapak kurang keras,
20:51kali bicaranya,
20:53dikelankan lagi,
20:54tapi,
20:54Bapak Presiden,
20:55amat terbuka,
20:56cepat sekali,
20:57di arindakan,
20:57dan dia cukup cerdas,
20:59amat taktis,
21:00dalam,
21:01merubah strateginya,
21:03untuk di,
21:05yang lain,
21:06ada pendidikan sekolah gratis,
21:08adalah pendidikan,
21:09sekolah integrasi,
21:10ada juga sekolah rakyat,
21:11untuk mendukung,
21:12pembangunan,
21:13atau orang-orang,
21:14di daerah,
21:15sekarang,
21:16saya masuk satu-satu mungkin,
21:17itu umumnya seperti itu,
21:18sedikit aja,
21:20oh yang 30%,
21:22apakah betul,
21:23ada,
21:23apa,
21:24penambahan TKD 30%,
21:26bukan itu,
21:27yang ada adalah,
21:30daerah kan kesulitan,
21:31karena,
21:32sebagian besar,
21:33anggarnya,
21:34untuk pegawai,
21:35sudah ditas 30%,
21:37itu sudah dilakukan relaksasi,
21:39di mana,
21:40daerah yang di atas 30%,
21:42boleh,
21:44diperpanjang,
21:45sampai,
21:45yang saya lihat,
21:46ada yang 60% lebih tuh,
21:48nanti kan,
21:49kalau di atas 30%,
21:50pembangunannya berkurang,
21:51nanti saya sudah diskusi dengan,
21:53kementerian dalam negeri,
21:55daerah-raerah,
21:56dan menpan RB,
21:57daerah-raerah itu,
21:58akan diisi pembangunannya,
21:59dari pusat,
22:01Pak Mendagri,
22:02akan mendesain,
22:02nanti akan dimasukkan,
22:03ke anggaran,
22:04tahun,
22:062027,
22:07jadi pembangunan daerah,
22:08juga,
22:09tidak diabaikan,
22:12Ibu Siti,
22:13Kalimanteng,
22:14di mana,
22:16seanggaran dari,
22:17Ibu Siti,
22:17Kalimantengar,
22:18akan kita cicil,
22:19Bu,
22:19secara bertahap,
22:20itu,
22:21Kalimantengar,
22:23Kalimantengar ya,
22:25secara bertahap,
22:26sesuai dengan,
22:27keadaan,
22:27keuangan,
22:28tapi,
22:30paradigma-nya,
22:31berbeda dengan kemarin,
22:32dengan menteri,
22:33yang Ibu sebutkan tadi,
22:35agak berbeda sedikit,
22:37berbeda,
22:38berbeda paradigma,
22:43jadi kita coba,
22:45semaksimal mungkin,
22:48dilunasi,
22:48secara bertahap,
22:50karena DBIH kan,
22:51hak daerah,
22:52kalau DBIH kan,
22:53bagi-bagi itu,
22:54kalau DBIH kan,
22:55hak daerah,
22:55betulan kan,
22:56dari sana ditarik,
22:57harusnya dibalikin lagi,
22:58jadi Pak Asko Lani,
22:59selama ini,
23:00berbuat dosa Pak Asko,
23:01lo ngambil uang orang lo,
23:07jadi kapan Pak Menteri,
23:09kan secara bertahap,
23:10Bapak bilang tadi,
23:11saya sama pertanyaannya Pak,
23:12bertahapnya itu,
23:13setelah bulan apa,
23:14dibayarkan Pak?
23:14Juli sudah mulai jalan,
23:16saya bertahap,
23:17oh dia sudah pensiun,
23:18dia bilang selalu,
23:20Juli,
23:20dia pensiun Juli,
23:21dia berpancang,
23:24kita perpanjang,
23:27sampai selesai tugasnya dia,
23:30tidak perlu,
23:32jadi seperti itu,
23:33akan cepat,
23:34kita kan uang cukup banyak kan,
23:36sebagian di,
23:37beberapa tempat,
23:38jadi pemerintah cashnya cukup banyak,
23:39tidak saya khawatir,
23:41hanya kebijakan ini,
23:42harus dilaporkan dulu ke Presiden,
23:44terus,
23:45dari Ibu Seri,
23:46Sumbantara Barat,
23:48saya tidak mengerti tadi,
23:50bersinar tidak pakai itu,
23:51apa ya artinya?
23:53Tidak pakai token?
23:56Oke, tapi ini,
23:58aturan,
24:00sudah fleksibel,
24:02kita buat untuk,
24:03Pak Mendaya,
24:04untuk dana-dana,
24:05dari,
24:06bencana itu,
24:07jadi,
24:08ada perdebatan sebetulnya,
24:11itu,
24:13apakah daerah yang didapat,
24:14daerah tingkat duanya ya,
24:16yang mendapatkan bantuan,
24:17atau,
24:18pengembalian,
24:19DAO itu,
24:20hanya daerah yang terkena bencana saja,
24:23di bawah provinsi ya,
24:24daerah tingkat duanya,
24:26tadinya ada yang bilang,
24:27Pak, yang kena bencana saja,
24:29tapi,
24:30Pak Presiden memberikan,
24:31petunjuk nanti,
24:32yang kena bencana,
24:33tidak kena bencana,
24:34tidak kena ribut lagi,
24:35karena kan,
24:36biar-biarannya kan berhubungan kan,
24:38jadi,
24:39atas petunjuk Pak Presiden,
24:40diputuskan,
24:41semua daerah tingkat dua,
24:42yang kena bencana,
24:43yang kena bencana di provinsi itu,
24:44dapat,
24:46melakukan yang sama ya,
24:48jadi,
24:49aturan lebih fleksibel,
24:50semuanya bisa dicairkan,
24:52tapi,
24:53sesuai asal daerahnya,
24:54menjalankan sesuai dengan,
24:55aturan yang dibuat,
24:56kayaknya ini fleksibel kan,
24:59ditanya,
25:00ditanya,
25:01berapa yang sudah disetakan ke daerah,
25:03jadi,
25:04kalau untuk daerah itu,
25:05tiga daerah itu,
25:06sudah tambahan 10,5,
25:0810,6 triliun,
25:10pengembalian di AUDK-nya ya,
25:14terus,
25:15untuk,
25:15untuk,
25:16untuk,
25:17rekonstruksinya,
25:19sudah dianggarkan sebesar,
25:21100 triliun lebih,
25:23dalam waktu,
25:24tiga tahun,
25:25tahun ini,
25:2632 triliun,
25:2739,
25:28tahun depan,
25:29sama juga,
25:30sekitar,
25:31sekitar 30,
25:31sekitar,
25:32jadi,
25:33memang ada,
25:34terlambatan sedikit,
25:35di tim,
25:36dalam hal pencairannya ya,
25:40di tim Startgas,
25:41karena perlu penyusunan,
25:43rencana induk,
25:44rek-in,
25:44rek-in ya,
25:45tapi,
25:46sekarang sudah selesai,
25:47jadi,
25:47yang di Acebu,
25:49sudah pasti akan jalan lebih cepat,
25:51dalam bulan-bulan ke depan,
25:52mungkin dari bulan kemarin malah,
25:55dana-dana yang,
25:56puntap,
25:57segala macam,
25:58sudah diputuskan,
25:59uangnya sudah ada,
26:01tinggal dibelanjakan,
26:02nanti kalau lambat lagi,
26:04Ibu komplain aja,
26:05ke Startgas,
26:06biar Startgas,
26:06Startgas terkonstruksi ya,
26:08dipimpin Pak Mendagri,
26:09dia bisa mempercepat lagi,
26:12tapi kalau uang,
26:12sudah secure,
26:13sudah aman,
26:17dari apa lagi,
26:19Ibu,
26:21yuk,
26:22dari Cuk ya,
26:23Ibu,
26:23Yasinta,
26:25kenaikan BI rate,
26:27bagaimana lah,
26:28ngakorongkitnya nih,
26:33Ibu,
26:34harusnya nanya BI,
26:34ya begini,
26:36kita di pemerintah,
26:38memastikan,
26:38uang ada di perekonomian,
26:40segala tetap,
26:41bisnis bisa berjalan,
26:43kalau untuk Jogja,
26:44ada tuh yang terkena,
26:46apa,
26:50COVID,
26:51ada tuh usaha kecil yang datang ke saya,
26:52minta bantuan,
26:54saya sudah minta PIP buat program,
26:56supaya mereka bisa cicil,
26:57jangka panjang dari PIP langsung,
26:58dengan bunga yang rendah,
27:00harusnya,
27:01gak masalah,
27:02nanti saya,
27:03saya janji,
27:04sudah ya,
27:04sudah keluar ya,
27:05bener loh,
27:08PIP ya,
27:09bunga berapa,
27:10di stretch kan,
27:11di tarik kan,
27:18oh bunganya gak ada,
27:20jadi udah segitu,
27:21untuk Jogja,
27:22udah kita buat seperti itu,
27:23harusnya saya,
27:23saya mau ke sana lagi nanti,
27:25untuk ketemu pengusaha-pengusaha nya itu,
27:31untuk Ibu Hilda,
27:33NTT,
27:34perlu afirmasi fiskal,
27:35untuk kemiskinan,
27:36jadi Ibu,
27:38saya minta Pak Askolani,
27:40untuk memonitor,
27:42daerah-daerah,
27:43TTP tertinggal dan terluar,
27:45untuk melihat keadaan,
27:47fiskalnya,
27:48jadi harusnya dia,
27:49saya bilang,
27:50kalau ada daerah yang betul-betul menjerit,
27:52kasih tau saya,
27:54kita akan coba atur,
27:56penambahan biaya,
27:58ke daerah tersebut,
27:59mungkin termasuk NTT,
28:00NTT masuk,
28:01masuk,
28:02saya punya utang ke NTT,
28:03harusnya saya mau berkunjung ke sana,
28:04sebulan yang lalu,
28:05sampai sekarang belum jadi,
28:06mungkin 2 minggu lagi,
28:08NTT ya,
28:08jalan ya,
28:09kita akan jalan,
28:10NTT 2 minggu lagi,
28:12Uwila ntar dampingin,
28:18ya nanti TTP,
28:21sama,
28:21kita akan monitor terus,
28:22seperti apa,
28:23dan kalau perlu ya,
28:24kita tambah di AUDAK nya,
28:26sesuai dengan keadaan,
28:29C udah ya,
28:31ya,
28:32ya,
28:38untuk Papua,
28:40yang minta apa,
28:41di AUDAK ditambah,
28:44sebetulnya kami sudah diskusi,
28:45waktu di kantor presiden,
28:47atas bentuk Bapak Presiden,
28:49presiden diskusi dengan,
28:51seluruh pimpinan,
28:52Papua,
28:53pada waktu itu,
28:54daerah tingkat 1,
28:54maupun daerah tingkat 2,
28:56disetujui bahwa,
28:57kita kembalikan,
28:58OTSUS,
28:59tanya OTSUS tahun 2026,
29:00seperti sedia kalah,
29:02dan setelah disetujui,
29:03dan sebentar lagi,
29:04akan dicairkan,
29:05ya,
29:05gitu ya,
29:06yang lain nanti,
29:07tergantung diskusi,
29:08Bapak Presiden lagi,
29:09jadi ini,
29:10kita menjalankan instusi,
29:11Bapak Presiden,
29:12jadi udah aman Pak,
29:12untuk OTSUS Papua,
29:26Rudi,
29:26Pak Rudi,
29:27Pak Pak Selatan,
29:28dia nyindir saya tadi,
29:31defisi 2006,
29:32cukup besar,
29:34makanya orang di luar,
29:35menganggap,
29:36Rudi,
29:36mana sini ya,
29:38oh,
29:38Pak Rudi,
29:40beliau menganggap,
29:41anggaran tahun ini,
29:42tidak peraksi nambungan,
29:44defisi,
29:45tribulan pertama besar,
29:46karena kita percepat,
29:47belanja di awal tahun,
29:49otomatis kan,
29:50belanjanya besar,
29:51tapi pajaknya,
29:52belum kumpul banyak,
29:53di bulan April,
29:54sudah turun,
29:54ke 0,6,
29:57di bulan Mei,
29:580,7,
30:00di bulan Juni nanti,
30:01kita berikan,
30:02hanya 1%,
30:03anggaran PPD,
30:04defisi anggaran PPD,
30:05jadi kalau kita kali 2,
30:06ya,
30:06kayak orang-orang hitung itu,
30:08cuma 2%,
30:08tapi,
30:09saya yakin,
30:10akan lebih tinggal dari itu ya,
30:11seperti yang kita diselan sebelumnya,
30:12jadi,
30:14APBN kita,
30:15masih aman,
30:16kita betul-betul,
30:18mengendalikan,
30:18secara hati-hati,
30:19Maaf Pak Menteri,
30:21agak dekatkan micnya Pak,
30:22suara Bapak,
30:22makin sedu,
30:23makin sedu aja,
30:24makin sedu,
30:29ini karena lapar nih,
30:30karena,
30:31karena pertanyaan juga susah,
30:32jawabnya,
30:33jadi kita,
30:34jadi kita aman,
30:36terus,
30:37efisien belanja,
30:38tetap dijalankan,
30:39seperti itu,
30:44beliau mengetik,
30:46pembelian mobil,
30:47dan segak,
30:48sebagainya,
30:49itu kan dah satu pelajaran,
30:50buat pemerintah ya,
30:51nanti akan kita,
30:54monitor lebih detail,
30:56saya bilang,
30:56saya tanya sekian tadi,
30:58boleh enggak saya bilang,
30:59saya enggak tahu,
31:00atau,
31:01kecele,
31:02dia bilang,
31:03jangan bilang,
31:04tapi itu yang terjadi,
31:07jadi pada waktu itu,
31:08diputuskan,
31:09sudah ditolak,
31:10ya Pak Prima,
31:12kita juga enggak tahu,
31:12tahu-tahu keluar di bulan,
31:14Maret,
31:14ada pembelian,
31:16jadi saya,
31:17ya kita sudah tindak,
31:19pihak baik yang terlibat,
31:20dengan kementerian keuangan,
31:21berkaitan dengan itu,
31:24jadi mereka canggih juga sih,
31:28kita yang kurang jangkir,
31:29tapi kita betul terus Pak,
31:33apalagi,
31:33mungkin itu ya,
31:34sebagian besar yang saya jawab,
31:36ada yang masih protes enggak,
31:39nanti,
31:39nanti yang lain,
31:40kita jawab secara tertulis,
31:42terima kasih,
31:43Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
31:45Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Komentar

Dianjurkan