Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 jam yang lalu
PURWOREJO, KOMPAS.TV Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Indonesia bukan dikarenakan kekurangan pasokan batu bara secara nasional.

Hal ini disampaikan Bahlil saat ditemui di Purworejo, Jateng pada Jumat (19/6/2026).

Bahlil mengatakan persoalan utama pemadaman listrik bergilir berada pada aspek teknis operasional pembangkit dan maintenance serta pasokan batu bara kalori menengah.

"Masalah yang disampaikan PLN itu adalah mereka kekurangan medium kalori, tapi itu kan teknis mereka (PLN). Sama maintenance masalahnya," kata Bahlil.

Bahlil mengatakan dirinya rutin berkomunikasi dengan jajaran direksi PLN untuk memantau kondisi di lapangan.

Video Editor: Novaltri Sarelpa

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/676035/menteri-bahlil-ungkap-biang-kerok-pemadaman-listrik-bergilir-di-indonesia
Transkrip
00:00Soal kelangkaan batu bara, Pak, mungkin bisa diulang, Pak?
00:02Gimana?
00:03Soal kelangkaan batu bara, Pak?
00:04Batu bara tidak ada kelangkaan.
00:07Kenapa?
00:08Empat hari ini berturut-turut saya rapat terus dengan PLN.
00:13Kebutuhan PLN itu,
00:15satu tahun,
00:17154 juta metrik ton batu bara.
00:20Dari 154 juta metrik ton batu bara,
00:23dari Dirjen Menerba sudah memberikan penugasan kepada perusahaan-perusahaan
00:27yang mengelola konsisi batu bara sebesar 180-190 juta.
00:34PLN sudah melakukan kontrak dengan perusahaan-perusahaan itu 134 juta.
00:40Artinya tinggal kurang sekitar 18 juta, kan?
00:45Dimananya ada keurangan.
00:48Nah, tapi teknisnya,
00:50untuk sampai di power plannya itu bukan tugas Dirjen Menerba.
00:55Itu sudah merupakan teknis daripada manajemen logistik yang dilakukan oleh PLN.
01:03Itu.
01:03Jadi pemerintah punya kewajiban adalah
01:05menyiapkan alokasi perusahaannya apa
01:08dan segera mendorong untuk kontrak.
01:12Begitu kontrak selesai,
01:13urusan berikutnya adalah bukan lagi pemerintah.
01:15Itu adalah urusan teknis yang dilakukan oleh PLN.
01:18Kira-kira begitu, Mas.
01:19Bagaimana memitigasi agar tidak ada pemadaman lagi
01:23yang jadi antara pemerintah PLN?
01:26Mitigasinya itu?
01:27Mitigasinya adalah kami melakukan rapat evaluasi,
01:30kontrol kepada PLN.
01:33Masalahnya yang PLN sampaikan itu adalah
01:35mereka kekurangan medium,
01:38kalori yang medium.
01:39Tapi itu kan teknis mereka.
01:44Sama maintenance.
01:46Maintenance-nya.
01:47Tadi saya sampai di jalan juga,
01:49saya bicara sama Pak Dirut,
01:51saya katakan bahwa segera melakukan langkah-langkah yang terukur
01:54agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi
01:57termasuk dalamnya adalah pemadaman
02:01yang dikeluhkan oleh rakyat.
02:03Kira-kira itu, Pak.
02:04Pemerintah ketegas.
02:05Saya sudah kurang tegas apa lagi,
02:07sudah kita kasih ultimatum.
02:08Nah, tinggal teknis implementasinya di PLN.
02:13Jadi sekali lagi ya,
02:14yang mengoperasikan listrik itu bukan dirjen listrik ya,
02:18bukan ya, bukan kita.
02:19Kita regulasinya,
02:21yang mengeksekusi itu adalah PLN.
02:23Nah, tugas saya sebagai Menteri SDM
02:25yang membawa, yang memiliki energi,
02:28melakukan penawasan
02:30dan meminta kepada PLN
02:32sebagai eksekutor terhadap listrik
02:34untuk melakukan percepatan mitigasi
02:36yang terukur agar
02:38bisa kita lakukan pelayanan yang baik.
02:41Pak, kemarin kan
02:44imbas selat humus itu kan
02:46BBM menaik, Pak.
02:47Ini ada genjata-senjata,
02:48sudah mau damai.
02:49Apakah ada potensi penurunan harga BBM?
02:54Yang pemerintah sampaikan dari awal bahwa
02:58sekalipun geopolitik terjadi
03:00di Timur Tengah yang berdampak pada penutupan selat humus,
03:05harga minyak dunia akan naik.
03:07Tetapi harga subsidi,
03:10bensin dan LPG,
03:12itu tidak akan naik
03:13sampai dengan harga ICP-nya 100 dolar.
03:17Itu kita clear ya,
03:18sejak dari awal saya ngomong itu.
03:20Dan Alhamdulillah,
03:21itu tidak naik.
03:23Untuk subsidi ini.
03:24Yang non-subsidi,
03:26yang untuk RON 9293,
03:29itu kan baru naik kurang lebih sekitar
03:31dua minggu lalu.
03:33Dua minggu lalu.
03:34Dua minggu lalu.
03:35Itu berdasarkan permen,
03:37ESDM,
03:38harga non-subsidi itu berlaku harga pasal.
03:41Tetapi teman-teman juga harus melihat bahwa
03:45di saat negara lain harganya sudah naik,
03:48Indonesia kan masih belum naik.
03:50Yang untuk RON 9295,
03:53terkecuali yang RON 98 sama
03:56turbo,
03:57solar.
03:58Itu memang sudah naik.
04:00Karena itu berlaku harga pasal.
04:02Nah, ke depan,
04:03kita lihat,
04:05kalau harganya memang potensinya turun,
04:07pasti akan melakukan penyesuaian
04:09dengan harga itu.
04:10ya.
04:12Terima kasih.
04:15Terima kasih.
04:37Sudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
04:42Satu langkah lebih dekat,
04:44satu langkah lebih terpercaya.
04:46Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan