Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Polisi membongkar dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi jenis Pertalite di salah satu SPBU di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Puluhan jeriken berisi Pertalite disita, dan lima orang pegawai SPBU dijadikan tersangka.

Total sebanyak 88 buah jeriken disita polisi dari sebuah SPBU di Jalan Pramuka, Banjarmasin, pada Jumat malam 5 Juni lalu.

Beberapa jeriken sudah diisi dengan BBM subsidi jenis Pertalite, sementara puluhan lainnya masih kosong.

16 orang sempat ditangkap, baik pembeli maupun karyawan SPBU, dan kemudian ditetapkan lima karyawan SPBU menjadi tersangka.

Dari hasil pemeriksaan, Pertalite dijual menggunakan jeriken dengan harga 10.500 rupiah per liter, atau lebih tinggi sekitar 500 rupiah dari harga resmi.

Selisih keuntungan itu diduga dibagikan kepada pihak-pihak yang terlibat.

#bbm #subisdi #pertalite

Baca Juga Respons Pemerintah soal Penurunan Harga Minyak Dunia | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/675574/respons-pemerintah-soal-penurunan-harga-minyak-dunia-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/675575/bongkar-dugaan-penyalahgunaan-polisi-sita-jerigen-berisi-pertalite-kompas-siang
Transkrip
00:00Saudara polisi membongkar dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi jenis Pertalite
00:05di salah satu SPBU di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
00:10Puluhan jeriken berisi Pertalite disita dan lima orang pegawai SPBU dijadikan tersangka.
00:19Total sebanyak 88 buah jeriken disita polisi dari sebuah SPBU di Jalan Pramuka, Banjarmasin
00:28pada Jumat malam 5 Juni lalu.
00:31Beberapa jeriken sudah diisi dengan BBM subsidi jenis Pertalite, sementara puluhan lainnya masih kosong.
00:3916 orang sempat ditangkap, baik pembeli maupun karyawan SPBU,
00:44dan kemudian ditetapkan lima karyawan SPBU menjadi tersangka.
00:48Dari hasil pemeriksaan, Pertalite dijual menggunakan jeriken dengan harga Rp10.500 per liter
00:56atau lebih tinggi sekitar Rp500 dari harga resmi.
01:00Selisih keuntungan itu diduga dibagikan kepada pihak-pihak yang terlibat.
01:07Khususnya yang bersubsidi dilarang untuk menggunakan jeriken.
01:12Walaupun menggunakan jeriken, harus mendapat rekomendasi dari dinas terkait
01:18sesuai dengan profesinya, seperti nelayan maupun petani.
01:23Jadi masyarakat umum dilarang keras untuk membeli BBM dengan menggunakan jeriken.
01:31Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan