00:00Saudara Museum Aceh resmi membuka pameran temporer bertema Hands of Time
00:05atau tangan-tangan terampil dalam beragam koleksi bersejarah sebagai gambaran perjalanan budaya
00:11serta identitas masyarakat Aceh.
00:14Pameran ini menghadirkan artefak dari masa kesultanan Aceh hingga era modern.
00:19Seperti apa? Berikut liputannya.
00:26Museum Aceh menggelar pameran temporer Hands of Time di gedung pameran temporer lantai 2.
00:33Pameran ini menampilkan beragam koleksi yang mencerminkan keterampilan dan kreativitas masyarakat Aceh dari masa ke masa.
00:41Artefak yang dipamerkan yaitu minyak nilam, kopi gayo, perhiasan emas, koin emas, rencong, siwah, hingga benang sutera.
00:51Koleksi tersebut menjadi bukti kejayaan budaya dan sejarah Aceh.
00:55Pengunjung juga dapat menyaksikan koleksi perhiasan tradisional lainnya
00:59yang berasal dari masa kejayaan kesultanan Aceh dari abad ke-16 hingga koleksi modern saat ini.
01:06Ada sekitar tujuh ya. Kemudian koleksinya pun sendiri, ada kayu, ada koin, itu sekitar 90-100 koleksi yang ada di
01:17museum.
01:18Ini dari, karena lebih berkembang di masa Eskandamuda dari abad ke-16 sampai ke, kalau kita lihat secara ini sampai
01:28sekarang.
01:29Karena nilam itu berkembang masa Belanda sampai hari ini sudah malah semakin berkembang, bersama dengan kopi.
01:36Yang mungkin berhenti sejak tahun 70-an adalah sutera.
01:40Ini mungkin yang kita ingatkan kembali bahwa kita punya komunitas sutera sebenarnya.
01:45Terus dikembangkan kembali.
01:49Selain pameran tangan-tangan terampil, Museum Aceh juga menghadirkan pameran foto perdamaian Aceh
01:55dengan harga tiket untuk anak-anak Rp3.000, diwasa Rp5.000, dan Rp15.000 untuk turis mancanegara.
02:03Pameran terbuka untuk umum hingga akhir tahun dan diharapkan menjadi sarana edukasi bagi generasi muda
02:10untuk mengenal sejarah dan budaya Aceh.
Komentar