Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terganjal sejumlah hal. Perundingan AS dan Iran di Swiss diwarnai saling ancam serta serangan Israel ke Lebanon.

Di tengah negosiasi, Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman akan kembali menyerang Iran lebih keras lagi jika tidak menghentikan proksi di Lebanon.

Selain itu, kebijakan Israel yang terus menggempur Lebanon membuat AS frustrasi di tengah upaya damai dengan Iran.

"Selama seminggu terakhir ini banyak sekali kejutan tanggal 17 mereka menyetujui MoU kemudian tanggal 18 ditandatangani, tanggal 19 tidak ada kejadian. Kemudian, beberapa hari terkahir Israel menyerang Lebanon. Hal ini menunjukkan bahwa Israel duri dalam daging," ujar pakar hubungan internasional President University, Teuku Rezasyah.

Baca Juga Wapres AS Buka Suara soal Iran Walk Out saat Perundingan Damai di Swiss di https://www.kompas.tv/internasional/676482/wapres-as-buka-suara-soal-iran-walk-out-saat-perundingan-damai-di-swiss

#amerika #iran #israel

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Aqshal


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/676497/full-as-iran-belum-sepakat-damai-donald-trump-dan-pm-israel-netanyahu-retak-sapa-pagi
Transkrip
00:00Antara Amerika Serikat dan Iran terganjal sejumlah hal.
00:04Perundingan Iran dan Amerika Serikat di Swiss
00:06terusik aksi saling ancam Amerika Serikat dan Iran
00:08serta serangan Israel ke Lebanon.
00:11Di tengah lanjutan negosiasi damai dengan Iran,
00:14Donald Trump kembali melontarkan ancaman serangan.
00:17Dalam cuitannya di Truth Social,
00:19Trump mendesak Iran untuk segera menghentikan proksi Hezbollah di Lebanon
00:23yang dianggap terus menimbulkan masalah.
00:25Trump mengancam akan menyerang Iran dengan lebih keras lagi.
00:29Trump juga memperingatkan jika Iran menutup Selat Hormuz,
00:32maka warga Iran tidak akan memiliki negara.
00:36Iran harus segera menghentikan proksi mereka
00:38yang dibayar mahal di Lebanon agar tidak membuat masalah.
00:41Jika tidak, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras lagi
00:45seperti yang kami lakukan pekan lalu,
00:47hanya lebih keras, ucap Trump di media Truth Social.
00:51Trump juga menulis,
00:53kalian warga Iran bahkan tidak akan bisa kembali ke negara kalian.
00:57Kami mungkin akan mengambil alih Selat itu jika perlu.
01:01Tak tinggal dia,
01:03Ketua Parlemen Iran merespons ancaman Trump melalui akun media sosial X miliknya.
01:08Galibah memperingatkan agar Amerika Serikat tidak mengancam negaranya
01:12dan bilang angkatan bersenjata Iran siap membalas jika mendapatkan serangan.
01:17Kami tidak memperhitungkan ancaman Amerika.
01:20Mereka sebaiknya berhati-hati dengan pernyataan mereka.
01:23Angkatan bersenjata kami siap merespons dengan cara lain.
01:26Apapun yang mereka katakan,
01:28kamilah yang akan bertindak.
01:31Perundingan damai Iran Amerika Serikat yang digelar di Swiss
01:33sejak minggu pagi juga diwarnai aksi World Out Delegasi Iran.
01:38Aksi itu sebagai respons atas ancaman Presiden Amerika Serikat,
01:41Donald Trump,
01:42dan serangan tanpa henti Israel ke Lebanon.
01:44Terima kasih telah menonton!
02:28Kedala lain,
02:29Israel turut memperkeruh situasi.
02:31Menteri Pertahanan Israel lewat media sosial X-nya bilang
02:34Pasukan Israel akan tetap di Lebanon
02:37Dalam akun ex-miliknya, ia bilang Israel tidak berniat menarik diri dari Beaufort
02:42Yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari zona keamanan di Lebanon
02:46Dan penting bagi pertahanan permukiman Galilea serta pasukan IDF
02:51Dengan situasi ini, menunjukkan bahwa hubungan Trump dan Netanyahu mengalami ketegangan
02:56Bijakan Israel yang tetap menyerang Lebanon membuat AS frustasi di tengah upaya damai dengan Iran
03:02Akankah perdamaian AS dan Iran segera tercapai?
03:06Atau kebijakan Israel akan tetap jadi tembok terjal penghalang kesepakatan damai?
03:14Sejumlah kendala muncul di tengah upaya damai antara AS dan juga Iran
03:19Termasuk dengan aksi work out dari ruang perundingan
03:22Hingga kebijakan Israel yang tetap menyerang Lebanon
03:24Sebenarnya bagaimana peluang tercapainya perdamaian secara permanen antara AS dan juga Iran
03:30Apa yang akan dilakukan AS terhadap Netanyahu jika Israel tetap jadi penghalang kesepakatan damai?
03:37Pagi ini saudara kita akan bahas dalam dialog bersama dengan pakar hubungan
03:40International President University, Teguh Rezasha
03:43Serta peneliti Timur Tengah BRIN, Nostalgia Wan Wahyudi
03:47Selamat pagi Mas Teguh, Mas Wawan, apa kabar?
03:49Selamat pagi
03:50Selamat pagi
03:51Oke, saya mau ke Pak Teguh lebih dulu
03:55Dengan situasi seperti sekarang ini saling ancam kedua negara
03:59Aksi work out dari delegasi Iran saat perundingan
04:02Sampai kebijakan Israel yang tetap menyerang Lebanon
04:04Nah, work out delegasi Iran kemarin sebenarnya menandakan apa, Mas Teguh?
04:09Dan bagaimana Anda membaca peluang damai antara AS dan juga Iran?
04:13Memang perundingan selama seminggu terakhir ini banyak sekali kejutan ya
04:18Tanggal 17 mereka menyetujui MOU
04:22Kemudian tanggal 18 ditanda tangani
04:25Kemudian tanggal 19 itu tidak ada kejadian
04:28Kemudian beberapa hari terakhir Israel justru menyerang Lebanon
04:33Jadi hal ini memang menunjukkan bahwa Israel itu merupakan duri dalam daging
04:37Dari perdamaian antara AS dan Iran
04:40Dan untuk itu memang Donald Trump sudah sangat kesal tampaknya
04:44Dimana pada seminggu silam itu Donald Trump mengatakan
04:49Notan Yahoo itu dengan bahasa Inggris yang sangat jelas ya
04:52A very difficult guy
04:54Jadi orang yang sangat merepotkan
04:56Kemudian juga sebelumnya pada awal Juni
05:00Trump juga mengkritik perilaku Israel yang menyerang Gaza
05:05Yang menyerang Lebanon Selatan dengan kata kunci crazy
05:08Kemudian juga kita perhatikan dalam beberapa minggu sebelumnya
05:15Itu juga Amerika Serikat mengkritik Israel terus
05:18Memang tampaknya Amerika Serikat sadar
05:20Bahwa Israel ini adalah duri dalam daging
05:22Dan untuk itu harus ada penyelesaian tersendiri
05:25Jadi kemungkinan besar skenario pertama adalah
05:27Amerika Serikat berurusan dengan Iran
05:29Skenario kedua adalah Amerika Serikat berurusan dengan Israel
05:32Dan skenario ketiga adalah
05:34Kalau Amerika Serikat menganggap Iran itu tetap keras kepala
05:38Maka Amerika Serikat dan Israel akan melakukan aksi militer
05:41Seperti yang pernah dijanjikan dengan namanya
05:44Karpet bombing
05:45Cuman apakah ini akan terwujud?
05:47Tapi dalam pandangan saya
05:48Di kalangan Iran itu sangat percaya diri saat ini
05:52Karena mereka mengetahui secara persis
05:55Bahwa energi yang ada di Amerika Serikat itu
05:59Sudah hanya tinggal 4 minggu lagi
06:01Jadi dengan demikian
06:02Kalau terjadi perang lebih lanjut
06:04Maka Amerika Serikat akan rugi
06:06Apalagi Amerika Serikat saat ini sudah sangat sibuk
06:10Karena Israel
06:11Karena Israel sudah tidak sekuat dulu lagi
06:14Misalnya Benjamin Netanyahu di dalam negerinya
06:17Sudah sangat kerepotan
06:20Misalnya dikeneset
06:22Walaupun dia memimpin koalisi sayap kanan
06:25Tapi kalangan-kalangan pengkritik dalam negerinya itu sangat kuat
06:29Misalnya opini publik menunjukkan minoritas publik dan pendukung koalisi
06:33Memang betul masih mendukung keras militernya
06:37Tapi kalau polling-polling yang diadakan di Hebrew University
06:41Dan juga Agam Institute itu mengatakan sebaliknya
06:44Misalnya 87,8% responden di Israel mengatakan penanganan perang itu salah
06:51Kemudian juga 92% mengatakan Iran itu justru yang akan menang
06:55Juga Netanyahu menghadapi masalah dengan kredibilitas
06:58Dimana 72,5% publik merasa bahwa Israel itu tidak mencapai tujuan-tujuan strategisnya
07:05Dan kemudian juga 56,4% kalangan Israel itu mengatakan bahwa manajemen perang itu salah
07:12Dan juga bahkan 64% mengatakan tiba saatnya Netanyahu bertanggung jawab
07:18Karena kejadian tanggal 7 Oktober lalu itu adalah kesalahan intelijen Israel
07:23Jadi tampaknya keadaan ini membuat Iran sangat percaya diri
07:26Bahwa mereka benar-benar berada di atas angin
07:29Terutama sekali kalau kita melihat kenyataan bahwa dalam perundingan yang terakhir itu
07:33Ketua delegasi Iran itu meninggalkan ruangan
07:38Dan kemudian tidak menyapa delegasi dari Amerika Serikat
07:41Dan juga menolak foto bersama
07:43Ini menunjukkan bahwa Iran itu sangat percaya diri
07:45Dan untuk itu Iran tampaknya akan benar-benar menuntut
07:49Pertama jangan serang kami
07:51Kemudian jangan serang sekutu-sekutu kami
07:54Dan ketiga adalah kembalikan aset-aset kami
07:58Dan yang keempat adalah jangan menentang kami soal nuklir
08:02Dan yang kelima adalah jangan menentang kami soal hormus
08:05Jadi tampaknya Iran berada di atas angin
08:08Tampaknya sekarang Iran yang akan mengendalikan negosiasi tersebut
08:11Demikian
08:12Oke Iran memegang kendali di posisi seperti sekarang ini
08:16Tapi kalau menurut Pak Wawan sendiri melihatnya
08:19Apakah sependapat juga dengan Pak Teku?
08:23Ya jadi begini ya
08:25Kalau kita bisa melihat bahwa sekarang
08:28Politik luar negeri itu memang selalu berlaku nasional ya
08:32Dari mana nasional interest sebuah negara itu selalu diprogram dengan sangat baik
08:36Jadi tidak ada yang selalu tergesa-gesa
08:38Jadi nasional interest itu akan digodok melalui penggodokan yang terprogram etik
08:45Dan juga dilakukan dalam foreign policy yang terukur
08:48Dan ini yang menjadi salah satu ini ya
08:51Yang perlu kita bicarakan pada pagi hari ini
08:54Saya melihat bahwa sebetulnya ada pergeseran-pergeseran ya
08:57Dalam politik luar negeri
08:58Baik itu
09:02Amerika saya juga Israel ya
09:04Terutama yang kalau Israel mungkin melalui
09:07Melalui stagnasi ya
09:08Tapi kalau Amerika Serikat ketika Marco Rubio
09:11Mengambil alih peran dari negosiasi
09:13Yang setadinya dipegang oleh PKS
09:14Saya melihat bahwa di sana ada ranah-ranah
09:17Pergeseran dari foreign policy itu
09:19Dan Iran sangat mengamati itu
09:23Dan dia mengetahui bahwa secara rasional memang
09:25Titik-titik menuju negosiasi semakin terbuka
09:29Dan kita bisa melihat sebetulnya
09:32Dari target awal kita tahu bahwa
09:34Regime change, pemusnahan nuklir, dan balistik
09:37Itu merupakan suatu yang non-negotiable
09:39Bagi Amerika Serikat
09:40Namun pada akhir-akhir ini kita bisa melihat bahwa
09:45Semua hal tersebut menjadi sebuah negosiable
09:48Jadi regime change bukan lagi menjadi prioritas utama
09:50Dan kita juga bisa melihat bahwa Amerika sangat ingin
09:54Mengakhiri perang
09:55Saya kira Amerika belajar ya
09:57Sebetulnya dari kegagalan negosiasi di Oman dan juga Pakistan
10:01Ketegangan PKS di Kongres AS
10:03Dan juga mungkin kita bisa melihat
10:05Iran mulai menggunakan hormus sebagai salah satu taktik
10:09Di luar kekuatan militer dan juga tekanan ekonomi dan politik dalam negeri
10:12Dan ini menjadikan rentang politik luar negeri Amerika Serikat
10:17Dan Israel itu membentang ya
10:18Jadi di satu sisi AS ingin mengakhiri perang
10:23Dan ingin mewujudkan damai di sisi lain
10:25Israel ingin melanjutkan perang
10:27Dan itu yang sebetulnya sejak awal
10:30Yang target dari perang yang berbeda
10:33Dan foreign policy yang diambil berbeda
10:34Itu menjadikan keretakan itu semakin nyata
10:37Dan tidak mengherankan seperti yang diatakan oleh penyaji tadi
10:41Bahwa sebetulnya ada hujatan tersendiri yang mengatakan bahwa
10:46Netanyahu sebagai orang yang paling sulit dan merepotkan
10:49Dan di mana pada titik tertentu kita bisa melihat bahwa sebetulnya
10:53Keinginan mengakhiri perang itu sebetulnya lebih didesak oleh Amerika Serikat itu sendiri
10:57Oleh Trump itu sendiri bukan dari Iran
10:59Iran sengaja bersikap dari awal dalam proses negosiasi
11:03Termasuk dalam penanda tanganannya
11:04Penanda tanganan perdamaian pada hari Minggu
11:07Trump berkuar bahwa hari Minggu ini semua akan ditanda tangani
11:10Sedangkan Iran mengulur sampai hari Senin
11:12Dan itu bisa mengatakan bahwa sebetulnya keinginan keterdesakan untuk perdamaian itu ada di Trump
11:17Sehingga itu yang menyebabkan Trump itu cukup frustasi ya
11:22Dalam menghadapi berbagai konflik yang diciptakan oleh Israel
11:28Dan kita perlu mencatat ya sebetulnya disini
11:32Bahwa peran Marco Rubio dan juga Arasi merupakan tokoh sentral dalam terciptanya perdamaian ini ya
11:39Jadi titik temu itu diciptakan oleh dua orang yang memiliki logika foreign policy dan negosiasi yang bagus ya
11:46Diplomasi itu berjalan di tangan oleh dua orang ini
11:49Dibandingkan kalau kita melihat dari pek headset sebelumnya yang sangat-sangat offensive ya
11:55Dalam-dalam foreign policy-nya dan juga sangat-sangat terbuka dengan Netanyahu yang menelpon dia di tengah-tengah perang
12:03Dan dalam negosiasi terakhir kita bisa melihat sebetulnya
12:09Amerika mencoba untuk menegasikan sedikit mengasingkan peran-peran Israel dalam proses-proses negosiasi
12:16Namun di sisi lain hal ini yang dibaca menjadi sebuah ancaman bagi Israel
12:21Israel sangat mengetahui bahwa sebetulnya perang di Lebanon itu merupakan kartu truth yang bisa dia mainkan
12:27Yang sejak awal ketika Iran sangat membutuhkan perang Lebanon sebagai salah satu klausul penting dalam perjanjian mereka
12:37Di sisi lain itu menjadi sebuah titik kelemahan yang sangat dibaca oleh Israel
12:41Dan di sini kita bisa melihat bahwa sebetulnya ketika Israel tidak mengikuti proses perjanjian damai
12:49Meskipun perang ini merupakan perang dari tiga negara
12:51Saya sudah menyangka bahwa politik dua kaki memang akan selalu dilakukan
12:55Seperti halnya ketika terjadi perjanjian antara Israel dengan Hezbollah
13:00Penyerangan terhadap Gaza tetap dilakukan oleh Israel
13:04Sebagaimana perang yang saat ini terjadi negosiasi damai antara Amerika dengan Iran
13:08Dan perang terhadap Lebanon menjadi di-statementkan oleh Israel menjadi sebuah suatu perang yang lain yang disamakan
13:17Dan itu sebagai kartu truth sebetulnya yang dipermainkan
13:19Karena dalam pada posisi ini kita bisa melihat bahwa perbedaan yang cukup nyata
13:25Bahwa perdamaian itu bukan target politik atau target perang politik luar negeri dari Israel itu sendiri
13:30Jadi ketika perdamaian itu terjadi bahwa itu akan mengancam proses-proses politik yang selama dilakukan
13:36Israel membutuhkan ketegangan antara Amerika dengan Iran
13:40Karena dengan ketegangan itu Israel bisa melakukan penekanan invasi lebih lanjut ke Gaza
13:46Pendudukan di West Bank dan juga memperluas pendudukan invasi di selatan Lebanon
13:52Sehingga perhatian dunia teralih dan ini menjadi salah satu yang sangat penting
13:56Dan itu sudah sebetulnya sudah dicanangkan, sudah dikatakan oleh Abar Arasi
14:02Jadi ada satu hal yang sangat krusial yang kemungkinan bagi Iran itu akan sangat berpotensi untuk menggagalkan proses negosiasi ini
14:11Yaitu tentang posisi politik dari Israel yang saya kira sama seperti ketika dia menginvasi Gaza
14:19Dia tidak akan menarik mundur kakinya
14:21Ataupun ketika dia akan menginvasi Lebanon saya kira akan sulit untuk menarik mundur pasukannya dari Lebanon
14:28Terlebih lagi kita sudah mengetahui bahwa dia juga sudah menguasai Golan Heid
14:33Jadi sebetulnya kita bisa melihat ya, mengapa Israel menggunakan kebijakan seperti ini
14:39Dalam tanda kutip kita melihatnya sebagai sesuatu kebijakan yang sangat keras kepala
14:44Jadi kita bisa melihat bahwa karakter politik luar negeri Israel itu sebetulnya invasif
14:49Dan karakter ini sangat bermasalah
14:51Ketika sebuah negara seperti Israel memiliki karakter politik luar negeri yang invasif
14:56Maka dia memiliki permasalahan dengan batas wilayah yang tidak fix
15:00Dan otomatis dengan adanya batas wilayah yang tidak fix ini
15:04Dia akan selalu bermasalah dengan negara lain
15:06Terutama dengan negara-negara sekitarnya atau tetangganya
15:10Dan Israel memiliki satu-satu negara yang diakui PBB
15:13Yang tidak mempunyai otoritas atau wilayah, batas wilayah yang jelas
15:16Dan ini menjadikan ketegangan di Timur Tengah akan selalu berlangsung
15:21Kita mengetahui bahwa seminggu sebelum serangan 7 Oktober 2023
15:26Netanyahu itu berorasi di depan PBB mengatakan ini adalah the new Middle East map
15:33Di mana Israel memblok penuh semua wilayah Palestina
15:37Termasuk Gaza dan West Bank sebagai sebuah wilayah Israel
15:42Dan itu menjadikan ketegangan
15:44Dan di sini bisa kita melihat bahwa sebetulnya
15:48Kebijakan luar negeri invasif ini yang menjadi awal mula
15:51Dan itu yang sangat susah dikendalikan oleh Amerika Serikat
15:54Ataupun misalnya Amerika Serikat kemarin
15:57Trump mengatakan bahwa kita mencoba untuk mengganti Netanyahu
16:01Kita melihat bahwa ada upaya semacam political engineering
16:05Yang akan dilakukan Trump di negara lain
16:09Dan itu berkonsekuensi itu sesuatu yang tidak mudah saya kira
16:13Jadi ketika Trump ingin melakukan social engineering ingin mengganti Netanyahu
16:17Misalnya dengan Naftali Brannet atau mendorong partai-partai oposisi
16:21Untuk mengambil alih kebijakan-kebijakan yang lebih lunak
16:24Tetapi Trump harus mengetahui bahwa ini adalah sebuah langkah-langkah politik yang timely dan costly
16:30Dan ini juga mungkin akan mudah ya
16:33Kita akan melakukan political engineering di sebuah negara yang rapuh atau konflik
16:37Tetapi dengan sistem politik yang stabil itu akan memakan waktu
16:40Terlebih Trump juga pada sisi lain juga akan menghadapi pemilu yang sebentar lagi
16:46Dan titik krusial dari Trump itu sendiri sebetulnya ada pada pendanaan pemilu
16:50Di mana Trump sendiri sangat bergantung pada AIPAC dan pendanaan pemilu dari kelompok-kelompok yang pro-Israel
16:57Dan ini menjadikan sebuah dilema
16:59Dan saya pesimis sebetulnya dengan adanya upaya atau keinginan Trump untuk mengganti Netanyahu dan ikut sampur
17:07Sedangkan posisi dia sendiri di Amerika Serikat juga untuk masa depannya masih dipertanyakan dengan adanya perang ini
17:14Ketika dia tidak bisa menyelesaikan perang dan tidak bisa menyatakan bahwa ini adalah sebuah kemenangan Amerika
17:19Maka popularitasnya juga akan menurun
17:21Dan di sisi lain juga kita bisa melihat meskipun secara penduduk di Israel itu banyak yang mulai menolak
17:29Yang mulai gerah dengan adanya perang
17:31Dengan ketakutan-ketakutan yang on daily basis
17:33Namun kita bisa lihat bahwa penguasaan media masa dari kelompok-kelompok pro Netanyahu misalnya
17:39Dari Partai Likud, terus Benefir, dari Partai Osma Yehudit ataupun Smotrich
17:45Kita bisa melihat bahwa ketika ke depan misalnya penguasaan media dan juga propaganda masih dikuasai oleh kelompok kanan ini
17:53Saya mandang bahwa ke depannya mungkin perjanjian ini akan suspense ya
17:59Ketika suatu titik dia akan bertemu dan titik lain akan mudah akan tertedrai
18:03Dan kemungkinan ya penanda tanganan di Swiss ini akan memulakan waktu lebih lanjut
18:08Dan bahkan mungkin yang perlu kita sadari adalah
18:11Pasca dari penanda tanganan dari perjanjian damai di Swiss itu
18:14Apakah ini akan sustainable?
18:16Itu yang menjadi pertanyaan ketika kami sebetulnya
18:19Ataupun saya secara pribadi tidak meyakini bahwa Israel akan begitu saja menarik pasukannya dari selatan Libanon
18:25Dan misalnya dengan adanya ketidakinginan untuk menarik pasukan Israel dari selatan Libanon
18:32Akan membuat Hizbullah diam begitu saja
18:34Saya kira Hizbullah juga akan melakukan serangan balik
18:36Dan memaksa Israel untuk keluar dari Libanon
18:38Jadi ini yang menjadi sebuah yang saya katakan sebuah kartu truth ya
18:42Yang sangat dipahami oleh Israel dan dimainkan oleh Israel
18:46Dan itu sebetulnya kelemahan yang memang sangat disadari oleh Iran itu sendiri
18:50Oke ini menarik
18:51Saya mau ke Pak Teku
18:52Tadi kan disinggung sama Pak Wawan mengenai kondisi saat ini
18:56Adanya pergeseran polisi sampai ada keretakan karena ada perbedaan kepentingan
19:01Kita tahu ibaratnya hubungan Amerika Serikat dan Iran
19:04Ini ibarat tak terpisahkan atau unbreakable
19:06Nah ketika muncul bahwa tadi sudah disinggung sama Pak Wawan
19:10Kabar bahwa AS ingin mendepak Netanyahu
19:13Pasca ketegangan kesepakatan Amerika Serikat dan juga Iran
19:15Apa ini memang keretakan ideologis permanen
19:19Atau strategi Amerika Serikat saja
19:22Untuk bisa menjaga citranya
19:25Terkait dengan citra geopolitiknya di mata dunia?
19:28Pak Teku
19:30Benar ini sudah disinyalir oleh Sun Tzu ya
19:33Dalam bukunya The Art of War ya
19:35Jadi namanya pengelabuan itu memang sedang dilakukan terus menerus oleh Amerika Serikat
19:41Misalnya terkesan Amerika Serikat menghendaki kepemimpinan di Israel itu berganti
19:49Kemudian juga ada kesadaran dari dalam negeri Amerika Serikat sendiri
19:53Yang misalnya dari Direktur Pusat Kontra Terorism
19:57Misalnya Bapak Joe Kent itu yang mengundurkan diri pada 17 Maret itu
20:01Beliau mengatakan bahwa keputusan Amerika Serikat memulai perang dengan Iran itu salah
20:05Kemudian juga pada saat yang sama
20:08Mundur juga Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard dan alasan kesehatan
20:13Tapi apakah Amerika Serikat dan Israel itu akan pecah kongsi?
20:17Saya pikir tidak
20:18Ini saya pikir ini hanyalah sekedar upaya pengelabuan agar Iran itu lengah
20:23Sehingga berkata, berpikir bahwa faktor Israel itu adalah faktor di luar
20:27Sehingga penyelesaian dengan Amerika Serikat ini akan sangat penting
20:32Karena bagaimanapun juga
20:34Saya menafsirkan hubungan Amerika Serikat Israel itu
20:36Tak akan lapuk oleh hujan dan tak akan lekang oleh panas
20:40Karena kita lihat mereka hubungannya adalah patron klien
20:43Yang satu adalah pelindung, yang satu yang dilindungi
20:45Kemudian juga bagi Amerika Serikat
20:48Israel itu merupakan pavilion barat di Timur Tengah
20:51Untuk mengendalikan energi minyak
20:53Kemudian juga adanya ikatan ideologis
20:55Antara pemimpin-pemimpin Amerika Serikat dengan pemimpin-pemimpin dari Israel
20:59Dan juga kita masih lihat misalnya pada tanggal 24 Juli 2024
21:04Itu podana menteri Benjamin Netanyahu itu berpidato di hadapan sidang gabungan Kongres Amerika Serikat
21:11Yang intinya mengatakan bahwa Israel adalah sekutu Amerika Serikat
21:15Dan kedua negara itu tidak terpisahkan
21:17Jadi yang memperkuat posisi Israel lagi adalah
21:21Lobby Israel yang luar biasa di Amerika Serikat
21:24Dikendalikan oleh American Israel Public Affairs Committee
21:27Dan mereka itu bertanggung jawab atas pemilihan anggota-anggota Kongres, Senat, dan juga Gubernur
21:34Jadi untuk itu saya pikir kita berhadapan dengan satu lembaga AIPAC yang sangat percaya diri
21:40Dimana kalau kita lihat laman AIPAC
21:42Dia mengatakan 98% tokoh-tokoh Amerika yang kami dukung itu jadi
21:47Dan konon AIPAC juga sudah mengidentifikasi siapa-siapa saja tokoh-tokoh Amerika Serikat
21:54Yang mungkin mempengaruhi jalannya perang
21:56Dan juga mempengaruhi kebijakan Amerika Serikat atas dunia
21:59Israel sudah mengidentifikasi adanya Asian Pacific American Caucus
22:03Sudah mengidentifikasi adanya Black Caucus
22:06Mengidentifikasi adanya Hispanic Caucus
22:08Kemudian mengidentifikasi adanya Progressive Caucus
22:11Kemudian juga adanya Equality Caucus
22:14Jadi dengan demikian saya pikir sangat sulit bagi Amerika Serikat untuk pecah kongsi dari Israel
22:20Demikian
22:20Oke saya pertegas disini peteku
22:22Karena kan ada kabar juga bahwa Gedung Putih sudah melakukan komunikasi begitu
22:26Untuk ke pihak oposisi dari Israel
22:29Nah mengartikan ini seperti apa sebenarnya?
22:32Apakah memang ini bentuk strategis juga?
22:34Atau seperti apa pateku?
22:37Memang wajar suatu negara berhubungan dua kaki
22:40Pertama berhubungan dengan pemerintah
22:41Kedua juga berhubungan dengan oposisi
22:43Tapi pada hitungan-hitungan akhir
22:45Itu intelijen Amerika Serikat akan memutuskan
22:48Siapa yang didukung
22:49Oposisi ataupun Benyamin Netanyahu
22:52Tapi kalau kita melihat bagaimana statement oposisi
22:54Mereka mengatakan
22:55Kalaupun kami nanti terpilih
22:58Sikap kami atas Iran itu adalah tegas
23:01Dan kami tetap mendukung ide-ide Israel Raya
23:04Jadi berganti pimpinan
23:07Tapi kebijakannya akan tetap
23:08Demikian
23:09Oke kalau Pak Wawan melihatnya seperti apa Pak?
23:12Karena sudah ada komunikasi dari gedung putih
23:15Dengan pihak oposisi Israel
23:16Sampai dengan kritik oposisi
23:19Sampai dengan pernyataan dari kelompok sayap kanan
23:21Ini juga sama-sama cukup keras
23:23Israel bukan bawahan dari Amerika Serikat
23:26Begitu apa yang disampaikan oleh kelompok sayap kanan
23:29Di Israel
23:30Jadi seberapa dekat sebenarnya Israel
23:31Dengan kondisi seperti ini di internalnya
23:34Di ambang perpecahan politiknya di sana?
23:38Ya kita bisa melihat sebetulnya
23:40Seperti yang saya katakan tadi
23:42Kalau misalnya political engineering
23:44Atau penggantian Netanyahu
23:46Yang diupayakan dengan komunikasi
23:48Yang dilakukan oleh gedung putih
23:50Terhadap kelompok oposisi yang ada di Israel
23:55Maka sebetulnya itu sebuah langkah yang timely
23:57Jadi untuk saat ini itu tidak mungkin
24:00Saya katakan itu tidak mungkin
24:02Jadi political engineering itu memerlukan
24:04Tidak hanya waktu juga biaya
24:06Dan itu tidak mudah pada negara yang sistem politiknya
24:08Sudah stabil seperti yang ada di Israel
24:11Itu yang pertama
24:12Jadi saya pesimis dengan itu
24:14Jadi kemungkinan itu lip service sangat besar
24:16Yang kedua
24:17Kalau memang terjadi keretakan itu memang benar
24:20Jadi memang wajar dalam sebuah negara
24:22Ketika mungkin pada titik tertentu
24:24Nasional interestnya sama
24:25Jadi sama-sama menyatakan bahwa
24:27Iran itu merupakan ancaman bagi Amerika
24:30Dan juga bagi Israel juga seperti itu
24:31Namun sejauh mana ancaman itu
24:34Benar-benar secara direct yang Iran itu menjadi ancaman langsung bagi Israel
24:37Tapi yang tidak langsung bagi Amerika
24:39Dan itu akan membuat foreign policy yang diambil oleh mereka berbeda
24:43Itu yang pertama
24:44Yang kedua
24:45Kondisi politik di sebuah negara itu juga berbeda
24:48Itu membuat keinginan
24:50Apa namanya langkah foreign policy tadi
24:52Ketika Trump ingin menginginkan damai
24:54Sedangkan Netanyahu membutuhkan perang
24:56Dan juga target-target untuk memenangkan
24:59Pemilu di Israel itu sendiri
25:01Sedangkan Trump ingin menghentikan perang untuk mencapai kemenangan pemilu di negaranya sendiri
25:05Dan itu menjadikan salah satu yang saya kira itu krusial ya
25:10Krusial dalam arti
25:11Apakah itu akan menentukan keretakan hubungan Amerika ke depan
25:14Jadi hubungan politik luar negeri antara Amerika sama Israel
25:18Itu berdasarkan
25:19Apa namanya
25:20Studi yang tidak sebentar
25:22Saya kira national interest itu berdasarkan suatu studi yang programatik ya
25:26Dalam arti itu memang direncanakan
25:28Dengan adanya Trump
25:29Ataupun nanti Presiden Amerika berganti
25:31Ataupun Netanyahu berganti
25:33Itu tidak akan menentukan sebetulnya dalam
25:35Apakah foreign policy itu akan berganti juga
25:38Keretakan hubungan itu akan melanjut
25:40Atau akan mengerat sembari
25:41Saya kira kalau kita melihat ya
25:43Apakah Israel akan menghentikan perang di Timur Tengah
25:46Atau membuat ulah di Timur Tengah
25:48Akan berhenti ketika
25:49Apa namanya
25:50Amerika masuk dalam
25:52Amerika keluar dari perang Iran ya
25:55Saya kira kalau yang lebih tepat
25:57Seperti ini menggambarkannya ya
25:58Jadi apa yang dilakukan Trump di Timur Tengah
26:00Saya lihat sebagai liburan musim panas
26:03Bagi Trump
26:04Jadi ketika liburan itu selesai
26:06Maka apa yang dilakukan Israel
26:07Tetap pada program-program yang dilakukan sekarang
26:10Jadi ada dan tidak adanya Trump
26:12National interest Israel tetap seperti itu
26:14Dan foreign policy Israel tetap invasif
26:16Itu yang memang program
26:19Tujuan mereka
26:20Ide-ide mereka tentang Israel Raya
26:21Itu tidak akan pernah terwujud
26:22Jika foreign policy-nya tidak invasif
26:24Dan itu yang menjadikan bahwa
26:26Ketika Trump nanti pulang ke negaranya
26:28Dia mengklaim dia menang
26:30Dan sudah melakukan negosiasi damai
26:31Dan Israel tidak akan
26:32Diam dengan
26:33Ataupun berganti foreign policy-nya
26:35Dan itu kalaupun nanti
26:36Misalnya berganti
26:37Itu sama dengan bunuh diri
26:38Bagi Netanyahu
26:39Ataupun kelompok-kelompok kanan
26:41Yang sekarang
26:41Menguasai media
26:42Mainstream nih
26:44Di Israel ya
26:44Oke
26:45Dan kita banyak sebetulnya
26:46Kekerasan-kekerasan dilakukan oleh
26:48Aparat Israel
26:49Tidak hanya pada penduduk Palestina
26:50Juga termasuk pada penduduk
26:52Oposisi ya
26:53Kelompok-kelompok oposisi
26:54Termasuk Yahudi ortodoks ya
26:56Juga mendapatkan tekanan kekerasan
26:58Dan mereka-mereka yang
26:59Yang memprotes Netanyahu
27:01Juga mendapatkan tekanan politik
27:03Yang luar biasa
27:03Dan ini
27:04Memang
27:05Tidak seperti negara lain ya
27:07Misalnya Netanyahu itu garis keras
27:09Dan memang
27:10Kalau-kalau garis keras
27:11Kita tahu bahwa
27:12Sebetulnya
27:12Politiknya nanti akan anti-Arab
27:14Akan sangat pro-aneksasi
27:17Nasionalisme juga radikal
27:18Dan juga tidak
27:19Sangat menentang
27:20Apa itu namanya
27:21Kemerdekaan Palestina
27:22Tapi
27:23Kelompok liberal
27:24Juga seperti itu
27:25Sebetulnya mereka juga
27:26Enggan untuk mengakui
27:27Kemerdekaan Palestina
27:28Jadi memang mungkin
27:29Ada beberapa kelompok
27:31Yang ingin menyatakan
27:32Bahwa
27:32Two-state solution
27:33Tidak
27:34Tidak
27:34Tidak
27:35Tidak rasional
27:36Terutama
27:37Terutama
27:37Bari kelompok kanan
27:37Tetapi
27:38Two-state solution
27:39Sekarang juga tidak rasional
27:40Dalam arti
27:41Apakah ke depan
27:42Dengan adanya
27:44Invasi dan aneksasi
27:45Yang seperti ini
27:46Wilayah Gaza yang tidak utuh
27:48West Bank tidak bersemula
27:49Dan sekarang
27:50Israel memperluas
27:51Wilah baru
27:51Golan dan juga
27:52Selatan Lebanon
27:53Apakah state solution
27:55Menjadi suatu yang rovan
27:56Bagi publik Israel
27:57Dan itu yang mengatakan
27:58Bahwa mereka sekarang
27:58Ada di atas
27:59Itu persepsi yang
28:01Nyata
28:02Jadi
28:02Baik kelompok
28:03Garis kanan
28:04Ataupun sekarang
28:05Oposisi
28:05Memang pada posisi
28:07Yang memang mereka
28:07Tidak akan pro
28:08Dengan Iran
28:08Dengan juga Palestina
28:10Oke saya tanggap poinnya
28:11Mas Owan
28:11Apakah namanya
28:12Menekankan human rights
28:13Tapi human rights
28:13Itu masih dibatasi
28:14Dengan kekuatan
28:16Apakah namanya
28:17Dominansi rasialis mereka
28:18Dan itu yang
28:19Yang perlu kita pertimbangkan
28:21Bahwa ke depan
28:22Mungkin
28:23Keretakan ini
28:24Hanya sebagai
28:24Kayak
28:25Libun musim panas
28:26Hanya lip service
28:27Bagi kedua negara
28:28Saya kira untuk
28:29Kedepan
28:30Israel sangat
28:31Sangat membutuhkan
28:32Kehadiran Amerika
28:33Ketika mencapai
28:34Foreign policy-nya
28:35Contohnya
28:37Netanyahu
28:37Sudah berkali-kali
28:38Menuju gedung putih
28:40Mencoba dari
28:41Apa namanya
28:42Yang President Obama
28:43Sebelumnya
28:44Juga
28:45Ini
28:45Dibujuk oleh dia
28:46Joe Biden
28:47Trump pada posisi
28:49Apa namanya
28:50Pada
28:50Pertama ya
28:52Periode pertama
28:52Juga dibujuk
28:53Tapi berhasilnya
28:54Pada periode kedua
28:54Itu menyatakan bahwa
28:56Perang terhadap Iran
28:57Tidak bisa dilakukan oleh
28:58Israel itu sendiri
28:59Dan itu juga
29:00Dinyatakan oleh
29:01Apa namanya
29:02Jadi fans
29:02Yang mengatakan
29:03Semua alutsista
29:04Sebagian besar ya
29:05Alutsista Israel itu
29:06Berasal dari
29:07Pajak Amerika
29:08Yang mendanai
29:09Kebetulan persenjataan itu
29:11Dan itu yang menjadi
29:12Sebuah catatan
29:13Jadi sebuah negara ini
29:14Kedua negara ini
29:15Memiliki ketergantungan
29:16Sangat luar biasa
29:17Oke berarti yang jadi
29:18Pertanyaannya sebenarnya
29:19Kemana nih
29:19Arah perundingan
29:20Amerika Serikat
29:21Dan juga Iran
29:21Ini akan dilanjutkan
29:22Ke tahap selanjutnya
29:23Predisinya seperti apa
29:24Apakah akan lebih alut
29:26Atau bagaimana tanggapannya
29:27Saya mau ke Pak Tuku dulu
29:28Singkat saja Pak Tuku
29:3060 hari ke depan itu
29:32Memang kritis ya
29:33Dimana bagi Iran
29:34Ada hal-hal
29:35Yang intinya
29:36Jangan sentuh kami
29:37Itu soal hormus
29:39Dan soal nuklir
29:39Dan ketiga
29:40Yang ketiga adalah
29:41Soal pengembalian
29:42Aset-aset Iran
29:43Yang tertahan di
29:44Bank-bank Amerika
29:46Dan bank-bank Uni Eropa
29:47Dan yang keempat
29:48Jangan lagi serang
29:49Ini
29:50Pendukung-pendukung kami
29:51Di berbagai wilayah
29:52Di Timur Tengah
29:52Dan yang kelima
29:54Jaminan Amerika Serikat
29:55Tidak akan
29:55Tidak akan
29:57Menyerang Iran kembali
29:58Dan kalau misalnya
29:59Lima fondasi ini
30:00Benar-benar
30:01Disetujui oleh
30:02Amerika Serikat
30:02Dan oleh Israel
30:03Saya pikir mereka bisa
30:04Bisa melanjutkan
30:06Ke semua
30:07Ke 14 aspek sekaligus
30:09Oke
30:10Kita lihat bagaimana
30:11Perkembangannya
30:12Tentunya terima kasih
30:13Sudah berbagi perspektifnya
30:14Bersama dengan kami
30:15Teguh Reza Syah
30:16Pakar Hubungan Internasional
30:17Presiden University
30:17Dan juga Nostalgia Wan Wahyudi
30:19Pengamat Timur Tengah Brin
30:20Terima kasih Bapak-Bapak
30:21Salam sehat
30:22Selamat pagi
30:23Selamat pagi
30:24Selamat pagi
Komentar

Dianjurkan