Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
Zulkifli Hasan mengatakan satu bulan ada pengeluaran lebih dari 1 triliun rupiah. Artinya, dalam setahun ada pemborosan sekitar 12 triliun rupiah.
Transkrip
00:10Pemimpin baik, organisasi baik, apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompeten, atau tidak jujur.
00:19Saya tidak mau buang rakyat dicuri, dan tidak ada, tidak ada pengecuali.
00:37BUNYI KLAK SONSILI BERGAMAN DI DEPAN KANTOR BANDAN GIZI NASIONAL DI Kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
00:43Suara ini menjadi bentuk dukungan warga atas aksi protes koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam MBG Watch.
00:50MBG Watch mendesak presiden untuk menghentikan program MBG yang dinilai syarat persoalan.
00:57Aksi ini digelar pada 10 Juni 2026 atau tepat sepekan setelah Kejaksaan Agung menetapkan dadan Hidayana CS sebagai tersangka korupsi
01:06program, maka berhizi gratis.
01:10Bagiak bersatu, tak bisa digalakan!
01:13Dua hari berselang tempatnya 12 Juni 2026, masa dari Aliansi BM Universitas Indonesia turut menyuarakan keresahan yang sama dalam aksi
01:22menuju kurasa bertajuk menuju Indonesia bangkrut.
01:27Tak hanya di Jakarta, gelombang protes pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis juga terdengar di sejumlah daerah.
01:37Di tengah gelombang protes pelaksanaan Makan Bergizi Gratis, Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, Nanik Esdeyang, berstrategi mengatur ulang tata
01:45kelola MBG.
01:47Nanik yang sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala BGN, menyebut arah perbaikan program MBG difokuskan pada 3 poin penting.
01:54Langkah ini Nanik ambil usai ia dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai pengganti dadan Hindayana pada 8 Juni silam.
02:02Nanik kini menahkodai Badan Gizi Nasional bersama dua wakilnya, Agustina Arunzari dan Maijen TNI Purnawirawan, Trenggono.
02:10Kami konsen pada efisiensi anggaran.
02:14Efisiensi ini kami lakukan yang pertama melalui moratorium.
02:20Yang kedua kami refocusing penerima manfaat.
02:24Yang ketiga itu kita akan melakukan kontrol atau kualitas ya, sehingga kami akan mengecek apakah dapur-dapur yang sekarang ada
02:34ini sesuai dengan Juknis atau tidak.
02:41Temuan pemborosan anggaran program MBG juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
02:47Zulkifli Hasan menyebut program MBG menargetkan pembangunan 21.000 titik SPPG atau Satuan Pelayanan Pembunuhan Gizi alias dapur MBG.
02:56Di realitanya kini sudah ada 27.877 titik dapur MBG alias bengkak hingga lebih dari 6.800 titik.
03:04Jumlah dapur MBG yang jauh di atas target berdampak pada menggelembungnya anggaran pemberian insentif untuk setiap dapur MBG yang dilainya
03:12mencapai 6 juta rupiah per hari.
03:16Satu bulan ada pengeluar lebih 1 triliun pemborosan.
03:22Berarti kalau satu tahun berapa itu?
03:2312 triliun.
03:25Maka perlu penataan untuk ditata agar bisa diperbaiki.
03:32Tak hanya soal pemborosan anggaran, borok di tubuh BGN juga dibuka oleh salah satu eks pimpinan BGN yang telah ditetapkan
03:39sebagai tersangka dugaan korupsi MBG, Sony Sonjaya.
03:42Sony menyebut ada nama-nama besar yang turut main mata dalam tata kelola SPPG.
03:47Sony bahkan telah mengajukan permohonan sebagai justis kolaborator di kasus dugaan korupsi MBG kepada kejaksana.
03:57Meski belum ada nama pasti yang dibeberkan oleh Sony Sonjaya, sejumlah pihak telah melontarkan respons ke publik.
04:03Ada berita, Pak Dudung katanya punya titik melalui Pak Dadan.
04:09Kalau Pak Dudung punya dapur silahkan cek, saya kasih hadiah nanti.
04:13Jadi nggak ada sama sekali saya punya dapur.
04:15AHI tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan,
04:20ataupun meminta dukungan kepada saudara Sony Sonjaya.
04:24Terkait program SPPG maupun urusan lainnya.
04:31Sementara itu, Ketua BGN Danik SD yang memiliki bungkam saat awal media
04:35dan nyakan daftar nama-nama besar yang disebut pihak Sony Sonjaya
04:38turut terlibat dalam dugaan korupsi MBG.
04:46Sebelumnya, Presiden Ramon Subianto menyebut telah menerima laporan dugaan penyimpangan di lingkungan BGN
04:51sejak beberapa waktu lalu hingga akhirnya memutuskan penggantian pucuk pimpinan BGN.
04:56Presiden mewanti-wanti program MBG jangan sampai dijadikan sarana oleh Oknub untuk memperkaya diri.
05:03Kini publik menanti keseriusan pemerintah.
05:05Pemenahan program makan bergisi gratis adalah keniscayaan
05:08yang harus dilakukan secara menyeluruh dan transparan.
05:16Setelah penetapan sejumlah tersangka dalam skandal dugaan korupsi,
05:21program makan bergisi gratis barulah menjadi sebuah permulaan.
05:25Indonesia Corruption Watch atau ICW sebelumnya sudah menelusuri dan menemukan ratusan yayasan mitra MBG
05:32yang diduga terafiliasi dengan sejumlah pejabat dan juga aktor-aktor politik.
05:38Saya akan tanyakan secara langsung kepada Kepala Divisi Advokasi Indonesia Corruption Watch
05:45dengan Mas Egi Prima Yoga.
05:46Mas Egi, terima kasih untuk waktunya.
05:48Bahwa sejumlah tersangka sudah ditetapkan.
05:51Mas, apakah penangkapan ini sudah cukup untuk kemudian memperbaiki tata kelola, implementasi program MBG?
05:58Ya, pertama kita harus melihat masalah MBG itu sebetulnya ada dua.
06:01Masalah tata kelola dan masalah bagaimana MBG itu menjadi alat politik untuk pemerintahan yang sekarang.
06:07Alat politik?
06:08Betul.
06:08Kalau kita bicara tata kelola, ada masalah dalam hal misalnya transparansi dan akuntabilitas.
06:14Kita tidak pernah tahu misalnya berapa anggaran BGN secara rinci di tahun 2026 ini.
06:20Sisi yang kedua adalah sisi politik.
06:21Bagaimana sebetulnya program ini digunakan oleh pemerintahan sekarang untuk memperkuat atau memperluas dukungan
06:28sebagaimana yang kami temukan.
06:29Andai kata yang kedua ini tidak diselesaikan, maka MBG mau diganti kepalanya, mau diperbaiki tata kelolanya, dan lain sebagainya, MBG
06:37akan tetap menjadi masalah.
06:38Oke, dan di tengah kita ini sudah ada hasil ya penelusuran termasuk juga mungkin penelitian
06:43yang kemudian disampaikan ataupun dilakukan oleh Indonesia Production Watch atau ICW dengan judul
06:48Ada Siapa Dibalik MBG?
06:51Ya, jadi secara singkatnya begini, kami melakukan penelusuran terhadap lebih dari 200 siayasan yang menjadi mitra MBG.
06:59Dan dari 200 siayasan itu, 102 diantaranya terafiliasi dengan berbagai macam aktor.
07:04Aktor-aktornya salah satunya adalah aktor politik, aktor politik itu bermacam-macam,
07:09tapi ada partai politik, ada juga kepala daerah, keluarga kepala daerah, ada juga misalnya mantan terpidana korupsi.
07:17Mantan terpidana korupsi?
07:18Betul, itu juga terafiliasi dengan mitra, apa, yayasan mitra MBG.
07:24Oke, bisa ditunjukkan mungkin hasilnya mas?
07:25Oke, jadi ini adalah hasil temuan kami berdasarkan angka, gitu ya.
07:30Dari yayasan yang kami telusuri, 102, ada 28 terafiliasi partai politik,
07:3518 terafiliasi pebisnis swasta,
07:3812 yayasan terafiliasi birokrasi pemerintahan,
07:419 terafiliasi kelompok relawan atau ormas pendukung kampanye Pilpres kemarin 2024,
07:47atau juga ada 7 yang terafiliasi dengan orang dekat pejabat,
07:52atau militer juga ada, 6, 4 terafiliasi dengan mantan penyelenggara negara,
07:58yang ketiga terafiliasi individu yang pernah tersangkut kasus korupsi,
08:02dan yang terakhir terafiliasi dengan kepolisian dan pinjaksaan.
08:05Ini jumlah parpolnya ya, siapa yang terbanyak?
08:10Terbanyak yang pertama gerindra, disusul oleh PKS, gitu ya,
08:14dan yang terbesar ketiga adalah PAN, gitu.
08:17Yang lain-lainnya memang ada partai lain juga, gitu,
08:20tapi kurang lebih ini kalau kita presentasikan sekitar 25 persen diantaranya adalah gerindra, gitu.
08:2625 persen diantaranya adalah partai gerindra,
08:29dan disini disebutkan bahwa sebanyak 28 yayasan diisi oleh 44 orang politisi dari berbagai partai politik.
08:36Jadi temuan kami, kami menemukan ada yayasan yang terafiliasi dengan birokrasi pemerintahan, gitu ya.
08:42Birokrasi pemerintahan itu macam-macam, ada misalnya di Kementerian Pertahanan,
08:47atau juga Kementerian ATR atau BPN, gitu ya.
08:50Dan yang terakhir tidak kalah mengagetkan adalah badan gizi nasional itu sendiri.
08:56Ini yang kami khawatirkan adalah,
08:58kalau misalnya mereka betul demikian, seperti yang kami temukan rugaannya,
09:03khawatirnya adalah nantinya pelaksanaan MBG akan rentan akan konflik kepentingan, gitu.
09:09Karena wasit dan pemain ini menjadi campur aduk, gitu ya.
09:16Tim DIPO Investigasi mencoba untuk mewawancarai secara langsung kepala BPN Danik Sdeang
09:21terkait langkah perbaikan pelaksanaan program MBG,
09:23termasuk soal berbagai polemik yang muncul kehadapan publik.
09:27Namun kepala BPN belum berkenan untuk tampil di media pada minggu pertama,
09:31usai pelantikan dirinya.
09:35Berdasarkan informasi dari Indonesia Corruption Watch,
09:38kami menelusuri salah satu lokasi yayasan mitra MBG
09:41yang diduga terafiliasi dikait salah satu pejabat BPN di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
09:47Namun saat kami tiba di lokasi,
09:49kawasan tersebut ternyata merupakan lokasi penginapan atau apartemen
09:53dan bukan kawasan perkantoran.
09:55Sore mbak, mbak isi dari Kompas TV.
09:59Kita mau ketemu mbak sama
10:04Yayasan Indonesia Food Security itu ada di sini bukan?
10:08Baru denger deh kayak yayasan itu.
10:11Baru denger?
10:11Tapi ini kantor atau penginapan sih?
10:14Sebenernya penginapan pak.
10:16Penginapan?
10:18Tama sekali gak ada kantor?
10:19Gak ada.
10:20Full apartemen penginapan semua.
10:25Saat kami telusuri lebih mendalam,
10:27alamat yang tertera menunjukkan salah satu lokasi kamar di apartemen tersebut.
10:30Namun pihak pengamanan setempat mengatakan
10:33bahwa kamar tersebut tidak berpeluh huni.
10:36Gak ada kantor.
10:36Tapi yang 28BB itu?
10:38Ada, tapi sekarang lagi kosong.
10:44Yang kemudian diketahui publik ada 26 nama.
10:47Apakah betul 26 nama atau justru mungkin lebih dari 26 nama?
10:5126 nama itu termasuk nama beberapa organisasi.
10:54Ada eksekutif, ada legislatif, ada yudikat.
Komentar

Dianjurkan