Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 17 jam yang lalu
Dugaan pelayanan tidak merata di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Webriamata, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi sorotan publik setelah sebuah unggahan warga di media sosial Facebook viral.

Dalam video yang beredar dan dibagikan pada Jumat (12/6) melalui grup Facebook Viktor Lerik (Veki Lerik) Bebas Berbicara serta grup WhatsApp, seorang warga menyampaikan keluhan terkait pelayanan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Webriamata.

Warga tersebut mengaku dirinya bersama beberapa pekerja sensor kayu yang membeli BBM menggunakan jerigen berukuran 10 liter tidak mendapatkan pelayanan. Sementara itu, kendaraan yang diduga digunakan untuk aktivitas “tap” disebut justru mendapatkan pengisian BBM.

Dalam unggahannya, warga menyampaikan keluhan kepada pihak kepolisian dan meminta perhatian terhadap kondisi tersebut.

“Selamat pagi untuk pak polisi semua, kami yang ambil pakai jirgen untuk kerja sensor kayu, orang nosel tidak kasih. Tapi mereka kasih orang tap dan bisa izin. Kami yang orang sensor tidak bisa izin,” ujar warga dalam video tersebut.

Ia juga mempertanyakan alasan warga yang membeli BBM untuk kebutuhan pekerjaan tidak dilayani, sementara kendaraan dengan tangki besar diduga mendapat pengisian.

“Kami yang ambil pakai jirgen 10 liter, petugas dari Pertamina tidak bisa kasih kami pakai kerja sensor kayu, tapi mereka izin orang tap pakai motor besar tangki besar-besar semua,” ungkapnya.

Menurut warga tersebut, kondisi itu dinilai tidak adil karena BBM yang dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan masyarakat justru sulit diperoleh.

“Ini semua orang tap, oto juga pakai tap. Masa kamu tidak kasih kami. Kami ini kerja saja, kami orang sensor. Kalau orang tap motor tangki besar-besar kamu bisa kasih,” tulisnya.

Dalam video yang ikut beredar, terlihat aktivitas pengisian BBM di SPBU Webriamata. Warga juga mempertanyakan pihak yang melakukan pelayanan karena disebut tidak menggunakan seragam resmi petugas SPBU.

Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan publik terkait prosedur pelayanan di SPBU tersebut, termasuk apakah penggunaan nozzle pengisian BBM diperbolehkan dilakukan oleh pihak yang bukan petugas resmi.

“Apakah nozzle SPBU bebas dipegang oleh orang yang bukan petugas?” menjadi salah satu pertanyaan yang muncul dari unggahan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU Webriamata maupun pihak terkait mengenai dugaan tersebut.***

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:11Selamat pagi untuk Pak Polisi semua, kami yang ambil pake jirgen untuk pake kerja,
00:18orang Noselle tidak kasih, tapi dong kasih orang TAP, bisa izin.
00:24Kalau kami yang orang Sensor tidak bisa izin.
00:35Saya ulang lagi, selamat pagi semua Pak Polisi, kami yang ambil pake jirgen 10 liter,
00:44orang dari Pertemina tidak bisa kasih, kami pake sensor saja.
00:50Tapi dong izin orang TAP pake motor besar, tinggi, besar-besar semua.
01:00Saya harapkan hansi?
01:02Kocok, cocok.
01:04Berita butang dengan koror.
01:06Kocok, kerja, kerja, kerja, kerja.
01:19Kocok, kerja, kerja.
01:57menurutkan
02:16Ini semua orang TAP, ini auto yang pakai TAP.
02:31Masa kamu tidak kasih di kami, kami ini pakai kerjaan saja, kami orang sesor, kalau orang TAP motor tinggi besar
02:37-besar, kamu bisa kasih.
02:59Terima kasih telah menonton!
03:31Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan