Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SRAGEN, KOMPAS.TV - Seorang anak perempuan berusia 11 tahun di Sragen, Jawa Tengah, harus kehilangan masa depan dan senyumnya setelah menjadi korban kekejaman yang tidak pernah terbayangkan oleh keluarga.

Seseorang yang dikenal dekat dengan keluarga justru menjadi pelaku pembunuhan itu.

Peristiwa kelam itu terjadi saat korban seorang diri di rumah sepulang sekolah pada 5 Juni 2026 lalu.

Pelaku datang ke rumah korban dengan alasan hendak meminjam sabit saat kedua orang tua korban sedang bekerja.

Saat sabit sudah digenggaman dan korban kembali ke kamarnya, pelaku langsung menikam korban hingga tewas.

Pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor dan ponsel milik korban.

Sang ibu sempat mengira putrinya sedang sakit. Namun seketika Dewi terkejut saat membalikkan tubuh putrinya yang sudah dalam keadaan tak bernyawa dan penuh luka.

Melihat kondisi Bilqis yang mengenaskan, ibunya berteriak histeris. Ia pun berlari keluar rumah mencari pertolongan.

Isak tangis teman korban tak terbendung di rumah duka.

Pasalnya, pagi hari sebelum peristiwa keji itu, Bilqis Rajiansyah masih pergi ke sekolah dan bermain bersama teman-temannya.

Harapan ibu korban agar pelaku segera tertangkap akhirnya terjawab. Suparman alias Blendus hanya bisa tertunduk lesu di kursi roda dan terluka akibat timah panas bersarang di kakinya.

Pria 53 tahun ini ditangkap di kediamannya di Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Sragen, pada 10 Juni 2026.

Polisi menyita sejumlah barang bukti seperti ponsel dan motor milik korban, serta sabit yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

Bukan hanya sekali. Polisi bilang pelaku juga pernah terlibat kasus pembunuhan pada awal tahun 2003.

Tidak berhenti di situ, sekitar tahun 2012 pelaku kembali tersangkut perkara serupa yang menghilangkan nyawa korbannya.

Kasus yang menimpa Bilqis diduga menjadi kasus pembunuhan ketiga yang melibatkan pelaku.

Baca Juga Kondisi Terkini, Massa di Kawasan Sudirman Mulai Membubarkan Diri | BERITA UTAMA di https://www.kompas.tv/regional/674514/kondisi-terkini-massa-di-kawasan-sudirman-mulai-membubarkan-diri-berita-utama

#pembunuhan #sragen #kekerasan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/674517/terungkap-kasus-pembunuhan-siswi-sd-bilqis-di-sragen-pelaku-ternyata-teman-ayah-korban
Transkrip
00:00Saudara rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman malah menyimpan sebuah tragedi yang meninggalkan luka.
00:08Seorang anak perempuan berusia 11 tahun di seragen Jawa Tengah harus kehilangan masa depan dan senyumannya
00:17setelah menjadi korban kekejaman yang tidak pernah terbayangkan oleh keluarga.
00:23Seseorang yang dikenal dekat dengan keluarga justru menjadi pelaku pembunuhan itu.
00:31Lantas apa yang menjadi motif pelaku membunuh anak temannya?
00:41Peristiwa kelam itu terjadi saudara saat korban seorang diri di rumah sepulang sekolah 5 Juni 2026 lalu.
00:51Pelaku datang ke rumah korban dengan alasan hendak meminjam sabit saat kedua orang tua sedang bekerja.
01:02Saat sabit sudah digenggaman dan korban kembali ke kamarnya pelaku langsung menikam korban hingga tewas.
01:12Pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor dan ponsel milik korban.
01:20Sore itu saudara menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi Dewi, ibu korban.
01:27Pulang bekerja dari pabrik berharap bertemu putri semata wayangnya untuk melepas rindu dan penat malah kenyataan pahit yang harus diterima.
01:38Dari luar rumah tak ada tanda-tanda yang mencurigakan.
01:43Dewi mendapati rumahnya tertutup rapat tetapi ada gembok yang tidak terkunci.
01:51Dewi pun memanggil-manggil putrinya sembari kemudian masuk ke dalam rumah.
01:57Dewi melihat Bilkis di kamar dalam keadaan tertelungkup dan setengah badannya memakai selimut.
02:09Sementara saudara di lantai kamar terdapat sejumlah jejak kaki.
02:14Sang ibu sempat mengira putrinya sedang sakit.
02:17Namun seketika Dewi terkejut saat membalikan tubuh putrinya yang sudah dalam keadaan tak bernyawa dan penuh luka.
02:31Melihat kondisi Bilkis yang mengenaskan ibunya berteriak histeris saudara,
02:38ia pun berlari keluar rumah mencari pertolongan.
02:42Warga yang mendengar teriakan Dewi berdatangan ke rumah korban.
02:49Insiden itu pun langsung dilaporkan ke polisi.
02:53Ibu korban mengungkap sempat merasa gelisah,
02:57tak bisa tidur sehari sebelum kejadian nahas yang merenggut nyawa putrinya.
03:05Malamnya aku pirasat, kok badan aku tidur dikasih, kok kayak gini gak enak gelisah.
03:10Kenapa tuh aku ngomong sama anakku.
03:12Ibu kok badannya gelisah, rasanya kok enggak enak.
03:15Tadi pengencegat hati yang hilang apa aja, selain montur.
03:19HP.
03:20HP.
03:22Tadi sekitar montur Honda Varyu sama HP.
03:25HP-nya anakku, Obo.
03:27Harapan mudah-mudahan cepat ketemu.
03:30Pelakunya.
03:31Pelakunya.
03:33Kalau Bilkis itu pernah cerita apa?
03:36Tidak pernah cerita apa-apa sama saya.
03:39Leng cerita mengenai sekolah.
03:42Warga desa Dawung, Sragen, Jawa Tengah Saudara digegerkan penemuan seorang bocah SD yang tewas di dalam kamar tidur rumahnya.
03:53Korban tewas dengan sejumlah luka di tubuhnya.
03:56Polisi menyebut dari hasil pemeriksaan sementara ditemukan luka yang diduga bekas kekerasan.
04:11Adanya peristiwa ditemukannya seorang anak perempuan dalam keadaan dunia di sebuah rumah milik orang pelakorban.
04:23Yang mana ada temuan tanda-tanda kekerasan.
04:33Isak tangis teman-teman korban tak terbendung di rumah duka saudara.
04:39Pasalnya pagi hari sebelum peristiwa keji itu, Bilkis Rajiansyah masih pergi ke sekolah dan bermain bersama teman-temannya.
04:50Namun hari itu menjadi pertemuan terakhir Bilkis sebelum ditemukan tak bernyawa di rumahnya sendiri.
05:12Ya, gimana ya?
05:14Gak nyangka ku ya?
05:15Gak nyangka ya, sakit lah, sok gitu, dapet kabar.
05:20Bagi aja dah, sekolah bareng anak.
05:23Bagi masih sekolah, kok tiba-tiba sore ada kabar, meninggal.
05:28Katanya kasus pembunuhan gitu, perampokan, ya.
05:33Sek gitulah pak, udah gak bisa berkata-kata.
05:39Meninggalnya Bilkis Rajiansyah, korban perampokan disertai pembunuhan yang baru berusia 11 tahun saudara,
05:49tak hanya menyisakan duka bagi keluarga dan teman sekolah, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi para tetangga.
05:57Bilkis dikenang warga sekitar sebagai pribadi yang baik dan akrab dengan tetangga.
06:05Keluarga korban belum setahun tinggal di Dukuh Bromu Asri.
06:10Sehari-hari Bilkis kerap tinggal sendiri di rumah hingga sore karena ayah dan ibunya harus bekerja.
06:25Sama orang tua pun juga ramah, mau menyapa, kayak gitu.
06:29Tidak ada, kayak...
06:34Tidak nyangka, kok ya?
06:35Tidak nyangka sama sekali, Pak.
06:37Sebelumnya belum ada kejadian kayak gitu, kok tiba-tiba banget.
06:41Sendiri kalau pulang ke sekolah, kalau enggak elas ya di rumah sendiri gitu.
06:46Nanyakan anak saya, budi, budi, apa di mana, di rumah.
06:52Saya ajak jajan ya iya, tapi jajan ya sebentar ya iya gitu.
06:57Sering jajan anak kulon itu.
06:59Oh, sering mentraktir ya berarti ya?
07:06Harapan ibu korban agar pelaku segera tertangkap akhirnya terjawab, sodara.
07:12Suparman alias blendus hanya bisa tertunduk, lesu di kursi roda dan terluka
07:19akibat timah panas yang bersarang di kakinya.
07:22Pria 53 tahun ini ditangkap di kediamannya di Desa Bumi Aji,
07:29Kecamatan Gondang, Sragen pada 10 Juni 2026.
07:34Polisi menyita sejumlah barang bukti,
07:37seperti ponsel dan motor milik korban,
07:40serta sabit yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.
07:48Proses penangkapannya kemarin dilakukan di rumah pelaku.
07:52Dan disaksikan juga oleh perangkat lingkungan setempat
07:56dan juga keluarga pelaku.
07:59Di situ ada istri dan juga anak dari pelaku.
08:02Tidak hanya menghabisi nyawa korban,
08:05sodara pelaku mengambil kunci sepeda motor
08:08yang biasa digunakan korban untuk berangkat sekolah.
08:12Motor tersebut kemudian dijual kepada seseorang
08:15dengan harga 1 juta rupiah.
08:20Polisi bilang pembeli sepeda motor korban
08:24telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
08:32Bukan hanya sekali,
08:34polisi bilang pelaku juga pernah terlibat kasus pembunuhan
08:38pada awal tahun 2003.
08:40Tidak berhenti di situ, sodara.
08:43Sekitar tahun 2012,
08:45pelaku kembali tersangkut perkara serupa
08:48yang menghilangkan nyawa korbannya.
08:51Kasus yang menimpa bilkis diduga menjadi kasus pembunuhan
08:56yang ketiga yang melibatkan pelaku.
09:02Kini tangis keluarga menjadi saksi
09:06bahwa sebuah nyawa tidak pernah bisa digantikan oleh apapun.
09:11Meski tersangka utama telah ditangkap, sodara,
09:15penyidik memastikan perkara ini belum sepenuhnya selesai.
09:19Penyidik terus mengungkap secara tuntas
09:22tindak pidana pencurian dengan kekerasan
09:25yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
09:28Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan