Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, berbicara soal antisipasi dampak kenaikan harga BBM non-subsidi, perbaikan infrastruktur, hingga pengembangan sport tourism di Jawa Tengah.

Ahmad Luthfi juga menjelaskan langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menjaga daya beli masyarakat melalui stabilisasi harga kebutuhan pokok, operasi pasar, serta penguatan peran BUMD.

Ia juga memaparkan alasan melakukan relokasi anggaran untuk memperbaiki infrastruktur jalan. Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap dapat mengembalikan tingkat kemantapan jalan yang menurun akibat cuaca ekstrem.

"Jalan-jalan Provinsi Jawa Tengah harus kembali seperti 2025, yaitu 94,7 persen, syukur-syukur bisa 100 persen," ujar Ahmad Luthfi.

Ahmad Luthfi juga mengungkap strategi menjadikan Jawa Tengah sebagai sentra investasi dan pariwisata nasional, termasuk pengembangan sport tourism melalui ajang seperti Bank Jateng Borobudur Marathon.

Luthfi menegaskan target utama pemerintahannya adalah menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.

Mari simak wawancara lengkap bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam program Tamu Redaksi.

#AhmadLuthfi #Jateng #GubernurJateng

Host: Putri Oktaviani
Produser: Theo Reza
Video Editor: Novaltri Sarelpa

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/674513/full-gubernur-jateng-bicara-infrastruktur-dampak-kenaikan-bbm-non-subsidi-hingga-sport-tourism
Transkrip
00:00Harga itu tidak dimainkan oleh antepasok terkait dengan spekulan dan lain sebagainya
00:04Termasuk kita gandeng daripada BI, kemudian perbankan dan lain sebagainya
00:09Agar fluktuatif dampak BBM ini tidak menjadi suatu momok
00:14Musim hujannya berkepanjangan akhirnya melanggungi penurunan kemantapan
00:18Sehingga yang kita lakukan adalah kita harus segera cepat melakukan relokasi anggaran
00:23Kita membangun jalan tidak bisa pada saat musim hujan
00:25Makanya saat sekarang yang menjalan musim kemarau ini
00:29Maka kita lakukan relokasi anggaran
00:31Ada lari mountain, ada lari moon atau gerhana, ada lari pantai dan lain sebagainya
00:39Kenapa tidak kita buka di tempat kita?
00:41Gunung kita banyak, ada gunung tidar, gunung selamat, ada gunung macam-macam gunung yang itu bisa kita manfaatkan
00:47Pantai juga banyak, ada wantai widuri, pantai macam-macam
00:54Halo sahabat Kompas TV ketemu di tamu redaksi bersama saya Putri Oktaviani
00:59Hari ini spesial ya karena kita kedatangan Gubernur Jawa Tengah Pak Ahmad Lutfi
01:05Nah ada beberapa yang akan kita obrolin bersama dengan Pak Gub
01:08Ini ada isu terkini, para wisata, program prioritas dan juga pembangunan di Jawa Tengah
01:13Langsung aja kita siapa? Pak Gub, apa kabar?
01:16Baik, selamat siang
01:18Alhamdulillah
01:19Pak Lutfi, ini kita bicara langsung aja soal isu terkini Pak
01:23Akhirnya ini kan kita tahu ya, masyarakat baru saja menghadapi yang namanya kenaikan BBM non-subsidi
01:28Tentu biasanya yang paling respon pertama nih kekhawatiran soal daya beli masyarakat
01:34Bagaimana dampaknya, keharga kebutuhan pokok, biaya distribusi dan lain sebagainya
01:38Kemudian menurut Bapak, apa langkah yang disiapkan Pemprov Jawa Tengah terutama
01:43Untuk memastikan bahwa aktivitas ekonomi ini bisa tetap berjalan
01:47Daya beli masyarakat juga bisa tetap aman di tengah situasi tersebut
01:50Yang pertama, kita harus mencermati situasi ya
01:53Artinya dengan adanya ini mungkin ada beberapa sekarang gejala di masyarakat, khususnya Jawa Tengah
01:59Masyarakat bisa memilih dan memilah
02:02Mungkin bisa, ya ada sebagian yang memilih mungkin ke Pertalet dan lain sebagainya
02:07Tetapi yang paling pokok adalah bagaimana kita harus bisa mengantisipasi terkait dengan implikasi akibat daripada kenaikan BBM
02:15Yang pertama adalah bagaimana bahan pokok penting itu bisa ketersediaan dan keterjangkauan masyarakat bisa terjangkau
02:22Bahan pokok penting itu apa?
02:24Jadi mulai dari mulai makanan yang itu menjadi prioritas di wilayah kita
02:29Maka kita gandeng dengan 3 kabupaten kota, dinas terkait termasuk BUMD
02:34Contoh misalkan, ketersediaan dan keterjangkauan ini penting apabila ini bisa dinikmati oleh masyarakat
02:42Sehingga daya beli masyarakat bisa terukur dengan adanya kelangkaan bahan pokok penting dan keterjangkauan harga
02:48Contoh misalkan harga cabai, kalau itu harga headnya adalah Rp58.000
02:53Maka harus kita jaga kestabilannya jangan sampai kebutuhan bahan cabai bisa meningkat sampai Rp100.000 dan lain sebagainya
03:01Kemudian telor misalnya, headnya Rp26.000, hari ini turun Rp21.000
03:06Nah nanti ada kelangkaan bisa naik lagi
03:08Nah fluktuatif ini harus kita lakukan stabilisasi dengan cara bahwa BUMD kita lewat JTAB akan memainkan perannya untuk melakukan penetrasi
03:19harga
03:20Di mana bahan pokok kelangkaan itu berada, itu satu
03:23Kemudian yang kedua, kita melakukan operasi pasar dengan menggandeng bulok dan lain sebagainya tentang ketersediaan di masyarakat
03:29Sehingga harga itu tidak dimainkan oleh rantai pasok terkait dengan spekulan dan lain sebagainya
03:35Termasuk kita gandeng daripada BI, kemudian perbankan dan lain sebagainya
03:40Agar fluktuatif dampak BBM ini tidak menjadi suatu momok terkait dengan spekulan maupun keterbatasan bahan pokok yang harus kita siapkan
03:51Oke, akhirnya dari situ bisa dikatakan ada intervensi yang dilakukan oleh pemerintah ya Pak
03:56Untuk bisa menjaga itu tadi misalnya dengan operasi pasar, untuk menjaga bagaimana stok di masyarakat
04:01Oke, nah itu tadi soal bagaimana kenaikan harga BBM not subsidi
04:05Yang juga dihadapi oleh masyarakat Pak, ini mungkin tidak bisa dihindari
04:08Soal bagaimana tantangan geografis dan juga cuaca ekstrim
04:11Ini kan tentu akan berdampak juga bagaimana mengalami kerusakan jalan di beberapa titik
04:16Nah, untuk merespon kondisi tersebut, dilakukan realokasi anggaran
04:22Kemudian dengan adanya realokasi anggaran itu, apa manfaat yang diharapkan oleh Pemprov terutama kepada masyarakat
04:29Mungkin dari sisi jangka pendek maupun juga jangka panjang Pak Bu
04:33Jadi infrastruktur itu tidak hanya jalan ya
04:362025 kita sudah menggunakan panter helik
04:39Kita dengan Kabupaten Kota dalam rangka menjabarkan RPJM Nasional
04:45Menjadi RPJMD kepada provinsi, kabupaten, kota, bahkan di tingkat desa
04:51Yang kita lakukan itu apa?
04:52Penyesuaian terkait dengan perkembangan situasi
04:55Contoh misalkan, 2025 kita habiskan terkait dengan infrastruktur
04:592026 kita mengadakan terkait suasu badapangan
05:022027 nanti adalah bagaimana para wisata berkelanjutan
05:06Maka pada saat 2025 infrastruktur kita habis ini tidak bisa habis
05:11Contoh misalkan, 2025 panjang jalan provinsi Jawa Tengah itu adalah 2.444 km
05:202.404 km ini, 2025 kemantapan jalan kita itu adalah 94,7%
05:28Nomor 2 Nasional setelah Banten
05:30Ini adalah data daripada kementerian PU
05:33Tetapi begitu 2026, dengan curah hujan satu tahun full yang musimnya adalah sangat panjang sekali
05:40Ini akan mereduksi daripada kemantapan jalan
05:42Sehingga pada tahun 2026 sekarang ini
05:45Kementerian jalan itu menurun menjadi 84,2%
05:49Artinya ada 9,2% jalan-jalan di tempat kita itu
05:53Akibat kereduksi musim hujannya berkepanjangan
05:57Akhirnya melanggami penurunan kemantapan
05:59Sehingga yang kita lakukan adalah kita harus segera cepat melakukan relokasi anggaran
06:03Relokasi anggaran gunanya apa?
06:05Kita membangun jalan tidak bisa pada saat musim hujan
06:08Makanya saat sekarang yang menjalan musim kemarau ini
06:11Maka kita lakukan relokasi anggaran dengan peraturan perkada yang kita siapkan
06:17Maka kita siapkan satu jalan-jalan yang nanti akan menumpukan ekonomi baru
06:21Jalan-jalan yang bisa berkembang ekonomi baru
06:24Kemudian jalan-jalan yang rusak berat
06:26Jalan-jalan yang menghubungkan daripada kebutuhan masyarakat
06:30Contoh misalkan di wilayah Melora
06:31Kemudian wilayah Magelang, wilayah Semarang
06:34Kemudian wilayah perbatasan itu ada wilayah Wonogiri
06:40Kemudian wilayah Banyumas, kemudian wilayah Merebes dan lain sebagainya
06:45Sehingga prioritas jalan-relokasi jalan ini kita review kembali
06:50Kita relokasi kembali agar
06:52Satu, tidak lagi publik komplain masyarakat terkait dengan rusaknya jalan
06:58Kemudian yang kedua, bisa mendorong pertumbuhan ekonomi baru
07:03Kemudian yang ketiga, tanpa mengibatkan daripada laka lantas terutama terkait dengan rusaknya jalan
07:10Hal-hal yang semacam ini, relokasi tidak gunakan untuk apa?
07:14Untuk mempunyai dampak yang dirasakan masyarakat
07:17Nah ini segera, makanya saya sudah perintahkan ke dinas PUPR
07:22Kemudian kita petakan, prinsip 2026 di saat awal musim kemarau ini
07:27Jalan-jalan provinsi Jawa Tengah harus menggunakan recovery seperti 2025
07:32Yaitu 94,7 persen, syukur-syukur bisa 100 persen
07:36Syukur-syukur bisa 100 persen
07:37Oke, kalau tadi misalnya dengan realokasi anggaran yang dimanfaatkan untuk perbaikan infrastruktur
07:42Kalau infrastrukturnya sudah semakin baik, lantas ini kan juga tadi
07:45Pak Gup juga sempat menyinggung soal bagaimana ini jadi peluang tentunya ya
07:49Untuk daerah jadi salah satunya misalnya tuan rumah
07:52Untuk event berskala internasional, ada konser, event lari dan lain sebagainya
07:56Nah, bagaimana Bapak melihat peluang tersebut?
07:58Yang pertama, tidak hanya pariwisata ya
08:03Jawa Tengah merupakan sentral investasi
08:05Kalau infrastrukturnya sudah kita siapkan
08:07Sebenarnya provinsi itu tidak bisa berdiri sendiri
08:10Kita juga mengajukan perbantuan jalan impres daerah ke kementerian
08:15Kementerian PU dan lain sebagainya
08:17Agar nanti mantapnya lebih jalan
08:19Terutama jalan-jalan terkait dengan ekonomi terbarukan
08:22Atau jalan-jalan yang menghubungkan dengan pariwisata di wilayah kita
08:25Sehingga Jawa Tengah merupakan sentral gratifi nasional
08:30Terkait dengan investasi terutama adalah pariwisata
08:33Pariwisatanya apa?
08:34Di wilayah kita ini ada seribu desa wisata yang kita canangkan
08:38Kemudian aglomerasi wisata
08:39Aglomerasi kita siapa?
08:41Mulai merobudur, kopeng, kemudian air itu, rawa pening dan lain sebagainya
08:47Sehingga baik itu sifatnya termasuk wisata ramah muslim
08:52Berwisata muslim itu apa? Di tempat kita banyak kesunanan
08:56Rasunan kudus, sunan muria, kemudian candi dan lain sebagainya
09:02Dimana kalau ramah muslim itu kita heavy-nya adalah
09:04Dia menyiapkan makanan halal, kemudian tempat ibadah
09:08Kita konekkan dengan daerah timur tengah
09:11Kemudian kita konekkan dengan rumpun melayu yaitu Malaysia dan lain sebagainya
09:15Sehingga wisata di tempat kita menjadi sentral gratifi nasional bahkan internasional
09:20Agar ekonomi akan tumbuh kembang kembali
09:23Dan ini menjadi periode sekitar 2027 tapi sekarang pun sudah
09:27Contoh misalkan wisata di tempat kita harus mempunyai spot turism
09:31Contoh misalkan Borobudur Marathon
09:34Borobudur Marathon ini tidak hanya merupakan dia spot turism semata
09:38Tentu mati disitu menghidupkan UMKM, UMKM di wilayah kita
09:42UMKM di tempat kita itu jumlahnya banyak 4,2 juta
09:45Yang tersebar di seluruh kabupaten kota skala mikro
09:48Dia harus bisa naik kelas menjadi kecil maupun menengah
09:51Dengan cara dilakukan adanya event-event turism spotted dan lain sebagainya
09:56Itu tadi yang mungkin Pak Lutfi juga sempat mengatakan
09:59Soal bagaimana Jateng ini jadi sentranya investasi
10:01Nah tadi juga sempat disinggung soal bagaimana event bersekala internasional
10:06Tadi juga Pak Lutfi sudah menyebutkan soal bagaimana Borobudur atau Bang Jateng Borobudur Marathon
10:11Nah kalau boleh dibuka datanya nih Pak
10:12Jadi di tahun 2025 ada 11.500 pelari
10:17Dengan multiplayer efeknya itu menghasilkan belanja hampir 50 miliar rupiah
10:22Dan perputaran ekonomi 84,6 miliar rupiah
10:25Ini tentu angkanya gak kecil
10:26Nah gimana Pak Lutfi melihat bahwa event ini tuh punya peran
10:30Untuk strategi pembangunan ekonomi daerah terutama di Jawa Tengah
10:33Jadi event Borobudur Marathon ini merupakan trigger ya bagi masyarakat
10:38Kita serana internasional
10:40Nah pelari lokal dan lain sebagainya ini biasanya serana pendukung
10:45Dimana daerah-daerah akan menjadi spot turism
10:48Borobudur Marathon menjadi tolak ukurnya
10:51Maka saya sudah koordinasi dengan gubernur Kepri
10:54Kemudian gubernur-gubernur lain untuk melakukan brainstorming
10:57Contoh misalkan saya punya gagasan
11:00Di Kepri ini eventnya adalah lebih banyak
11:03Contohnya dia ada lari monten
11:07Ada lari moon atau gerhana
11:10Ada lari pantai dan lain sebagainya
11:12Kenapa gak kita buka di tempat kita
11:14Gunung kita banyak
11:15Ada gunung tidar
11:17Ada gunung selamat
11:22Ada gunung macam-macam gunung yang itu bisa kita manfaatkan
11:25Pantai juga banyak
11:26Ada wantai widuri
11:27Pantai macam-macam
11:28Dan itu kita gunakan untuk event-event internasional
11:31Yang kita kemas seperti Borobudur Marathon
11:34Maka secara tidak langsung
11:35Satu lari ini sudah menjadi style ya
11:39Gaya hidup ya untuk saat ini
11:40Maka harus kita tangkap kegiatan ini
11:43Anak muda kita tidak ada zamannya lagi
11:45Harus begadang dan lain sebagainya
11:47Hidup ya
11:47Tapi dia sudah stylenya sudah
11:49Olahraga, lari dan lain sebagainya
11:51Dan ini harus kita
11:52Genji apalagi
11:53Dan ini termasuk saya
11:55Saya sudah penggemar lari 5K
11:57Dan bentar lagi meningkat menjadi 10K
11:59Ini yang akan datang
12:00Jadi ini harus kita tangkap
12:02Artinya bahwa spot turism ini
12:05Olahraga akan membawa dampak ekonomi
12:08Ke baga masyarakat
12:09Dan kesehatan bagi masyarakat
12:10Dan ini menjadi trigger apabila
12:14Seluruh kabupaten kota
12:16Akan membuat review kegiatan
12:18Contoh misalkan
12:18Ada Soekarno Marathon
12:20Kemudian ada
12:23Solo kemarin
12:24Macem itu
12:25Solo Sunan Marathon
12:27Macem-macem
12:28Terus ada Seksaraka
12:29Dan eventnya banyak
12:31Di Solo saja
12:32Saya kasih contoh mbak
12:33Di Solo saja
12:34Bulannya 30
12:35Tetapi eventnya itu hampir 35
12:37Artinya tiap hari ada event kegiatan
12:40Nah ini akan dicontoh oleh daerah lain
12:43Bagaimana UMKM itu tumbuh
12:45Dia ada geria
12:46Kemudian dia ada makanan kuliner
12:49Kemudian dia ada
12:50Apa jenis
12:51Turism itu sendiri
12:53Terkait dengan alam
12:54Pantai
12:55Dan mereka kita jual
12:56Hotelnya sudah berapa
12:58Contoh misalkan
12:59Di Jawa Tengah itu
13:00Menjadi sentral mudik
13:01Nasional
13:01Jadi
13:02Namanya juga
13:03Sentral of Java
13:04Artinya
13:05Pusarnya
13:07Indonesia adalah pulau Jawa
13:09Pulau Jawa pusarnya Jawa Tengah
13:10Nah Jawa Tengah itu
13:11Setiap kabupaten
13:12Menjadi pusar
13:12Karena apa
13:13Orang
13:14Magelang bilang
13:15Pusarnya Jawa Tengah
13:16Ada di Gunung Tidar
13:17Kemudian orang
13:18Solo ngomong
13:18Pusarnya Jawa Tengah
13:20Ada di Solo
13:20Karena Solo
13:21Dan macam-macam
13:22Sehingga pusar-pusarnya
13:23Di masing-masing kabupaten
13:25Harus mempunyai
13:25Kearifan lokal
13:26Mempunyai kakardah wilayah
13:28Untuk apa
13:29Menjadi sport turism
13:30Bagi
13:31Daerahnya sendiri
13:32Sehingga sekarang
13:33Nggak langsung
13:33Kemangkat provinsi
13:34Demikian
13:35Oke
13:35Nah menarik
13:36Soal bagaimana tadi
13:37Sport turism
13:37Makin jadi lifestyle
13:39Pak Gubernur
13:39Nah tadi
13:40Kalau misalnya
13:41Sport turism ini
13:41Bisa memberikan dampak
13:43Lanjutan
13:43Tapi kan gini Pak
13:45Supaya tidak
13:46Hanya dirasakan
13:48Atau
13:49Hanya terkonsentrasi
13:50Manfaatnya ekonominya itu
13:51Di kawasan buru-buru aja
13:52Tapi juga lebih menjangkau
13:53Lebih banyak
13:54Ke pelaku usaha lokal
13:55Yang lebih luas
13:56Seperti apa strateginya
13:58Karena penyelenggara mencatat Pak
13:59Setiap 1 rupiah
14:01Yang dibelanjakan peserta
14:02Itu bisa menghasilkan
14:041,7 rupiah
14:05Aktivitas ekonomi lanjutan
14:06Untuk hotel, restoran, transportasi
14:08UMKM
14:08Dan juga sektor wisata
14:09Seperti apa strateginya
14:10Yang pertama adalah
14:12Diaspora harus turun tangan
14:14Jadi UMKM ini
14:16Kecuali mikro itu kan
14:17Satu terkait dengan
14:19Keterbatasan modal
14:20Maka bank jateng
14:22Termasuk bank-bank yang lain
14:24Harus kita gandeng
14:25Untuk kredit murah
14:27Jadi
14:27Kur kita itu
14:29Bungannya 6%
14:30Sehingga
14:31UMKM kita
14:32Jangan sampai
14:32Dia tersedari kepada rentenir
14:34Satu
14:35Yang kedua
14:35Jangan sampai ke pinjol
14:36Dan lain sebagainya
14:37Sehingga secara tidak langsung
14:38Maka perbankan ikut
14:40Kemudian
14:40Dinas Koperasi main
14:41Melakukan apa?
14:42Dia melakukan penetrasi
14:44Terkait dengan apa?
14:45Terkait dengan
14:46Bagaimana UMKM itu
14:48Bisa naik kelas dari mikro kecil
14:50Dari mulai packagingnya
14:51Kemudian dari cara
14:52Pemasarannya
14:53Dan lain sebagainya
14:53Tetapi yang tidak kalah pentingnya
14:55Mbak
14:56Ini juga akan menarik
14:58Berdampak kepada wilayah
15:00Contoh misalkan
15:02Sarat suatu investasi
15:04Suatu daerah
15:04Itu satu adalah terkait dengan
15:06Keamanan ketertiban
15:07Jawa Tengah sangat tertib dan aman
15:09Tidak ada premanisme
15:10Tidak ada
15:11Apa jenis
15:12Kerusuhan yang berlalu
15:13Implikasi tidak ada
15:15Namanya
15:15Konflik komunal
15:17Horizontal
15:18Semantan Kapol
15:19Saya jamin sangat aman
15:20Di Jawa Tengah
15:21Sehingga investasi
15:21Akan tumbuh kembang
15:22Yang kedua
15:23Perizinan ini sangat dipermudah
15:25One gate system
15:26Di kawasan industri
15:27Ini adalah merupakan
15:28Daya tarik
15:29Pagi investasi
15:29Di Jawa Tengah
15:30Kemudian yang ketiga
15:31Upah
15:32Daripada tenaga kerja
15:33Kita kompetitif
15:34Dan yang keempat
15:35Luas lahan luas
15:36Nah ini yang menjadi
15:37Daya tarik
15:38Dari investasi
15:39Maupun UMKM
15:40Sehingga tumbuh
15:42Ekonomi kreatif
15:42Di tempat kita
15:43Sangat banyak
15:44Ekonomi kreatif itu apa
15:45Ekonomi kreatif ini adalah
15:48Menciptakan
15:48Usaha bagi diri sendiri
15:50Mau orang lain
15:51Sehingga secara tidak langsung
15:53Akan merebut
15:54Daripada
15:54Kesempatan kerja
15:55Contoh misalkan
15:56Saya kasih kembara
15:57Di Jawa Tengah ini
15:59Untuk 2025
16:01Investasi ini
16:01Hampir 110 triliun
16:03Dan ini
16:04Menyerap tenaga kerja
16:05Hampir 285 ribu
16:07Tenaga kerja
16:08Yang padat
16:08Jadi investasi
16:10Di tempat kita
16:10Itu padat karya
16:11Padat karya itu apa
16:12Perusahaan yang
16:13Karyawannya banyak
16:14Jadi tidak perlu
16:16Padat karya itu
16:17Karena apa
16:17Satu
16:18Kita dukung
16:19Terkait dengan
16:20Sekolah vokasi
16:21Di tempat kita banyak
16:22Hampir 1500
16:23Dua politeknik
16:25Yang ketiga ada BLK
16:26BLK
16:27Vokasi
16:28Kemudian
16:28Politeknik
16:29Mereka kita
16:30Branding untuk
16:31Kesempatan kerja
16:33Dikonekkan dengan
16:33Suatu perusahaan
16:35Untuk Triwulan 1
16:372026 ini
16:38Sudah hampir
16:3929 ribu
16:41Tenaga kerja
16:42Dengan
16:42Investasi
16:4423 triliun
16:45Dan ini sangat menarik
16:46Jadi ibaratnya
16:47Provinsi Jawa Tengah itu
16:48Seperti
16:48Gadis cantik
16:49Atau anak muda
16:50Yang menarik hati
16:51Dia masih punya
16:52Kebutuhan
16:53Dari ujung rambut
16:54Sampai ujung kaki
16:55Anak muda
16:56Gadis cantik
16:56Apa kebutuhannya
16:57Dia perlu sepatu
16:58Dia perlu kaos kaki
16:59Dia perlu celana
17:00Dia perlu dompet
17:01Yang ada isinya
17:02Dia perlu baju
17:03Dia perlu shopping
17:04Dia perlu rumah
17:05Sehingga inilah yang menarik
17:06Berduin-duin investasi
17:08Di tempat kita
17:08Untuk memenuhi kebutuhan
17:10Daripada anak muda
17:11Provinsi muda
17:11Yang kita lakukan
17:12Dan kami
17:13Sebagai gubernur
17:14Adalah merupakan
17:15Manager marketing
17:16Kita itu kak jualan
17:18Jadi jangan harap
17:19Gubernur itu gagal
17:20Tidak
17:20Kita harus bisa menjual
17:22Wilayah kita
17:23Sehingga
17:24Dia akan menarik
17:25Investasi
17:26Karena apa
17:26Apapun kegiatannya
17:28Kita harus berikan
17:29Jaminan investasi
17:30Karena investasi
17:31Turism dan lain sebagainya
17:33Salah satu adalah
17:33Bagaimana kita bisa
17:35Meyakinkan
17:36Belif
17:36Kepercayaan
17:37Daripada investor
17:38Atau investasi
17:39Tempat kita
17:39Itu yang utama
17:40Demikian
17:41Oke
17:41Apalagi Pak
17:42Ini Bang Jateng
17:42Borobudur Maraton
17:43Kalau kita flashback
17:45Dua tahun
17:47Setelah pandemi
17:47Itu perputaran ekonominya
17:49Meningkat 60 kali
17:50Lipat
17:51Dibandingkan dengan
17:51Tahun 2017
17:52Nah
17:52Dari
17:53Atau melihat
17:54Dari keberhasilan ini
17:55Apakah ini bisa jadi
17:56Semacam model
17:57Pengembangan sport turism
17:58Di destinasi lain
17:59Di Jawa Tengah
17:59Terutama misalnya Pak
18:00Karimun Jawa
18:01Dieng atau Kaosan Patai Selatan
18:03Satu
18:04Dieng Karimun Jawa
18:05Beda
18:05Dieng Karimun Jawa
18:07Kemudian
18:07Banyak sebenarnya
18:09Yang kita eksplor
18:09Di Karimun Jawa
18:11Ini adalah
18:11Merupakan zona
18:12Green economy
18:13Ini terbarukan ada di sana
18:15Dia tidak ada listrik
18:17Adanya adalah
18:18Apa itu
18:19Listrik yang dengan
18:20Tenaga surya
18:21Kemudian
18:22Tidak ada
18:23Dia pantainya sangat indah
18:25Bahkan
18:25Meldifnya
18:26Indonesia itu
18:27Ada di Karimun Jawa
18:28Jadi dia ada
18:30Suatu hotel
18:30Cottage
18:31Di daerah
18:32Pulau Tengah
18:34Dia hotelnya ada di laut
18:35Ada yang di pohon
18:36Ada yang di pulau
18:37Dia sangat menarik
18:39Makanya
18:39Ini yang harus kita eksplor
18:41Kemudian
18:41Dieng
18:42Diweng itu kawasan diopak
18:43Yang sangat indah sekali
18:44Negara di atas
18:46Jadi
18:46Ada satu desa
18:48Yang tertinggi di dunia
18:49Itu ada di diap
18:50Sangat dingin sekali
18:51Dan ini sangat disukai
18:52Oleh masyarakat
18:53Terutama turism
18:53Di tempat kita
18:54Dan ini sudah kita lakukan
18:55Eksplorasi di wala kita
18:57Contoh misalkan
18:58Bupati wali kota
18:59Sudah saya perintahkan
19:00Untuk membuat SK
19:01Terkait dengan
19:04Desa wisata
19:05Jadi Dewa wisata
19:06Tempat kita ini
19:07Adalah hampir seribu
19:08Yang kita dukung
19:09Dari provinsi
19:10Siapa yang mengelola
19:11Bisa bungdesnya
19:12Bisa karang tarunannya
19:14Sehingga
19:15Wisata lokal
19:16Kemudian wisata
19:17Ini bisa berkembang
19:18Menjamur
19:19Sehingga
19:20Secara tidak langsung
19:21Ekonomi kerakyatan
19:22Akan tumbuh
19:23Di wisata-wisata
19:24Di tempat kita
19:24Maka secara tidak langsung
19:54Investasi
19:55Investasi
19:56Penciptaan lapangan kerja
19:58Kesejahteraan masyarakat
19:59Nah dari berbagai program
20:01Yang saat ini sudah berjalan
20:02Program mana
20:03Harus milih nih Pak
20:05Yang menurut Bapak
20:06Paling berdampak langsung
20:07Buat masyarakat
20:08Atau warga Jawa Tengah
20:09Jadi yang berdampak langsung
20:10Buat masyarakat
20:11Adalah bagaimana kita
20:12Bisa mereduksi
20:13Angka kemiskinan
20:14Jadi pejabat publik
20:16Siapapun
20:17Dimanapun kita berada
20:19Bagaimana kita
20:20Tuntutan bisa
20:21Menjejahterakan masyarakat
20:22Menjejahterakan masyarakat
20:24Caranya adalah
20:25Mereduksi angka
20:26Kemiskinan di wilayah kita
20:27Ini yang paling penting
20:28Karena apa
20:29Kemiskinan yang
20:30P1, P2, P3
20:32Miskin sekali
20:33Sangat miskin
20:34Dan potensi miskin
20:35Menjadi tanggung jawab
20:36Kita bersama
20:37Agar
20:38Pemerataan pembangunan
20:39Bisa dinikmati
20:40Kemudian caranya apa
20:41Kita harus bisa memenuhi
20:43Terkait dengan
20:43Sandang pangan papan
20:45Jadi mulai dari
20:46Kebutuhan pokok
20:47Sandang pangan papan
20:49Kesehatan dan pendidikan
20:50Ini yang menjadi prioritas kita
20:52Dan ini tidak bisa
20:53Kita berdiri sendiri
20:54Mulai provinsi
20:55Melakukan apa
20:56Dinas
20:57Para asisten
20:59Melakukan apa
20:59Bupati walau
21:00Ketamukan apa
21:01Bangga di tingkat desa
21:02Bahkan di tingkat
21:03Pementerian harus ikut
21:04Serta dalam rangka
21:05Mesejahterakan masyarakat
21:06Itu yang paling utama
21:07Oke
21:08Mereduksi angka kemisiran
21:09Supaya nanti ujungnya
21:10Adalah kesejahteraan
21:11Dan di Jawa Tengah
21:11Mbak
21:12Kita sudah
21:129,58
21:13Turun menjadi
21:149,39
21:16Di atas nasional
21:17Pertumbuhan ekonomi kita
21:19Sudah
21:205,89
21:21Di atas nasional
21:22Karena nasional
21:235,61
21:24Jadi artinya
21:25Ini merupakan
21:26Suatu
21:26Kerja-kerja
21:28Kolaboratif
21:29Super team
21:30Dari kita
21:30Untuk masyarakat Jawa Tengah
21:32Oke
21:32Tentunya dalam
21:33Masa pemerintahan
21:34Bapak kan juga
21:35Harapannya bisa lebih baik lagi
21:37Ya Pak
21:37Apalagi tadi
21:38Kalau misalnya kita
21:39Mengingat
21:40Pak Lutfi juga
21:41Menyinggung soal bagaimana
21:42Jateng ini
21:44Jadi
21:44Salah satu tujuan
21:46Investasi industri
21:47Nasional
21:48Nah tapi
21:48Gimana bisa memastikan
21:50Pak Bahwa
21:50Ini bisa benar-benar
21:51Menghasilkan
21:52Pekerjaan yang berkualitas
21:53Sampai nanti
21:54Hasilnya adalah
21:55Meninggalkan pendapatan
21:56Masyarakat dan juga
21:56Kesejahteraan
21:57Jadi bukan
21:57Sekedar angka investasi
21:59Aja Pak
21:59Jadi yang utama adalah
22:01Tidak hanya
22:02Angka investasi
22:03Disitu yang kita
22:03Butuhkan adalah
22:04Bagaimana
22:07Pertumbuhan ekonomi
22:08Ini didopang oleh
22:09Yang lain
22:10Contoh misalkan
22:11Jawa Tengah menjadi
22:13Swasembadah
22:13Penganggung Nasional
22:14Luas lahan kita ini
22:16Luas provinsi Jawa Tengah
22:17Itu 3,34 juta hektare
22:19Kemudian lahan pertanian kita
22:21Adalah 1,5 juta hektare
22:24Maka 1,5 juta hektare
22:26Ini kita pertahankan
22:27Menjadi
22:28Revitalisnya lahan
22:29Kita pertahankan
22:302025
22:31Kita sudah dapat
22:33Hampir
22:339,5 juta ton
22:3515,6 persen
22:37Terkait dengan
22:38Padi
22:39Gabah adalah
22:40Nasional
22:41Menyumbang nomor 2
22:42Setelah Jawa Timur
22:42Adalah Jawa Tengah
22:43Kemudian yang kedua adalah
22:44Bagaimana
22:45Swasembadah
22:46Penganggung Nasional
22:46Yang lain menjadi
22:47Prioritas utama
22:48Contoh misalkan
22:49Di tempat kita itu
22:5010 kabupaten kota
22:51Adalah penghasil
22:52Terkait dengan
22:53Cabe
22:53Di tempat kita
22:54Bawang merahnya itu
22:55Ditakuti oleh
22:56Kabupaten lain
22:57Sehingga
22:57Ini menjadi
22:58Potensi-potensi
22:59Yang menjadi
22:59Swasembadah
23:00Penganggung Nasional
23:01Termasuk
23:02Di tempat kita
23:03Juga harus kita siapkan
23:04Bagaimana
23:05Kedepat ekonomi
23:06Terbarukan
23:07Di wilayah kita
23:07Menjadi yang
23:08Paling utama
23:09Jadi
23:10Green economy
23:11Kemudian ekonomi
23:12Terbarukan
23:12Menjadi prioritas
23:13Jawa Tengah
23:14Karena ini adalah
23:15Selaras dengan
23:15Program pemerintah
23:16Untuk manerik energi
23:17Dan Jawa Tengah
23:19Sudah mengeluarkan
23:20Peraturan bahwa
23:21Begitu perusahaan itu
23:22Sudah menggunakan
23:23Ekonomi terbarukan
23:24Dan ekonomi
23:25Maka
23:26Insentif pacap
23:28Kita berikan kepada mereka
23:29Dan ini menarik
23:29Bagi mereka
23:30Itu diantaran
23:31Pak Lutfi
23:32Menarik tadi
23:33Bagaimana
23:33Melihat upaya
23:35Pemprov
23:35Ataupun juga
23:36Bapak sebagai gubernur
23:37Untuk meningkatkan
23:38Tadi kesejahteraan
23:39Masyarakat
23:39Tadi soal bagaimana
23:40Mereduksi angka
23:41Kemiskinan
23:41Kalau Pak
23:42Kita berandai
23:43Anda ini
23:43Kalau masyarakat
23:44Menilai keberhasilan
23:45Pemerintahan Bapak
23:46Lima tahun ke depan
23:47Indikator apa
23:48Yang paling ingin dicapai
23:49Apakah terkait
23:50Pengangguran
23:51Kemiskinan
23:52Peningkatan pendapatan
23:53Warga
23:54Pendidikan
23:55Atau ada indikator lainnya
23:56Apa sih Pak
23:57Legacy
23:57Atau warisan
23:59Yang ingin
24:02Ditinggalkan
24:02Untuk Jawa Tengah
24:03Ingin dikenal
24:03Sebagai gubernur
24:04Seperti apa sih Pak Lutfi
24:05Saya tidak muluk-muluk
24:07Saya ingin nanya
24:08Bagaimana
24:09Saya itu
24:09Bermanfaat
24:10Bagi orang lain
24:11Hanya itu
24:11Jadi
24:13Sebaik-baik manusia
24:14Itu adalah
24:15Bermanfaat
24:15Bagi orang lain
24:16Dan saya hanya itu
24:17Tidak pengen
24:18Kita mempunyai
24:18Legacy yang
24:19Yang muluk-muluk
24:20Contoh misalkan
24:21Jangan sampai kita
24:22Selesai menjabat
24:24Masih banyak
24:25Public complaint
24:25Yang belum kita selesaikan
24:26Dari mulai
24:27Pendidikan
24:28Dari mulai
24:29Kemiskinan
24:30Dari mulai
24:31Ketahanan pangan
24:32Jadi layanan
24:33Dasar masyarakat ini
24:35Harus segera terpenuhi
24:36Sehingga itu
24:37Baru bermanfaat
24:38Karena
24:38Kalau kita tidak bisa
24:39Memanfaatkan
24:40Selama kita
24:40Dinas
24:41Untuk apa
24:41Contoh misalkan
24:43Saya paling
24:44Paling
24:45Paling
24:45Paling senang
24:46Ukuran manfaat manusia
24:48Itu dari rumah tanah
24:49Saya dengan anak saya
24:50Sudah senang sekali
24:51Yang penting
24:52Anak saya bahagia
24:52Saya sudah senang
24:53Demain juga
24:54Bagaimana kita
24:57Kepada masyarakat
24:58Yang penting
24:58Masyarakat kita bahagia
24:59Toh itu ada komplain
25:01Dan lain sebagainya
25:02Itu adalah merupakan
25:04Obat bagi kita
25:05Sebaiknya
25:05Bejabat
25:05Agar
25:06Lebih baik
25:07Dalam makam
25:07Membaiki
25:08Kinerjannya
25:08Intinya
25:09Prioritasnya Pak
25:10Tadi belum menjawab
25:11Prioritasnya adalah
25:13Bagaimana
25:13Masyarakat kita
25:14Di Jawa Tengah
25:15Itu lebih sejahtera
25:16Dari kemarin
25:17Kesejahteraan
25:18Ini diukur apa
25:18Dari mulai
25:19Sandang pangan
25:21Papan
25:21Sandang pangan
25:22Papan itu apa
25:23Dari kebutuhan
25:24Bahan pokoknya
25:25Papan itu rumahnya
25:26Dan sandang itu pangan
25:28Tiga pokok ini
25:29Yang harus terponit
25:30Di wilayah kita
25:30Itu prioritas kita
25:31Oke
25:32Tentu harapannya
25:33Ini tadi
25:33Apa yang sudah dilakukan
25:34Pemprov Jawa Tengah
25:35Terutama ini
25:36Tadi termasuk juga
25:37Bagian pengelolaan
25:38Sumber daya alam
25:39Memanfaatkan wisat
25:40Dan lain sebagainya
25:40Ini juga bisa berdampak
25:41Pada bagaimana
25:42Kesejahteraan
25:43Dan juga ekonomi masyarakat
25:44Pak Lutfi
25:44Terima kasih banyak
25:45Sudah hadir
25:46Di tamu redaksi
25:47Sehat selalu
25:47Gubernur Jawa Tengah
25:48Amat Lutfi
25:49Selamat sehat selalu Bapak
25:51Nah selamat kompas TV
25:52Sudah-sudah tamu redaksi
25:54Sampai berjumpa
25:55Di tamu redaksi berikutnya
25:56Saya Putri Oktaviani
25:57Terima kasih
25:57Sampai jumpa
26:01Sampai jumpa
Komentar

Dianjurkan