00:00Kami lanjutkan informasi di Kompas Petang, Saudara Kejaksaan Agung menetapkan satu tersangka baru,
00:06yakni dari pihak swasta dalam korupsi, tatak lola, makan, bergizi gratis.
00:13Pihak swasta berinisial AIS merupakan orang kepercayaan dari mantan wakil kepala BGN, Sony Sonjaya.
00:20Tersangka diminta Sony mencari mitra pelaksana program MBG.
00:24Sony memberi akses kepada tersangka untuk melakukan intervensi kepada tim verifikator mitra MBG
00:32agar AIS tahu titik dapur yang kosong dan membatalkan status calon mitra SPPG yang telah disetujui.
00:45Bahwa PT AIS ini merupakan pihak swasta yang diminta oleh tersangka SS selaku wakil kepala BGN
00:56untuk mencari mitra dalam rangka melaksanaan program makan bergizi gratis.
01:03Bahwa saudara AIS melawan hukum memberikan akses kepada AIS untuk melakukan intervensi kepada tim verifikator mitra MBG
01:11sehingga dapat mengetahui titik-titik dapur yang kosong.
01:17Mengenai beredarnya 26 nama-nama tokoh yang terlibat dalam skandal korupsi MBG,
01:22kuasa hukum Sony Sonjaya meluruskan bahwa pihaknya resmi menyerahkan 26 nama kepada penyidik.
01:30Beberapa diantaranya adalah oknum berinisial MS, SS, D, YZ, dan juga CA.
01:39Kuasa hukum Sony berharap pengajuan jasis kolaborator dikabulkan
01:43agar kasus korupsi program MBG ini bisa diusut secara terang-menderang.
01:50Saya luluskan pemberitaan-pemberitaan yang beredar di media bahwa
01:54yang telah disebutkan nama-nama itu
01:57bercampur dengan beberapa organisasi, totalnya keseluruhan ada 26 nama.
02:04Itu yang benar, yang telah diberikan kepada penyidik oleh klien kami.
02:10Jadi adalah, jadi jangan dikembangkan narasi-narasi yang
02:14nanti akhirnya jadi banyak pertanyaan kepada orang.
02:19Ya kita sebutkan saja dari berinisial seperti misalkan NS, gitu loh.
02:24Kemudian SS, lalu ada D yang disebutkan oleh klien kami.
02:28Kemudian ada YZ yang disebutkan.
02:31Lalu kemudian ada CA yang disebutkan.
02:34Nah yang lainnya nanti biarkan berkembang dengan sendirinya oleh penyidik.
02:44Demo mahasiswa Universitas Islam Riau sempat diwarnai aksi saling dorong
02:49saat mahasiswa di depan gedung DPRD Provinsi Riau
02:52menuntut evaluasi penggunaan anggaran dapur MBG
02:55yang dinilai penuh masalah
02:57karena diduga marah ketemuan SPPG fiktif.
03:04Protes juga terjadi di Malang.
03:06Mahasiswa Universitas Brawijaya tegas menolak kelola dapur MBG.
03:10Mereka khawatir, universitas berubah jadi wadah pelaksana proyek pemerintah
03:15ketimbang jadi laboratorium riset dan pendidikan yang independen.
03:22Rentetan nunjuk rasa ini punya alasan yang kuat.
03:26Kasus korupsi mantan kepala BGN terbongkar,
03:28skandal ini pun menguak segudang permasalahan
03:31di program andalan pemerintah ini.
03:36Fakta mengejutkan pun diungkapkan oleh Menko Pangan.
03:40Pembangunan dapur MBG meledak melebihi kapasitas.
03:43Target awal hanya 21.000 titik.
03:45Kenyataannya membengkak hingga lebih dari 27.000 lebih titik.
03:51Akibat melubernya jumlah titik dapur ini pun fatal.
03:54Menurut Menko Pangan, negara rugi 1 triliun rupiah per bulan.
04:00Membengkak 6.877 titik.
04:05Laporan Ibu Nani tadi barusan,
04:07kalau 6.877 penambahan,
04:11kalau 6.000.000 satu hari,
04:16maka satu tahun ada
04:18satu bulan.
04:22Satu bulan ada pengeluar lebih
04:25satu triliun
04:27pemborosan.
04:28Berarti kalau satu tahun berapa itu?
04:3012 triliun.
04:32Ini yang,
04:33maka perlu penataan untuk ditata
04:35agar bisa diperbaiki.
04:39Merespons kabar pemborosan,
04:41Menteri Keuangan mengatakan
04:42siap pangkas anggaran MBG.
04:44Namun nominal pasti belum diketuk
04:46karena masih menunggu
04:47data dari kepala BGN.
04:52Kalau dari KemenQ,
04:53sabar dong, Pak.
04:58Tapi emang udah ada komunikasi, Pak,
04:59mau nurunin anggaran MBG lagi?
05:02Ini baru tadi, Pak Presio,
05:04jadi ngomong.
05:07Pas itu yuk hati.
05:08Belum ngomong, Pak, makanya maksudnya?
05:10Udah ada ngomong sama Bapak, belum, Pak?
05:12Berapa nominalnya?
05:16Kisaran berapa, Pak?
05:17Nampai ratusan triliun, nggak, Pak?
05:20Desakan keras berulang kali
05:22datang dari MBG Watch
05:23yang meminta program dihentikan sementara.
05:26Moratorium total harus dilakukan
05:28demi evaluasi,
05:30tangkap, dan sisir pengelola dapur nakal.
05:33Dengan demikian,
05:34efisiensi bisa dialihkan
05:35untuk dampak kenaikan BBM.
05:38Lima manfaat yang harus diberikan.
05:41Tidak semua menurut kami adalah
05:43ketika guncang-guncang MBG yang demikian,
05:46siapa yang menjerit?
05:47Apakah investor yang menjerit?
05:49Atau misalkan murid-murid yang menjerit?
05:51Selama ini menurut kami,
05:53yang menjerit-murid adalah
05:54yang menikmati proses MBG selama dua tahun ini.
05:58Oleh karena itu,
05:58moratorium atau pemerhentian sementara
06:01terkait dengan MBG,
06:02sembari kita menata bagaimana baiknya
06:05dan kemudian siapa penerima manfaatnya?
06:07Misalkan daerah-daerah
06:08yang sekiranya memang perlu
06:10untuk terkait dengan program MBG,
06:12itu yang diperbih dahulukan.
06:16Efisiensi anggaran MBG
06:17tidak hanya momentum
06:18untuk bersih-bersih
06:19di dalam pengelolaan MBG.
06:22Tetapi bagaimana memastikan
06:24anggaran besar di program ini
06:26tentu tepat sasaran.
06:30Tim Liputan, Kompas TV.
06:38Saudara, beredarnya 26 nama
06:40yang diduga terlibat skandal korupsi MBG
06:43dari tingkat eksekutif,
06:44yudikatif, dan legislatif,
06:46justru kejaksaan agung
06:48menetapkan satu tersangka baru
06:49dari pihak swasta.
06:52Kita perbincangkan dengan peneliti Pukat UGM,
06:54Mas Zainur Rahman,
06:55yang telah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
06:57Mas Zainur, pertanyaannya sederhana,
07:00kenapa dari beredarnya 26 nama
07:02yang diduga terlibat skandal korupsi MBG,
07:05dari tingkat eksekutif,
07:06yudikatif, dan legislatif,
07:08kejaksaan agung justru
07:09menetapkan satu tersangka baru
07:11ternyata dari pihak swasta.
07:14Ya, harapannya tidak berhenti
07:16di nama IIS ini ya.
07:18Karena kalau kita lihat,
07:20peran dari IIS ini
07:21adalah sebagai kepanjangan tangan
07:23dari SS gitu ya.
07:26Padahal SS ini kan kemarin
07:28mengajukan diri sebagai
07:29justice kolaborator.
07:31Nah, maka penyidik dari kejaksaan agung
07:33perlu untuk mendalami,
07:35menilai, menelaah.
07:37Apakah pengajuan JC dari SS itu
07:41memang tepat atau tidak?
07:43Biasanya JC itu
07:44akan dikabulkan dengan dua syarat.
07:47Yang pertama,
07:48bukan pelaku utama
07:49dan mengakui
07:50bahwa dirinya bersalah,
07:52bersedia membuka
07:53pelaku yang lebih besar.
07:55Yang kedua adalah
07:56informasi yang dimiliki
07:58sangat penting,
07:59susah untuk digantikan
08:00dari sumber informasi yang lain.
08:02Nah, harusnya memang
08:04kita ingin mendengar gitu ya
08:06siapa-siapa saja
08:07dari pihak lain
08:09baik di dalam BGN,
08:11di dalam pemerintah,
08:12maupun di swasta
08:13yang turut terlibat
08:14yang nama-namanya
08:16kemarin
08:16kemungkinan akan
08:18diserahkan oleh SS
08:19melalui mekanisme
08:20justice kolaborator itu.
08:22Kami juga tidak
08:22expect ketika ternyata
08:24nama yang ditetapkan
08:25tersangka sebagai
08:26tersangka keempat
08:27justru orangnya
08:28SS ini sendiri.
08:29Sehingga ini sekali lagi
08:31kejaksaan harus
08:32benar-benar hati-hati
08:33di dalam melangkah
08:34agar orang-orang
08:36yang seharusnya
08:37mau buka mulut
08:38jangan ditakut-takuti.
08:40Begitu.
08:40Karena kalau seandainya
08:42JC dari
08:42Sony Sonjaya ini
08:44ditolak
08:44berarti
08:46keterlibatan
08:46dari 26 nama-nama ini
08:48juga tidak bisa
08:49di follow up lagi
08:49oleh Kejagung.
08:50Bisa dikatakan
08:51seperti itu?
08:52Mas Zainur?
08:54Ya, khawatirnya
08:55seperti itu gitu ya.
08:56Memang SS
08:57bukan berarti
08:58harus langsung diterima
08:59permohonan JC-nya
09:00tetapi harus ditelaah.
09:01Apakah kejaksaan
09:02itu menunggu
09:04informasi dari SS?
09:06Apakah kejaksaan
09:07tidak memiliki
09:08sumber informasi lain
09:09untuk mengungkap
09:1026 nama tersebut?
09:12Kalau memang
09:13informasi dari SS
09:14penting
09:15dan tidak ada
09:16cara lain
09:16untuk mendapatkan
09:17informasi selain
09:18dengan memberikan status
09:19sebagai JC
09:20maka sudah seharusnya
09:21SS ini ditetapkan
09:23sebagai justice kolaborator
09:24untuk dapat
09:25membongkar
09:26nama-nama tersebut.
09:27Kalau memang
09:2826 nama-nama tersebut
09:29adalah nama-nama yang
09:30sangat dekat
09:32dengan politik
09:33yaitu aktor-aktor politik
09:35para pejabat
09:36yang selama ini
09:37turut serta
09:38di dalam
09:39korupsi
09:40di program MBG ini
09:42maka sudah seharusnya
09:43ini harus segera
09:44dibongkar.
09:45Harus segera dibongkar
09:46oleh Sony Sonjaya
09:47yang mengajukan JC
09:48yang terbaru
09:48Mas Zainur
09:49ini Menko Pangan
09:50menyatakan bahwa
09:52ada banyak
09:54pemborosan MBG
09:551 triliun
09:57per bulan
09:57ini karena melubernya
09:59titik SPPG
10:00dari mana
10:01menurut Anda
10:02akhirnya bagaimana
10:03agar pemborosan ini
10:04bisa diusut?
10:07Ya karena memang
10:08dari awal
10:09perencanaannya
10:10tidak jelas
10:10titik SPPG itu
10:13harus ada
10:14dimana saja
10:15itu juga tidak jelas
10:16kenapa demikian?
10:17Karena memang
10:18dari awal
10:18uji coba
10:20program MBG
10:21juga banyak berada
10:22di daerah perkotaan
10:23sedangkan calon-calon mitra
10:25itu juga
10:26banyak yang berasal
10:27dari daerah perkotaan
10:28akibatnya apa?
10:30Akibatnya terjadi
10:31surplus di daerah-daerah
10:32tertentu
10:33bahkan sampai
10:33tumpang tindih
10:34tetapi terjadi
10:35minus
10:36calon mitra
10:37di daerah-daerah
10:38seperti misalnya
10:39daerah 3T
10:40sehingga ini
10:41yang kemudian
10:42harus diselidiki
10:43lebih jauh
10:44oleh pihak kejaksaan
10:45apakah surplusnya
10:47sampai
10:47angka
10:486 sampai
10:497 ribu
10:50dapur itu
10:50disebabkan
10:51memang karena
10:52hanya karena
10:52perencanaannya yang buruk
10:54atau karena memang
10:55adanya
10:56apa
10:57tawaran ya
10:59untuk pembelian
11:00titik-titik
11:01dapur MBG ini
11:03ini kalau
11:03ngomong soal
11:04pembelian titik-titik
11:05dapur MBG itu
11:06bisa kita kaitkan
11:07dengan peran
11:08dari IIS
11:09pihak swasta
11:10yang baru saja
11:11ditetapkan sebagai
11:12tersangka ya
11:12bisa dikaitkan seperti itu
11:14berarti ya Mas Zainur ya
11:16sangat bisa ya
11:17karena memang
11:17IIS ini juga
11:18diduga mengatur
11:20bagaimana verifikasi
11:22terhadap titik-titik tersebut
11:24dilakukan secara
11:25melawan hukum
11:25ya disitu ada
11:27verifikasi yang dilakukan
11:28hanya karena
11:29konflik kepentingan
11:30tidak berbasis
11:31data faktual
11:32juga disitu ada
11:34portal yang
11:35dimainkan ya
11:36portal yang ada
11:37di BGN itu
11:38tidak dilakukan
11:40pengelolaan
11:41dengan independen
11:42tetapi
11:42dimainkan
11:44sehingga
11:44diduga
11:45jadi jual beli titik
11:46ya
11:46sehingga ini memang
11:47sangat penting untuk
11:48mengungkap
11:49pihak-pihak yang berada
11:50dibalik ini semua
11:52kalau kita lihat
11:53ini kan
11:53Kejagung sudah berani
11:54pimpinan MBG dicopot
11:56kemudian pihak swasta
11:57juga sudah ditetapkan
11:57sebagai tersangka
11:58tapi pertanyaannya
11:59berani gak nih
12:00untuk mengungkap
12:02tokoh-tokoh
12:03yang diduga terlibat
12:04yang lebih besar
12:05baik dari tingkat
12:06eksekutif
12:06yudikatif
12:07legislatif
12:08yang ikut dalam
12:09proyek MBG ini
12:11ya itu menjadi
12:13pertaruhan
12:14kepercayaan publik
12:15terhadap
12:16penyidik ya
12:16termasuk pada
12:18institusi
12:18kejaksaan agung
12:19kenapa
12:20karena perkara ini
12:21sangat dekat
12:22dengan politik
12:23sekali lagi
12:24pemilik dapur itu
12:25diduga banyak sekali
12:26yang berasal dari
12:28para politisi
12:29sehingga
12:30konflik kepentingannya
12:31sangat tinggi
12:31termasuk juga
12:32belum ada
12:33proses terhadap
12:34pihak-pihak swasta
12:36yang
12:36menjadi
12:38pemborong
12:38penyedia
12:39barang khususnya
12:40di dalam pengadaan
12:41yang sama sekali
12:42tidak berkaitan
12:43dengan MBG ini
12:44yaitu pembelian motor
12:46kemudian ada
12:47pembelian
12:47sepatu
12:48tablet
12:49dan juga
12:50unit-unit televisi
12:51sehingga ini
12:52publik masih menunggu
12:53berani gak
12:53kejaksaan agung
12:54untuk
12:55menyikat
12:55berarti kita semua
12:57masih menunggu
12:57Mas Zainur
12:59saya dan juga publik
13:00menunggu
13:01berani gak
13:02kejaksaan
13:02membongkar
13:04kasus
13:04korupsi
13:05yang terjadi
13:06di tata kelola MBG ini
13:07terima kasih Mas Zainur
13:08atas perspektifnya
13:09di Kompas Petang
13:09salam sehat
Komentar