Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kejaksaan Agung menetapkan satu tersangka baru yakni dari pihak swasta dalam kasus korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis. Pihak swasta berinisial AYS merupakan orang kepercayaan mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya.

Tersangka diminta Sony mencari mitra pelaksanaan program MBG. Sony memberi akses kepada tersangka melakukan intervensi kepada tim verifikator mitra MBG agar AYS tahu titik dapur yang kosong dan membatalkan status calon mitra SPPG yang telah disetujui.

Lalu mengapa dari beredarnya 26 nama yang diduga terlibat skandal korupsi MBG dari tingkat eksekutif, yudikatif, dan legislatif, Kejaksaan Agung justru menetapkan 1 tersangka baru dari pihak swasta?

Kita berbincang dengan peneliti PUKAT UGM, Zaenur Rohman.

#breakingnews #MBG #kejagung

Baca Juga Kejagung Sebut Total 5 Tersangka Kasus Korupsi MBG Hingga Update soal Pengadaan Motor Listrik MBG di https://www.kompas.tv/nasional/674491/kejagung-sebut-total-5-tersangka-kasus-korupsi-mbg-hingga-update-soal-pengadaan-motor-listrik-mbg



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674494/full-peneliti-pukat-ugm-respons-soal-kejagung-tetapkan-1-tersangka-baru-di-kasus-korupsi-mbg
Transkrip
00:00Kami lanjutkan informasi di Kompas Petang, Saudara Kejaksaan Agung menetapkan satu tersangka baru,
00:06yakni dari pihak swasta dalam korupsi, tatak lola, makan, bergizi gratis.
00:13Pihak swasta berinisial AIS merupakan orang kepercayaan dari mantan wakil kepala BGN, Sony Sonjaya.
00:20Tersangka diminta Sony mencari mitra pelaksana program MBG.
00:24Sony memberi akses kepada tersangka untuk melakukan intervensi kepada tim verifikator mitra MBG
00:32agar AIS tahu titik dapur yang kosong dan membatalkan status calon mitra SPPG yang telah disetujui.
00:45Bahwa PT AIS ini merupakan pihak swasta yang diminta oleh tersangka SS selaku wakil kepala BGN
00:56untuk mencari mitra dalam rangka melaksanaan program makan bergizi gratis.
01:03Bahwa saudara AIS melawan hukum memberikan akses kepada AIS untuk melakukan intervensi kepada tim verifikator mitra MBG
01:11sehingga dapat mengetahui titik-titik dapur yang kosong.
01:17Mengenai beredarnya 26 nama-nama tokoh yang terlibat dalam skandal korupsi MBG,
01:22kuasa hukum Sony Sonjaya meluruskan bahwa pihaknya resmi menyerahkan 26 nama kepada penyidik.
01:30Beberapa diantaranya adalah oknum berinisial MS, SS, D, YZ, dan juga CA.
01:39Kuasa hukum Sony berharap pengajuan jasis kolaborator dikabulkan
01:43agar kasus korupsi program MBG ini bisa diusut secara terang-menderang.
01:50Saya luluskan pemberitaan-pemberitaan yang beredar di media bahwa
01:54yang telah disebutkan nama-nama itu
01:57bercampur dengan beberapa organisasi, totalnya keseluruhan ada 26 nama.
02:04Itu yang benar, yang telah diberikan kepada penyidik oleh klien kami.
02:10Jadi adalah, jadi jangan dikembangkan narasi-narasi yang
02:14nanti akhirnya jadi banyak pertanyaan kepada orang.
02:19Ya kita sebutkan saja dari berinisial seperti misalkan NS, gitu loh.
02:24Kemudian SS, lalu ada D yang disebutkan oleh klien kami.
02:28Kemudian ada YZ yang disebutkan.
02:31Lalu kemudian ada CA yang disebutkan.
02:34Nah yang lainnya nanti biarkan berkembang dengan sendirinya oleh penyidik.
02:44Demo mahasiswa Universitas Islam Riau sempat diwarnai aksi saling dorong
02:49saat mahasiswa di depan gedung DPRD Provinsi Riau
02:52menuntut evaluasi penggunaan anggaran dapur MBG
02:55yang dinilai penuh masalah
02:57karena diduga marah ketemuan SPPG fiktif.
03:04Protes juga terjadi di Malang.
03:06Mahasiswa Universitas Brawijaya tegas menolak kelola dapur MBG.
03:10Mereka khawatir, universitas berubah jadi wadah pelaksana proyek pemerintah
03:15ketimbang jadi laboratorium riset dan pendidikan yang independen.
03:22Rentetan nunjuk rasa ini punya alasan yang kuat.
03:26Kasus korupsi mantan kepala BGN terbongkar,
03:28skandal ini pun menguak segudang permasalahan
03:31di program andalan pemerintah ini.
03:36Fakta mengejutkan pun diungkapkan oleh Menko Pangan.
03:40Pembangunan dapur MBG meledak melebihi kapasitas.
03:43Target awal hanya 21.000 titik.
03:45Kenyataannya membengkak hingga lebih dari 27.000 lebih titik.
03:51Akibat melubernya jumlah titik dapur ini pun fatal.
03:54Menurut Menko Pangan, negara rugi 1 triliun rupiah per bulan.
04:00Membengkak 6.877 titik.
04:05Laporan Ibu Nani tadi barusan,
04:07kalau 6.877 penambahan,
04:11kalau 6.000.000 satu hari,
04:16maka satu tahun ada
04:18satu bulan.
04:22Satu bulan ada pengeluar lebih
04:25satu triliun
04:27pemborosan.
04:28Berarti kalau satu tahun berapa itu?
04:3012 triliun.
04:32Ini yang,
04:33maka perlu penataan untuk ditata
04:35agar bisa diperbaiki.
04:39Merespons kabar pemborosan,
04:41Menteri Keuangan mengatakan
04:42siap pangkas anggaran MBG.
04:44Namun nominal pasti belum diketuk
04:46karena masih menunggu
04:47data dari kepala BGN.
04:52Kalau dari KemenQ,
04:53sabar dong, Pak.
04:58Tapi emang udah ada komunikasi, Pak,
04:59mau nurunin anggaran MBG lagi?
05:02Ini baru tadi, Pak Presio,
05:04jadi ngomong.
05:07Pas itu yuk hati.
05:08Belum ngomong, Pak, makanya maksudnya?
05:10Udah ada ngomong sama Bapak, belum, Pak?
05:12Berapa nominalnya?
05:16Kisaran berapa, Pak?
05:17Nampai ratusan triliun, nggak, Pak?
05:20Desakan keras berulang kali
05:22datang dari MBG Watch
05:23yang meminta program dihentikan sementara.
05:26Moratorium total harus dilakukan
05:28demi evaluasi,
05:30tangkap, dan sisir pengelola dapur nakal.
05:33Dengan demikian,
05:34efisiensi bisa dialihkan
05:35untuk dampak kenaikan BBM.
05:38Lima manfaat yang harus diberikan.
05:41Tidak semua menurut kami adalah
05:43ketika guncang-guncang MBG yang demikian,
05:46siapa yang menjerit?
05:47Apakah investor yang menjerit?
05:49Atau misalkan murid-murid yang menjerit?
05:51Selama ini menurut kami,
05:53yang menjerit-murid adalah
05:54yang menikmati proses MBG selama dua tahun ini.
05:58Oleh karena itu,
05:58moratorium atau pemerhentian sementara
06:01terkait dengan MBG,
06:02sembari kita menata bagaimana baiknya
06:05dan kemudian siapa penerima manfaatnya?
06:07Misalkan daerah-daerah
06:08yang sekiranya memang perlu
06:10untuk terkait dengan program MBG,
06:12itu yang diperbih dahulukan.
06:16Efisiensi anggaran MBG
06:17tidak hanya momentum
06:18untuk bersih-bersih
06:19di dalam pengelolaan MBG.
06:22Tetapi bagaimana memastikan
06:24anggaran besar di program ini
06:26tentu tepat sasaran.
06:30Tim Liputan, Kompas TV.
06:38Saudara, beredarnya 26 nama
06:40yang diduga terlibat skandal korupsi MBG
06:43dari tingkat eksekutif,
06:44yudikatif, dan legislatif,
06:46justru kejaksaan agung
06:48menetapkan satu tersangka baru
06:49dari pihak swasta.
06:52Kita perbincangkan dengan peneliti Pukat UGM,
06:54Mas Zainur Rahman,
06:55yang telah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
06:57Mas Zainur, pertanyaannya sederhana,
07:00kenapa dari beredarnya 26 nama
07:02yang diduga terlibat skandal korupsi MBG,
07:05dari tingkat eksekutif,
07:06yudikatif, dan legislatif,
07:08kejaksaan agung justru
07:09menetapkan satu tersangka baru
07:11ternyata dari pihak swasta.
07:14Ya, harapannya tidak berhenti
07:16di nama IIS ini ya.
07:18Karena kalau kita lihat,
07:20peran dari IIS ini
07:21adalah sebagai kepanjangan tangan
07:23dari SS gitu ya.
07:26Padahal SS ini kan kemarin
07:28mengajukan diri sebagai
07:29justice kolaborator.
07:31Nah, maka penyidik dari kejaksaan agung
07:33perlu untuk mendalami,
07:35menilai, menelaah.
07:37Apakah pengajuan JC dari SS itu
07:41memang tepat atau tidak?
07:43Biasanya JC itu
07:44akan dikabulkan dengan dua syarat.
07:47Yang pertama,
07:48bukan pelaku utama
07:49dan mengakui
07:50bahwa dirinya bersalah,
07:52bersedia membuka
07:53pelaku yang lebih besar.
07:55Yang kedua adalah
07:56informasi yang dimiliki
07:58sangat penting,
07:59susah untuk digantikan
08:00dari sumber informasi yang lain.
08:02Nah, harusnya memang
08:04kita ingin mendengar gitu ya
08:06siapa-siapa saja
08:07dari pihak lain
08:09baik di dalam BGN,
08:11di dalam pemerintah,
08:12maupun di swasta
08:13yang turut terlibat
08:14yang nama-namanya
08:16kemarin
08:16kemungkinan akan
08:18diserahkan oleh SS
08:19melalui mekanisme
08:20justice kolaborator itu.
08:22Kami juga tidak
08:22expect ketika ternyata
08:24nama yang ditetapkan
08:25tersangka sebagai
08:26tersangka keempat
08:27justru orangnya
08:28SS ini sendiri.
08:29Sehingga ini sekali lagi
08:31kejaksaan harus
08:32benar-benar hati-hati
08:33di dalam melangkah
08:34agar orang-orang
08:36yang seharusnya
08:37mau buka mulut
08:38jangan ditakut-takuti.
08:40Begitu.
08:40Karena kalau seandainya
08:42JC dari
08:42Sony Sonjaya ini
08:44ditolak
08:44berarti
08:46keterlibatan
08:46dari 26 nama-nama ini
08:48juga tidak bisa
08:49di follow up lagi
08:49oleh Kejagung.
08:50Bisa dikatakan
08:51seperti itu?
08:52Mas Zainur?
08:54Ya, khawatirnya
08:55seperti itu gitu ya.
08:56Memang SS
08:57bukan berarti
08:58harus langsung diterima
08:59permohonan JC-nya
09:00tetapi harus ditelaah.
09:01Apakah kejaksaan
09:02itu menunggu
09:04informasi dari SS?
09:06Apakah kejaksaan
09:07tidak memiliki
09:08sumber informasi lain
09:09untuk mengungkap
09:1026 nama tersebut?
09:12Kalau memang
09:13informasi dari SS
09:14penting
09:15dan tidak ada
09:16cara lain
09:16untuk mendapatkan
09:17informasi selain
09:18dengan memberikan status
09:19sebagai JC
09:20maka sudah seharusnya
09:21SS ini ditetapkan
09:23sebagai justice kolaborator
09:24untuk dapat
09:25membongkar
09:26nama-nama tersebut.
09:27Kalau memang
09:2826 nama-nama tersebut
09:29adalah nama-nama yang
09:30sangat dekat
09:32dengan politik
09:33yaitu aktor-aktor politik
09:35para pejabat
09:36yang selama ini
09:37turut serta
09:38di dalam
09:39korupsi
09:40di program MBG ini
09:42maka sudah seharusnya
09:43ini harus segera
09:44dibongkar.
09:45Harus segera dibongkar
09:46oleh Sony Sonjaya
09:47yang mengajukan JC
09:48yang terbaru
09:48Mas Zainur
09:49ini Menko Pangan
09:50menyatakan bahwa
09:52ada banyak
09:54pemborosan MBG
09:551 triliun
09:57per bulan
09:57ini karena melubernya
09:59titik SPPG
10:00dari mana
10:01menurut Anda
10:02akhirnya bagaimana
10:03agar pemborosan ini
10:04bisa diusut?
10:07Ya karena memang
10:08dari awal
10:09perencanaannya
10:10tidak jelas
10:10titik SPPG itu
10:13harus ada
10:14dimana saja
10:15itu juga tidak jelas
10:16kenapa demikian?
10:17Karena memang
10:18dari awal
10:18uji coba
10:20program MBG
10:21juga banyak berada
10:22di daerah perkotaan
10:23sedangkan calon-calon mitra
10:25itu juga
10:26banyak yang berasal
10:27dari daerah perkotaan
10:28akibatnya apa?
10:30Akibatnya terjadi
10:31surplus di daerah-daerah
10:32tertentu
10:33bahkan sampai
10:33tumpang tindih
10:34tetapi terjadi
10:35minus
10:36calon mitra
10:37di daerah-daerah
10:38seperti misalnya
10:39daerah 3T
10:40sehingga ini
10:41yang kemudian
10:42harus diselidiki
10:43lebih jauh
10:44oleh pihak kejaksaan
10:45apakah surplusnya
10:47sampai
10:47angka
10:486 sampai
10:497 ribu
10:50dapur itu
10:50disebabkan
10:51memang karena
10:52hanya karena
10:52perencanaannya yang buruk
10:54atau karena memang
10:55adanya
10:56apa
10:57tawaran ya
10:59untuk pembelian
11:00titik-titik
11:01dapur MBG ini
11:03ini kalau
11:03ngomong soal
11:04pembelian titik-titik
11:05dapur MBG itu
11:06bisa kita kaitkan
11:07dengan peran
11:08dari IIS
11:09pihak swasta
11:10yang baru saja
11:11ditetapkan sebagai
11:12tersangka ya
11:12bisa dikaitkan seperti itu
11:14berarti ya Mas Zainur ya
11:16sangat bisa ya
11:17karena memang
11:17IIS ini juga
11:18diduga mengatur
11:20bagaimana verifikasi
11:22terhadap titik-titik tersebut
11:24dilakukan secara
11:25melawan hukum
11:25ya disitu ada
11:27verifikasi yang dilakukan
11:28hanya karena
11:29konflik kepentingan
11:30tidak berbasis
11:31data faktual
11:32juga disitu ada
11:34portal yang
11:35dimainkan ya
11:36portal yang ada
11:37di BGN itu
11:38tidak dilakukan
11:40pengelolaan
11:41dengan independen
11:42tetapi
11:42dimainkan
11:44sehingga
11:44diduga
11:45jadi jual beli titik
11:46ya
11:46sehingga ini memang
11:47sangat penting untuk
11:48mengungkap
11:49pihak-pihak yang berada
11:50dibalik ini semua
11:52kalau kita lihat
11:53ini kan
11:53Kejagung sudah berani
11:54pimpinan MBG dicopot
11:56kemudian pihak swasta
11:57juga sudah ditetapkan
11:57sebagai tersangka
11:58tapi pertanyaannya
11:59berani gak nih
12:00untuk mengungkap
12:02tokoh-tokoh
12:03yang diduga terlibat
12:04yang lebih besar
12:05baik dari tingkat
12:06eksekutif
12:06yudikatif
12:07legislatif
12:08yang ikut dalam
12:09proyek MBG ini
12:11ya itu menjadi
12:13pertaruhan
12:14kepercayaan publik
12:15terhadap
12:16penyidik ya
12:16termasuk pada
12:18institusi
12:18kejaksaan agung
12:19kenapa
12:20karena perkara ini
12:21sangat dekat
12:22dengan politik
12:23sekali lagi
12:24pemilik dapur itu
12:25diduga banyak sekali
12:26yang berasal dari
12:28para politisi
12:29sehingga
12:30konflik kepentingannya
12:31sangat tinggi
12:31termasuk juga
12:32belum ada
12:33proses terhadap
12:34pihak-pihak swasta
12:36yang
12:36menjadi
12:38pemborong
12:38penyedia
12:39barang khususnya
12:40di dalam pengadaan
12:41yang sama sekali
12:42tidak berkaitan
12:43dengan MBG ini
12:44yaitu pembelian motor
12:46kemudian ada
12:47pembelian
12:47sepatu
12:48tablet
12:49dan juga
12:50unit-unit televisi
12:51sehingga ini
12:52publik masih menunggu
12:53berani gak
12:53kejaksaan agung
12:54untuk
12:55menyikat
12:55berarti kita semua
12:57masih menunggu
12:57Mas Zainur
12:59saya dan juga publik
13:00menunggu
13:01berani gak
13:02kejaksaan
13:02membongkar
13:04kasus
13:04korupsi
13:05yang terjadi
13:06di tata kelola MBG ini
13:07terima kasih Mas Zainur
13:08atas perspektifnya
13:09di Kompas Petang
13:09salam sehat
Komentar

Dianjurkan