Skip to playerSkip to main content
  • 2 days ago
Presiden Prabowo Subianto menjawab kritik soal dirinya yang kerap melakukan kunjungan ke luar negeri. Ia mengatakan lawatan itu dilakukan untuk menjaga kepentingan Indonesia dan hubungan baik dengan banyak negara.Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat membuka Munas HIPMI XVIII, Rabu (10/6).
Transcript
00:04I don't want to be president just to be president.
00:13You think it's good?
00:16Yeah?
00:21Karena kadang-kadang masyarakat, elit kita ini elit yang memang kejam.
00:31Elit kita ini ya, tapi hampir semua elit bangsa-bangsa seperti kita ribut terus.
00:40Elitnya suka ribut, rakyat tidak.
00:43Rakyat paling ngerti.
00:44Rakyat ngerti bahwa untuk dapat hidup yang baik, harus ada kerukunan.
00:56Harus ada apa?
00:57Harus ada paguyupan.
01:00Harus ada kerjasama.
01:01Harus ada saling mengisi.
01:07Bukan saling menghantam.
01:09Tapi elit semakin pintar.
01:10Jadi, ada presiden kayak Pak Jokowi yang jarang ke luar negeri.
01:20Disalahkan.
01:22Jokowi tidak pernah ke luar negeri.
01:25Jokowi tidak peduli politik luar negeri.
01:29Saya sering ke luar negeri.
01:31Prabowo sering ke luar negeri.
01:36Sebetulnya tidak ada masalah itu.
01:39Benar tidak?
01:40Situasi mungkin berubah.
01:43Sekarang dinamikanya geopolitik begitu kacau.
01:48Kita tidak tahu kawan siapa lawan siapa.
01:52Kita beruntung.
01:54Saya beruntung.
01:57Presiden Indonesia menerima warisan dari pendiri-pendiri bangsa kita.
02:05Bahwa politik luar negeri Indonesia adalah politik non-aligned.
02:10Politik non-block.
02:13Kita bersahabat sama semua negara.
02:16Kita bersahabat sama semua kekuatan.
02:18Kita tidak mau terlibat dengan fakta-fakta militer siapapun.
02:25Terima kasih.
02:27Terima kasih.
Comments

Recommended