Skip to playerSkip to main content
  • 12 hours ago
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim mengaku sedih mendengar tanggapan atau replik JPU yang menolak seluruh nota pembelaan atau pleidoinya dalamkasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Dia menilai jaksa telah mengabaikan fakta-fakta persidangan.Hal itu disampaikan Nadiem Makarim kepada wartawan, Selasa (9/6).
Transcript
00:00I terus terang sangat sedih mendengar replik tadi dari pihak kejaksaan.
00:09Dan alasannya adalah saya sebagai orang awam ini merasa sidang itu kan harusnya tempat untuk mencari kebenaran.
00:19Harusnya kalau kita sudah menyediakan fakta, sesuatu sudah terbukti,
00:23ini harusnya dari kejaksaan malah mau menerima atau kalau tidak menerima menyodorkan bukti tandingnya.
00:31Bukti yang ada, tapi sampai saat ini tidak terjadi.
00:35Dan replik ini seolah-olah 5 bulan sidang itu tidak terjadi.
00:39Jadi semua fakta-fakta yang sudah dibuktikan dalam persidangan, sudah dijawab, itu diabaikan saja lalu dilanjutkan.
00:46Dan seperti yang Bang Zai tadi bilang, malah lebih daripada mengabaikan bukti, narasinya berubah dari dakwaan.
00:57Jadi narasi yang tadi replik itu bukan narasi awal, sehingga sekarang ceritanya adalah mengenai white-collar crime.
01:04Nah ini hal yang begitu menyedihkan.
01:06Dari awal sudah berapa kali kasus ini berubah dari tadinya mengenai kerombok itu tidak bermanfaat,
01:18mangkrak total loss, media disebarkan informasi 9 triliun yang tidak benar, itu kerombok mangkrak dan tidak berguna.
01:27Kenyataannya datanya dari CDM dan lainnya membuktikan bahwa kerombok sangat dimanfaatkan,
01:32bukan hanya untuk asesmen nasional, tapi untuk sehari-hari.
01:36Kejaksanaan menyebut data dari tahun 2020-2022.
01:42Kita melihat tapi itu adalah periode di mana datanya belum lengkap dari CDM.
01:48Tidak pernah disebut apa yang terjadi dari 2023-2025, di mana datanya lengkap, angka chart itu dari CDM meningkat pesat.
01:58Apakah tiba-tiba di tahun 2023 semua sekolah mulai menggunakan kerombok?
02:02Tidak mungkin.
02:03Itu karena datanya belum dicatat secara lengkap di tahun 2020-2022.
02:09Tapi yang ditunjukkan oleh kejaksaan cuma 3 tahun itu.
02:13Sampai di sidang saya meminta akhirnya tolong,
02:15Bapak Kejaksaan tunjukkan dong chartnya tolong dipuluh down 2023.
02:20Jeng, keluar.
02:22Semua data penggunaannya selama non-AKM, non-assessment nasional, itu ternyata bermanfaatannya tinggi.
02:29Jadi berubah lagi kasusnya, akhirnya terbukti keromboknya bermanfaat.
02:33Ya sudah, berubah lagi.
02:35Sekarang keromboknya kemahalan.
02:36Oke, keromboknya kemahalan.
02:38Ayo kita bandingkan dengan harga pasar.
02:40Dibandingkan dengan harga pasar, menurut saksi dari Jaksa sendiri,
02:44kerombok dibeli di bawah harga pasar.
02:47Terima kasih.
Comments

Recommended