Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Polisi resmi mengamankan seorang kiai berinisial AKF, yang merupakan pimpinan sekaligus pengasuh pondok pesantren tempat korban menimba ilmu.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi mengonfirmasi bahwa tersangka diamankan pada Rabu, 27 Mei 2026. Menurut polisi, kasus ini tidak hanya melibatkan satu korban. Dari hasil pendalaman, dugaan kekerasan seksual yang dilakukan pelaku disebut telah berlangsung sejak tahun 2008 dan diduga memakan lebih dari 20 korban.

Tim kuasa hukum korban mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada enam mantan santriwati yang berani memberikan kuasa hukum dan melaporkan kejadian yang mereka alami.

Artikel terkait:
https://www.suara.com/entertainment/2026/05/27/193616/gugurkan-klaim-santriwati-hamil-tanpa-hubungan-badan-polisi-tangkap-kiai-di-pekalongan

Creative/Video Editor: Awa/Leo
#Santriwati #Kiai #Pekalongan

==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Kasus Santriwati hamil tanpa hubungan intim, Kiai Pekalongan ditangkap.
00:04Kasus Santriwati di Pekalongan kini memasuki babak baru.
00:08Polisi resmi mengamankan seorang Kiai berinisial AKF
00:12yang merupakan pingkinan sekaligus pengasuh pondok pesantren tempat korban menimba ilmu.
00:18Penangkapan dilakukan setelah penyelidikan mengungkap bahwa kehamilan Santriwati tersebut
00:23diduga bukan peristiwa mistis, melainkan terkait tindak kekerasan seksual.
00:28Sebelumnya, publik dibuat geger oleh pengakuan seorang Santriwati yang melahirkan bayi
00:33dan mengaku tidak pernah berhubungan intim.
00:36Lain tersebut memicu perdebatan luas di media sosial
00:39hingga akhirnya mendorong penyelidikan lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.
00:43Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yaryandi mengonfirmasi bahwa tersangka diamankan pada Rabu 27 Mei 2026
00:51menurut polisi, kasus ini tidak hanya melibatkan satu korban.
00:55Dari hasil pendalaman, dugaan kekerasan seksual yang dilakukan pelaku disebut
00:59telah berlangsung sejak 2008 dan diduga memakan lebih dari 20 korban.
01:05Tim kuasa hukum korban mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada 6 mantan Santriwati
01:10yang berani memberikan kuasa hukum dan melaporkan kejadian yang mereka alami.
01:16Saat peristiwa terjadi, sebagian korban bahkan masih berusia di bawah umur.
01:20Polisi menyebut salah satu alasan kasus ini baru terungkap setelah bertahun-tahun adalah
01:25karena adanya intimidasi psikologis dan doktrin kepatuhan yang diduga dilakukan pelaku.
01:31Statusnya sebagai tokoh agama membuat banyak korban merasa takut untuk bicara dan melapor.
01:40Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan