Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kebun jeruk bali milik warga yang mati dan terbengkalai pasca banjir November lalu dan belum ada penanganan pembersihan material lumpur dan kayu yang dibawa banjir, membuat komoditas unggulan di Bireuen yaitu jeruk bali kini mati total.

Sejumlah warga yang berprofesi menjadi petani belum memiliki mata pencaharian karena masih banyak lumpur yang menutupi kebun hingga sawah mereka.

Kebun jeruk bali milik warga mati dan terbengkalai pasca banjir November lalu di Desa Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen.

Puluhan hektare komoditas unggulan daerah yaitu jeruk bali atau biasa disebut jeruk matang, mati akibat banjir.

Masyarakat yang 90 persen bergantung hidup dari pertanian dan perkebunan hingga kini belum memiliki mata pencaharian karena masih banyak lumpur yang menutupi kebun hingga sawah mereka.

Saat ini, warga hanya bisa menggantungkan hidup dari bantuan para dermawan dan pemerintah.

#jerukbali #banjir #lumpur

Baca Juga Arus Balik Liburan, Penumpang Padati Stasiun Gubeng | SAPA SIANG di https://www.kompas.tv/regional/672218/arus-balik-liburan-penumpang-padati-stasiun-gubeng-sapa-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/672221/kebun-jeruk-bali-milik-warga-rusak-diterjang-banjir-dan-terendam-lumpur-sapa-siang
Transkrip
00:00Kita lihat berita lainnya saudara, kebun Jeruk Bali milik warga yang mati dan terbengkalai pasca banjir November lalu
00:05dan belum ada penanganan pembersihan material lumpur dan kayu yang dibawa banjir
00:09membuat komoditi unggulan di Biren yaitu Jeruk Bali kini mati total.
00:14Sejumlah warga yang berprofesi menjadi petani belum memiliki mata pencarian
00:19karena masih banyak lumpur yang menutupi kebun hingga sawah mereka.
00:28Kebun Jeruk Bali milik warga mati dan terbengkalai pasca banjir November lalu
00:34di Desa Kubu, Kecamatan Pesangan, Siblah, Krueng, Kabupaten Biren.
00:39Puluhan hektare komoditi unggulan daerah yaitu Jeruk Bali atau yang biasa disebut Jeruk Matang mati akibat banjir.
00:47Masyarakat yang 90 persen bergantung hidup dari pertanian dan perkebunan
00:52hingga kini belum memiliki mata pencarian karena masih banyak lumpur
00:56yang menutupi kebun hingga sawah mereka.
01:00Saat ini warga hanya bisa menggantungkan hidup dari bantuan para dermawan dan pemerintah.
01:07Jeruk Bali ataupun Jeruk Geri Matang ini juga hampir 100 persen semua tetanian banjir ini mati semua.
01:14Jadi memang sangat berdampak.
01:15Mungkin kebutuhan-kebutuhan pasca banjir ini apalagi setelah lebaran
01:20kita mungkin sampai kebutuhan sembako ini ke depan mungkin kita masih sangat kita butuhkan
01:26karena mengingat ekonomi masyarakat belum stabil dan masih memang sangat meramali.
01:32Warga berharap adanya bantuan pemerintah seperti alat berat untuk pembersihan material lumpur di desa
01:38dan bibit jeruk Bali dapat diberikan untuk ditanam lagi oleh warga
01:42sehingga mereka memiliki mata pencarian lagi.
Komentar

Dianjurkan