00:00Tema peringatan tahun ini, Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan fondasi perdamaian dunia memiliki makna yang sangat mendalam.
00:12Di tengah dunia yang semakin terpecah oleh pertikaian, rivalitas geopolitik, perang dagang, dan ketidakpastian ekonomi, Indonesia memiliki pegangan yang kokoh.
00:33Pegangan itu adalah Pancasila.
00:37Saudara-saudara, Pancasila bukan sekedar dokumen sejarah.
00:44Pancasila juga tidak boleh sekedar slogan yang kita ucapkan dalam setiap upacara.
00:54Pancasila adalah pedoman untuk mengatur kehidupan berbangsa, kehidupan bermasyarakat, kehidupan bernegara.
01:06Termasuk bagaimana kita membangun sistem ekonomi nasional kita.
01:17Salah satu tantangan besar bangsa Indonesia hari ini adalah memastikan bahwa pembangunan ekonomi kita benar-benar berjalan sesuai dengan nilai
01:29-nilai Pancasila.
01:30Marilah kita selalu jujur kepada diri kita sendiri.
01:37Kita harus mengakui kelemahan-kelemahan dan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi.
01:46Selama beberapa dasar warsa terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh.
01:54Tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata, sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil?
02:09Marilah kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang.
02:20Kita memiliki sumber daya alam yang luar biasa.
02:25Kita sudah mengerti kekayaan kita luar biasa.
02:28Kita adalah salah satu produsen terbesar, komoditas-komoditas penting yang dibutuhkan dunia modern, yang dibutuhkan oleh teknologi tinggi.
02:44Kita salah satu produsen terbesar, mineral-mineral penting, tembaga, timah, emas, logam tanah jarang.
02:55Kita produsen, kelapa sawit, batu bara, nikel, komoditas-komoditas pertanian lainnya yang sangat penting.
03:06Dan sekarang kita sudah suasemba dapatkan.
03:13Di mana banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap.
03:20Namun, kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat.
03:34Terlalu lama sebagian nilai tambah atas sumber daya kita dinikmati di luar negeri.
03:42Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri.
03:48Karena itulah saya berkeyakinan bahwa tugas sejarah kita saat ini,
03:56tugas sejarah saya sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8,
04:02sebagai mandataris rakyat,
04:04yang disumpah di hadapan rakyat adalah untuk melakukan transformasi bangsa,
04:17terutama transformasi ekonomi nasional kita.
04:22Transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berlandaskan Pancasila,
04:27menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila.
04:34Saudara-saudara, apa arti ekonomi berdasarkan Pancasila?
04:38Pertama, ekonomi yang religius,
04:45ekonomi yang berkemanusiaan dan ekonomi yang memperkuat persatuan nasional.
04:57Kita percaya bahwa kekayaan alam bukan sekedar komoditas ekonomi.
05:07Kekayaan alam adalah amah Tuhan Yang Maha Esa,
05:10yang harus dikelola secara bertanggung jawab untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat,
05:17dan juga untuk anak dan cucu kita,
05:22untuk masa depan,
05:24untuk generasi-generasi yang akan datang.
05:31Pembangunan ekonomi tidak boleh hanya menghasilkan angka-angka statistik,
05:38pembangunan ekonomi harus menghasilkan kehidupan yang lebih baik
05:42bagi seluruh rakyat Indonesia.
05:47Anak-anak kita,
05:50anak-anak saudara-saudara yang paling lemah,
05:55paling miskin,
05:56paling tidak berdaya,
05:58harus memperoleh gizi yang cukup.
06:03Petani kita harus memperoleh pupuk
06:06yang tepat waktu,
06:09dan harga yang benar.
06:15nelayan kita harus memperoleh
06:17akses pasar yang adil,
06:19dan harus dibantu,
06:22dan harus diberdayakan.
06:25Para nelayan kita adalah produsen protein
06:28yang sangat penting,
06:31agar rakyat kita bisa jadi rakyat yang kuat.
06:36pekerja-pekerja kita harus memperoleh kesempatan,
06:42penghidupan,
06:43dan penghasilan yang layak.
06:46Nasib pekerja kita harus dilindungi,
06:51harus dibantu.
06:53Ketiga,
06:56ekonomi kita harus berfihak
06:59kepada kepentingan nasional
07:02dan kepentingan rakyat.
07:05Ekonomi kita tidak boleh
07:07hanya menguntungkan segelintir orang saja.
07:11Sudah terlalu lama,
07:14harga berbagai kekayaan alam kita
07:16ditentukan oleh pihak lain,
07:20ditentukan di negara lain.
07:23Sudah terlalu lama,
07:24sebagian keuntungan dari sumber daya alam
07:26mengalir ke luar negeri,
07:29dan tidak tinggal
07:30di Ibu Pertiwi.
07:33Karena itu,
07:35pemerintah menentukan
07:37ekspor sumber daya alam satu pintu.
07:41kita juga harus melakukan
07:44investasi besar
07:45di bidang industrialisasi
07:49berdasarkan hilirisasi.
07:52Kita harus memperkuat
07:54pengelolaan devisa hasil ekspor
07:58dan memastikan
08:00bahwa kekayaan Indonesia
08:02memberi manfaat
08:04sebesar-besarnya
08:06kepada seluruh rakyat Indonesia.
08:08keempat,
08:11ekonomi Pancasila
08:13adalah ekonomi
08:14yang egaliter,
08:17ekonomi yang kerakyatan,
08:21ekonomi kita
08:25berdasarkan
08:26rancang bangun
08:28cetak biru
08:31yang dibuat oleh
08:32pendiri-pendiri bangsa kita.
08:35oleh Bung Karno,
08:37Bung Hatta,
08:38Bung Syahrir,
08:38dan semua
08:39pendiri-pendiri
08:40bangsa kita
08:42tertuang dengan
08:43sangat jelas
08:44dalam pasal
08:453.3
08:46Undang-Undang Dasar
08:471945.
08:50Dimana
08:51sangat jelas
08:54diamanatkan
08:55bahwa
08:55perekonomian
08:57Indonesia
08:59disusun
09:01sebagai
09:01usaha
09:02bersama
09:02berdasarkan
09:04azaz
09:05kekeluargaan.
09:11Karena itu
09:15kooperasi
09:17harus
09:18diperkuat,
09:20kooperasi
09:21harus bangkit,
09:23berdasarkan
09:23kekeluargaan.
09:23Terima kasih.
Komentar