Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 jam yang lalu


JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi Indonesia di momen Hari Lahir Pancasila 2026.

Prabowo mengatakan ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan beberapa dasawarsa terakhir, namun dampaknya belum merata dan adil bagi seluruh rakyat.

"Marilah kita selalu jujur kepada diri kita sendiri, kita harus mengakui kelemahan-kelemahan dan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi. Selama beberapa dasawarsa terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh. Tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata?" kata Prabowo dalam amanatnya sebagai Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Senin (1/6/2026).

Baca Juga Buka-Bukaan! Hasto Beber Kritik PDIP Diakui Presiden Prabowo: Partai Penyeimbang di https://www.kompas.tv/nasional/672211/buka-bukaan-hasto-beber-kritik-pdip-diakui-presiden-prabowo-partai-penyeimbang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672217/presiden-prabowo-soroti-pertumbuhan-ekonomi-ri-apakah-sudah-merata-dan-adil
Transkrip
00:00Tema peringatan tahun ini, Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan fondasi perdamaian dunia memiliki makna yang sangat mendalam.
00:12Di tengah dunia yang semakin terpecah oleh pertikaian, rivalitas geopolitik, perang dagang, dan ketidakpastian ekonomi, Indonesia memiliki pegangan yang kokoh.
00:33Pegangan itu adalah Pancasila.
00:37Saudara-saudara, Pancasila bukan sekedar dokumen sejarah.
00:44Pancasila juga tidak boleh sekedar slogan yang kita ucapkan dalam setiap upacara.
00:54Pancasila adalah pedoman untuk mengatur kehidupan berbangsa, kehidupan bermasyarakat, kehidupan bernegara.
01:06Termasuk bagaimana kita membangun sistem ekonomi nasional kita.
01:17Salah satu tantangan besar bangsa Indonesia hari ini adalah memastikan bahwa pembangunan ekonomi kita benar-benar berjalan sesuai dengan nilai
01:29-nilai Pancasila.
01:30Marilah kita selalu jujur kepada diri kita sendiri.
01:37Kita harus mengakui kelemahan-kelemahan dan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi.
01:46Selama beberapa dasar warsa terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh.
01:54Tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata, sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil?
02:09Marilah kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang.
02:20Kita memiliki sumber daya alam yang luar biasa.
02:25Kita sudah mengerti kekayaan kita luar biasa.
02:28Kita adalah salah satu produsen terbesar, komoditas-komoditas penting yang dibutuhkan dunia modern, yang dibutuhkan oleh teknologi tinggi.
02:44Kita salah satu produsen terbesar, mineral-mineral penting, tembaga, timah, emas, logam tanah jarang.
02:55Kita produsen, kelapa sawit, batu bara, nikel, komoditas-komoditas pertanian lainnya yang sangat penting.
03:06Dan sekarang kita sudah suasemba dapatkan.
03:13Di mana banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap.
03:20Namun, kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat.
03:34Terlalu lama sebagian nilai tambah atas sumber daya kita dinikmati di luar negeri.
03:42Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri.
03:48Karena itulah saya berkeyakinan bahwa tugas sejarah kita saat ini,
03:56tugas sejarah saya sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8,
04:02sebagai mandataris rakyat,
04:04yang disumpah di hadapan rakyat adalah untuk melakukan transformasi bangsa,
04:17terutama transformasi ekonomi nasional kita.
04:22Transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berlandaskan Pancasila,
04:27menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila.
04:34Saudara-saudara, apa arti ekonomi berdasarkan Pancasila?
04:38Pertama, ekonomi yang religius,
04:45ekonomi yang berkemanusiaan dan ekonomi yang memperkuat persatuan nasional.
04:57Kita percaya bahwa kekayaan alam bukan sekedar komoditas ekonomi.
05:07Kekayaan alam adalah amah Tuhan Yang Maha Esa,
05:10yang harus dikelola secara bertanggung jawab untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat,
05:17dan juga untuk anak dan cucu kita,
05:22untuk masa depan,
05:24untuk generasi-generasi yang akan datang.
05:31Pembangunan ekonomi tidak boleh hanya menghasilkan angka-angka statistik,
05:38pembangunan ekonomi harus menghasilkan kehidupan yang lebih baik
05:42bagi seluruh rakyat Indonesia.
05:47Anak-anak kita,
05:50anak-anak saudara-saudara yang paling lemah,
05:55paling miskin,
05:56paling tidak berdaya,
05:58harus memperoleh gizi yang cukup.
06:03Petani kita harus memperoleh pupuk
06:06yang tepat waktu,
06:09dan harga yang benar.
06:15nelayan kita harus memperoleh
06:17akses pasar yang adil,
06:19dan harus dibantu,
06:22dan harus diberdayakan.
06:25Para nelayan kita adalah produsen protein
06:28yang sangat penting,
06:31agar rakyat kita bisa jadi rakyat yang kuat.
06:36pekerja-pekerja kita harus memperoleh kesempatan,
06:42penghidupan,
06:43dan penghasilan yang layak.
06:46Nasib pekerja kita harus dilindungi,
06:51harus dibantu.
06:53Ketiga,
06:56ekonomi kita harus berfihak
06:59kepada kepentingan nasional
07:02dan kepentingan rakyat.
07:05Ekonomi kita tidak boleh
07:07hanya menguntungkan segelintir orang saja.
07:11Sudah terlalu lama,
07:14harga berbagai kekayaan alam kita
07:16ditentukan oleh pihak lain,
07:20ditentukan di negara lain.
07:23Sudah terlalu lama,
07:24sebagian keuntungan dari sumber daya alam
07:26mengalir ke luar negeri,
07:29dan tidak tinggal
07:30di Ibu Pertiwi.
07:33Karena itu,
07:35pemerintah menentukan
07:37ekspor sumber daya alam satu pintu.
07:41kita juga harus melakukan
07:44investasi besar
07:45di bidang industrialisasi
07:49berdasarkan hilirisasi.
07:52Kita harus memperkuat
07:54pengelolaan devisa hasil ekspor
07:58dan memastikan
08:00bahwa kekayaan Indonesia
08:02memberi manfaat
08:04sebesar-besarnya
08:06kepada seluruh rakyat Indonesia.
08:08keempat,
08:11ekonomi Pancasila
08:13adalah ekonomi
08:14yang egaliter,
08:17ekonomi yang kerakyatan,
08:21ekonomi kita
08:25berdasarkan
08:26rancang bangun
08:28cetak biru
08:31yang dibuat oleh
08:32pendiri-pendiri bangsa kita.
08:35oleh Bung Karno,
08:37Bung Hatta,
08:38Bung Syahrir,
08:38dan semua
08:39pendiri-pendiri
08:40bangsa kita
08:42tertuang dengan
08:43sangat jelas
08:44dalam pasal
08:453.3
08:46Undang-Undang Dasar
08:471945.
08:50Dimana
08:51sangat jelas
08:54diamanatkan
08:55bahwa
08:55perekonomian
08:57Indonesia
08:59disusun
09:01sebagai
09:01usaha
09:02bersama
09:02berdasarkan
09:04azaz
09:05kekeluargaan.
09:11Karena itu
09:15kooperasi
09:17harus
09:18diperkuat,
09:20kooperasi
09:21harus bangkit,
09:23berdasarkan
09:23kekeluargaan.
09:23Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan