00:00Ada tiga korban yang belum ditemukan.
00:05Informasi lebih lanjut soal ledakan di Kampung Yenures, Biak, Papua.
00:09Kita akan tanyakan langsung kepada Kabupaten Humas, Polda, Papua, Kombes Cahyo Soekarnito.
00:14Selamat pagi, Pak Cahyo.
00:16Selamat pagi, Mas Primana.
00:18Selamat pagi para pemirsa Kompas TV dimanapun berada.
00:23Selamat memperingati hari lahir Pancasila.
00:25Baik, Pak Cahyo, ini kami ingin pastikan kembali terkait dengan jumlah korban meninggal maupun terluka.
00:32Masih dengan jumlah lima tadi, Pak, untuk yang korban meninggal dunia?
00:36Dapat saya update ya, Mas Bre.
00:41Untuk korban, lima korban meninggal dunia atas nama Devin Rauh Baba, 41 tahun.
00:49Maurice Rauh Baba, 24 tahun.
00:51Carmilla Ayur Baba, 25 tahun.
00:54Israel Rauh Baba, 7 tahun.
00:56Dan Israel Rauh Baba, 5 tahun.
00:59Semua jenazah sementara berada di Rumah Sakit Umum Daerah Biak.
01:03Dan rencananya hari ini akan dimakamkan di TPU Surido, Distrik Biak Kota.
01:08Sementara tiga korban belum ditemukan.
01:11Ada atas nama Julianus Rauh Baba, 26 tahun.
01:15Dua, Lai Madura, 45 tahun.
01:18Dan Anies Marandok, 27 tahun.
01:21Sementara memang sudah ditemukan beberapa bagian tubuh di lokasi maupun di perairan
01:30atas bantuan rekan-rekan nelayan dan juga Basarnas dari kantor Biak.
01:39Demikian, Mas Bre.
01:40Untuk korban luka, untuk saat ini masih dirawatkah ada berapa dan bagaimana kondisi mereka?
01:48Sementara, rata-rata mengalami ruka ringan ada 19, Mas Bre.
01:54Dan juga masyarakat terdampak mengungsi ada 55 orang dengan rincian balita tiga dan dewasa 52.
02:0415 korban luka, 55 mengungsi.
02:07Kemudian untuk korban hilang tadi Pak, tiga orang disebutkan sudah ada ditemukan bagian tubuh.
02:12Apakah ini masih menunggu misalnya identifikasi ataupun penemuan bagian tubuh lainnya?
02:16Betul, karena memang kita membutuhkan dari DVI, Inavis nanti untuk identifikasi.
02:26Sementara juga dapat saya sampaikan bahwa tim dari Jibom, Satprimopolda, Papua, direncanakan siang ini bertolak ke Biak dari Jayapura.
02:41Mereka akan melakukan apa?
02:43Ataukah penyisiran adanya misalnya bom lain yang masih belum ledak ataupun belum ditemukan Pak?
02:50Kita pasti akan, yang pertama karena memang sesuai SOP, penanganan harus sterilisasi.
03:00Jadi patut diduga masih ada barang atau bahan-bahan lain yang mungkin membahayakan nanti akan dilaksanakan sterilisasi oleh tim Jibom.
03:09Selanjutnya baru akan dilaksanakan olah tempat kejadian perkara. Demikian Mas Berimanan.
03:14Baik, untuk pemicunya Pak, apakah memang ini kemudian bom tersebut itu memang terkena galian atau memang tiba-tiba saja kemudian
03:24meledak dan melukai dan juga menewaskan korban?
03:27Sementara kita belum ketahui, fokus utama dari Bolda, Papua dalam hal ini, Polres Biak adalah mengamankan tempat kejadian perkara.
03:39Dan yang kedua pastinya penanganan korban. Demikian.
03:45Oke, Anda sebutkan juga sebelumnya bahwa ini adalah bom sisa perang dunia kedua.
03:50Kemudian apa yang bisa menguatkan dugaan tersebut? Apakah memang sudah dilihat ada sisa-sisa dari ledakan tersebut yang bisa diidentifikasi
03:58memang sebagai bom sisa perang gitu Pak?
04:02Seperti kita ketahui bahwa Biak sebelumnya adalah pangkalan armada milik kekaisaran Jepang yang direbut oleh sekutu pada tahun 1944.
04:15Dan sementara dan selama ini banyak peninggalan-peninggalan baik kapal, pesawat maupun barang-barang yang berkaitan dengan perang dunia kedua
04:25ditemukan di wilayah Biak dan perairan Biak.
04:28Demikian, Mas Bram.
04:30Oke, tapi adakah misalnya dugaan untuk menyelidiki sebab-sebab lain? Misalnya ternyata itu adalah bom ikan karena memang di situ
04:37adalah kampung nelayan, Pak?
04:40Sementara kita belum ke arah sana, seperti tadi saya sampaikan, kita fokus pada penanganan korban dan pengamanan TKP.
04:50Saya mengingat, kita patut duga masih ada barang-barang lain di seputaran tersebut.
04:55Nanti hasil dari pengembangan, penyelidikan, kita akan update kembali.
05:01Mas Hurim.
05:02Oke, sejauh ini bagaimana kondisi di kampung nelayan yang tempat bom tersebut meledak, Pak?
05:07Apakah memang sudah disterilisasi ataupun misalnya dikosongkan?
05:11Dalam jarak berapa kilometer kira-kira, Pak?
05:15Sementara sudah dikosongkan dari cara aman, petugas sudah melakukan penjagaan di sana, pengamanan di sana.
05:24Dan sementara, masyarakat terdampak telah difasilitasi oleh pemerintah daerah dalam hal ini.
05:30Pemerintah Kabupaten Biak ditempatkan di rumah singgah dan dibangun tenda sejumlah yang tadi saya sampaikan 55 jiwa. Demikian.
05:41Baik, ini selain rumah-rumah yang rusak tentunya masih ada rumah lain yang masih utuh di sekitar sana.
05:47Mengingat mungkin ataupun kemungkinan masih akan ada benda-benda lain yang membahayakan.
05:53Bagaimana dengan warga-warga yang rumahnya masih utuh dan juga masih tinggal di sana? Apakah ada antisipasi tertentu, Pak?
05:59Tadi, seperti saya sampaikan, sudah disampaikan untuk mengungsi dan pemerintah daerah sudah menyediakan fasilitas di rumah singgah dan juga tenda
06:11sementara atau tenda penampungan.
06:13Oke, berarti 55 orang ini tidak hanya yang rusak ya, Pak?
06:15Sudah dengan stakeholder terkait, khususnya TNI Polri di sana melakukan pengamanan, sekaligus jangkuhan juga ledakan pasti sudah diminimalkan.
06:26Demikian, Mas Prem.
06:28Oke, baik. Kita tunggu nanti informasi terkini dari sana, terutama soal olah TKP dan juga bagaimana penyebabnya dan juga apa
06:35yang kemudian menyebabkan ledakan ini.
06:36Terima kasih, Pak Kompas Cahyo Soekarni, Tokabidum Mas Polda, Papua, sudah bergabung di Sapa Indonesia Pagi. Selamat pagi, Pak.
06:44Terima kasih. Selamat pagi, Mas Bermanan dan Kompas TV.
06:49Dan saudara...
Komentar