Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 jam yang lalu


KOMPAS.TV - Ledakan yang terjadi pada Minggu (31/5/2026) di Kabupaten Biak Numfor, Papua, menyebabkan 5 orang meninggal dunia. Polda Papua masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti ledakan tersebut.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, mengungkapkan lima korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RSUD Biak. Cahyo mengatakan dugaan ledakan yang terjadi di Kampung Yenures, Kabupaten Biak Numfor, masih dalam penyelidikan.

"Seperti kita ketahui bahwa Biak sebelumnya adalah pangkalan armada milik kekaisaran Jepang yang direbut oleh sekutu pada tahun 1944," kata Cahyo dalam program Sapa Pagi, Senin (1/6/2026).

"Selama ini banyak peninggalan-peninggalan baik kapal ee pesawat maupun barang-barang yang berkaitan dengan Perang Dunia Kedua ditemukan di wilayah Biak dan perairan Biak," sambungnya.

Baca Juga Mengerikan! Bom Diduga Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak Papua, 5 Orang Tewas | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/672165/mengerikan-bom-diduga-sisa-perang-dunia-ii-meledak-di-biak-papua-5-orang-tewas-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672214/kabid-humas-polda-papua-soal-ledakan-di-biak-diduga-berasal-dari-bom-sisa-perang-dunia-ii
Transkrip
00:00Ada tiga korban yang belum ditemukan.
00:05Informasi lebih lanjut soal ledakan di Kampung Yenures, Biak, Papua.
00:09Kita akan tanyakan langsung kepada Kabupaten Humas, Polda, Papua, Kombes Cahyo Soekarnito.
00:14Selamat pagi, Pak Cahyo.
00:16Selamat pagi, Mas Primana.
00:18Selamat pagi para pemirsa Kompas TV dimanapun berada.
00:23Selamat memperingati hari lahir Pancasila.
00:25Baik, Pak Cahyo, ini kami ingin pastikan kembali terkait dengan jumlah korban meninggal maupun terluka.
00:32Masih dengan jumlah lima tadi, Pak, untuk yang korban meninggal dunia?
00:36Dapat saya update ya, Mas Bre.
00:41Untuk korban, lima korban meninggal dunia atas nama Devin Rauh Baba, 41 tahun.
00:49Maurice Rauh Baba, 24 tahun.
00:51Carmilla Ayur Baba, 25 tahun.
00:54Israel Rauh Baba, 7 tahun.
00:56Dan Israel Rauh Baba, 5 tahun.
00:59Semua jenazah sementara berada di Rumah Sakit Umum Daerah Biak.
01:03Dan rencananya hari ini akan dimakamkan di TPU Surido, Distrik Biak Kota.
01:08Sementara tiga korban belum ditemukan.
01:11Ada atas nama Julianus Rauh Baba, 26 tahun.
01:15Dua, Lai Madura, 45 tahun.
01:18Dan Anies Marandok, 27 tahun.
01:21Sementara memang sudah ditemukan beberapa bagian tubuh di lokasi maupun di perairan
01:30atas bantuan rekan-rekan nelayan dan juga Basarnas dari kantor Biak.
01:39Demikian, Mas Bre.
01:40Untuk korban luka, untuk saat ini masih dirawatkah ada berapa dan bagaimana kondisi mereka?
01:48Sementara, rata-rata mengalami ruka ringan ada 19, Mas Bre.
01:54Dan juga masyarakat terdampak mengungsi ada 55 orang dengan rincian balita tiga dan dewasa 52.
02:0415 korban luka, 55 mengungsi.
02:07Kemudian untuk korban hilang tadi Pak, tiga orang disebutkan sudah ada ditemukan bagian tubuh.
02:12Apakah ini masih menunggu misalnya identifikasi ataupun penemuan bagian tubuh lainnya?
02:16Betul, karena memang kita membutuhkan dari DVI, Inavis nanti untuk identifikasi.
02:26Sementara juga dapat saya sampaikan bahwa tim dari Jibom, Satprimopolda, Papua, direncanakan siang ini bertolak ke Biak dari Jayapura.
02:41Mereka akan melakukan apa?
02:43Ataukah penyisiran adanya misalnya bom lain yang masih belum ledak ataupun belum ditemukan Pak?
02:50Kita pasti akan, yang pertama karena memang sesuai SOP, penanganan harus sterilisasi.
03:00Jadi patut diduga masih ada barang atau bahan-bahan lain yang mungkin membahayakan nanti akan dilaksanakan sterilisasi oleh tim Jibom.
03:09Selanjutnya baru akan dilaksanakan olah tempat kejadian perkara. Demikian Mas Berimanan.
03:14Baik, untuk pemicunya Pak, apakah memang ini kemudian bom tersebut itu memang terkena galian atau memang tiba-tiba saja kemudian
03:24meledak dan melukai dan juga menewaskan korban?
03:27Sementara kita belum ketahui, fokus utama dari Bolda, Papua dalam hal ini, Polres Biak adalah mengamankan tempat kejadian perkara.
03:39Dan yang kedua pastinya penanganan korban. Demikian.
03:45Oke, Anda sebutkan juga sebelumnya bahwa ini adalah bom sisa perang dunia kedua.
03:50Kemudian apa yang bisa menguatkan dugaan tersebut? Apakah memang sudah dilihat ada sisa-sisa dari ledakan tersebut yang bisa diidentifikasi
03:58memang sebagai bom sisa perang gitu Pak?
04:02Seperti kita ketahui bahwa Biak sebelumnya adalah pangkalan armada milik kekaisaran Jepang yang direbut oleh sekutu pada tahun 1944.
04:15Dan sementara dan selama ini banyak peninggalan-peninggalan baik kapal, pesawat maupun barang-barang yang berkaitan dengan perang dunia kedua
04:25ditemukan di wilayah Biak dan perairan Biak.
04:28Demikian, Mas Bram.
04:30Oke, tapi adakah misalnya dugaan untuk menyelidiki sebab-sebab lain? Misalnya ternyata itu adalah bom ikan karena memang di situ
04:37adalah kampung nelayan, Pak?
04:40Sementara kita belum ke arah sana, seperti tadi saya sampaikan, kita fokus pada penanganan korban dan pengamanan TKP.
04:50Saya mengingat, kita patut duga masih ada barang-barang lain di seputaran tersebut.
04:55Nanti hasil dari pengembangan, penyelidikan, kita akan update kembali.
05:01Mas Hurim.
05:02Oke, sejauh ini bagaimana kondisi di kampung nelayan yang tempat bom tersebut meledak, Pak?
05:07Apakah memang sudah disterilisasi ataupun misalnya dikosongkan?
05:11Dalam jarak berapa kilometer kira-kira, Pak?
05:15Sementara sudah dikosongkan dari cara aman, petugas sudah melakukan penjagaan di sana, pengamanan di sana.
05:24Dan sementara, masyarakat terdampak telah difasilitasi oleh pemerintah daerah dalam hal ini.
05:30Pemerintah Kabupaten Biak ditempatkan di rumah singgah dan dibangun tenda sejumlah yang tadi saya sampaikan 55 jiwa. Demikian.
05:41Baik, ini selain rumah-rumah yang rusak tentunya masih ada rumah lain yang masih utuh di sekitar sana.
05:47Mengingat mungkin ataupun kemungkinan masih akan ada benda-benda lain yang membahayakan.
05:53Bagaimana dengan warga-warga yang rumahnya masih utuh dan juga masih tinggal di sana? Apakah ada antisipasi tertentu, Pak?
05:59Tadi, seperti saya sampaikan, sudah disampaikan untuk mengungsi dan pemerintah daerah sudah menyediakan fasilitas di rumah singgah dan juga tenda
06:11sementara atau tenda penampungan.
06:13Oke, berarti 55 orang ini tidak hanya yang rusak ya, Pak?
06:15Sudah dengan stakeholder terkait, khususnya TNI Polri di sana melakukan pengamanan, sekaligus jangkuhan juga ledakan pasti sudah diminimalkan.
06:26Demikian, Mas Prem.
06:28Oke, baik. Kita tunggu nanti informasi terkini dari sana, terutama soal olah TKP dan juga bagaimana penyebabnya dan juga apa
06:35yang kemudian menyebabkan ledakan ini.
06:36Terima kasih, Pak Kompas Cahyo Soekarni, Tokabidum Mas Polda, Papua, sudah bergabung di Sapa Indonesia Pagi. Selamat pagi, Pak.
06:44Terima kasih. Selamat pagi, Mas Bermanan dan Kompas TV.
06:49Dan saudara...
Komentar

Dianjurkan