Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Presiden RI, Prabowo Subianto menyinggung soal kebijakan pemerintahannya untuk ekspor sumber daya alam satu pintu saat menyampaikan pidato di Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026).

"Sudah terlalu lama sebagian keuntungan dari sumber daya alam mengalir ke luar negeri dan tidak tinggal di Ibu Pertiwi. Karena itu, pemerintah menentukan ekspor sumber daya alam satu pintu," ungkap Presiden Prabowo.

"Kita memperbaiki tata kelola agar kekayaan bangsa tidak terus bocor dan tidak terus mengalir ke luar negeri," lanjutnya.

Diketahui, Presiden Prabowo telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA) hingga pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menuju skema ekspor pertambangan hingga sawit satu pintu.

Baca Juga Kala Presiden Prabowo Tak Mau Jalan Dahului Megawati-Bergandengan di Upacara Hari Lahir Pancasila di https://www.kompas.tv/nasional/672203/kala-presiden-prabowo-tak-mau-jalan-dahului-megawati-bergandengan-di-upacara-hari-lahir-pancasila

#prabowo #pancasila #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672207/presiden-prabowo-singgung-ekspor-tambang-sawit-1-pintu-agar-kekayaan-bangsa-tak-terus-bocor
Transkrip
00:00Pembangunan ekonomi tidak boleh hanya menghasilkan angka-angka statistik.
00:06Pembangunan ekonomi harus menghasilkan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.
00:15Anak-anak kita, anak-anak saudara-saudara yang paling lemah, paling miskin, paling tidak berdaya,
00:26harus memperoleh gizi yang cukup.
00:31Petani kita harus memperoleh pupuk yang tepat waktu dan harga yang benar.
00:43Nelayan kita harus memperoleh akses pasar yang adil dan harus dibantu dan harus diberdayakan.
00:53Para nelayan kita adalah produsen protein yang sangat penting agar rakyat kita bisa jadi rakyat yang kuat.
01:04Pekerja-pekerja kita harus memperoleh kesempatan, penghidupan dan penghasilan yang layak.
01:21Ketiga, ekonomi kita harus berfihak kepada kepentingan nasional dan kepentingan rakyat.
01:39Sudah terlalu lama harga berbagai kekayaan alam kita ditentukan oleh pihak lain, ditentukan di negara lain.
01:50Sudah terlalu lama sebagian keuntungan dari sumber daya alam mengalir ke luar negeri dan tidak tinggal di Ibu Pertiwi.
02:00Karena itu, pemerintah menentukan ekspor sumber daya alam satu pintu.
02:10Kita juga harus melakukan investasi besar di bidang industrialisasi berdasarkan hilirisasi.
02:20Kita harus memperkuat pengelolaan devisa hasil ekspor.
02:26Dan memastikan bahwa kekayaan Indonesia memberi manfaat sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia.
02:37Keempat, ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang egaliter, ekonomi yang kerakyatan, ekonomi kita.
02:51Nah, berdasarkan rancang bangun cetak biru yang dibuat oleh pendiri-pendiri bangsa kita.
03:03Oleh Bung Karno, Bung Hatta, Bung Syahrir dan semua pendiri-pendiri bangsa kita.
03:10Tertuang dengan sangat jelas dalam pasal 3.3 Undang-Undang Dasar 1945.
03:16Di mana sangat jelas diamanatkan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan azaz kekeluargaan.
03:39Karena itu, kooperasi harus diperkuat.
03:48Kooperasi harus bangkit.
03:52Kooperasi adalah salah satu alat untuk mengangkat rakyat kita dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan.
04:09Usaha kecil dan menengah harus kita perkuat.
04:14Dan desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
04:21Saudara-saudara, karena itu rakyat harus menjadi pelaku utama dari pembangunan.
04:27Bukan sekedar obyek pembangunan.
04:31Apalagi hanya menjadi alat pembangunan.
04:36Kelima, ekonomi kita adalah ekonomi yang berkeadilan sosial.
04:45Inilah tujuan dari seluruh perjuangan kita.
04:49Pertumbuhan ekonomi harus disertai pemerataan.
04:54Kemajuan harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
04:59Saudara-saudara, atas dasar itulah pemerintah saat ini melakukan berbagai langkah transformasi.
05:07Kita tidak hanya mau bicara pembangunan.
05:11Kita sekarang punya cita-cita yang lebih berani.
05:15Kita sedang dan akan menjalankan terus strategi transformasi bangsa.
05:28Strategi kita sejatinya adalah transformasi menjadi haluan yang sejalan dengan Pancasila.
05:40Kita memperkuat hilirisasi sumber daya alam.
05:44Kita membangun ketahanan pangan nasional.
05:47Kita memperkuat kooperasi dan ekonomi desa.
05:51Kita terus memberi makan bergizi gratis untuk membangun generasi Indonesia yang sehat dan unggul dan cerdas.
06:00Kita memperkuat pendidikan, kesehatan, dan pembangunan manusia.
06:05Kita memperbaiki tata kelola agar kekayaan bangsa tidak terus bocor dan tidak terus mengalir ke luar negeri.
06:18Saudara-saudara, suatu transformasi, suatu perubahan yang besar tidak mudah.
06:27Kita akan menghadapi rintangan, kita akan menghadapi tantangan.
06:34Mungkin juga kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi,
06:44suka dengan penyeludupan, suka dengan tindakan-tindakan ekonomi yang ilegal.
06:57Kita akan mungkin menghadapi perlawanan dari mereka-mereka yang tidak cinta tanah air,
07:04bahkan berusaha terus untuk memperlemah NKRI.
07:10Tapi bangsa yang besar harus berani, kita harus berani ambil keputusan yang benar, walaupun sulit.
07:19Kita harus berani membela rakyat kita.
07:24Kita tidak boleh mewariskan kemudahan jangka pendek,
07:28tapi mengorbankan masa depan anak-anak dan cucu-cucu kita.
07:35Tidak ada negara yang merdeka tanpa kemakmuran.
07:43Kita tidak mau jadi bangsa yang tergantung oleh bangsa lain.
07:49Karena sesungguhnya tidak ada bangsa lain yang akan kasihan sama kita.
07:55Kalau kita dalam kesulitan, kalau rakyat kita lapar,
07:59kalau rakyat kita dalam kesulitan,
08:02tidak ada bangsa lain, kekuatan lain yang akan kasihan atau membantu kita.
08:08Sebagaimana pendiri bangsa kita,
08:12sebagaimana proklamator kita,
08:15Bung Karno pernah menganjurkan kepada kita,
08:20kita harus berani berdiri di atas kaki kita sendiri.
08:25Itu adalah inti sari daripada negara yang berdaulat.
08:33Saudara-saudara,
08:34Pancasila terah mempersatukan bangsa Indonesia selama 81 tahun.
08:41Banyak pihak, banyak negara yang mengatakan Indonesia tidak bisa utuh,
08:48Indonesia tidak bisa bertahan.
08:51Karena terlalu banyak perbedaan,
08:54terlalu banyak suku bangsa,
08:55terlalu banyak bahasa daerah,
08:57terlalu banyak adat yang berbeda.
08:59Tapi kita buktikan hari ini,
09:02kita masih menjadi bangsa yang utuh,
09:05bangsa yang bersatu.
09:08Dan,
09:09saya yakin,
09:11ketika kita menjalankan Pancasila secara sungguh-sungguh,
09:15di bidang politik,
09:17di bidang hukum,
09:18di bidang sosial,
09:20di bidang budaya,
09:21dan terutama di bidang ekonomi,
09:23saya yakin Indonesia tidak hanya akan menjadi negara maju dan mahmur,
09:30Indonesia akan menjadi bangsa yang dihormati oleh bangsa-bangsa lain.
09:38Karena rakyatnya sejahtera.
09:42Bangsa yang kuat karena persatuannya.
09:45Bangsa yang mahmur karena keadilannya.
09:48Bangsa yang besar karena kemanusiaannya.
09:52Bangsa yang mampu menjadi kekuatan bagi perdamaian dunia.
09:58Bangsa yang tidak minta-minta bantuan.
10:01Bangsa yang mampu membantu bangsa-bangsa lain.
10:06Mari kita jaga Pancasila.
10:08Mari kita amalkan Pancasila.
10:11Mari kita wujudkan Indonesia yang adil, mahmur,
10:15berdaulat, dan bermartabat.
10:18Terima kasih.
10:19Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
10:22Salam sejahtera bagi kita sekalian.
10:25Shalom, salve,
10:26Om, santi, santi, santi, om,
10:29namo budaya,
10:30salam kebajikan,
10:32salam Pancasila.
10:34Merdeka!
10:37Merdeka!
10:38Merdeka!
10:40Merdeka!
10:41Merdeka!
10:41Merdeka!
10:42Merdeka!
10:42Merdeka!
Komentar

Dianjurkan