Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta agar suara-suara kritis dari masyarakat sipil tidak dibungkam melalui penggunaan pasal-pasal yang dinilai multitafsir atau kerap disebut sebagai pasal karet.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasto usai menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila.

Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi dan harus dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap jalannya pemerintahan.

"Karena itulah sebaiknya kita mendengarkan berbagai masukan. Masukan suara kritis jangan kemudian dibungkam dengan menggunakan pasal-pasal karet yang ada di dalam hukum," ujarnya.

Hasto Kristiyanto mengatakan pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila diharapkan menjadi momentum bagi para pemimpin bangsa untuk membahas berbagai persoalan strategis terkait arah masa depan Indonesia.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Joshua

#prabowo #pancasila #megawati

Baca Juga Demi Chemistry Timnas Indonesia, John Herdman Jaga Kontinuitas Komposisi Pemain di https://www.kompas.tv/olahraga/672172/demi-chemistry-timnas-indonesia-john-herdman-jaga-kontinuitas-komposisi-pemain



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672182/hasto-beberkan-pertemuan-prabowo-megawati-hingga-singgung-pasal-karet-bungkam-suara-kritis
Transkrip
00:00Karena itulah sebaiknya kita mendengarkan berbagai masukan, masukan suara kritis jangan kemudian dibungkam.
00:06Jadi pada hari ini Dewan Pimpinan Pusat Pili Perjuangan dan seluruh jajaran DPD-DPC
00:12yang menjalankan keputusan dari pemerintah yang telah menetapkan 1 Juni 1945 sebagai hari lahirnya Pancasila
00:24yang diperingati secara nasional dan tidak dijadikan sebagai hari libur nasional.
00:32Sehingga peringatan tersebut harus disertai dengan pemahaman terhadap seluruh aspek sejarah pemikiran-pemikiran
00:40yang telah melahirkan Pancasila dengan faksa-fahnya sebagaimana dipidatokan oleh Bung Tarno pada tanggal 1 Juni 1945.
00:50Nah kemarin malam saya mendapat arahan dari Ibu Megawati Sukarno Putri
00:55karena hari ini beliau hadir memperingati peringatan lahirnya Pancasila
01:03bersama-sama dengan Presiden Republik Indonesia, Bapak Presiden Prabowo
01:09dan juga dengan seluruh jajaran DPD-DP dan seluruh aparatur negara
01:14mengingat kapasitas Ibu Megawati Sukarno Putri sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.
01:23Ada pertanyaan dipersilakan.
01:25Apa yang bisa dimaknai dari kaitan Ibu Megawati di upacara bersama Presiden
01:31karena kan kita tahu posisi PDP sebagai penyeimbang gitu.
01:34Ya dari arahan Ibu Ketua Umum sangat jelas bahwa memperingati Pancasila bukan dilihat dari aspek historisnya semata
01:41tapi memahami seluruh falsafahnya, narasi dan spirit pembebasan
01:47karena Pancasila itu lahir sebagai suatu kontemplasi ideologis
01:52terhadap harapan dari seluruh rakyat Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan yang sejati.
01:59Dan juga beliau juga memberikan harapan bagaimana Pancasila itu juga sebagai cita-cita geopolitik
02:04sebagai lifeline tata dunia baru yang menunjukkan kemimpinan Indonesia bagi dunia.
02:09Karena itulah Indonesia dengan Pancasila seharusnya menjadi contoh keteladanan
02:14bagaimana nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, nilai kebangsaan, kemudian musawarah dan keadilan sosial
02:22itu betul-betul diwujudkan. Ini nilai-nilai inilah yang harus dipahami
02:27praksis sosial dari Pancasila dalam kehidupan politik bermasyarakat dan bernegara.
02:33Karena itulah kita tidak boleh membiarkan adanya penidasan, adanya penghisapan
02:37karena Pancasila itu berpihak dari narasi falsafah manusia yang diambil dari kaum marhen,
02:45rakyat petani, buruh nelayan, mereka yang miskin dan yang menjadi korban
02:50dari sistem kapitalisme global.
02:53Jadi sebalik kehadiran Ibu Megha di Istana pun tidak tertam-ertam menjelaskan soal oposisi atau tidak?
03:00Kita kan tidak mengenal adanya oposisi dalam konstitusi pemerintahan negara kita.
03:07Bahkan dalam pidato Presiden Prabowo yang tadi juga saya kutip,
03:10beliau menghormati posisi PD Perjuangan sebagai penyeimbang.
03:15Presiden Prabowo menegaskan dalam rapat paripurna DPR bahwa
03:19demokrasi memerlukan check and balances, demokrasi memerlukan kritik.
03:24Kami mendengar bahwa minggu-minggu ini akan dilakukan pemanggilan
03:29terhadap beberapa kelompok-kelompok masyarakat sipil yang mereka bersuara kritis.
03:36Suara kritis itu terkandung kebenaran.
03:40Suara kritis itu muncul dari rasa cinta agar pemerintahan negara itu bisa berjalan dengan baik.
03:47Karena itu sebaiknya kita mendengarkan berbagai masukan.
03:50Masukan suara kritis jangan kemudian dibungkam dengan menggunakan pasal-pasal karet yang di dalam hukum.
04:03Ya tadi kan kami menyampaikan beberapa contoh pertanyaan kritis dan reflektif
04:09sebagai suatu bentuk kontemplasi kita bahwa Pancasila itu mencita-citakan perubahan struktur
04:16perekonomian, struktur politik, struktur budaya agar tidak ada lagi penindasan.
04:23Kemerdekaan itu harus diwujudkan dalam kemerdekaan itu tidak hanya berserikat berkumpul, bersuara,
04:30tapi juga kemerdekaan itu berusaha.
04:33Jadi aspek inisiatif usaha ekonomi rakyat yang difasilitasi oleh pemerintahan negara
04:39itu harus diwujudkan sebagai bagian dalam keadilan di bidang perekonomian.
04:44Kami sangat khawatir di dalam berbagai persoalan perekonomian saat ini
04:50ini akibat makna dari Pancasila sebagai upaya membangun sistem perekonomian yang berkeadilan
04:57yang mengedepankan kekuatan rakyat itu diganti oleh kekuatan oligarki.
05:13PDI Perjuangan sendiri kan mengalami keterputusan sejarah, jadi pada masa Orde Baru.
05:20Misalnya memperingati hari lahirnya Pancasila 1 Juni 1945 saat itu dilarang.
05:25Sehingga kita kehilangan orientasi sebagai bangsa terhadap cita-cita pembentukan bangsa Indonesia
05:31dan pembentukan negara Republik Indonesia.
05:35Karena itulah dilakukan pelurusan sejarah dan konsolidasi ideologi.
05:39Nah Mas Prananda Prabowo mengambil peran di situ.
05:43Misalnya lagu himna PDI Perjuangan diperkenalkan itu ciptaan dari Mas Prananda,
05:50kemudian memperkenalkan dedication of life, bahwa per politik itu bergerak ke bawah.
05:57Politik itu harus dengan raja cinta, petanan air, rakyat, bangsa, dan negara.
06:01Bukan untuk kepentingan orang per orang.
06:03Dan itu harus dibacakan oleh Anarantik.
06:06Kemudian juga terakhir tentang pentingnya
06:12lagu Mars Bung Karno Bapak Marhenis.
06:16Karena selama ini kita berbicara marhen, itu kemudian dicap, dicap komunis dan sebagainya.
06:24Padahal ini adalah satu realitas sosial yang terjadi sebagai setting historis bagi Bung Karno
06:30untuk memerdekakan rakyat Indonesia yang terpinggirkan.
06:33Mereka mandiri tapi mereka harus dibangun kesadarannya.
06:36Maka lagu Mars Bung Karno Bapak Marhenis itu sangat penting
06:41dan diperkenalkan kembali oleh Mas Pernanda Parabowo dengan aransmen yang baru.
06:47Itu membangunkan kesadaran kita tentang watak sejati Pancasila
06:52untuk merubah struktur yang menindas berdasarkan nilai-nilai ketuhanan,
06:58kemanusiaan, keadilan, kebangsaan, dan kerakyatan itu sendiri.
07:09Sebenarnya kalau kita melihat dari sejarah kemerdekaan bangsa ini,
07:13tidak ada yang tidak terlepas dari sejarah Bung Karno, Bung Hatta, Tan Malaka,
07:20dan begitu banyak panggawan lain.
07:22Ini yang kemudian harus digali pemikiran-pemikirannya.
07:25Sehingga dalam mata pelajaran sejarah harus menggali seluruh spirit itu.
07:31Inilah yang kemudian sementaranya dilupakan.
07:34Bagi PD Perjuangan, lagu Mars Bung Karno Bapak Marhenis,
07:39yang penting adalah spiritnya itu.
07:41Spirit tentang kemerdekaan kita, tentang politik kita,
07:44itu untuk rakyat Marhen.
07:48Itu penuh dengan upaya-upaya nyata,
07:51bagaimana kebijakan-kebijakan ideologis sampai teknokratis,
07:55itu memberi kemanfaatan bagi rakyat.
07:57Kita sudah tertinggal dengan Singapura,
07:59bahkan dengan Malaysia,
08:01pendidikan kita menurun kualitasnya,
08:03maka dengan spirit lagu Bung Karno Bapak Marhen,
08:08kita memperkuat mata sejati politik yang membebaskan
08:13dari berbagai belenggu kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan.
08:18Soal Pak Jokowi yang ini tanggupannya dari PDIP seperti apa?
08:23Dari jawab Mas Jarod,
08:25ya tapi kita melihat,
08:27sekarang kan Presiden Prabowo kita lihat menghadapi berbagai persoalan fiskal.
08:33Itu bukan karena dari Presiden Prabowo,
08:38tapi karena juga akibat-akibat sebelumnya,
08:40bagaimana saat itu misalnya untuk kepentingan elektoral
08:44dipakai belanja bahan sos yang begitu besar
08:47dalam hitungan para pengamat-pengamat politik luar,
08:51itu mencapai lebih dari 13 miliar USD.
08:55Kemudian belanja-belanja infrastruktur yang tidak memberikan suatu multiplier,
09:00efek pemindahan ibu kota,
09:02kebijakan hilirisasi yang ternyata hanya menguntungkan suatu oligarki.
09:07Ini yang kemudian digugat.
09:10Ini kerusakan-kerusakan sistem hukum,
09:13sistem politik, sistem demokrasi,
09:16itu pasti nanti rakyat akan bertanya.
09:18Jadi turun ke bawah bukan persoalan elektoral,
09:22tapi harusnya pertanggung jawaban seorang pemimpin.
09:25Mas Astro, Pak Bader, Bu Megha mengundang Pak Bapakbo
09:29ke acara BPIB hari ini untuk bicara empat mata.
09:32Apa yang mau disampaikan?
09:33Enggak, ini kan acara kenegaraan yang dilakukan
09:39dan sebagai pelaksananya adalah BPIB.
09:42Tentu ini juga menjadi momentum yang baik
09:44bagi para pemimpin bangsa,
09:48pemimpin negara, pemimpin pemerintahan
09:50untuk bertemu seperti antara
09:53Presiden Prabowo dengan Ibu Megawati Soekarno Putri.
09:56Beliau adalah Presiden kelima yang punya banyak pengalaman
10:00dan juga memiliki hubungan baik kedekatan secara personal
10:04dengan Presiden Prabowo.
10:06Sehingga pertemuan itu kita harapkan
10:07akan membahas hal-hal yang strategis
10:11tentang berbagai arah bangsa dan negara ke depan.
10:19Melihat fakta secara utuh,
10:21menelusuri yang tak terlihat.
10:23Satu langkah lebih dekat,
10:24satu langkah lebih mendalam.
10:26Saksikan di poinvestigasi di Kompas TV Channel 11 di Televisional.
10:30Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan