- 6 hours ago
Episode 38 Istri Paruh Waktu Part Time Wife Episode 38 - indonesian drama
Category
ðĨ
Short filmTranscript
00:00How does your heart feel?
00:53Don't think so funny, Senna. Please.
01:00Don't think so funny, Senna.
01:35Don't think so funny, Senna.
01:36Don't think so funny, Senna.
01:40Don't think so funny, Senna.
01:42Don't think so funny, Senna.
01:47Don't think so funny, Senna.
01:48Don't think so funny, Senna.
01:49Don't think so funny, Senna.
01:50Don't think so funny, Senna.
01:51Don't think so funny, Senna.
01:51Don't think so funny, Senna.
01:52Don't think so funny, Senna.
01:53Don't think so funny, Senna.
01:59I don't know.
02:27Sana, what are you doing in my room?
02:34That's when I was sleeping, I didn't sleep in my room
02:44So, I just asked to make the room for my room to go to my room
02:50So, I took the room from my room
02:57Oh
02:58Oh
03:00What do you want to do?
03:02I'm sorry, I'm going to wake up
03:05I can wake up, it's still not good
03:08I'm sorry, I'm sorry
03:10I'm sorry, I'm sorry
03:12I'm sorry
03:14I'm sorry
03:20I'm sorry
03:21I'm sorry
03:22I'm sorry
03:31I'm sorry
03:32I'm sorry
03:32It's not right if I'm sorry
03:34Davina
03:35I'll go home
03:37Davina will be right
03:44Where are you?
03:45Just come
03:45Oh, yeah
03:46Thank you
03:48Thank you
04:04I
04:04I
04:05I
04:05I
04:05I
04:05I
04:05I
04:05I
04:07I
04:08I
04:16I
04:17I
04:19I
04:21I
04:22I
04:22I
04:23I
04:29I
04:30I
04:30I
04:31I
04:33I
04:35I
04:36I
04:36I
04:36I
04:36I
04:36I
04:37I
04:37I
04:38I
04:38I
04:39I
04:41I
04:41I
04:42I
04:42I
04:51I
04:52I
04:54I
04:56I
04:56I
04:57I
04:57I
05:00I
05:01I
05:01I
05:09I
05:09I
05:10I
05:10I
05:10I
05:14I
05:15I
05:16I
05:16I
05:21I
05:21I
05:23I
05:23I
05:23I
05:24I
05:26I
05:26I
05:26I
05:26I
05:26I
05:27I
05:27I
05:27I
05:27I
05:27And after three days, she didn't have a conversation with the phone and the chat I didn't answer.
05:33You're going to go to Phuket?
05:35What do you mean?
05:37I found a ticket for Phuket to go to Phuket.
05:42You're going to ask her.
05:44But I don't know about Phuket.
05:47Don't fool you.
05:48If you're going to go to Phuket, it's definitely because of you.
05:53Setiap pacaran sama kamu, Rian nggak bisa diatur.
05:58Permisi.
06:04Saya cuma tahu dari Bu Fero, momennya Rian.
06:09Dia pernah bilang ke saya kalau Rian pergi ke Phuket.
06:13Akhirnya,
06:16saya sampai ke Phuket, ke Bangkok, saya cari Rian ke...
06:21seluruh daerah sekitar sana.
06:23Tapi saya nggak nemu petunjuk apapun soal Rian.
06:28Ternyata...
06:28Davina juga cari Rian ke Phuket.
06:31Sama kayak gue.
06:35Ya, tapi...
06:37Kalaupun memang Rian di sana...
06:40Saya yakin dia pasti nggak mau ketemu sama saya.
06:45Dia kan udah sama Desi.
06:58Mbak...
07:12Mbak...
07:14Gini...
07:16Jihan kan pernah bilang kalau mbak itu pacaran sembungi-sembungi.
07:21Emangnya orang tua mbak nggak setuju mbak pacaran sama Rian?
07:29Hmm...
07:30Kalau soal papa sih kayaknya enggak deh.
07:33Papa santai sih.
07:35Karena kan waktu itu saya masih kuliah.
07:37Jadi...
07:38Papa mikirnya...
07:40Hubungan saya sama Rian memang...
07:43Belum dibawa ke jenjang yang lebih serius.
07:48Tapi...
07:49Tapi memang dari dulu yang...
07:53Kurang setuju itu...
07:56Mama Nyerian.
08:00Bu Vero.
08:03Saya nggak tahu kenapa...
08:07Bu Vero segitu nggak sukanya sama saya.
08:11Padahal saya ngerasa saya nggak pernah bawa...
08:15Pengaruh buruk buat Rian saya.
08:19Lalu hubungan kita juga...
08:22Baik-baik aja.
08:23Nggak pernah ada apapun itu.
08:24Saya nggak ngerti kenapa.
08:31Davina sepertinya nggak tahu hubungan dia antara papa dan mamanya.
08:38Mbak.
08:43Ini...
08:45Saya cuman...
08:47Menganalisa aja ya.
08:49Mungkin nggak...
08:52Om Novan itu...
08:56Sudah pernah lihat...
08:59Foto Rian sama Desi.
09:02Jadi...
09:03Om Novan...
09:05Mengira...
09:05Rian itu selingkuh.
09:08Terus...
09:09Om Novan marah...
09:11Sama Rian.
09:13Dan Rian...
09:14Diminta untuk pergi menjauh dari kehidupannya.
09:19Mungkin nggak kayak begitu?
09:22Iya juga ya.
09:23Bisa-bisanya Sena berpikir ke arah sana.
09:25Aku aja nggak kepikiran.
09:31Bu...
09:32Bu...
09:35Oh, Mbak...
09:41Ehm...
09:43Boleh nggak kira-kira...
09:45Saya...
09:48Bantuin Mbak untuk...
09:50Mencari...
09:51Tahu keberadaannya Rian.
09:55Saya nggak akan minta bayaran lagi kok.
09:58Ini ikhlas.
09:59Ikhlas dari diri saya sendiri.
10:01Karena saya memang mau bantu Mbak.
10:03Mbak...
10:07Saya kepingin...
10:10Semua pertanyaan...
10:11Yang ada di kepala Mbak...
10:12Itu bisa terjawab.
10:15Dan Mbak bisa lebih lega, lebih plong.
10:18Mbak nggak terjebak dalam masa lalu lagi.
10:21Mbak bisa menentang hidup lebih baik lagi ke depan.
10:25Dengan siapapun nanti...
10:28Yang...
10:28Tuhan berikan.
10:32Boleh?
10:37Mbak...
10:37Davina mau nggak ya?
10:38Ini mungkin caranya...
10:40Supaya gue bisa dapat informasi lebih jauh dari Rian.
10:46Mau deh.
10:49Terima kasih.
10:54Terus soal foto...
10:57Coba Mbak tanya ke Om Lovan.
11:02Sudah saya tanya ke Papa.
11:05Ya Mbak isyarat lagi.
11:07Kan masih nggak enak pada.
11:09Kamu mau pulang saya hantar?
11:10Nggak usah.
11:11Hantarin kemana?
11:12Kan siapu mau mobil.
11:13Iya, hantarin ke bawah.
11:15Nggak usah, nggak usah.
11:16Mbak isyarat aja.
11:17Udah.
11:19Ya.
11:20Makasih ya.
11:21Udah hantarin sayang dan ngurusin saya.
11:25Terus soal.
11:27Saya pamit ya.
11:28Hati-hati di jalan.
11:30Cepat sebuah.
11:33Makasih.
11:34Kalau ada apa-apa kabarin sayang.
12:21Selamat men.
12:23Ya.
12:23Selamat men.
12:24Ya.
12:29Nih.
12:31Saya udah boleh pulang.
12:32Mbak.
12:33Ya boleh.
12:33Tapi kalau misalnya saya butuhin kamu.
12:36Kamu harus datang ke sini cepet-cepet ya.
12:38Siap, siap.
12:38Ini ke sini, Mbak.
12:46Saatnya gue balik ke markas dah.
12:57Diip-diip.
12:58Kamu seneng kan balik ke kamar aku lagi?
13:03Jangan robek lagi ya, dip-diip.
13:06Oke.
13:09Kita selfie dulu.
13:11Terus kita kirim ke dipak.
13:17Sini.
13:26Sayang, dip-diip udah sembuh dan udah pulang ke rumah.
13:50Sayang, dip-diip udah sembuh dan udah pulang ke rumah.
13:58Oke, sayang.
13:59Dip-diip udah sembuh dan udah pulang ke rumah.
14:00Aku seneng dip-diip udah baik-baik aja.
14:02Kamu jaga dia ya.
14:26Kang.
14:28Masuk.
14:29Ya.
14:37Duduk.
14:42Duduk.
14:43Ada apa kamu mau ketemuan sama saya di sini?
14:46Iya, Kang.
14:48Tadi teh.
14:49Ada polisi yang datang ke warung saya.
14:51Untuk periksa patung Genesa.
14:56Bilang apa, Kang, Barisan?
14:57Eh iya, tapi Kang Dipamat tenang dulu.
15:00Patung Genesa Kang Dipa masih aman.
15:03Tidak ada poin jelasinnya.
15:05Iya kan, jadi begini.
15:07Tadi teh memang ada polisi, Kang.
15:09Datang ke warung saya.
15:10Dia mau periksa patungnya.
15:13Sampai panggil kuratornya, Kang.
15:15Untuk periksa patung itu.
15:18Tapi, Kang.
15:20Tapi, Kang.
15:20Bukan danang namanya kalau tidak bisa melakukan tugas dengan baik, Kang.
15:24Jadi sebelum kurator itu datang, saya teh langsung menukar patung itu dengan yang palsu, Kang.
15:43Jadi kamu inisiatif untuk buat patung Genesa palsu?
15:49Iya, Kang.
15:49Dan bagusnya sekarang.
15:52Jadi polisi itu,
15:54taunya kalau patung Genesa yang ada di warung saya,
15:58ya Pak Asuka.
15:59Gak akan ada yang curiga lagi, pokoknya, Ma.
16:02Aman.
16:05Ya, gak akan ada yang curiga lagi, ya.
16:09Aman, ya.
16:24Aduh!
16:25Aduh!
16:29Dari awal saya udah gak yakin sama mencari ini.
16:33Kamu itu cuma beruntung.
16:38Aku hampir kehilangan patung Genesa.
16:43Rasanya mau aku simpen sendiri aja patung itu.
16:47Tapi polisi masih ngawasin aku.
16:50Kalau patungnya di aku,
16:52polisi jadi punya alasan buat tangkap aku.
16:56Kamu masih ingat?
16:58Muka polisi yang memeriksa patung Genesa itu?
17:01Bukan cuma ingat, Kang.
17:02Saya bahkan sampe fotoin mukanya.
17:05Ini, Kang.
17:08Sebentar, ya.
17:09Nah, yang ini mukanya, Kang.
17:22Polisi ini lagi.
17:24Dia terus cari masalah sama aku.
17:27Pasti dia juga yang udah nangkep Hans.
17:29Sudah cukup main-mainnya, Danau.
17:35Beresin dia.
17:45Dan bersih.
17:48Siapa tuh?
17:54Guset, Yon.
17:56Si sore gini udah tutup lo.
17:58Laku banyak hari ini.
18:00Laku banyak, laku banyak.
18:03Emang enak ketoprak gue.
18:05Bagaimana aja lo?
18:06Biasa habis nantarin Jihan.
18:08Ya udah, ntar aja gue beres-beres. Terus-terus.
18:10Tulangan cepet dia hari ini.
18:14Makanya gue bisa kesini jam segini.
18:16Gue heran deh sama tuh orang tuh.
18:18Berangkat kerja jam 11 siang.
18:20Selesai kerja, jam 2 siang.
18:22Itu kalau misalnya bukan kantor bapak saya sendiri, udah kena SP 3 kali tuh orang.
18:29Terus gimana? Ada update apa pas gue tinggal?
18:31Tadi Bang Tommy, dia bilang patung Ganesha yang di warung Sunda Asri.
18:38Katanya KW, udah ditanya ke Pak Suyono.
18:41Kan?
18:42Tadi udah bilang sama lo kalau patung yang di warung Sunda itu tuh KW.
18:46Eh iya.
18:48Tapi kan gini, kita kan kesono sering tuh.
18:51Bulan lalu, itu patung belum ada.
18:55Patung itu dateng setelah ada kasus di Museum Pusaka Mandala.
19:00Jadi kan curiga lah pasti gue.
19:04Kayaknya itu asli.
19:07Ya...
19:07Walaupun gue belum pernah liat yang asli ya.
19:11Hmm...
19:11Terus, terus.
19:12Kau Mandan bilang apa?
19:14Dia bilang ya...
19:15Kita selidiki lah terus.
19:17Gimana lagi?
19:19Lo gimana?
19:19Ada update apa?
19:21Kemungkinan besar, Yon.
19:22Selama ini Jihan tuh cuma dijadikan alat jadi apa aja.
19:27Dan dia tuh gak tau apapun.
19:28Kalau misalnya selama ini dia dijadikan alatnya Dipa.
19:32Bahkan dia tuh gak tau juga apapun di dalam boneka itu.
19:37Mana dia tuh mau mati-matian lagi yang belain Dipa.
19:41Kemungkinan besarnya nih ya.
19:44Jihan itu tuh gak tau apapun soal bisnis gelapnya Dipa.
19:48Gak mungkin lah.
19:50Kalau feeling gue ya.
19:52Dia tau banyak tentang bisnisnya Dipa.
19:54Satu nih.
19:56Dia punya akses aparteminya Dipa.
19:59Dia tau pascode ke unit aparteminya Dipa.
20:04Itu adalah sebuah indikasi.
20:06Kalau Dipa itu percaya banget sama Jihan.
20:10Jadi kalau semua itu dikasih.
20:12Berarti ada kemungkinan dia akan berbicara dengan santai mengenai bisnis-bisnisnya kepada Jihan.
20:18Disitulah keluar.
20:20Dia percaya sama Jihan.
20:21Dia pasti tau bro.
20:25Ya juga sih.
20:27Ngomongan dulu ya benernya juga.
20:28Atau jangan-jangan selama ini dia tuh acting depan gue.
20:31Kurapa raso polos gitu ya.
20:32Selama ini dia tuh cuman acting terus ngebohongin gue gitu.
20:38Iya gak?
20:40Ya bisa jadi.
20:42Tetep aja lah.
20:43Lo cari informasi.
20:45Bisa Jihan ya.
20:48Jangan sampai lo dibohongin terus.
20:49Laki-laki bro gak boleh dibohongin oleh wanita.
20:53Jadi selama ini Pak Gilang mencuri uang perusahaan?
20:59Iya.
21:00Dan aku tadi marah sekali sama dia.
21:02Aku langsung pecatia tadi.
21:05Keterlaluan banget sih mas.
21:07Kamu udah laporin polisi kan?
21:10Iya kan?
21:12No.
21:14Tapi aku udah bilang sama dia.
21:16Aku sudah bilang sama dia buat pergi sejauh-jauhnya dari aku.
21:19Dia pergi kemana pun aku gak peduli.
21:21Yang penting aku gak mau ngeliat muka dia lagi.
21:25Bagian masih terlalu baik sama orang.
21:29Makanya gampang dibohongin sama orang mas.
21:31Loh.
21:32Kok jadi aku yang salah?
21:34Mak aku selama ini kenal Pak Gilang dia memang orang yang baik kok.
21:38Yang aku gak tau itu kalau dia ternyata sudah menggelapkan dana perusahaan selama 3 tahun yang dia bilang untuk biaya
21:44kuliah anak-anaknya itu.
21:45Ya itu dia mas.
21:46Karena mas tuh terlalu percaya sama dia sampai mas tuh gak sadar kalau udah dibohongin selama 3 tahun.
21:51Ingat ya mas.
21:53Kalau sudah berhubungan dengan uang semua orang itu pasti akan gelap mata mas.
21:58Akan nekat.
21:59Demi memuaskan hasrat mereka sendiri.
22:02Saudara aja bisa jadi musuh loh mas.
22:04Itu semua karena uang.
22:08Ya ya ya.
22:10Oke oke.
22:11Oke.
22:12Lain kali aku akan lebih hati-hati.
22:14Iya dong.
22:16Janji ya.
22:20By the way.
22:21Nah.
22:23Tadi aku meeting sama Seng.
22:25Soal Project Mas karyawan.
22:27Dan dia kasih pengajuan untuk RAB itu.
22:31Angkanya oke banget Mbak Petang.
22:32Berapa dia kasih penawarannya?
22:35Say untuk spek seperti yang dia tawarkan vendor-vendor lainnya ya.
22:39Rata-rata mereka akan minta start from 15 bahkan sampai 20 M.
22:44Ya.
22:45Tebak Sena kasih berapa?
22:47Berapa?
22:489,9 M.
22:50Good deal banget kan?
22:52Mas yakin mas.
22:55Soalnya ada harga itu kan ada rupa ya mas ya.
22:58Jangan-jangan Sena kasih harga murah ke mas.
23:01Karena kualitasnya kurang baik mas.
23:04Atau materialnya diturunin.
23:06Atau bisa juga yang lain.
23:07Ya kan?
23:08Kita harus cari tau dan harus lebih teliti dulu mas.
23:12Oke iya iya.
23:13Bapak ngerti konsep mama.
23:15Tapi ya mas menurut aku.
23:17Gak mungkin Sena akan kayak gitu ya.
23:20Sena itu pacarnya Davina gak mungkin dia akan sengaja untuk lakuin hal-hal seperti itu ke kita.
23:25Lagipula dia udah jamin kok.
23:26Material yang dikasih ke kita nanti nih.
23:28Itu material dengan kualitas terbaik.
23:30So aku pegang ngomongan dia.
23:31Tapi mas.
23:32Mas.
23:33Please.
23:34Percaya sama aku ya.
23:36Sena gak akan nipu kita.
23:38Dia anak yang baik kok aku tau banget ya.
23:42Mungkin yang ada malah selama ini vendor-vendor itu terlalu tinggi markup harganya.
23:47Supaya apa?
23:48Supaya dapat keuntungan yang lebih besar.
23:50Oke?
23:51Ya udah lah.
23:53Terserah kalo mas ngerasa kayak gitu.
23:58Ya.
24:00Oke.
24:01Kasih banyak buat concern kamu ya.
24:04I really appreciate it.
24:10Ma.
24:11Ini aku mau ke kamar belakang dulu ya.
24:14Mau ngapain?
24:16Cari angin.
24:19Gak pusing dikit lagi.
24:20It's okay.
24:20Oke.
24:22Nanti aku langsung ke kamar.
24:23Ya?
24:24Ya mas.
24:26I have.
25:58Sayang.
25:59Apa lagi ngapain?
26:00Nothing. Cuman ya cari angin aja.
26:03Kamu gimana? Udah enakan?
26:04Udah-udah. Udah lumayan mendingan banget.
26:07Syukurlah.
26:07I'm all good now.
26:09Good?
26:11Um...
26:13Ada satu hal yang aku mau tanyain ke Papa.
26:19Sure.
26:21Apa?
26:28Hmm...
26:31Papa tahu enggak soal...
26:39Foto ini.
27:00Dari mana kamu dapat foto itu?
27:04Jadi Papa udah tahu?
27:11Mana arah pertanyaan Davina?
27:13Apa yang dia tahu soal Rian?
27:16Tenang.
27:17Aku harus tenang.
27:18Coba aku tanya Davina dulu.
27:22Papa udah tahu foto ini?
27:24Iya.
27:25Dari kapan, Pa?
27:27Kira-kira delapan tahun.
27:29Papa kenapa nggak pernah bilang ke aku?
27:33Papa kenapa nggak pernah cerita ke aku soal foto ini?
27:41Buat apa?
27:42Buat apa Davina?
27:43Buat apa Papa harus cerita sama kamu soal foto ini?
27:46Apa?
27:47Papa nggak mau lihat kamu sedih karena ngeliat foto ini Davina?
27:50Papa nggak mau lihat kamu terluka.
27:53Sayang please.
27:54Please sayang.
27:54Udah.
27:55Kamu lupain foto ini.
27:56Ya?
27:56Nggak usah dipikirin lagi.
27:58Davina kamu sekarang udah bahagia.
28:00Dan Papa senang lihat kamu bahagia bersama Sena.
28:02Dia laki-laki yang jauh lebih baik.
28:04Buat kamu.
28:05Oke.
28:06Please.
28:11Papa tahu nggak sih?
28:13Selama ini, ini adalah hal yang bikin aku bertanya-tanya sama hidup aku.
28:23Pas selama ini aku mikir, Pa, kenapa Rian ninggalin aku tanpa kabar sedikitpun.
28:30Dia nggak ngabarin aku, Pa.
28:32Selama ini aku bingung.
28:35Kenapa Papa nggak pernah ngomong sama aku?
28:45Apa maksud Davina berbicara seperti itu?
28:49Papa yang bikin Rian hilangkan dari hidup aku?
28:58Apa Davina sudah tahu kalau Rian sudah meninggal?
29:02Apa Davina juga sudah tahu kalau Rian meninggal karena aku?
29:08Astaga.
29:09Siapa yang kasih tahu Davina?
29:11Siapa yang kasih tahu Davina?
29:11Kenapa mungkin Mayang?
29:12Enggak.
29:13Enggak mungkin Mayang yang kasih tahu.
29:15Tapi Davina tahu dari mana?
29:17Apa yang bikin Rian pergi kan dari hidup aku?
29:24Kenapa sih nggak pernah ngomong sama aku dari awal saat foto ini?
29:31Pak, ayo jawab.
29:32Kenapa?
29:38Pak, aku butuh penjelasan.
29:39Pak, jawab.
29:42Pak, aku harus jawab apa?
29:44Apa?
29:45Apa?
29:45Ini saatnya aku untuk jujur sama Davina.
29:55Pasti Rian pergi dari hidup aku.
29:58Itu karena Papa marahin Rian kan?
30:01Papa marahin Rian karena Rian udah selingkuhin aku.
30:06Makanya Tante Faru bilang tahu kalau Rian pergi ke Puket.
30:12Dan semenjak itu Rian nggak pernah sedikitpun ngasih kabar.
30:19Aku nggak pernah denger kabar Rian dari 8 tahun lalu sampai detik ini.
30:25Ini semua gara-gara kamu, Pak.
30:27Kenapa sih nggak pernah ngomong?
30:29Kenapa nggak jelasin nggak aku dari awal?
30:32Puket?
30:34Jadi Davina berpikir,
30:37aku, aku si Rian dari hidupnya dan Rian pergi ke Puket.
30:43Ayo jawab.
30:46Pak, aku iakan saja tebakkan Davina ini.
30:50Sepertinya ini lebih aman.
30:51Daripada Davina tahu kalau yang sebenarnya Rian sudah meninggal.
31:12Ya, Davina.
31:15Ya.
31:17Papa yang minta Rian untuk menjauhi kamu.
31:20Pak!
31:21Karena Rian udah selingkuhin kamu, Davina.
31:22Dan kamu tahu gimana Papa amat sangat membenci perselingkuhan.
31:27Makanya Papa minta.
31:28Dia pergi menjauhi kamu.
31:29Mau Papa nggak peduli, dia mau pergi kemanapun.
31:31Terserah yang penting.
31:32Dia nggak ada lagi di hidup kamu.
31:33Yang penting dia nggak ada lagi di dekat-dekat kamu.
31:43Sayang, please.
31:45Please, Papa minta maaf, ya.
31:48Papa minta maaf karena selama ini Papa sudah nggak jujur sama kamu soal Rian.
31:51Tapi tolong ngertiin posisi Papa.
31:53Papa ngelakuin ini untuk melindungi kamu.
31:55Papa nggak mau ngeliat kamu lama-lama bersedih.
31:57Papa nggak mau kamu lama-lama tersakiti oleh orang yang jelas-jelas sudah tega mengkhianati kamu.
32:02Please.
32:06And you know what?
32:09Yang Papa lakuin ke aku,
32:13itu adalah hal yang paling menyakitkan di hidup aku.
32:23Davina.
32:37Maafin, Papa, Davina.
32:39Lebih baik kamu benci dan marah ke Papa dengan alasan ini
32:42daripada kamu tahu kenyataan yang sebenarnya.
32:53Pak?
32:55Atas nama Anudin?
32:56Oh, bukan, Mas.
32:57Oh, bukan.
32:58Maaf, maaf.
33:00Pak?
33:08Ya.
33:09Atas nama Lita bukan, ya?
33:10Oh, bukan, Mas.
33:11Oh yeah, we'll have to go now.
33:22Well, it's like this.
33:46Oh, my God.
33:49My name is Manunga.
33:58I'm sorry.
34:04I'm sorry.
34:06I'm sorry.
40:51Kalau kartu kredit kamu bisa dipakai lagi.
40:54Nanti kamu bisa beli tas yang seharga laptop.
40:57Oke, oke sayang.
41:27Yeah?
41:57Sakit.
42:27Yeah?
43:48Yeah?
44:18Yeah?
Comments