- 17 jam yang lalu
- #as
- #iran
- #telukpersia
KOMPAS.TV - Eskalasi meningkat di tengah upaya negosiasi damai antara Iran dan Amerika Serikat. Lalu, apakah perang akan kembali pecah di kawasan Teluk Persia? Kita bahas bersama peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Aisha Kusumasomantri, dan dosen Hubungan Internasional FISIP.
#as #iran #telukpersia
Baca Juga Menag Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Wafatnya Maria Bernadeth Latifah Oetama | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/671424/menag-sampaikan-duka-cita-mendalam-atas-wafatnya-maria-bernadeth-latifah-oetama-kompas-petang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/671426/full-peneliti-dan-dosen-hi-bahas-soal-as-iran-masih-terus-saling-serang-di-tengah-upaya-diplomasi
#as #iran #telukpersia
Baca Juga Menag Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Wafatnya Maria Bernadeth Latifah Oetama | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/671424/menag-sampaikan-duka-cita-mendalam-atas-wafatnya-maria-bernadeth-latifah-oetama-kompas-petang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/671426/full-peneliti-dan-dosen-hi-bahas-soal-as-iran-masih-terus-saling-serang-di-tengah-upaya-diplomasi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Eskalasi meningkat di tengah upaya negosiasi damai antara Iran dan Amerika Serikat.
00:05Lalu apakah perang akan kembali pecah di kawasan Teluk Persia?
00:09Saya diskusikan ini bersama peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence Aisyah Kusumasumantri
00:14dan dosen hubungan internasional dari FISIP Universitas Indonesia, Agung Nurwijoyo.
00:19Selamat sore semuanya dengan Tifal di sini.
00:21Selamat sore Mas Tifal.
00:23Terima kasih sudah bergabung bersama kami di libur lebaran kali ini, libur idola hal kali ini.
00:27Tapi kalau melihat eskalasinya nih Mbak Aisyah, kita perlu khawatir bahwa ini akan jadi perang lanjutan
00:32atau malah jauh dari kata perang, dari saling serang di tengah proses damai ini.
00:36Ya terima kasih Mas Tifal. Selamat idul adha sebelumnya.
00:39Terima kasih.
00:40Satu empat-empat untuk semuanya.
00:42Ini sebenarnya perkembangan yang sebenarnya cukup mengkhawatirkan tetapi tidak mengejutkan.
00:48Karena sejak awal kita selalu menduga adanya ruang bahwa perundingan ini akan gagal.
00:53Terutama ketika MOU ditandatangani, sebenarnya kan kita tahu bahwa ada satu spoiling aktor yang ada di sana.
00:59Yaitu adalah Israel.
01:00Pertama kita melihat bahwa memang hubungan diantara Donald Trump dan Netanyahu kemarin sempat renggang sebentar
01:05karena permasalahan perbedaan persepsi terkait perang ini.
01:08Ketika Amerika Serikat, dia berusaha untuk kemudian mencari jalan keluar
01:11dengan memilih salah satu tujuan strategis yang kira-kira bisa dicapai
01:16sambil berusaha untuk kemudian menyenangkan pemilih dalam negerinya
01:19Israel ini ternyata masih terus ingin melanjutkan peperangan.
01:24Apalagi kalau misalnya kita bicara di wilayah Timur Tengah
01:27khususnya di negara-negara yang berbatasan dengan Israel
01:29saat ini Israel juga sudah melakukan operasi darat ke wilayah selatan Lebanon
01:33khususnya berusaha untuk menggeser buffer zonenya itu ke wilayah sampai ke Sumai Litani.
01:38Saya kira sebenarnya sampai itu bisa benar-benar selesaikan
01:41Israel ini akan terus mendorong Amerika Serikat untuk bisa melanjutkan peperangannya.
01:45Di samping itu saya kira sebenarnya masalah Iran
01:48Iran ini merupakan salah satu negara yang dianggap sebagai ancaman bagi Israel
01:52lebih dibandingkan dengan Amerika Serikat gitu
01:54karena tanpa adanya Amerika Serikat
01:56saya kira Israel tidak akan mungkin berani untuk kemudian memulai perang
01:59atau bisa mengusik Iran di situ gitu ya
02:02Oleh karena itu kemarin ketika MOUnya di tanah tangani
02:05sebenarnya ini merupakan salah satu langkah utama di dalam mencapai perdamaian
02:09kenapa MOU ini memberikan ruang sebenarnya
02:11untuk kedua negara bisa bernafas sejenak
02:14bisa membangun confidence building measure
02:15atau kepercayaan ya dan sharing informasi gitu ya
02:18dan kemudian bisa menegosiasikan term dengan lebih rasional gitu
02:23tetapi memang cara untuk menggagalkannya
02:25memang adalah berusaha untuk menggagalkan
02:28si ceasefire-nya terlebih dahulu
02:30sehingga kemudian kondisinya menjadi tidak kondusif
02:32nah sekarang kan kita lihat bahwa kedua negara ini kembali terjebak
02:35di dalam lingkaran ekskalasi
02:38dimana keduanya ini sama-sama tidak mau mengalah nih
02:40karena ketika salah satu merasa bahwa
02:43oh mereka bisa nih
02:43apa namanya
02:45mengurangi misal tensi yang ada di kawasan
02:47maka kemudian hal tersebut akan dimanfaatkan
02:50baik itu untuk Amerika Serikat
02:51ataupun untuk Iran ya
02:52untuk bisa mendapatkan posisi tawar yang lebih
02:55di dalam meja perundingan
02:56dan ini yang sebenarnya
02:56terakhir, sorry saya selambak
02:58walaupun kemudian yang kita pahami
02:59Iran sempat bilang akan menghormati proses perundingan ini
03:02dari Marco Rubio mewakili Amerika Serikat
03:04bilang proses negonya masih jalan sampai dengan sekarang
03:07bahkan disebutkan akan makan waktu beberapa hari ke depan
03:09kalau kemudian Anda melihat ini
03:10ada Israelnya jadi
03:12benalunya di situ
03:13apakah semata karena Israel
03:14atau ada amunisi lainnya juga habis di sini?
03:18kita harus pahami bahwa
03:20bolanya sekarang ada di Amerika Serikat
03:22karena begini
03:23Iran itu berada di dalam defensif
03:24posisi defensif
03:25dia bertahan
03:26dan apapun yang terjadi
03:27dia tidak akan berhenti dalam mempertahankan negaranya
03:29karena ketika dia mengambil keputusan untuk stand down
03:31maka kemudian ada resiko
03:33di mana rezim yang saat ini
03:34tengah berkuasa itu bisa dijatuhkan oleh Amerika Serikat
03:36sementara untuk Amerika Serikat
03:38resikonya itu jauh lebih kecil
03:39meskipun ya
03:40ada konsekuensi-konsekuensi
03:42terkait kemudian posisi Amerika Serikat
03:44di dunia internasional
03:45dan munculnya Iran sebagai
03:46persekuatan baru
03:46ini seperti yang dikatakan oleh
03:48sebenarnya Profesor Amerika
03:50Robert Pape gitu ya
03:51nah tetapi kan permasalahan di sini
03:52kalau kita lihat ya
03:55Iran sudah menunjukkan sebenarnya
03:57etikat untuk bisa
03:58melakukan kemudian
03:59di eskalasi
04:00ini terlihat polanya
04:01dari ketika Iran ini
04:03membuka Slat Hormos kembali
04:04pasca di tanda tanganinya
04:06gencatan senjata
04:07antara Libanon dan Israel
04:08nah saat itu
04:09kita lihat
04:10yang tidak mau membuka
04:11sebenarnya blokadenya
04:12itu kan adalah Amerika Serikat
04:13gitu
04:14jadi sebenarnya
04:15leverage yang ingin didapatkan Amerika Serikat
04:17itu terus kemudian
04:18menghentikan Amerika Serikat
04:19untuk bisa
04:20ya
04:21untuk bisa
04:22menurunkan eskalasi
04:24dari konflik ini
04:24menariknya seperti itu
04:26karena saya merasa
04:26di sini ada beberapa alasan
04:27yang pertama ini masalah legacy
04:29dari Donald Trump
04:30karena Donald Trump ini saat ini
04:31ini sedang berusaha untuk
04:33membuat namanya terlihat bagus
04:35dan dia tidak ingin sebenarnya
04:36namanya terlihat
04:37seperti presiden yang memulai
04:38peperangan yang tidak bisa
04:39dia selesaikan
04:40lalu kemudian kedua
04:41ini permasalahan ketika
04:43Amerika Serikat ini
04:44merasa bahwa
04:45ketika mereka mundur
04:46dan kalah di dalam
04:47apa namanya
04:48masalah strategis
04:49karena Iran ini
04:50menariknya sekarang gitu ya
04:51jadi ini
04:51apa namanya
04:52kondisi ini itu membuka
04:53pintu-pintu di mana
04:54sanksi ya
04:56nuklir
04:56lalu kemudian
04:57permasalahan St. Hormuz
04:58diskusi tentang hal-hal tersebut
04:59jadi terbuka
05:00yang sebelumnya tertutup
05:01jadi terbuka untuk Iran gitu
05:02jadi yang kedua
05:03masalahan bagaimana kemudian
05:05Iran bisa muncul sebagai
05:06kekuatan jauh lebih kuat
05:07dibandingkan sebelum perang
05:08dan yang ketiga
05:09ini terkait legitimasi
05:10Amerika Serikat
05:11sebagai negara great power
05:12gitu ya
05:13jadi
05:13hegemon diserubahkan
05:15di level internasional
05:16nah mempertimbangkan
05:17semua itu saya kira
05:18terlalu besar
05:19sebenarnya stake
05:19untuk Amerika Serikat
05:20untuk bisa mundur
05:21nah sementara untuk Iran
05:22karena ini existential crisis
05:23saya kira itu susah untuk dilakukan
05:25nah sementara
05:26ini kan harus kita lihat
05:27sebagai negara yang punya
05:28kepentingannya sendiri
05:29disana gitu
05:30sehingga
05:31ya mereka seringkali
05:32kemudian memiliki
05:33apa namanya
05:34perihal yang berbeda gitu ya
05:35perspektif yang berbeda
05:37terkait lanjutan perang
05:38mas Agung
05:39kalau kita lihat juga
05:40posisi Amerika
05:41masih berharap
05:42lawat proses penundingan ini
05:43tetap berjalan
05:44tapi di sisi lain
05:45kita juga paham
05:45Netanyahu berharap
05:46Amerika Serikat ini
05:47tetap melancarkan perang
05:48melawan Iran
05:49sehingga posisinya dilematis
05:51gak dibuat Amerika Serikat
05:52melanjutkan perundingan ini
05:53atau
05:53gimana kita bisa menerah
05:55ekspektasi disini
05:55nah dalam hal ini
05:57sebenarnya kan ini
05:58proses yang kemudian
05:59buat
06:00buat Trump
06:01itu adalah
06:02sesuatu proses yang
06:03dia berada dalam
06:04satu kondisi yang
06:05dilematis ya
06:06sebenarnya ya
06:06jadi
06:07Trump ini
06:08punya
06:09dalam konteks Amerika Serikat
06:11tentu
06:11kita bisa melihat
06:13apa sih yang kemudian
06:14menjadi
06:15kepentingan Amerika Serikat
06:16saat ini tentu
06:17yang pertama
06:18tentu adalah
06:19mendapatkan
06:20senantiasa
06:20memberikan jaminan
06:22keamanan terhadap Israel
06:23nah dalam hal ini
06:24memang
06:25yang kemudian
06:26realitasnya yang kita
06:27lihat dalam beberapa
06:28waktu terakhir
06:29memang dalam
06:30proses perundingan
06:31dalam proses
06:32negosiasi
06:33poin-poin yang
06:34kemudian
06:34dilakukan
06:36itu
06:36tidaklah tidak
06:37bukan adalah
06:38memastikan bahwa
06:39memang Israel pun
06:40mendapatkan jaminan
06:41keamanan
06:42sebenarnya ada poin
06:43di situ juga
06:44nah
06:44makanya kemudian
06:46ketika di beberapa
06:47hari terakhir
06:48ada sedikit banyak
06:50apa namanya
06:51secerca harapan
06:52gitu ya
06:52untuk kemudian
06:53akhirnya ada
06:53proses negosiasi
06:54dan
06:55poin-poin
06:56kesepakatan awal
06:57yang kemudian
06:57disepakati
06:58dengan Amerika Serikat
06:59dengan Iran
07:01tentu hal ini
07:02kemudian
07:02memberikan
07:03apa namanya
07:05upaya untuk
07:05memberikan jaminan
07:06misalnya dalam bentuk apa
07:07makanya kemudian
07:08ada poin
07:09misalkan
07:09negara-negara
07:10timur tengah
07:11negara-negara
07:12teluk khususnya
07:13untuk bisa
07:14apa namanya
07:15menandatangani
07:16Abraham Court
07:16misalnya dalam poin itu
07:17nah di saat yang
07:18bersamaan
07:19juga kemudian
07:20akhirnya kan
07:20ini model-model
07:21memberikan jaminan
07:22keamanan
07:23tentu
07:23karena memang
07:23ada poin besar
07:24yang sampai sekarang
07:25sebenarnya
07:26belum bisa disepakati
07:27antara Amerika Serikat
07:28dengan Iran
07:29yaitu poin
07:29masalah
07:30nuklir
07:30karena bicara
07:31tentang nuklir
07:32Iran bersih keras
07:33untuk tidak
07:33membahasnya
07:34di saat
07:34kondisi sekarang
07:35tapi sebenarnya
07:37dari bulan April
07:37sampai dengan
07:38bulan Mei sekarang
07:39kita melihat
07:40pola intensitas serangan
07:42yang senantiasa menurun
07:43dan
07:43poin-poin kesepakatan
07:44yang sebenarnya
07:45sifatnya makin
07:45mengurucut
07:46jadi yang tadinya
07:47apa namanya
07:48poin-poinnya
07:49semakin merucut
07:50dan memang
07:51yang paling
07:51poin pentingnya adalah
07:52titik komprominya
07:54kapan
07:54itu yang masih menjadi
07:55pertanyaan
07:56karena
07:56sifatnya kedua belah pihak
07:57sangat menyakin bahwa
07:58ini sifatnya iminan
07:59jadi
08:00belum tentu
08:00dalam
08:01dalam waktu dekat
08:03artinya
08:04sebenarnya
08:04poin yang sekarang
08:05sedang terjadi ini
08:07adalah
08:07kedua belah pihak
08:08menurut saya
08:08apa namanya
08:10sedang membeli waktu
08:11atau kemudian
08:12buying the time
08:12dan saling-saling meningkatkan
08:14posisi tawarnya
08:15masing-masing
08:15dan ini kan sebenarnya
08:17kalau boleh kita katakan
08:18ini polanya-pola
08:19diplomasi koersif
08:20diplomasi koersif
08:21dimana
08:22di saat yang pertama
08:23kita akan melihat
08:24proses negosiasi
08:25tetap berjalan
08:26tapi tekanannya
08:27terus dilakukan
08:28seakan-akan kita melihat
08:29ini sesuatu hal yang
08:30kontradiktif
08:30padahal
08:31sebenarnya dalam konteks
08:32diplomasi koersif
08:33ini pola yang
08:34senantiasa berulang
08:35kalau kita
08:35freshback ke belakang
08:36tahun 2015
08:38ketika
08:38GCPOE
08:39antara Amerika Serikat
08:40dengan
08:40Iran yang akhirnya
08:42Amerika Serikat keluar
08:43dari GCPOE tahun 2018
08:44di masanya
08:45Trump
08:46yang terjadi adalah
08:47proses negosiasi
08:48tetap berjalan
08:48antara Iran
08:49dengan Amerika Serikat
08:50tapi saat yang bersamaan
08:51sanksi terhadap
08:52Irannya
08:52tekanan terhadap
08:53Irannya
08:54senantiasa
08:54terjadi
08:55jadi
08:56makanya dari ketika saya
08:57katakan
08:57ini juga proses
08:58untuk buying the time
08:59dan juga meningkatkan
09:00posisi tawar
09:01masing-masing pihak
09:02baik Iran
09:03maupun Amerika Serikat
09:04Mbak Aisyah
09:05saya kembali ke Anda
09:05lagi
09:06karena yang menarik
09:06perhatian juga
09:07saat ada saling balas
09:08ini
09:08Iran terkesan
09:09tidak terlalu agresif
09:10lagi
09:11membalas
09:12serangan dari
09:12Amerika ini
09:13ini konteksnya
09:14kalau Anda lihat
09:14karena amunisinya
09:15sudah habis
09:16atau emang
09:17bagian dari strategi
09:17yang coba
09:18mengejar jalur yang lain
09:19atau gimana nih Mbak?
09:21Ya saya kira
09:21di sini
09:22Iran ini memang
09:23berusaha untuk
09:23mengejar jalur diplomasi
09:25karena di belakangan ini
09:26kita lihat bahwa
09:27memang
09:27apa yang kemudian
09:28dibutuhkan
09:29tadi saya bilang
09:30itu adalah
09:32permasalahan
09:32apa namanya
09:33ceasefire yang disepakati
09:34oleh kedua belah pihak
09:35dan penurunan eskalasi
09:36saya akan setuju
09:37dengan Mas Agung
09:38bahwa ini masih
09:39berusaha untuk
09:40ditekankan
09:40koersif diplomasi
09:41dari sisi Amerika Serikat
09:42dan mungkin
09:43ketika kemudian
09:44MOU-nya ditandatangani
09:45yang namanya
09:46koersif diplomasi
09:47itu tidak akan hilang
09:47secara total
09:49yang dikurangi
09:50adalah intensitasnya
09:51kenapa?
09:51karena masing-masing negara
09:53ini masih memerlukan
09:54daya tawar
09:55untuk bisa
09:56mendapatkan
09:57leverage
09:57di dalam perundingan
09:58jadi setidaknya
09:59sedikit saja
10:00tekanan
10:00untuk kemudian
10:01bisa mendapatkan
10:01daya tawar
10:02dan kita kira sekarang
10:03untuk pembicaraan-pembicaraan
10:04yang muncul
10:05itu sudah kemudian
10:06mengerucat ke arah
10:07Selat Hormuz
10:07dan masalah nuklir
10:08dan dua-duanya ini
10:09merupakan sticking point
10:10dari perundingan ini
10:11yang satu
10:12kemudian merasa bahwa
10:13Selat Hormuz ini adalah
10:14daya tawar mereka
10:15untuk bisa mendapatkan
10:17jaminan keamanan
10:18yang satunya lagi
10:18merasa bahwa
10:19ini merupakan
10:20harga mati
10:20karena kalau
10:21sampai Iran menguasai
10:22Selat Hormuz
10:23ini bisa menjadi
10:24salah satu titik balik Iran
10:26di dalam perihal ekonomi
10:27dan menjadi salah satu
10:29kekuatan ekonomi baru
10:30sementara masalah nuklir
10:32ini juga cukup menarik
10:33karena kalau kita lihat
10:34di sini
10:34masalah nuklir ini
10:35kan yang tadinya
10:36sudah selesai
10:36di GPCOE
10:38di tahun 2015
10:38dan kemudian
10:39di tahun 2025
10:40ini permasalahannya
10:42didiskusikan lagi
10:43dan menariknya
10:44klausel-klausel
10:45yang kemudian
10:46diberikan oleh Trump
10:47ini tidak jauh berbeda
10:48dengan apa yang
10:48kemudian telah disepakati
10:49dengan GPCOE
10:51di tahun 2015
10:51jadi Amerika Serikat
10:53sebenarnya sekarang
10:54itu berputar
10:54di dalam satu lingkaran
10:55yang sama
10:56nah terkait amunisi
10:57saya kira
10:57Iran ini sebenarnya sekarang
10:58memiliki rate produksi
11:01di dalam defense industri
11:02yang cukup tinggi
11:03dibandingkan dengan Amerika
11:04yang secara
11:05procurementnya
11:06itu sistemnya
11:07itu cukup kompleks
11:07dan Iran bisa memproduksi
11:09misalnya saja drone Sahid
11:10sekitar 50-100 per bulannya
11:12nah sementara itu
11:13dari sisi Amerika Serikat
11:15dia sudah menghabiskan
11:15sekitar 50%
11:17dari seluruh stockpile
11:18misalnya
11:20dia sudah memindahkan
11:21beberapa defense systemnya
11:23dari beberapa
11:23kawasan strategis
11:24di Eropa
11:25dan kemudian
11:26di Indo-Pasifik
11:27serta kemudian
11:28Amerika Serikat
11:29sampai saat ini
11:30juga belum bisa mendapatkan
11:31persetujuan dari Kongres
11:33untuk bisa menanggikan
11:34dana perang tersebut
11:36sebanyak 200 miliar USD
11:38dan ini menjadi
11:39salah satu titik penentu
11:41atas kemampuan
11:42Amerika Serikat
11:43untuk bisa melanjutkan
11:44peperangan ini
11:44makanya kemudian
11:46kalau kita kaitkan
11:46Iran waktu itu
11:47sempat menunjukkan
11:48drone
11:48rudal bahkan
11:49visual bahwa
11:51rakyat sipilnya
11:52ikut diajarkan
11:53menggunakan senjata
11:54itu pertanda bahwa
11:55Iran mau menegaskan
11:56posisi mereka
11:56masih kuat di tengah perang ini
11:58begitu?
12:00betul
12:01itu kan namanya
12:01information operations
12:02jadi itu sesuatu
12:04yang ingin disampaikan
12:04oleh Iran
12:05dengan
12:05mengatakan bahwa
12:07Iran ini masih siap
12:08untuk berperang
12:08sementara itu
12:09sebenarnya Amerika Serikat
12:10ini memiliki tekanan-tekanan
12:11bukan berarti mereka
12:12sebenarnya tidak punya dana
12:13tetapi kan negara demokrasi
12:15sistem pencairan dananya
12:16itu selalu
12:17harus berdasarkan
12:18kesepakatan dari
12:19kongresnya
12:20nah ini yang sebenarnya
12:21menjadi sebenarnya
12:22lebih sulit bagi Amerika Serikat
12:23karena apa?
12:24karena permasalahan
12:25ya
12:25apa namanya
12:26apa
12:27birokrasi yang
12:29sangat berbelit ini
12:29juga menjadi halangan mereka
12:31untuk terus melanjutkan
12:32peperangan ini
12:32yang mana ini
12:33merupakan salah satu
12:34sistem check and balance
12:35di dalam
12:35dan ini melindungi
12:37sebenarnya Amerika Serikat
12:38untuk terlibat di dalam
12:39perang yang memang
12:40tidak menguntungkan oleh mereka
12:41oleh karena itu
12:42Iran ini
12:43sebenarnya untuk
12:44kesiapan perang
12:45mereka sebenarnya
12:45sudah cukup
12:46mumpuni dalam hal
12:47persenjataan gitu ya
12:49waktu kemarin
12:50yang diberikan oleh
12:50Donald Trump
12:51untuk kemudian
12:52apa namanya
12:53melakukan ceasefire ya
12:54meskipun tetap ada
12:55pelanggaran-pelanggaran
12:55sebenarnya Iran itu
12:56sudah melakukan
12:57banyak sekali
12:58sebenarnya
12:58apa namanya
13:00pengisian ulang amunisi
13:02ya di dalam
13:02hal produksi ulang
13:04sementara Amerika Serikat
13:05saya kira
13:05prosesnya masih stuck gitu
13:07karena masih
13:08apa namanya
13:09terjebak
13:09di dalam kongresnya itu sendiri
13:10diskusi yang tidak
13:11never ending
13:12di antara kemudian
13:13Donald Trump
13:14dan kemudian
13:14jajaran kongresnya
13:15yang masih mempertanyakan
13:16sampai saat ini
13:17apa sih signifikasi
13:18dari perang ini
13:19oke
13:20bola di tangan
13:21Amerika Serikat
13:21Mas Agung
13:22tapi ada
13:22bumbu-bumbu
13:24dalam tanda kutip
13:24dari Israel
13:25yang juga ikut
13:25memperkeruh keadaan ini
13:26sehingga menurut Anda
13:27potensi agar
13:29sampai pada titik
13:30perundingan ini
13:30apakah kita bisa bilang
13:32jauh panggang dari api
13:33atau masih ada celah di situ
13:34kita jawabnya nanti ya
13:35kita jeda dulu
13:36tetap di kompastikan
13:36diskusi Mas Agung
13:37kalau kita ingat pernyataan Trump
13:39dan Menlu AS Marco Rubio
13:40yang sudah menunjukkan
13:42tanda-tanda diskusinya
13:43sudah makin menuju
13:44titik terang nih sebetulnya
13:45tapi kalau kita lihat
13:46ada serangan lagi tadi
13:47dengan klaim untuk
13:48pertahanan diri
13:51ini ada hubungannya
13:52enggak ya
13:52kira-kira dengan
13:53Trump yang ditelepon
13:55oleh Netanyahu
13:55Netanyahu marah-marah
13:56bahwa minta melanjutkan
13:57perang ini melawan Iran
14:00ya
14:01jadi melihat dalam fenomena
14:02yang kita ikuti
14:03beberapa hari terakhir ini
14:04ya mas ya
14:04saya lihat memang
14:06masih ada ruang-ruang
14:07untuk tercapai
14:08kesepakatan
14:09walaupun
14:09dalam hal durasi waktu
14:11kita masih sulit
14:12untuk mengestimusi
14:12yang pertama
14:14tentu faktornya
14:15kemudian didorong
14:16dari faktor mediator
14:17sebenarnya
14:18jadi mediator regional ini
14:19sebenarnya
14:20lumayan aktif
14:21khususnya dari Pakistan
14:22termasuk dari negara-negara yang lain
14:24Qatar, Turki
14:24dan segala macamnya
14:25kemarin kita melihat
14:27bahwa ada pertemuan
14:28delegasi Iran
14:29untuk kemudian
14:29berbicara dengan
14:30Qatar di Doha
14:32termasuk juga
14:33beberapa
14:33pimpinan elitnya
14:34Iran
14:35kemudian ikut
14:36termasuk salah satunya
14:37adalah pimpinan
14:38bank sentralnya
14:39nah
14:40apa namanya
14:41sebelumnya
14:41kita melihat juga
14:43ada kunjungan
14:43dari pihak
14:44Pakistan
14:45yang dipimpin oleh
14:46Perdana Menterinya
14:47untuk kemudian
14:48bertemu dengan
14:49pihak Cina
14:50di Beijing
14:51dan bahkan
14:52pertemuan itu
14:53juga dilakukan
14:53di Tehran
14:54artinya
14:55sebenarnya
14:55ada kanal-kanal komunikasi
14:57yang sebenarnya tidak
14:58mutlak putus
14:59antara pihak-pihak terkait
15:00walaupun
15:01simpatnya semuanya
15:01indirect talks
15:03tidak dilakukan secara
15:04secara langsung
15:05ini sebagai sinyalemen pertama
15:06yang kedua
15:07kita berbicara
15:08masalah bahwa
15:08dari perang yang berlangsung
15:1080 harian ini
15:11kedua belah pihak
15:13kalau secara jujur
15:14terdampak dari perangnya
15:16baik Iran
15:17maupun Amerika Serikat
15:18urusan domestik
15:19urusan bagaimana
15:20tekanan terhadap ekonomi
15:21tekanan terhadap politik
15:22dan segala macam
15:23saya pikir
15:24kedua belah pihak
15:25ini
15:26menghadapi tekanan
15:27yang cukup
15:28masif
15:29baik dalam konteks
15:30politik dan segala macamnya
15:31nah
15:32dalam hal ini
15:33tentu
15:33sinyalemen-sinyalemen tersebut
15:35sangat relevan
15:36ketika memang
15:37ketika saya simul tadi ya
15:38dari bulan April
15:39intensitas serangan menurun
15:40pembahasan negosiasi
15:41mungkin spesifik
15:42tapi memang
15:43problemnya adalah
15:44belum adanya
15:45kompromi final
15:46terkait dengan
15:47beberapa
15:47poin-poin yang sifatnya
15:49strategis
15:50seperti itu
15:50bicara tentang
15:51hormus
15:51bicara tentang
15:52jenis keamanan
15:53bicara tentang
15:54apa namanya
15:55bagaimanapun juga
15:56apa namanya
15:58kedua belah pihak ini
15:59butuh kemenangan
16:00secara simbolik
16:00nah ini
16:01menurut saya juga
16:02menjadi poin yang
16:03menjadi
16:04mereka masih
16:05dipertimbangkan
16:06bagaimana
16:06exit strateginya
16:07gitu ya
16:08Trump pengen keluar
16:09tetap terlihat
16:10sebagai aktor yang dominan
16:12dan Iran pun
16:13terlihat
16:13pengen terlihat juga
16:14sebagai aktor yang
16:15dominan juga
16:16dalam hal ini adalah
16:17semua keluar dalam
16:18posisi yang sifatnya
16:19kepala tegak
16:21gitu ya
16:21nah ini kemudian
16:22realitas yang
16:23apa namanya
16:24dalam beberapa
16:24waktu terakhir
16:25terlihat
16:26apa namanya
16:27kita
16:28saksikan
16:29seperti itu
16:30nah
16:30sebenarnya
16:31proses negosiasi
16:32tetap berjalan
16:33tapi ekskalasi
16:34yang kemudian terjadi
16:35sifatnya
16:36lebih terbatas
16:37karena memang
16:37menurut saya
16:38akibat dari
16:39dampak yang dipinggungkan
16:40dari perang
16:41kecenderungannya
16:42adalah kedua belah
16:43pihak bahkan
16:43dalam berapa
16:44waktu terakhir
16:45dalam dua bulan
16:46terakhir bahkan
16:46kecenderungan adalah
16:48menolak
16:48atau menghindari
16:49perang total
16:50makanya paling banyak
16:51dalam dari bulan April
16:52sampai dengan Mei
16:53ini adalah skirmish
16:54insiden-insiden kecil
16:55ketika serangannya
16:56Amerika Serikat
16:57dilakukan setara
16:58Bandar Abbas
16:58retaliasi dilakukan
17:00tidak terhadap
17:00Amerika Serikat
17:01dan Iran
17:02dilakukan
17:02makanya ada serangan
17:03apa namanya
17:04Iran menjatuhkan
17:06drone M-29
17:07misalkan
17:07artinya itu kan skirmish
17:09itu insiden-insiden kecil
17:10tapi
17:11ekskalasinya
17:12mereka bisa mengatur
17:13ekskalasinya dilakukan
17:14secara terbatas
17:15jangan sampai kemudian
17:16akhirnya
17:16terekskalasi sebagai
17:17sebuah perang
17:18perang total
17:19tadi bahaya sudah
17:20minggung
17:21tapi mas
17:22sorry saya potong
17:22kalau kemudian
17:23saya singgung dengan
17:24pernyataan Anda
17:24di paru sebelumnya
17:25soal Abraham Accord itu
17:27kalau kemudian
17:27Israel ini
17:28masih tetap mendorong
17:29agar upaya damai
17:31upaya berunding ini
17:32sepertinya akan
17:33dihalangi
17:33coba untuk
17:34jangan diteruskan
17:35maka Anda
17:36membaca kemungkinan
17:37peran-peran dari pihak lain
17:38seperti Tiongkok
17:39dan juga Rusia
17:40akan lebih aktif lagi
17:41untuk ini
17:42saya pikir
17:43makin aktif
17:44khususnya Tiongkok ya
17:45karena bagaimanapun
17:46juga bicara tentang
17:47Tiongkok dan
17:47Timur Tengah
17:48itu bukan sesuatu hal
17:50yang cerita baru ya
17:51poin masalah pertama
17:54Tiongkok ini kan
17:55sebenarnya
17:55alternatif mediator
17:56dalam skema
17:58sekitar dari
17:592023
17:59sampai 2025
18:01misalkan
18:02Tiongkok cukup aktif
18:03untuk memainkan
18:04mediasi di kawasan
18:05misalkan dalam konteks
18:07mendamaikan antara
18:07Arab Saudi dengan Iran
18:09dan yang kedua
18:09bagaimana
18:10proses rekonsiliasi
18:11di dalam
18:12internal Gaza
18:13atau di internal Palestina
18:14misalnya antara
18:15faksi-faksi
18:15artinya ada peran
18:16berbeda yang kemudian
18:17dimainkan oleh
18:18Tiongkok
18:19nah tapi juga kita
18:20tidak bisa
18:20pungkiri dari aspek
18:21normatif itu
18:22ada aspek yang
18:23sifatnya lebih
18:24pragmatis
18:25bahwa Tiongkok ini
18:26juga punya
18:26ketergantungan yang cukup
18:27tinggi sebenarnya
18:28terhadap kawasan
18:29teluk khususnya
18:30dari
18:30Hormuz
18:31walaupun kita
18:32lihat bahwa
18:33sebenarnya
18:34ketergantungan
18:34in total
18:35Asia itu
18:36hanya sekitar
18:37ketergantungan Asia
18:38terhadap
18:39apa namanya
18:40terhadap Hormuz
18:40ini sekitar 70%
18:41bahkan Tiongkok sendiri
18:43itu juga terhadap
18:44Hormuz
18:45itu ketergantungannya
18:46cukup tinggi
18:47artinya
18:48penutupan
18:48selat Hormuz
18:49yang sekarang
18:50jadi epicentrum
18:51dari konflik yang terjadi
18:51antara Iran
18:52dengan Amerika Serikat
18:53ini juga mengganggu
18:55perekonomian dunia
18:55artinya
18:56kita kembali lagi
18:57kalau kita dasar
18:58dalam konteks
18:59politik internasional
19:00tidak ada teman yang abadi
19:01tidak ada musuh yang abadi
19:02yang ada
19:03hanya kepentingan yang abadi
19:04ketika kepentingannya
19:05sudah terganggu
19:06maka
19:07intensi dia
19:08untuk kemudian
19:09main ke gelanggang
19:10itu jauh lebih besar
19:11cuman memang yang kita lihat
19:12dalam konteks ini
19:13Tiongkok juga memainkannya
19:14secara lebih terbatas
19:15dia tidak kemudian
19:16dalam memposisikan diri
19:18benar-benar
19:19in full support
19:20of Iran
19:21misalkan dalam konteks ini
19:22ikut gelanggang
19:24dalam konteks perang besarnya
19:25jadi ada kecenderungan
19:26dari pihak-pihak
19:27global power juga
19:28untuk menekan
19:30agar perangnya
19:31tidak pecah
19:32sebagai perang
19:32perang total
19:33karena memang
19:34kita tidak bisa mengkiri
19:35ketika bicara tentang
19:36satu poin Hormuz saja
19:38dinamikanya
19:39sudah begitu kencang
19:40bicara harga minyak
19:41dan segala macam
19:42meskipun dalam realitas
19:43sekarang harga minyak
19:44cenderung
19:44menurun
19:45seperti itu
19:46tapi semua pihak
19:47sudah bisa memperhitungkan
19:48kalau perangnya sifat
19:49dijangka panjang
19:50bahkan perang total
19:51ini dampaknya
19:53jauh lebih
19:53lebih masif
19:54bahkan memicu
19:55perang regional
19:56makanya kemudian
19:56saya lihat
19:57ada kecenderungan
19:58dari pihak-pihak di kawasan
20:00termasuk juga dari
20:00global power
20:01untuk kemudian
20:02punya intensi
20:03untuk menekan
20:04atau kemudian
20:05menahan diri
20:06agar perangnya tidak
20:08terekskalasi
20:09menjadi sebuah perang regional
20:10pun perang total
20:11oke Mbak Aisyah
20:12kalau kita ingat juga
20:13dalam beberapa waktu
20:14kebelakang
20:14Tiongkok, Rusia
20:16dan Belarus
20:16seperti sudah menyiapkan
20:18memanaskan
20:19mesin pertahanannya mereka
20:20ini dengan latihan
20:21latihan dan semacamnya
20:22apakah kemudian
20:23kita perlu
20:24mengkhawatirkan
20:25mereka juga
20:26akan ikut
20:28terlibat aktif
20:28di panggung depan
20:29untuk terlibat
20:30kalau kemudian
20:30perang itu makin pecah
20:33saya kira sebenarnya
20:34pendekatan yang dilakukan
20:35oleh Tiongkok dan Rusia
20:36sejauh ini
20:37masih dilakukan
20:38melalui
20:38closed door diplomacy
20:40dan apa yang dilakukan
20:42sebenarnya
20:42melalui misalnya
20:43jalur peperangan
20:44itu juga dilakukan
20:45melalui bawah meja
20:46diantaranya adalah
20:47dukungan melalui
20:48misalnya peminjaman
20:49salah satu satelit komersil
20:51beli perusahaan
20:52Baidu oleh China
20:53gitu ya
20:53kepada Iran
20:54tetapi kita lihat
20:55sebenarnya
20:55disana ada yang namanya
20:56adalah plausible deniability
20:58atau kemudian
20:59elemen-elemen penyangkalan
21:01yang masih bisa dilakukan
21:02oleh China
21:02ataupun Rusia
21:03dalam mendukung Iran
21:05di dalam upaya perang ini
21:06jadi saya rasa
21:07sebenarnya disini
21:07kedua negara ini
21:08masih berusaha
21:09untuk menutup
21:11dukungan mereka
21:12kepada Iran
21:13secara terbuka
21:14di dalam
21:14perihal perang
21:16tetapi
21:17kalau di dalam
21:17urusan diplomasi
21:18ini urusannya berbeda
21:19karena kita tahu
21:20bahwa kemarin
21:21Bahrain ini sempat
21:22memberikan draft resolusi
21:23kepada DKPBB
21:24dan
21:25double veto
21:26dari Iran
21:27eh sorry
21:28dari Rusia
21:28dan kemudian China ini
21:29berhasil ya
21:30menggagalkan kemudian
21:31draft resolusi
21:32untuk dilangkengkan gitu
21:34sehingga kemudian
21:35terlihat jelas
21:36dimana kemudian
21:37DNA
21:38berpihakan politik
21:39dari China dan Rusia ini
21:40jadi
21:41untuk kemudian
21:42bagaimana
21:43China dan Rusia
21:44bisa melakukan latihan bersama
21:45dan lain-lain
21:46saya kira itu
21:46merupakan hal yang reguler
21:47apalagi kita tahu
21:48bahwa kedua negara ini
21:49juga bukan
21:50benar-benar berada
21:51di dalam kondisi yang damai
21:52China ini memiliki
21:53kepentingan
21:54untuk tetap bisa
21:55mempertahankan
21:55presensi di kawasan
21:56Indo-Pasifik
21:57khususnya
21:57mengingat ya
21:582027 ini adalah
21:59merupakan tahun yang
22:00keramat sebenarnya
22:01untuk China gitu
22:02ditambah lagi
22:03sebenarnya disini
22:03kita lihat ada
22:05peningkatan ketegangan
22:06di selat Taiwan
22:07dimana kemudian
22:08itu juga
22:09membutuhkan
22:10sinyal-signal politik
22:11serta kemudian
22:11deterans militer
22:12dari China
22:13untuk bisa mengirimkan
22:14sinyal sebenarnya
22:15political signaling
22:16ke Taiwan
22:17terkait bagaimana
22:18kemudian
22:19standing position
22:19mereka dalam hal ini
22:20di sisi lain
22:21saya kira
22:22Rusia juga sebenarnya
22:22ini masih sibuk
22:23dengan urusan Ukraina
22:24gitu
22:25dimana kemudian
22:26Ukraina ini menjadi salah satu
22:27sebenarnya
22:28sore spot
22:29atau kemudian titik
22:30yang mengganggu bagi
22:31apa namanya
22:32Rusia gitu ya
22:32dalam melaksanakan
22:33kepentingan politiknya
22:35dimana kemudian
22:36kita lihat sebenarnya
22:37negara-negara Eropa
22:38saat ini juga
22:39fokusnya kurang lebih
22:40banyak tersedot
22:41ke wilayah situ
22:42jadi saya rasa
22:43untuk bisa terlibat
22:44secara terbuka
22:45di dalam peperangan
22:46antara Amerika Serikat
22:47Iran gitu ya
22:48saya kira ini
22:49masih sulit
22:49bagi kedua negara tersebut
22:51gitu
22:51jadi keduanya juga
22:52masih berusaha
22:53untuk menjaga jarak
22:54sambil memastikan
22:55bahwa konfliknya
22:56seperti kata Mas Agung
22:57tidak melebar
22:57ke wilayah global
22:59singkat saja Mas Agung
23:00kalau Anda melihat
23:01dinamikanya sudah
23:02seperti ini
23:03maka kemungkinan
23:03untuk perundingan ini
23:05bakal gagal
23:05berapa persen kira-kira
23:06atau masih ada celah
23:07untuk kita bisa berharap
23:08di situ
23:09tentu
23:10kalau dalam konteks ini
23:11saya masih ada
23:12harap ya
23:13tentu
23:13tapi poinnya adalah
23:15kedua belah pihak
23:16masih ada keinginan
23:17untuk melakukan negosiasi
23:18tapi belum dalam
23:19waktu dekat
23:20melakukan kompromi total
23:21tapi dalam proses ini
23:24kita sama-sama menyadari
23:25bahwa
23:26apa namanya
23:27ekskalasinya dilakukan
23:29secara terbatas
23:30jadi kalau dalam konteks
23:31saya masih meyakini
23:32sekitar 60%
23:34mungkin ada ruang-ruang
23:35ruang-ruang damai
23:37tapi tidak dalam konteks
23:38benar-benar
23:39full in control
23:40of reconciliation
23:41gitu ya
23:41artinya ini
23:42sebenarnya konfrontasi
23:43yang sebenarnya masih
23:44coba senantiasa
23:45dikendalikan
23:46seperti itu
23:47tapi saat yang bersamaan
23:49saya juga masih
23:50orang yang meyakini
23:51bahwa
23:51perang totalnya
23:52masih sangat-sangat
23:54dihindari
23:54peluang untuk
23:56kejadiannya perang total
23:57perang besarnya
23:57jauh lebih kecil
23:58dibandingkan
23:59proses yang sekarang
24:00akan secara konsisten
24:02menurut saya
24:03tetap terjadi
24:04seperti itu
24:04oke
24:05Mas Agung
24:06Mbak Aisyah
24:06terima kasih banyak
24:07sudah meluangkan
24:08waktu berdiskusi
24:08bersama saya kali ini
24:09sehat selalu semuanya
24:10selamat sore
24:11selamat sore
24:12terima kasih
24:13terima kasih
24:13terima kasih
Komentar