Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Nilai tukar rupiah makin jatuh hingga ke level Rp17.800 per dolar AS.

Meski rupiah terus mengalami tekanan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ke depan rupiah bakal tetap terkendali.

Saat ditanyai hasil simulasi "stress test" Kementerian Keuangan untuk pelemahan rupiah, Purbaya tekankan Kemenkeu sudah berhitung dengan matang. Termasuk dengan mempertimbangkan harga minyak dunia yang terus melonjak.

Purbaya menambahkan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya agar gejolak rupiah tetap terkendali. Salah satunya melalui intervensi di pasar obligasi.

Menanggapi rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika, Purbaya bilang hal itu tidak masuk akal karena fundamental ekonomi Indonesia bagus.

Untuk menahan agar rupiah tidak semakin ambruk, pemerintah mengeluarkan aturan tegas per satu Juni mendatang.

Melalui PP Nomor 2 dan 21 Tahun 2026, eksportir sektor sumber daya alam dan nonmigas wajib memarkirkan 100 persen devisa hasil ekspor atau DHE di perbankan dalam negeri. Dolar tersebut wajib dikunci selama 12 bulan.

Sehingga, jika dolar di dalam negeri melimpah, maka harga dolar akan turun dan rupiah bisa lebih kuat.

Tak hanya dari sisi fiskal, dari sisi moneter, Bank Indonesia juga ikut menyalakan alarm dengan menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,25 persen.

Tujuannya agar para investor asing mau tetap menyimpan uangnya di Indonesia, sekaligus membentengi rupiah dari dampak konflik di Timur Tengah. BI memprediksi rupiah akan kembali menguat pada Juli dan Agustus.

Menanggapi kebijakan pemerintah untuk memperkuat rupiah, ekonom menilai hal itu harus dimulai dari membereskan persoalan dasar, yakni jumlah orang miskin yang semakin bertambah.

Baca Juga Menkeu Purbaya Kurban Sapi Jumbo, Beli Pakai Tabungan Haji dan Bonus di https://www.kompas.tv/nasional/671369/menkeu-purbaya-kurban-sapi-jumbo-beli-pakai-tabungan-haji-dan-bonus

#menkeupurbaya #rupiah #dolar

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/671400/rupiah-tembus-rp17-800-menkeu-purbaya-tak-masuk-akal-fundamental-ekonomi-kita-bagus
Transkrip
00:00Anda kembali menyaksikan Kompas Petang, sodara nilai tukar rupiah makin jatuh hingga ke level 17.800 rupiah per dolar AS.
00:08Meski rupiah terus mengalami tekanan, Menteri Keuangan Perubaya Yudi Sadewa optimistis.
00:13Kedepan rupiah bakal tetap terkendali.
00:17Saat ditanyai hasil simulasi stress test Kementerian Keuangan untuk lemah rupiah,
00:22Perubaya tekankan ke Menkyu sudah berhitung dengan matang.
00:26Termasuk dengan mempertimbangkan harga minyak dunia yang terus melonjang.
00:30Perubaya menambahkan pemerintah telah melakukan berbagai upaya agar gejolak rupiah tetap terkendali.
00:36Salah satunya melalui intervensi di pasar obligasi.
00:39Menanggapi rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS,
00:43Perubaya bilang hal itu tidak masuk akal karena fundamental ekonomi Indonesia bagus.
00:48Belinya di mana Pak?
00:50Labaran dulu ya, makasih.
00:54800 Pak, dari hasil dari stress testnya belum Pak di Kementerian Keuangan?
01:00Ya saya stress.
01:01Stress test terbaru nggak Pak?
01:03Nggak, kita dah hitung.
01:04Pada waktu simulasi 100 delat per barat itu,
01:09Asumsi rupiahnya juga sudah kita perhitungkan.
01:11Jadi nggak ada masalah, saya nggak harus hitung ulang APBN-nya.
01:15Tapi gini, walaupun lebih melemahkan bond, yieldnya turun.
01:20Jadi selama bond market terkendali,
01:23kemauan investor untuk asing ya,
01:25utamanya untuk melakukan investasi,
01:27dan sudah pasti juga di bond kita akan terjaga juga.
01:43Untuk menahan agar rupiah tidak semakin ambruk,
01:46pemerintah mengeluarkan aturan tegas per 1 Juni mendatang.
01:50Melalui PP nomor 2 dan 21 tahun 2026,
01:54eksportir sektor sumber daya alam dan non-migas
01:57wajib memarkirkan 100% devisa hasil ekspor atau DHE
02:01di perbankan dalam negeri.
02:04Dolar tersebut wajib dikunci selama 12 bulan.
02:07Sehingga jika dolar di dalam negeri melimpah,
02:09maka harga dolar akan turun dan rupiah bisa lebih kuat.
02:16Pelaksanaan devisa hasil ekspor yang berlangsung tanggal 1 Juni besok
02:20dan juga pelaksanaan dari ekspor,
02:27CPO, batubara, dan ferroaloy berbagai instrumen regulasi
02:35baik dari Permendak, dari BI,
02:39maupun dari Menteri Keuangan juga akan disiapkan
02:41dan akan sebelum 1 Juni itu akan diselesaikan.
02:46Yang pertama tentu tidak perlu khawatir
02:49karena seluruhnya ekspor masih dilakukan oleh perusahaan
02:55di sektor existing ya,
02:59batubara, CPO, maupun veronical.
03:04Dan dalam ekspor itu langsung ada pelaporan kepada dana antara.
03:10Sehingga dalam 3 bulan nanti kita fine tune sistemnya.
03:16Tak hanya dari sisi fiskal, dari sisi moneter,
03:18Bank Indonesia juga ikut menyalakan alarm
03:20dengan menaikan suku pengacuan BI rate menjadi 5,25%.
03:24Tujuannya agar para investor asing
03:26mau tetap menyimpan uangnya di Indonesia
03:28sekaligus membentengi rupiah dari dampak konflik di Timur Tengah.
03:32Bank Indonesia memprediksi rupiah akan kembali menguat
03:35pada Juli dan Agustus.
03:39Untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah
03:44dengan terus melakukan intervensi
03:47dengan kenaikan BI rate
03:49juga dengan perubahan struktur suku bunga SRBI
03:52kami meyakini rupiah itu mendapat tekanan April, Mei, Juni
03:59tapi akan menguat di bulan Juli dan Agustus.
04:04Menanggapi kebijakan pemerintah untuk memperkuat rupiah
04:07ekonomi menilai hal itu harus dimulai
04:10dari membereskan persoalan dasar
04:11yang di jumlah orang miskin yang semakin bertambah.
04:14Untuk itu, pemerintah diminta tidak hanya fokus
04:17mengejar angka target di atas kertas
04:19tapi juga harus sensitif pada fakta di lapangan
04:22terutama merosotnya daya beli masyarakat
04:24akibat efek domino, pelemahan kos.
04:30Intinya apa?
04:31Intinya masalah struktural ekonomi kita
04:33seperti kelas menengah yang tertekan
04:36orang miskin masih banyak
04:38itu tetap menjadi problem hari ini.
04:40Jadi sama kayak Pak Prabowo bilang kan
04:42orang miskinnya bertambah gitu
04:44jadi ini isu yang sangat-sangat serius
04:46kalau melihat data susenas
04:47itu ada 194 juta orang hidup di bawah 50 ribu per hari
04:52dan saya rasa itu dia ya
04:54jadi kenapa kita harus lebih berempati
04:57dengan masalah-masalah saat ini
04:58karena harga-harga di lapangan sudah naik.
05:01Kalau kita melemah itu
05:02kita hanya melemah melawan US Dollar
05:04tetapi nyatanya rupiah itu melemah lawan Singapura Dollar
05:07kita melemah lawan Malaysia Ringgit
05:10kita bahkan melemah lawan Thailand Bug
05:12artinya apa?
05:13Artinya ada sesuatu yang masalah
05:15selain melemah lawan US Dollar gitu.
05:20Sebelumnya pada perdagangan selasa 26 Mei kemarin
05:23rupiah melanjutkan pelemahan 4 hari berturut-turut
05:26mengutip data Bloomberg rupiah di pasar sport
05:28ditutup di level 17.796 rupiah per dolar AS
05:33melemah 0,30% dibanding posisi sebelumnya
05:3717.744 rupiah per dolar AS
05:42terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan