00:00Pindahan arus tadi tersebut itu menyebabkan fenomena yang kami sebut power swing atau biasanya kita kenal dengan osilasi.
00:10Lima provinsi di Sumatera alami blackout atau listrik padam masal pada 22 Mei 2026.
00:18Pemadaman ini sebabkan aktivitas warga terganggu.
00:21PT PLN ungkap pemadaman masal di picu cuaca buruk hingga terjadi power swing atau osilasi ekstrim.
00:28Cuaca buruk berenjir bandang, cuaca hujan tinggi dan angin kencang yang berdampak terhadap kerusakan infrastruktur kelistrikan di PLN.
00:39Dalam beberapa waktu terakhir ini, wilayah di Sumatera Selatan, Jambi dan tentunya tadi di daerah Tampino, di daerah Moral Jambi,
00:50masuk juga dalam daftar waspa pada BMKG karena terjadinya kelembapan udara yang tinggi yang kemudian sering terjadi hujan lebat, petir
01:02dan angin kencang di daerah tersebut.
01:04Bapak-Ibu sekalian perlu kami jelaskan bahwa di sistem Sumatera ada dua jalur utama kelistrikan yang membawa energi,
01:15yang membawa daya listrik dari jalur selatan, dari daerah selatan yang ada di Palembang dengan Lampung ke utara yang ada
01:25di Riau, Jambi, Sumatera Utara dan Aceh.
01:28Ada jalur di sebelah timur, koridor 500 kv kami sebutkan, kemudian ada jalur barat 275 kv.
01:39Pada hari Jumat, tanggal 22 Mei tahun 2026, pukul tepatnya 18.44 WIB, terjadi gangguan pada transmisi 275 kv New
01:57Aurduri ke arah Sumsal 5.
02:01Dan ini merupakan inputan menuju jarur 500 kv yang ada di bagian timur.
02:09Nah ini terjadi kemudian kedua sirkitnya trip, sehingga jalur 500 kv keluar dari sistem.
02:19Ini diduga karena terjadi kondisi cuaca yang pada saat itu hujan dan angin kencang.
02:27Nah ketika aliran arus yang biasanya menuju di jalur timur tadi menuju dari selatan ke utara itu putus,
02:38maka aliran tadi berbalik ke selatan dan berpindah ke arah barat, ke arah 275 kv.
02:47Nah perpindahan arus tadi tersebut itu menyebabkan fenomena yang kami sebut power swing atau biasanya kita kenal dengan osilasi.
02:58Jadi tegangan maupun frekuensi berosilasi sangat tinggi pada saat itu karena berpindahnya ke arah 275 kv tadi.
03:08Nah ketika osilasi tersebut sampai pada satu tahap teknikal tertentu,
03:15maka di jalur barat tadi, di jalur 275 kv tadi, itu juga perlu mengisolasikan diri.
03:25Agar jangan sampai power swing tadi itu menyebabkan gangguan yang lebih luas.
03:30Nah kemudian di titik sebut arah Muarabungo ke Sungai Rambai, dua sirkit juga trip.
03:39Nah ketika trip, maka terpisah sistem di Sumatera, ada bagian selatan yang berlebih dengan pembangkit,
03:48di situ frekuensinya tinggi.
03:50Kemudian ada di sisi utara yang kekurangan pembangkit, di situ frekuensinya rendah.
03:55Di bagian selatan, karena frekuensinya rendah, ada beberapa pengangkit yang kemudian trip,
04:03lalu ada defense scheme kami yang bekerja, sehingga sistem di selatan kemudian normal.
04:10Tidak ada pemadaman di daerah Lampung dan sebagian besar daerah Palembang, tidak ada padam.
04:18Tetapi apa yang terjadi di daerah utara adalah,
04:21Di sana kekurangan dari pembangkit, frekuensinya rendah,
04:25karena berprekuensi rendah, pembangkit-pembangkit ada yang tidak tahan,
04:30kemudian trip, lalu terjadi domino efek.
04:33Trip satu, kemudian pembangkit-pembangkit lain, frekuensinya semakin turun,
04:38kemudian akhirnya pembangkit-pembangkit di bagian utara trip semua,
04:43sehingga pelanggan-pelanggan kami di Jambi, di Riau, Sumbar, Sumbut, dan Aceh mengalami pemadaman.
04:53Kemudian setelah terpisah sistem tadi,
04:56maka pada 2 jam pertama,
04:59para petugas PLN di lapangan melihat ke GIGI apakah ada gangguan fisik yang terjadi,
05:07untuk memastikan jangan sampai terjadi seperti yang pernah terjadi di Aceh.
05:14Alhamdulillah kemudian aman, sistem transmisinya bisa kami normalkan.
05:22Baris Krimpolri mengungkapkan hasil investigasi lapangan terkait penyebab blackout di Sumatra.
05:29Waka Baris Krimpolri bilang ditemukan kabel transmisi putus di titik awal,
05:34pemicu blackout di Sumatra.
05:37Selain itu, ia memastikan tidak ada indikasi sabotase dalam peristiwa blackout di Sumatra.
05:43Hal itu dibuktikan dari pola putusnya kabel transmisi yang tidak rapih.
05:58Pemeriksaan lapangan yang dilakukan tim gabungan Baris Krimpolri di lokasi yang diduga menjadi titik awal gangguan,
06:05tepatnya di sekitar tower transmisi di Desa Tempino, Kecampatan, Mestong, Kabupaten Muaro, Jambi,
06:12ditemukan adanya kabel transmisi yang mengalami putus.
06:16Sementara itu, kondisi fisik tower transmisi secara umum masih dalam keadaan baik
06:21dan tidak ditemukan kerusakan signifikan pada struktur tower.
06:25Berdasarkan keterangan awal di lapangan kejadian,
06:31putusnya kabel transmisi diduga terjadi secara tiba-tiba
06:34akibat pengaruh faktor cuaca dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut secara teknis maupun ilmiah.
06:43Dugaan tersebut diperkuat oleh keterangan saksi
06:45yang kita temukan di masyarakat sekitar lokasi kejadian
06:51dan menerangkan bahwa sesaat sebelum kejadian terjadi...
07:05Dari hasil wawancara terhadap saksi-saksi masyarakat,
07:09Sabridal Selabuk Ketua RT,
07:11Saudara Naruto Wijoyo dan Saudara EKD di Setiawan
07:14diperoleh informasi bahwa
07:16para saksi merupakan warga yang tidak jauh
07:21dari tinggal dari lokasi suset yang mengalami putus kabel tersebut.
07:25Untuk kepentingan lebih lanjut,
07:27rekan-rekan sekalian,
07:28bagian kabel transmisi yang mengalami putus telah diamankan
07:31dan saat ini berada dalam penanganan bus lapor Polri,
07:35guna dilakukan pemeriksaan laboratorium dan analisis lebih lanjut
07:39untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kerusakan.
07:43Selanjutnya, tim melaksanakan gelar bersama diperoleh informasi dari PT PLN
07:48bahwa sebelum terjadinya gangguan,
07:50pada tanggal 22 Mei 2026,
07:53pada pukul 18.30 waktu Indonesia Barat,
07:57kondisi sistem kelistrikan Sumatera berada dalam keadaan normal
08:00dan terintegrasi.
08:02Diketahui, terdapat aliran daya yang signifikan
08:05menuju wilayah Sumatera Barat melalui koridor transmisi Jambi,
08:09yaitu jalur Muara Bungu,
08:11Sungai Rumbai,
08:12sehingga apabila terjadi gangguan pada jalur tersebut,
08:15berpotensi menyebabkan hilangnya pasokan daya
08:18dalam jumlah besar dan memicu blackout sistem interkoneksi Sumatera.
08:23Rekan-rekan sekalian,
08:26ada pun dugaan sementara penyebab terputusnya kabel transmisi
08:29masih dalam proses pendalaman dengan beberapa kemungkinan,
08:33antara lain faktor mekanik akibat gesekan dan pengaruh angin,
08:38faktor panas akibat sambungan longgar yang menimbulkan rungga,
08:42maupun faktor tarikan atau goyangan akibat cuaca ekstrim.
08:48Sampai dengan saat ini,
08:51bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya indikasi sabotase
08:55ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut.
09:00Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca yang ekstrim
09:03yang menyebabkan gangguan pada sistem transmisi kelistrikan.
09:08Oleh karena itu,
09:10kami tekankan kepada seluruh masyarakat bahwa
09:15kami imbau agar tetap tenang dan tidak resah,
09:19serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya,
09:24serta adanya narasi-narasi yang menyesatkan bahwa seolah-olah ini adalah sabotase.
09:29Kenapa kami bisa pastikan ini bukan faktor sabotase?
09:33Karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi.
09:41Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut,
09:47seperti yang ada di depan kita rekan-rekan.
09:50Jadi kalau itu sabotase,
09:52pasti dia potongannya lebih rapi.
09:59PT PLN menyampaikan pemulihan listrik di lima provinsi Sumatera dilakukan secara bertahap.
10:05Direktur transmisi PLN sebut listrik pulih total sepenuhnya,
10:09baru terlaksana pada Minggu 24 Mei 2026.
10:17Sistem transmisi normal,
10:19maka berikutnya kami beralih ke sistem pembangkitan.
10:23Pembangkit-pembangkit ada kami bagi dalam tiga bagian besar,
10:27ada pembangkit-pembangkit diesel dan pembangkit-pembangkit gas
10:30yang siap untuk Black Start.
10:33Kami masukkan Black Start,
10:34mereka dapat menyala sendiri ya,
10:36karena ada bahan bakarnya di situ,
10:38menyala sendiri.
10:39Dan ini, pembangkit-pembangkit ini,
10:42sepertinya ada di Banda Aceh,
10:44ada di Titik Kuning di Medan,
10:46ada di Riau, itu bangkit,
10:48kemudian menyalakan sebagian kecil di Medan di sana.
10:52Kemudian itu waktu korinurnya kurang lebih 3-5 jam,
10:57lalu pembangkit-pembangkit berikutnya adalah pembangkit PLTGU,
11:03dalam waktu kurang lebih 10-15 jam,
11:07yang ada di Arun, di Banda Aceh,
11:10kemudian yang ada di Belawan, di Medan,
11:12lalu di Riau, itu juga menyala dalam waktu 10-15 jam kemudian.
11:18Nah, yang lama adalah pembangkit-pembangkit PLTGU.
11:22Pembangkit-pembangkit PLTGU kami,
11:24yang juga tersebar ada di Sumatera Utara,
11:28kemudian ada juga di Jambi Sumatera Selatan,
11:33kemudian yang ada di Aceh,
11:36sifatnya pembangkit-pembangkit ini,
11:38menyalahnya 20-30 jam kemudian.
11:43Sehingga pelanggan-pelanggan kami,
11:45dengan masuknya pembangkit-pembangkit secara bertahap,
11:51dimulai jam 18.44 di hari Jumat,
11:56kemudian kurang lebih 20-30 persen dalam 5 jam kemudian,
12:01baru bisa menyala,
12:03kemudian 10-15 persen kembali,
12:06ditambah 10 persen,
12:07dan terakhir menyala seluruhnya pada hari Minggu,
12:11jam 6.15 atau jam 6.17.
12:18Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
12:23Satu langkah lebih dekat,
12:25satu langkah lebih terpercaya.
12:27Saksikan Kompas Petang di Kompas TV,
12:30channel 11, di televisi Anda.
12:33Saksikan Kompas TV,
Komentar