Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - PT PLN mengungkapkan kronologi terjadinya blackout atau padam listrik massal di setidaknya lima Provinsi Sumatera, pada 22 Mei 2026 kemarin.

Direktur Transmisi PT PLN, Edwin Nugraha Putra mengatakan pemicu terjadinya blackout bermula terjadinya cuaca buruk sehingga memicu power swing atau osilasi ekstrem.

"Ketika aliran arus yang biasanya menuju di jalur timur tadi menuju dari selatan ke utara itu putus, maka aliran tadi berbalik ke selatan dan berpindah ke arah barat, ke arah 275 kV. Nah, perpindahan arus tadi tersebut itu menyebabkan fenomena yang kami sebut power swing," ujar Edwin Nugraha Putra dalam konferensi pers, Senin (25/05/2026).

Sementara itu, Bareskrim Polri dari hasil investigasi lapangan menemukan kabel transmisi putus di titik awal terjadinya blackout.

Baca Juga Wamen ESDM Instruksikan PLN Seimbangkan Suplai Pembangkit Pasca-Blackout Sumatera di https://www.kompas.tv/nasional/671000/wamen-esdm-instruksikan-pln-seimbangkan-suplai-pembangkit-pasca-blackout-sumatera

#blackoutsumatera #pln #sumatera

Voice Over: Yulian Indah



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/671259/full-kronologi-blackout-di-sumatera-dipicu-cuaca-buruk-sebabkan-power-swing
Transkrip
00:00Pindahan arus tadi tersebut itu menyebabkan fenomena yang kami sebut power swing atau biasanya kita kenal dengan osilasi.
00:10Lima provinsi di Sumatera alami blackout atau listrik padam masal pada 22 Mei 2026.
00:18Pemadaman ini sebabkan aktivitas warga terganggu.
00:21PT PLN ungkap pemadaman masal di picu cuaca buruk hingga terjadi power swing atau osilasi ekstrim.
00:28Cuaca buruk berenjir bandang, cuaca hujan tinggi dan angin kencang yang berdampak terhadap kerusakan infrastruktur kelistrikan di PLN.
00:39Dalam beberapa waktu terakhir ini, wilayah di Sumatera Selatan, Jambi dan tentunya tadi di daerah Tampino, di daerah Moral Jambi,
00:50masuk juga dalam daftar waspa pada BMKG karena terjadinya kelembapan udara yang tinggi yang kemudian sering terjadi hujan lebat, petir
01:02dan angin kencang di daerah tersebut.
01:04Bapak-Ibu sekalian perlu kami jelaskan bahwa di sistem Sumatera ada dua jalur utama kelistrikan yang membawa energi,
01:15yang membawa daya listrik dari jalur selatan, dari daerah selatan yang ada di Palembang dengan Lampung ke utara yang ada
01:25di Riau, Jambi, Sumatera Utara dan Aceh.
01:28Ada jalur di sebelah timur, koridor 500 kv kami sebutkan, kemudian ada jalur barat 275 kv.
01:39Pada hari Jumat, tanggal 22 Mei tahun 2026, pukul tepatnya 18.44 WIB, terjadi gangguan pada transmisi 275 kv New
01:57Aurduri ke arah Sumsal 5.
02:01Dan ini merupakan inputan menuju jarur 500 kv yang ada di bagian timur.
02:09Nah ini terjadi kemudian kedua sirkitnya trip, sehingga jalur 500 kv keluar dari sistem.
02:19Ini diduga karena terjadi kondisi cuaca yang pada saat itu hujan dan angin kencang.
02:27Nah ketika aliran arus yang biasanya menuju di jalur timur tadi menuju dari selatan ke utara itu putus,
02:38maka aliran tadi berbalik ke selatan dan berpindah ke arah barat, ke arah 275 kv.
02:47Nah perpindahan arus tadi tersebut itu menyebabkan fenomena yang kami sebut power swing atau biasanya kita kenal dengan osilasi.
02:58Jadi tegangan maupun frekuensi berosilasi sangat tinggi pada saat itu karena berpindahnya ke arah 275 kv tadi.
03:08Nah ketika osilasi tersebut sampai pada satu tahap teknikal tertentu,
03:15maka di jalur barat tadi, di jalur 275 kv tadi, itu juga perlu mengisolasikan diri.
03:25Agar jangan sampai power swing tadi itu menyebabkan gangguan yang lebih luas.
03:30Nah kemudian di titik sebut arah Muarabungo ke Sungai Rambai, dua sirkit juga trip.
03:39Nah ketika trip, maka terpisah sistem di Sumatera, ada bagian selatan yang berlebih dengan pembangkit,
03:48di situ frekuensinya tinggi.
03:50Kemudian ada di sisi utara yang kekurangan pembangkit, di situ frekuensinya rendah.
03:55Di bagian selatan, karena frekuensinya rendah, ada beberapa pengangkit yang kemudian trip,
04:03lalu ada defense scheme kami yang bekerja, sehingga sistem di selatan kemudian normal.
04:10Tidak ada pemadaman di daerah Lampung dan sebagian besar daerah Palembang, tidak ada padam.
04:18Tetapi apa yang terjadi di daerah utara adalah,
04:21Di sana kekurangan dari pembangkit, frekuensinya rendah,
04:25karena berprekuensi rendah, pembangkit-pembangkit ada yang tidak tahan,
04:30kemudian trip, lalu terjadi domino efek.
04:33Trip satu, kemudian pembangkit-pembangkit lain, frekuensinya semakin turun,
04:38kemudian akhirnya pembangkit-pembangkit di bagian utara trip semua,
04:43sehingga pelanggan-pelanggan kami di Jambi, di Riau, Sumbar, Sumbut, dan Aceh mengalami pemadaman.
04:53Kemudian setelah terpisah sistem tadi,
04:56maka pada 2 jam pertama,
04:59para petugas PLN di lapangan melihat ke GIGI apakah ada gangguan fisik yang terjadi,
05:07untuk memastikan jangan sampai terjadi seperti yang pernah terjadi di Aceh.
05:14Alhamdulillah kemudian aman, sistem transmisinya bisa kami normalkan.
05:22Baris Krimpolri mengungkapkan hasil investigasi lapangan terkait penyebab blackout di Sumatra.
05:29Waka Baris Krimpolri bilang ditemukan kabel transmisi putus di titik awal,
05:34pemicu blackout di Sumatra.
05:37Selain itu, ia memastikan tidak ada indikasi sabotase dalam peristiwa blackout di Sumatra.
05:43Hal itu dibuktikan dari pola putusnya kabel transmisi yang tidak rapih.
05:58Pemeriksaan lapangan yang dilakukan tim gabungan Baris Krimpolri di lokasi yang diduga menjadi titik awal gangguan,
06:05tepatnya di sekitar tower transmisi di Desa Tempino, Kecampatan, Mestong, Kabupaten Muaro, Jambi,
06:12ditemukan adanya kabel transmisi yang mengalami putus.
06:16Sementara itu, kondisi fisik tower transmisi secara umum masih dalam keadaan baik
06:21dan tidak ditemukan kerusakan signifikan pada struktur tower.
06:25Berdasarkan keterangan awal di lapangan kejadian,
06:31putusnya kabel transmisi diduga terjadi secara tiba-tiba
06:34akibat pengaruh faktor cuaca dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut secara teknis maupun ilmiah.
06:43Dugaan tersebut diperkuat oleh keterangan saksi
06:45yang kita temukan di masyarakat sekitar lokasi kejadian
06:51dan menerangkan bahwa sesaat sebelum kejadian terjadi...
07:05Dari hasil wawancara terhadap saksi-saksi masyarakat,
07:09Sabridal Selabuk Ketua RT,
07:11Saudara Naruto Wijoyo dan Saudara EKD di Setiawan
07:14diperoleh informasi bahwa
07:16para saksi merupakan warga yang tidak jauh
07:21dari tinggal dari lokasi suset yang mengalami putus kabel tersebut.
07:25Untuk kepentingan lebih lanjut,
07:27rekan-rekan sekalian,
07:28bagian kabel transmisi yang mengalami putus telah diamankan
07:31dan saat ini berada dalam penanganan bus lapor Polri,
07:35guna dilakukan pemeriksaan laboratorium dan analisis lebih lanjut
07:39untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kerusakan.
07:43Selanjutnya, tim melaksanakan gelar bersama diperoleh informasi dari PT PLN
07:48bahwa sebelum terjadinya gangguan,
07:50pada tanggal 22 Mei 2026,
07:53pada pukul 18.30 waktu Indonesia Barat,
07:57kondisi sistem kelistrikan Sumatera berada dalam keadaan normal
08:00dan terintegrasi.
08:02Diketahui, terdapat aliran daya yang signifikan
08:05menuju wilayah Sumatera Barat melalui koridor transmisi Jambi,
08:09yaitu jalur Muara Bungu,
08:11Sungai Rumbai,
08:12sehingga apabila terjadi gangguan pada jalur tersebut,
08:15berpotensi menyebabkan hilangnya pasokan daya
08:18dalam jumlah besar dan memicu blackout sistem interkoneksi Sumatera.
08:23Rekan-rekan sekalian,
08:26ada pun dugaan sementara penyebab terputusnya kabel transmisi
08:29masih dalam proses pendalaman dengan beberapa kemungkinan,
08:33antara lain faktor mekanik akibat gesekan dan pengaruh angin,
08:38faktor panas akibat sambungan longgar yang menimbulkan rungga,
08:42maupun faktor tarikan atau goyangan akibat cuaca ekstrim.
08:48Sampai dengan saat ini,
08:51bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya indikasi sabotase
08:55ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut.
09:00Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca yang ekstrim
09:03yang menyebabkan gangguan pada sistem transmisi kelistrikan.
09:08Oleh karena itu,
09:10kami tekankan kepada seluruh masyarakat bahwa
09:15kami imbau agar tetap tenang dan tidak resah,
09:19serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya,
09:24serta adanya narasi-narasi yang menyesatkan bahwa seolah-olah ini adalah sabotase.
09:29Kenapa kami bisa pastikan ini bukan faktor sabotase?
09:33Karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi.
09:41Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut,
09:47seperti yang ada di depan kita rekan-rekan.
09:50Jadi kalau itu sabotase,
09:52pasti dia potongannya lebih rapi.
09:59PT PLN menyampaikan pemulihan listrik di lima provinsi Sumatera dilakukan secara bertahap.
10:05Direktur transmisi PLN sebut listrik pulih total sepenuhnya,
10:09baru terlaksana pada Minggu 24 Mei 2026.
10:17Sistem transmisi normal,
10:19maka berikutnya kami beralih ke sistem pembangkitan.
10:23Pembangkit-pembangkit ada kami bagi dalam tiga bagian besar,
10:27ada pembangkit-pembangkit diesel dan pembangkit-pembangkit gas
10:30yang siap untuk Black Start.
10:33Kami masukkan Black Start,
10:34mereka dapat menyala sendiri ya,
10:36karena ada bahan bakarnya di situ,
10:38menyala sendiri.
10:39Dan ini, pembangkit-pembangkit ini,
10:42sepertinya ada di Banda Aceh,
10:44ada di Titik Kuning di Medan,
10:46ada di Riau, itu bangkit,
10:48kemudian menyalakan sebagian kecil di Medan di sana.
10:52Kemudian itu waktu korinurnya kurang lebih 3-5 jam,
10:57lalu pembangkit-pembangkit berikutnya adalah pembangkit PLTGU,
11:03dalam waktu kurang lebih 10-15 jam,
11:07yang ada di Arun, di Banda Aceh,
11:10kemudian yang ada di Belawan, di Medan,
11:12lalu di Riau, itu juga menyala dalam waktu 10-15 jam kemudian.
11:18Nah, yang lama adalah pembangkit-pembangkit PLTGU.
11:22Pembangkit-pembangkit PLTGU kami,
11:24yang juga tersebar ada di Sumatera Utara,
11:28kemudian ada juga di Jambi Sumatera Selatan,
11:33kemudian yang ada di Aceh,
11:36sifatnya pembangkit-pembangkit ini,
11:38menyalahnya 20-30 jam kemudian.
11:43Sehingga pelanggan-pelanggan kami,
11:45dengan masuknya pembangkit-pembangkit secara bertahap,
11:51dimulai jam 18.44 di hari Jumat,
11:56kemudian kurang lebih 20-30 persen dalam 5 jam kemudian,
12:01baru bisa menyala,
12:03kemudian 10-15 persen kembali,
12:06ditambah 10 persen,
12:07dan terakhir menyala seluruhnya pada hari Minggu,
12:11jam 6.15 atau jam 6.17.
12:18Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
12:23Satu langkah lebih dekat,
12:25satu langkah lebih terpercaya.
12:27Saksikan Kompas Petang di Kompas TV,
12:30channel 11, di televisi Anda.
12:33Saksikan Kompas TV,
Komentar

Dianjurkan