00:00Ya setelah saat ini kami sudah terhubung dengan wakil Menteri Haji dan Umroh, Daniel Anzar Siman Juntak,
00:06asung dari Mekah Arab Saudi.
00:09Assalamualaikum, selamat malam waktu Indonesia, Pak Wamen.
00:14Waalaikumsalam, warahmatullahi wabarakatuh, selamat malam, selamat petang waktu Saudi Arabia.
00:22Pak Wamen, ini wukuf di Arofah, saya tentu ikut merasakan bagaimana
00:26paling banyak tetesan air mata itu terjadi ketika di Arofah.
00:31Bagaimana Anda melihat pelaksanaan wukuf di Arofah hari ini, Pak Wamen?
00:37Alhamdulillah pada hari ini, tadi pada ketika zuhur semua jamaah haji 205 ribu plus PIHK atau haji khusus sekitar 17
00:52ribu,
00:53lebih dari 220 ribu jamaah haji Indonesia itu berkumpul di Arofah, tentu berdoa, memaksimalkan doa-doa mereka,
01:06kemudian merenungi, kemudian berkontemplasi bersama dengan seluruh jamaah haji di seluruh dunia.
01:13Ada sekitar 1,5 juta jamaah haji dari seluruh dunia yang melakukan wukuf di Arofah,
01:21dan Alhamdulillah pada tahun ini pemerintah kerajaan Saudi Arabia itu lebih ketat, lebih tertib,
01:29dan terus melakukan perbaikan-perbaikan yang signifikan,
01:34sehingga jamaah haji Indonesia dan jamaah haji dari seluruh dunia bisa melakukan ibadah dengan lebih usyuk.
01:44Dan tentu tadi kami merepresentasikan dari misi haji Indonesia,
01:50merepresentasikan pemerintah Republik Indonesia,
01:53menyampaikan kepada seluruh jamaah haji,
01:56untuk kemudian mendoakan hajat-hajat pribadi,
02:02jamaah masing-masing,
02:04tapi jangan lupa juga mendoakan hajat-hajat kolektif,
02:09hajat-hajat bangsa,
02:11hajat-hajat masyarakat,
02:13yang agar kemudian kondisi pribadi ke depan jadi lebih baik,
02:19dan tentu juga kondisi bangsa jauh lebih baik di waktu-waktu ke depan.
02:25Juga tentu kita berharap wukum di Arofa ini menyampaikan pesan perdamaian,
02:32pesan salam,
02:34atau pesan kerukunan, toleransi,
02:37apalagi di tengah situasi dunia yang tidak baik-baik saja.
02:43Nah tentu melalui haji kita berharap kondisi dunia menjadi lebih baik,
02:48dan lebih damai seperti apa yang ingin dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.
02:53Pak Wamen, biasanya kan di Arofa kita diimbau untuk tetap berada di dalam tenda,
02:59karena panas yang menyengat di sana.
03:01Tapi tetap saja, kadang kita pengen keluar,
03:04pengen merasakan berdoa langsung menembus langit istilahnya.
03:07Bagaimana kesehatan jamaah menghadapi serangan panas di sana, Pak Wamen?
03:13Tadi memang saya berkeliling di tenda-tenda menghibau
03:20agar jamaah lebih baik melakukan doa dan merenung di masing-masing di dalam tenda.
03:30Karena memang cuaca tadi di siang jam 12 sampai jam 3 siang,
03:38itu relatif sangat panas, sampai dengan 45 derajat Celcius.
03:43Namun ini mulai sore, mulai turun cuacanya lebih baik,
03:50dan sehingga jamaah ini kalau Anda lihat di belakang saya,
03:53di kanan-kiri saya sudah mulai banyak jamaah yang berkegiatan di luar tenda.
04:01Bahkan di depan saya ada Prof Dadan,
04:04Kepala BGN yang juga berdoa,
04:07supaya banyak hal berubahan-berubahan signifikan
04:13untuk pelayanan kita ke depan.
04:15Jadi memang panasnya sangat menyengat,
04:20dan makanya kita menghibau untuk doa di dalam tenda.
04:24Tapi kemudian memang kita menghindari
04:28agar jamaah jangan mengalami dehidrasi,
04:31karena memang situasi panas seperti ini rawat sekali dehidrasi.
04:35Nah, tapi keamanan dan tim kita terus mengawasi jamaah.
04:40Pak Wamen, terakhir, bagaimana persiapan ke Musdalifah untuk Mabit?
04:45Seperti apa shuttle yang disiapkan?
04:47Karena ini yang biasa jadi kendala.
04:48Ini agak rebutan nih.
04:50Macet juga disiapkan.
04:51Betul, betul.
04:52Betul.
04:53Betul tahun ini, Alhamdulillah,
04:56penertiban pelan-pelan kita lakukan,
04:58karena masalah klasik yang selalu muncul,
05:01itu adalah traffic jam, macet.
05:05Karena memang itu kan terkait dengan pengaturan oleh otoritas
05:09Kerajaan Saudi Arabia yang tidak bisa kita ikut campur.
05:13Tetapi setidaknya, yang bisa kita lakukan itu adalah pengelolaan emosi dan psikologi jamaah.
05:21Nah, kami tadi sudah mendeploy atau mengerahkan petugas-petugas haji
05:27supaya duluan berada di Musdalifah.
05:30Supaya kemudian ketika jamaah nanti sampai di Musdalifah,
05:35baiknya yang akan memutuskan melakukan Mabit di Minah,
05:41berdiam diri misalnya lama di Musdalifah,
05:45tapi juga ada sebagian besar hampir 80 ribu jamaah itu yang melakukan Mabit dengan cara murur.
05:54Artinya Mabit nanti dia murur di waktu tengah malam jam 11.12,
06:00tapi mereka akan langsung menuju Minah,
06:05melakukan Tanazul, kemudian melakukan Tawaf Ifado,
06:09kemudian kembali ke hotelnya masing-masing di daerah Sisya dan Raudah,
06:13khususnya untuk Tanazul ada sekitar 20 ribu,
06:17sedangkan yang murur itu ada 80 ribu.
06:20Nah, tim kita siang tadi dari Arofah sudah digerakkan ke Musdalifah
06:26untuk standby dan menyambut jamaah di Musdalifah nanti,
06:31kemudian sebagian tim juga ada Satgas Minah namanya,
06:35itu sudah bersiap di Minah.
06:36Jadi, mas kami membuat tim ada Satgas Arofah,
06:40seungguhnya ada Satgas Minah,
06:45dan kemudian Satgas Minah.
06:47Jadi, di bagi tiga teman-teman,
06:51ke dalamnya selalu kemudian
06:55pengorganisir jamaah di Musdalifah dan juga di Minah.
06:58Dan Alhamdulillah, tahun ini kita berusaha mengantisipasi
07:00supaya jamaah jangan sampai jalan.
07:04Karena ketika jamaah tidak sabaran,
07:07di Musdalifah memutuskan jalan,
07:10itu yang akan membuat nanti kemacetan semakin panjang.
07:14Oke, baik.
07:15Pak Wamen, terima kasih doa kami dari Indonesia,
07:18semoga lancar sampai nanti selesai seluruh rangkaian pelaksanaan Ibadah Haji
07:22di tahun ini.
07:23Terima kasih Wakil Menteri Haji Manko,
07:25Amin.
07:25Terima kasih, Pak.
07:26Amin.
Komentar