00:00Hari ini saya melakukan koordinasi dengan Satgas Ewan pada beberapa daerah yang para pelapor tersebut merupakan korban penipuan
00:13dari pihak-pihak yang mengaku orang dekat dengan pejabat BGN atau bahkan mungkin mengaku sebagai pejabat BGN,
00:25sebagai kenalannya pejabat BGN, dan menawarkan jasa untuk mendaftarkan titik SPPG, tentu saja dengan permintaan uang.
00:36Pada beberapa laporan polisi yang sekarang sedang ditangani, yang pertama di Polda, Jawa Barat, ada satu laporan polisi,
00:46itu sudah saya monitor kemarin sudah tertangkap pelakunya, kemudian saya juga kemarin koordinasi dengan Polresta Barelang,
00:53dan juga dengan Polresta Lombok Timur, bahkan semakin hari banyak informasi yang saya dapatkan tentang korban-korban oknum tersebut.
01:05Oleh karena itu, saya perlu mengambil langkah berkoordinasi dengan Satgas MBI Kepori yang juga di dalamnya kan banyak berkomunikasi dengan
01:18Polresta-Polresta jajaran,
01:35dan menangkap siapa sebetulnya dibalik ke mereka-mereka yang menggunakan, yang memanfaatkan dan mencoreng program ini.
01:46Program ini harus kita jaga, program ini program mulia, jangan sampai pelaksanaannya di bawah banyak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang
01:54tidak bertanggung jawab.
01:54Sekiranya demikian.
01:57Pak Satgas MBI Kepori
02:00Dugaan jual-beli titik pembangunan SPPG, tentunya Satgas MBI Kepori dalam ini memakili Polri,
02:10mendukung penuh dalam rangka penegatan hukum bagi pihak-pihak yang menyalahgunakan program MBI Kepori ini,
02:24mengambil keuntungan dengan cara-cara yang menyimpang atau melanggar hukum.
02:29Tadi sudah disampaikan oleh Pak Soni bahwa sudah ada beberapa laporan pengaduan yang sudah ditangani di beberapa polda.
02:40Tentunya ini mari sama-sama program pemerintah, khususnya program makan berkisi gratis ini yang menjadi program prioritas Bapak Presiden,
02:49perlu kita dukung seluruh pihak dan saya harapkan kepada seluruh masyarakat apabila menemukan ada pelanggaran atau ada penyimpangan khususnya
03:02terkait dengan dugaan jual-beli titik supaya segera dilaporkan kepada aparat penegat hukum setempat,
03:12baik itu di Polres setempat ataupun polda yang nantinya akan ditindaklanjuti,
03:19jadi akan diusut sesuai dengan ketentuan yang ada.
03:22Tentunya ini perlu dukungan dari seluruh pihak, kita mengawal program MBG ini bisa benar-benar terlaksana
03:31dan memberi manfaat kepada seluruh masyarakat, karena tidak hanya memberikan asupan gisi kepada tasaran penerima,
03:40program MBG ini memberikan multi efek, menggerakkan ekonomi masyarakat,
03:45tentunya ini juga berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
03:50Sehingga itu dari penjelasan kami.
04:00Pendaftaran untuk mendapatkan atau untuk ikut dalam program MBG ini dilakukan oleh yayasan
04:10melalui portal mitra.bgn.id.
04:15Di sana diverifikasi tahapan-tahapannya, yang pertama diverifikasi identitas yayasan lengkap termasuk nomor AHU-nya, NPWP-nya, NIB-nya.
04:25Setelah itu, setelah terverifikasi, baru kemudian mereka mengisi data-data lokasi yang diajukan.
04:33Provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, pelurahan, alamat.
04:37Kemudian, desainnya seperti apa, termasuk alas hak tanahnya ya, tanahnya milik dia atau sewa, alas haknya seperti apa,
04:48sertifikat ataukah perjanjian sewa-menyewa, dapurnya luas berapa, seperti itu.
04:54Setelah diverifikasi, baru kemudian mereka mulai membangun, mengisi progres.
04:59Sudah membangun tembok, misalkan, 10%, sudah mengisi peralatan dapur, 20%, terus seperti itu.
05:10Nah, biasanya yang digunakan oleh para pelaku, mereka mendaftar dulu, ya, mereka mendaftar dulu,
05:18kemudian setelah mendapatkan ID, ID SPPG, setelah mendaftar tahap pertama,
05:25dia sebenarnya tidak membangun, tetapi dia menawarkan diri seolah-olah dia pejabat BGN
05:32atau mempunyai relasi dengan BGN, mengatakan, saya bisa membantu kamu,
05:38saya bisa membantu kamu, kemudian mengurus mendapatkan ini.
05:43Terjadilah di situ transaksi.
05:45Ada juga modus yang kedua, ini yang juga sudah mulai dilaporkan,
05:50ada sebuah kelompok mengatasnamakan yayasan,
05:55mampu menampung beberapa permohonan titik,
06:01nah, kemudian barulah pada membayar, orang-orang yang dihubungi itu,
06:05ada yang 25 juta, ada yang 50 juta,
06:08namun kemudian tidak kunjung mendapatkan ID SPPG,
06:14karena dia bukan orang yang mendaftarkan,
06:17dia hanya menampung, kemudian ada juga yang modelnya seperti LSN,
06:22membentuk sebuah perusahaan,
06:23sama juga menjanjikan kepada orang-orang untuk mendapatkan titik-titik.
06:28Nah, ini BGN sekali lagi tidak pernah bekerja sama
06:34dengan organisasi, dengan kelompok keperusahaan manapun
06:39untuk pendaftaran titik-titik SPPG,
06:43murni yayasan yang mendaftarkan.
06:45Kira-kira demikian.
06:50Yang di Polde Jawa Barat itu 1,9 miliar.
06:55Di Jawa Barat yang baru lapor itu 21 orang,
06:59kemudian di Lombok Timur ada 1 orang,
07:03kemudian ini saya mendengar hari ini
07:05akan ada datang juga korban 20 orang,
07:0820 orang yang ditipu oleh sebuah yayasan.
07:12itu ke BGN.
07:13Kami akan pelajari dulu, ya, pelajari dulu,
07:16baru kemudian kami arahkan untuk melapor ke Polres atau ke Polda.
07:19Pak, kalau lagi yang di Batang,
07:201 SPPG, Pak.
07:22Kenapa?
07:221,9 miliar itu 1 SPPG atau 20 orang?
07:2720, itu korbannya 21 orang,
07:30jadi rata-rata per orang kerugiannya 100 juta lah.
07:34100 juta.
07:41Hasil penyidikan nantinya akan membuktikan
07:43apakah ada relasi dengan oknum-oknum di BGN atau tidak, gitu kan.
07:47Makanya saya tegas,
07:49selama ini kan tidak saya hero-kan itu,
07:53karena saya sebagai ketua tim verifikasi
07:55fokus kepada pencapaian target,
07:58berapa jumlah penerima manfaat,
08:00bagaimana mengembangkan sistem, gitu kan.
08:02Jadi fokus, sudah mendengar ini,
08:04tapi kalau lama-lama semakin banyak,
08:06makanya saya sudah mulai fokus.
08:07Oke, kalau begitu,
08:08saya katakan,
08:09saya harus turun gunung ini.
08:11Saya harus turun gunung,
08:12saya datang ke Polres-Polres,
08:13ke Polda-Polda,
08:14memastikan betul-betul
08:16bahwa ini ada korban,
08:19perduganya ada,
08:20maka kemudian saya minta proses lanjut.
08:30Sejauh ini belum,
08:31makanya saya serahkan kepada penyidik,
08:33makanya kemudian saya berkoordinasi
08:34dengan Baris Krim,
08:35karena dengan berbagai kasus
08:37di beberapa daerah tersebut,
08:39kan nanti saya akan
08:40dia evaluasi apakah ada
08:42keterkaitan satu dengan lainnya.
08:50Terduganya sudah ada,
08:52terduganya sudah ada,
08:54tetapi belum penetapan tersangka.
08:55Kalau korbannya ada berapa banyak?
08:57Berapa seru-seru rupiah?
09:00400 juta kalau tidak salah.
09:02Berapa banyak korban?
09:04Korban dua orang.
09:07Pak maaf,
09:08mengulang Pak,
09:09atau mengulang?
09:10Tidak ada dua orang,
09:11tetapi tidak terduganya.
09:13Ya,
09:14yaitu tadi yang saya katakan,
09:15hasil penyidikan nanti
09:17yang faktanya akan mengungkap
09:18apakah ada korelasi,
09:20apakah ada relasi
09:21dengan orang-orang di bagian atau tidak.
09:22Tapi saya yakin,
09:24saya yakin sementara ini
09:26saya katakan tidak ada.
09:28Sampai nanti ada fakta
09:30dan bukti yang menunjukkan ada.
09:36Kalau normal kan sesuai pembangunan,
09:39misalkan bangunan gedung gitu,
09:41sekitar 1,2 miliar,
09:44peralatan,
09:45alat masak,
09:46conducting,
09:47instalasi, gas, dan lain-lain,
09:49diperkirakan sampai
09:501,5-2 miliar.
09:52Bahkan ada yang lebih
09:53dari 2 miliar
09:54untuk satu SPPG.
10:01Saya,
10:09itu Baris Krim mungkin ya,
10:10cuma saya hari ini
10:11berkoordinasi saja.
10:12Kebetulan,
10:13karena kebetulan
10:14di Baris Krim juga ada
10:15laporan pulisi
10:15yang unik juga,
10:17itu seperti MLM bentuknya.
10:19Tapi kaitannya dengan
10:20pendaftaran titik MBG gitu.
10:35Yang jelas,
10:36dengan adanya efisiensi itu,
10:38BGN mendukung,
10:40penerimaan manfaat tetap,
10:42hanya kami merubah pola,
10:43yang semula asalnya pelayanan 6 hari,
10:46hari Sabtu itu tidak masuk,
10:49juga tetap diberi.
10:50Sekarang,
10:51karena efisiensi anggaran,
10:52kami berubah menjadi 5 hari.
10:55Dan,
10:55konsepnya adalah,
10:57MBG diberikan pada saat siswa ada di sekolah.
11:01Sebenarnya,
11:03ada di sekolahnya 5 hari kan?
11:05Umumnya ya,
11:065 hari.
11:06Biasanya misalkan hari,
11:08di tengah-tengah minggu,
11:10misalkan hari Rabu,
11:11atau hari Kamis libur,
11:12ya hari Rabu dan Kamis
11:13tidak diberikan MBG.
11:16Baik,
11:17cukup?
11:17Terima kasih,
11:18dekat-dekan.
11:23Ya,
11:29saya responnya hari ini ada di sini,
11:31berbicara dengan dekat-dekan.
11:36Baik,
11:37terima kasih.
11:43Terima kasih.
11:44Terima kasih.
11:46Terima kasih.
Komentar