Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol. (Purn.) Sony Sonjaya mengungkap kasus dugaan penipuan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Para pelapor tersebut merupakan korban penipuan dari pihak-pihak yang mengaku orang dekat dengan pejabat BGN," ujar Wakil Kepala BGN, Irjen Pol. (Purn.) Sony Sonjaya di Bareskrim Polri pada Senin, (25/5/2026).

"Atau bahkan mungkin mengaku sebagai pejabat BGN atau kenalan pejabat BGN dan menawarkan jasa untuk mendaftarkan titik SPPG, tentu saja dengan permintaan uang," lanjutnya.

Berdasarkan laporan dari korban di Polda Jabar, Wakil Kepala BGN menyebut kerugian korban mencapai Rp1,9 miliar.

Baca Juga BGN Ungkap Modus Penipuan Jual Beli Titik SPPG, Pelaku Minta Uang sampai Ratusan Juta di https://www.kompas.tv/nasional/671113/bgn-ungkap-modus-penipuan-jual-beli-titik-sppg-pelaku-minta-uang-sampai-ratusan-juta

#bgn #bareskrim #polri #mbg #sppg

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/671177/full-terungkap-bgn-polri-usut-kasus-jual-beli-titik-sppg-kerugian-korban-capai-rp1-9-miliar
Transkrip
00:00Hari ini saya melakukan koordinasi dengan Satgas Ewan pada beberapa daerah yang para pelapor tersebut merupakan korban penipuan
00:13dari pihak-pihak yang mengaku orang dekat dengan pejabat BGN atau bahkan mungkin mengaku sebagai pejabat BGN,
00:25sebagai kenalannya pejabat BGN, dan menawarkan jasa untuk mendaftarkan titik SPPG, tentu saja dengan permintaan uang.
00:36Pada beberapa laporan polisi yang sekarang sedang ditangani, yang pertama di Polda, Jawa Barat, ada satu laporan polisi,
00:46itu sudah saya monitor kemarin sudah tertangkap pelakunya, kemudian saya juga kemarin koordinasi dengan Polresta Barelang,
00:53dan juga dengan Polresta Lombok Timur, bahkan semakin hari banyak informasi yang saya dapatkan tentang korban-korban oknum tersebut.
01:05Oleh karena itu, saya perlu mengambil langkah berkoordinasi dengan Satgas MBI Kepori yang juga di dalamnya kan banyak berkomunikasi dengan
01:18Polresta-Polresta jajaran,
01:35dan menangkap siapa sebetulnya dibalik ke mereka-mereka yang menggunakan, yang memanfaatkan dan mencoreng program ini.
01:46Program ini harus kita jaga, program ini program mulia, jangan sampai pelaksanaannya di bawah banyak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang
01:54tidak bertanggung jawab.
01:54Sekiranya demikian.
01:57Pak Satgas MBI Kepori
02:00Dugaan jual-beli titik pembangunan SPPG, tentunya Satgas MBI Kepori dalam ini memakili Polri,
02:10mendukung penuh dalam rangka penegatan hukum bagi pihak-pihak yang menyalahgunakan program MBI Kepori ini,
02:24mengambil keuntungan dengan cara-cara yang menyimpang atau melanggar hukum.
02:29Tadi sudah disampaikan oleh Pak Soni bahwa sudah ada beberapa laporan pengaduan yang sudah ditangani di beberapa polda.
02:40Tentunya ini mari sama-sama program pemerintah, khususnya program makan berkisi gratis ini yang menjadi program prioritas Bapak Presiden,
02:49perlu kita dukung seluruh pihak dan saya harapkan kepada seluruh masyarakat apabila menemukan ada pelanggaran atau ada penyimpangan khususnya
03:02terkait dengan dugaan jual-beli titik supaya segera dilaporkan kepada aparat penegat hukum setempat,
03:12baik itu di Polres setempat ataupun polda yang nantinya akan ditindaklanjuti,
03:19jadi akan diusut sesuai dengan ketentuan yang ada.
03:22Tentunya ini perlu dukungan dari seluruh pihak, kita mengawal program MBG ini bisa benar-benar terlaksana
03:31dan memberi manfaat kepada seluruh masyarakat, karena tidak hanya memberikan asupan gisi kepada tasaran penerima,
03:40program MBG ini memberikan multi efek, menggerakkan ekonomi masyarakat,
03:45tentunya ini juga berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
03:50Sehingga itu dari penjelasan kami.
04:00Pendaftaran untuk mendapatkan atau untuk ikut dalam program MBG ini dilakukan oleh yayasan
04:10melalui portal mitra.bgn.id.
04:15Di sana diverifikasi tahapan-tahapannya, yang pertama diverifikasi identitas yayasan lengkap termasuk nomor AHU-nya, NPWP-nya, NIB-nya.
04:25Setelah itu, setelah terverifikasi, baru kemudian mereka mengisi data-data lokasi yang diajukan.
04:33Provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, pelurahan, alamat.
04:37Kemudian, desainnya seperti apa, termasuk alas hak tanahnya ya, tanahnya milik dia atau sewa, alas haknya seperti apa,
04:48sertifikat ataukah perjanjian sewa-menyewa, dapurnya luas berapa, seperti itu.
04:54Setelah diverifikasi, baru kemudian mereka mulai membangun, mengisi progres.
04:59Sudah membangun tembok, misalkan, 10%, sudah mengisi peralatan dapur, 20%, terus seperti itu.
05:10Nah, biasanya yang digunakan oleh para pelaku, mereka mendaftar dulu, ya, mereka mendaftar dulu,
05:18kemudian setelah mendapatkan ID, ID SPPG, setelah mendaftar tahap pertama,
05:25dia sebenarnya tidak membangun, tetapi dia menawarkan diri seolah-olah dia pejabat BGN
05:32atau mempunyai relasi dengan BGN, mengatakan, saya bisa membantu kamu,
05:38saya bisa membantu kamu, kemudian mengurus mendapatkan ini.
05:43Terjadilah di situ transaksi.
05:45Ada juga modus yang kedua, ini yang juga sudah mulai dilaporkan,
05:50ada sebuah kelompok mengatasnamakan yayasan,
05:55mampu menampung beberapa permohonan titik,
06:01nah, kemudian barulah pada membayar, orang-orang yang dihubungi itu,
06:05ada yang 25 juta, ada yang 50 juta,
06:08namun kemudian tidak kunjung mendapatkan ID SPPG,
06:14karena dia bukan orang yang mendaftarkan,
06:17dia hanya menampung, kemudian ada juga yang modelnya seperti LSN,
06:22membentuk sebuah perusahaan,
06:23sama juga menjanjikan kepada orang-orang untuk mendapatkan titik-titik.
06:28Nah, ini BGN sekali lagi tidak pernah bekerja sama
06:34dengan organisasi, dengan kelompok keperusahaan manapun
06:39untuk pendaftaran titik-titik SPPG,
06:43murni yayasan yang mendaftarkan.
06:45Kira-kira demikian.
06:50Yang di Polde Jawa Barat itu 1,9 miliar.
06:55Di Jawa Barat yang baru lapor itu 21 orang,
06:59kemudian di Lombok Timur ada 1 orang,
07:03kemudian ini saya mendengar hari ini
07:05akan ada datang juga korban 20 orang,
07:0820 orang yang ditipu oleh sebuah yayasan.
07:12itu ke BGN.
07:13Kami akan pelajari dulu, ya, pelajari dulu,
07:16baru kemudian kami arahkan untuk melapor ke Polres atau ke Polda.
07:19Pak, kalau lagi yang di Batang,
07:201 SPPG, Pak.
07:22Kenapa?
07:221,9 miliar itu 1 SPPG atau 20 orang?
07:2720, itu korbannya 21 orang,
07:30jadi rata-rata per orang kerugiannya 100 juta lah.
07:34100 juta.
07:41Hasil penyidikan nantinya akan membuktikan
07:43apakah ada relasi dengan oknum-oknum di BGN atau tidak, gitu kan.
07:47Makanya saya tegas,
07:49selama ini kan tidak saya hero-kan itu,
07:53karena saya sebagai ketua tim verifikasi
07:55fokus kepada pencapaian target,
07:58berapa jumlah penerima manfaat,
08:00bagaimana mengembangkan sistem, gitu kan.
08:02Jadi fokus, sudah mendengar ini,
08:04tapi kalau lama-lama semakin banyak,
08:06makanya saya sudah mulai fokus.
08:07Oke, kalau begitu,
08:08saya katakan,
08:09saya harus turun gunung ini.
08:11Saya harus turun gunung,
08:12saya datang ke Polres-Polres,
08:13ke Polda-Polda,
08:14memastikan betul-betul
08:16bahwa ini ada korban,
08:19perduganya ada,
08:20maka kemudian saya minta proses lanjut.
08:30Sejauh ini belum,
08:31makanya saya serahkan kepada penyidik,
08:33makanya kemudian saya berkoordinasi
08:34dengan Baris Krim,
08:35karena dengan berbagai kasus
08:37di beberapa daerah tersebut,
08:39kan nanti saya akan
08:40dia evaluasi apakah ada
08:42keterkaitan satu dengan lainnya.
08:50Terduganya sudah ada,
08:52terduganya sudah ada,
08:54tetapi belum penetapan tersangka.
08:55Kalau korbannya ada berapa banyak?
08:57Berapa seru-seru rupiah?
09:00400 juta kalau tidak salah.
09:02Berapa banyak korban?
09:04Korban dua orang.
09:07Pak maaf,
09:08mengulang Pak,
09:09atau mengulang?
09:10Tidak ada dua orang,
09:11tetapi tidak terduganya.
09:13Ya,
09:14yaitu tadi yang saya katakan,
09:15hasil penyidikan nanti
09:17yang faktanya akan mengungkap
09:18apakah ada korelasi,
09:20apakah ada relasi
09:21dengan orang-orang di bagian atau tidak.
09:22Tapi saya yakin,
09:24saya yakin sementara ini
09:26saya katakan tidak ada.
09:28Sampai nanti ada fakta
09:30dan bukti yang menunjukkan ada.
09:36Kalau normal kan sesuai pembangunan,
09:39misalkan bangunan gedung gitu,
09:41sekitar 1,2 miliar,
09:44peralatan,
09:45alat masak,
09:46conducting,
09:47instalasi, gas, dan lain-lain,
09:49diperkirakan sampai
09:501,5-2 miliar.
09:52Bahkan ada yang lebih
09:53dari 2 miliar
09:54untuk satu SPPG.
10:01Saya,
10:09itu Baris Krim mungkin ya,
10:10cuma saya hari ini
10:11berkoordinasi saja.
10:12Kebetulan,
10:13karena kebetulan
10:14di Baris Krim juga ada
10:15laporan pulisi
10:15yang unik juga,
10:17itu seperti MLM bentuknya.
10:19Tapi kaitannya dengan
10:20pendaftaran titik MBG gitu.
10:35Yang jelas,
10:36dengan adanya efisiensi itu,
10:38BGN mendukung,
10:40penerimaan manfaat tetap,
10:42hanya kami merubah pola,
10:43yang semula asalnya pelayanan 6 hari,
10:46hari Sabtu itu tidak masuk,
10:49juga tetap diberi.
10:50Sekarang,
10:51karena efisiensi anggaran,
10:52kami berubah menjadi 5 hari.
10:55Dan,
10:55konsepnya adalah,
10:57MBG diberikan pada saat siswa ada di sekolah.
11:01Sebenarnya,
11:03ada di sekolahnya 5 hari kan?
11:05Umumnya ya,
11:065 hari.
11:06Biasanya misalkan hari,
11:08di tengah-tengah minggu,
11:10misalkan hari Rabu,
11:11atau hari Kamis libur,
11:12ya hari Rabu dan Kamis
11:13tidak diberikan MBG.
11:16Baik,
11:17cukup?
11:17Terima kasih,
11:18dekat-dekan.
11:23Ya,
11:29saya responnya hari ini ada di sini,
11:31berbicara dengan dekat-dekan.
11:36Baik,
11:37terima kasih.
11:43Terima kasih.
11:44Terima kasih.
11:46Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan