Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 20 jam yang lalu
MALANG, KOMPAS TV - Di tengah kondisi ekonomi saat ini, kenaikan harga bahan pokok menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Salah satunya harga minyak goreng yang merangkak naik di pasaran.



Di Malang, Jawa Timur ada Pom Minyak Goreng yang melayani pembelian minyak goreng dalam jumlah berapapun. Masyarakat bisa membeli sesuai dengan kemampuan, kebutuhan dan nominal uang yang dimiliki.



Sejak Pom Minyak Goreng ini dibuka, masyarakat antusias untuk membeli minyak goreng di sini. Kebanyakan pembeli didominasi oleh ibu rumah tangga yang akan membeli sesuai kebutuhan dapur.



Dengan sistem pembelian yang lebih fleksibel dan harga yang murah dibandingkan di pasaran, Pom Minyak Goreng ini dapat menjadi solusi untuk menyiasati kenaikan harga minyak goreng.



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/671159/melihat-pom-minyak-goreng-murah-di-kota-malang-warga-bisa-beli-berapapun
Transkrip
00:00Saudara, di tengah perekonomi yang sedang sulit seperti saat ini,
00:04kenaikan harga bahan pokok juga menjadi tantangan bagi masyarakat.
00:07Khususnya adalah kenaikan harga minyak goreng yang saat ini juga sedang naik.
00:12Nah, di Kota Malang, Jawa Timur ternyata ada pom minyak goreng
00:16yang di sini kita bisa membeli minyak goreng dengan nominal berapa pun sesuai yang kita bawa.
00:21Nah, kita bisa beli sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan kita masing-masing.
00:26Nah, kita lihat ya bagaimana bentuk pom minyak goreng ini
00:30dan ternyata kebetulan ada salah satu pembeli juga nih di sini
00:34yang sudah beli minyak goreng di pom minyak goreng.
00:38Selamat pagi Bapak.
00:39Pagi.
00:40Dari Bapak siapa?
00:41Pak Junaidi.
00:42Pak Junaidi, hari ini sudah beli minyak goreng, ya ini beli minyak goreng berapa Pak?
00:475.000.
00:48Nah, dapat 1.4.
00:51Oke, 5.000 ini dapat 1.4.
00:53Nah, kira-kira dari Pak Junaidi kenapa lebih memilih beli di sini Pak dibanding dengan tokoh-tok lainnya
00:59yang biasanya kan harus 1 liter atau 2 liter begitu ya Pak?
01:02Ya, ini coba dulu lah nih.
01:06Bagus nggak?
01:07Kan saya di Utma kan punya usaha gorengan singkong keju gitu.
01:12Kan butuh minyak banyak yang lebih murah lah gitu.
01:19Tapi ya belum tahu nih, saya coba dulu gitu lah.
01:22Apa, apa, apa, lebih hemat mengenai apa, boros gitu.
01:29Apa, ditimbang merk yang, apa, yang bermerek gitu.
01:33Oke, ini berarti baru pertama kali ya Pak mencoba untuk pom minyak?
01:36Ya, baru, biasanya saya ya lipat sini.
01:40Baru tahu ini.
01:41Oke, setelah membeli 5.000 ya dapat berapa tadi Pak?
01:451.4.
01:46Dapat 1.4 dari 5.000 ini nanti untuk selanjutnya apakah lebih memilih ini Pak dibanding dengan beli langsung 2
01:55liter atau 1 liter seperti itu?
01:57Ya, nanti saya ngomong-ngomong sama istri saya dulu mau nggak beli di sini gitu.
02:04Tapi lebih hemat ya biasa kalau di sini ya Pak?
02:06Ya, jelasinnya cuma paling, apa, 1.000, 1.000 lah.
02:11Paling sini kan 2.000, ayo 2.000 di luar kan paling yang bermerek kan paling 2.000, 2.000,
02:182.000.
02:19Jelasinnya paling 500.000 lah.
02:21Oke Pak, kenapa beli 5.000 nih Pak?
02:23Ya, ini coba dulu.
02:25Oke, ya jadi ternyata bisa ya saudara beli dengan nominar belapapun.
02:30Nah, sekarang saya sudah bawa uang 10.000, apakah saya juga bisa ini beli minyak goreng dengan harga 10.000
02:37ya?
02:38Saya coba dulu ya ke penjualnya.
02:41Nah, Bapak selamat pagi.
02:43Ya, ini saya mau beli minyak dengan harga 10.000.
02:47Ini berapa Pak 1 liternya?
02:481 liternya kita Rp22.000, jadi kalau nominal Rp5.000, nominal Rp5.000, Rp10.000, Rp15.000, Rp20.000, masih
02:59bisa kita layani.
03:01Oke, berarti saya beli Rp10.000 bisa ya Pak?
03:03Bisa, bisa Rp10.000 bisa kita layani.
03:06Oke saudara, kita coba ya dengan harga Rp10.000, ini saya bawa botolnya Pak.
03:11Iya, Rp10.000 ya.
03:13Oke, kita coba ya dengan harga Rp10.000, apakah kita bisa dapat minyak goreng di sini dan dapat berapa liter?
03:27Rp10.000 itu ya?
03:29Oke, di sini ngitungnya gimana Pak? Kalau saya bayar Rp10.000 nanti dapatnya berapa di situ?
03:36Terteranya di sini, terteranya literisasi di sini.
03:41Oke, berarti?
03:42Rp10.000 nilainya, nanti jumlah liternya atau mililiternya di sini ada keluar.
03:48Bentar ya.
03:50Oke.
03:53Nah, itu kan ini nominal Rp1.000-nya, nah ini nominal liternya.
04:02Jadi seperti itu.
04:04Oke, jadi dengan Rp10.000 kita sudah dapat 0,45 liter ya, sesuai dengan harga liternya?
04:11Rp22.000.
04:14Nah ini ya Pak, saya bayar juga untuk Rp10.000.
04:19Nah Pak, kalau saya juga nanya ini juga ya Pak, di sini biasanya masyarakat itu beri berapa liter sih Pak
04:24untuk yang di sini nih Pak?
04:28Sementara karena kita ini baru launching, baru buka, ya rata-rata belinya 1 liter, 1 liter, 1 liter.
04:37Ada juga beberapa yang beli 1 jirigen 5 liter, jadi karena kita baru launching ini rata-rata yang beli yang
04:451 liter, 1 liter gitu.
04:47Sama yang di bawah harga literan itu, jadi gitu aja.
04:52Kemarin juga ada beberapa yang beli 1 jirigen 5 liter, 5 liter gitu aja, baru seperti itu aja konsumennya.
04:59Oke, perbedaan yang ini dengan yang sebelah sini apa ini Pak?
05:03Kalau ini mesin untuk yang kapasitas 1 liter ke bawah, jadi kan karena ini pengeluarannya kecil, jadi untuk yang 10
05:13.000, 5.000, 20.000, ini pakai mesin yang kecil.
05:17Kalau ini untuk yang jirigen, untuk yang 1 liter ke atas, jadi karena ini kan tekanannya kencang, jadi kalau untuk
05:26yang 1 liter ke atas kita pakai mesin ini gitu, karena ini lebih cepat ngisinya, keluarnya lebih cepat gitu.
05:33Jadi kalau yang 5 liter kita isi pakai ini, lebih cepat isinya, karena kalau pakai itu lama.
05:38Biasanya masyarakat beli berapa nih Pak? Biasanya ada yang beli 5.000 atau 2.000 itu bisa Pak?
05:43Ya, ini aja karena dari kita launching ya banyak yang 1 liter sih, yang literan, masih banyak yang 1 literan.
05:52Kemarin juga ada beberapa yang 1 jirigen 5 liter ada, ada juga yang ibu-ibu, Pak saya bawa uang 15
06:00.000, bisa kan? Bisa Bu, bisa.
06:01Pak saya bawa uang 10.000, bisa? Bisa gitu, seperti itu aja.
06:06Jadi berapapun bisa dibeli ya seperti itu ya?
06:09Kalau masyarakat di sini, kira-kira kenapa sih Pak lebih memilih beli di sini dibandingkan kalau di toko kan sudah
06:14ada 2 liter, 1 liter, seperti itu ya Pak?
06:19Ya, tergantung penilai masyarakat, rata-rata sih mereka cuma karena awal-awal, dia cuma ingin tahu dulu, oh ini-ini
06:29mereka, oh iya Pak udah, nanti besok saya mungkin ke sini lagi gitu.
06:34Kalau beli, oh bisa beli 5.000, oh iya Pak, yaudah Pak nanti kalau besok-besok nanti saya akan ke
06:39sini lagi gitu, beli lagi.
06:41Kalau untuk yang itu, ya seperti itu aja mas ya.
06:45Berarti lebih menguntukkan masyarakat juga ya dengan semampunya.
06:50Kita target dari pusat pemindunya itu sampai menengah ke bawah targetnya, sampai bisa beli eceran.
06:58Jadi terjangkau sama masyarakat kalangan bawah yang mau beli 5.000, mau beli targetnya seperti itu.
07:08Baik, karena lebih murah juga ya Pak, lebih fleksibel kita bisa beli berapapun.
07:12Nah ini saya bawa ya Pak yang saya beli tadi, ini ya dengan 10.000 rupiah saudara, ternyata kita bisa
07:18beli minyak dengan 0,45 liter.
07:22Bahkan dengan nominal berapapun yang kita bawa, mulai dari 2.000, 5.000 atau berapapun, kita juga bisa membeli minyak
07:29sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kita sendiri di sini.
07:34Dari Kota Malang, Nadifah Rahma, Dari Prasetyo, Kompas TV Malang, Jawa Timur.
Komentar

Dianjurkan