00:03Terima kasih saudara-saudara yang masih bersama kami di Breaking News Kompas TV
00:06dan kita akan melanjutkan perbincangan bersama dengan analis komunikasi politik Unpat Kunto Adi Wibowo.
00:13Mas Kunto kita lanjutkan kembali.
00:16Ya, Mas Kunto kalau kita bicara mungkin kita berandai-andai ya soal bagaimana situasi yang terjadi saat ini
00:21kalau misalnya sekarang juga direspon oleh pemerintah bisa dikatakan langsung Presiden datang ke Paripurna
00:27tetapi memang apakah ini dampaknya bisa sementara begitu atau bisa berdampak baik seterusnya
00:32atau ada yang perlu diperhatikan juga tidak hanya soal respon tapi bagaimana utak-atik kebijakannya pemerintah?
00:39Ya, pasti tadi saya bilang pasar itu akan bereaksi secara rasional kok gitu.
00:44Jadi mungkin ini sinyal pertama dari pemerintah dengan Pak Prabowo langsung hadir.
00:51tapi kemudian yang perlu digarisbawahi adalah bagaimana kemudian pasar melihat niatan baik dan pidato Pak Presiden ini
01:05secara langsung prakteknya di lapangan bagaimana.
01:10Ini yang pasti akan ditunggu oleh pasar gitu.
01:14Semuanya ya kalau ngomong aja gampang kan gitu ya Mbak ya.
01:18Tapi kan bagaimana omongan itu kemudian diimplementasikan dan itu menjadi sebuah apa tidak hanya kebijakan di atas kertas
01:26tapi juga kebijakan yang benar-benar ada di dalam kebijakan fiskal di negara ini gitu.
01:34Itu yang kemudian ditunggu.
01:35Salah satu sinyal baik lagi kan kemarin Pak Menteri Keuangan Pak Purbaya mengumumkan ada pemotongan kan
01:43rencana akan ada pemotongan anggaran untuk MPG sebesar hampir 67 triliun
01:52yang itu tentu direspon juga oleh pasar kan gitu.
01:56Salah satu mungkinnya dengan indeks harga saham gabungannya merangkak ke zona hijau gitu kan.
02:03Nah ini yang kemudian ditunggu apakah ini cuma janji belaka atau kemudian ada pemotongan selanjutnya
02:10atau kemudian justru balik lagi ke awal.
02:13Ini kan yang pasar pasti wait and see ini Mbak gitu.
02:17Masih dalam kondisi wait and see karena tidak mungkin satu pidato bisa mengubah semuanya itu akan sangat jarang.
02:23Tapi ketika pidato ini kemudian satu menginspirasi yang kemudian memaksa birokrasi di bawah Pak Presiden untuk bekerja
02:37dan mengimplementasikan polisi-polisi atau kebijakan Pak Presiden.
02:41Saya yakin pasar juga akan merespon secara positif.
02:44Oke nah itu tadi Mas Kunto kalau kita melihat tadi juga sempat di berita
02:50saya tak berbelah mengatakan ini karyanya Presiden ini juga sekaligus untuk menjaga ketakutan rakyat atas ekonomi.
02:57Ini bisa dikatakan akan ditangkap sebagai hanya sebagai narasi ketenangan aja
03:00atau justru akan jadi berikutnya sinyal perubahan kebijakan yang nantinya akan bisa diminta oleh Presiden Prabowo Subianto.
03:07Saya berharap yang kedua ya Mbak ya ini jadi sinyal perubahan yang serius gitu
03:12apalagi momentum kebangkitan nasional kan
03:15dan ini pertama kali Presiden berpidato di rapat paripurna DPR.
03:22Tapi kan apa ya itu harapan saya, saya sih berharap begitu.
03:27Cuman kan kalau kita lihat bagaimana kemarin muncul berita atau meme juga
03:32yang ketika Pak Presiden datang ke Koperasi Desa Merah Putih
03:38disitu harga gasnya 16 ribu.
03:42Padahal kita tahu kalau kita beli gas langsung di toko hari ini sekarang gak ada yang 16 ribu.
03:49Ini kan ada problem di birokrasinya Pak Presiden yang juga masih punya kultur ABS ya Mbak ya
03:56asal Bapak Senang.
03:57Ini bahaya kalau terus ada.
04:00Jangan-jangan nanti Pak Presiden justru bikin polisenya salah gitu
04:04gara-gara informasi yang datang ke beliau juga dikaburkan atau berusaha ditutup-tutupi gitu.
04:10Jadi usaha menutupi ini tidak hanya dari pemerintah ke rakyatnya
04:15tapi bahkan dari birokrasinya Pak Presiden ke Presiden sendiri.
04:19Nah ini kan jadi double ini masalahnya Mbak kalau menurut saya.
04:22Saya sih berharap itu hanya kasuistik hanya terjadi kemarin dan saya berharap karena ini momentum yang harus dimanfaatkan dengan baik
04:33oleh pemerintahan Indonesia.
04:35Kalau enggak susah lagi kita dapat momentum.
04:37Jangan sampai rupiah ke 17.845 kan yang secara psikologis orang sudah ramai membicarakan ini di media sosial.
04:47Oke kalau berkaca dari yang itu Mas Kunto artinya Mas Kunto sendiri melihat atau menganalisa sebetulnya komunikasi pemerintah ke masyarakat
04:56di situasi saat ini itu seperti apa sih Mas?
05:00Ya komunikasi pemerintah ke masyarakat yang terjadi hari ini adalah komunikasi yang tadi berusaha menutup-nutupi supaya masyarakat enggak panik
05:09kan gitu Mbak.
05:10Dan makanya dihukum oleh pasar gitu.
05:13Karena pasar menganggap ya kita bisa tahu kok gitu dari semua indikator ekonomi gitu.
05:19Enggak usah ditutup-tutupin lah bikin policy-nya yang masuk akal, bikin policy-nya yang memang merespon indikator-indikator itu.
05:27Itu yang pasar lakukan dengan cara menghukum dengan indeks harga saham terjun bebas, dolar tetap turun gitu kan, rupiah tetap
05:36turun dengan dolar.
05:38Nah menurut saya ini momentum untuk memperbaiki komunikasi itu gitu kan.
05:42Apalagi Pak Prabowo juga kemarin di beberapa pemberitaan internasional juga disinggungkan bahkan dikritik soal bagaimana Prabowo downplaying atau meremehkan
05:56soal indikator nilai tukar rupiah ke dolar itu yang bilang bahwa orang desa enggak pakai dolar kan gitu.
06:04Ini yang kemudian apa ya menurut saya sangat keinginan untuk merasa aman dan menutupi itu sangat tinggi gitu.
06:15Padahal hari ini kalau memang pemerintah mau bersama-sama dengan rakyat yang menghadapi ini ya harus jadi satu dong gitu.
06:23Buka indikator-indikator itu apa maksudnya, coba jelaskan dengan bahasa yang lebih sederhana.
06:31Lalu kemudian jangan downplaying masalahnya dan mengajak untuk masyarakat bisa bersiap-siap bersama-sama.
06:38Nah gimana cara kita menghadapi ini semua gimana sih gitu.
06:42Ini kan seperti udah gak usah khawatir, gak akan kenapa-kenapa tapi di lain sisi loh kok harga-harga naik
06:48loh.
06:48Nanti gimana nah itu yang bikin bingung menurut saya.
06:51Ini komunikasi publik yang harus diperbaiki dari pemerintah hari ini.
06:55Oke perlunya masih ada evaluasi bagaimana komunikasi dari pemerintah ke masyarakat.
06:59Mas Gunto nanti kita lanjutkan kembali dan saudara tetap bersama kami Breaking News Compact TV akan kembali usai jeda.
07:06Breaking News Compact TV, kembali adil saudara dan visual yang Anda saksikan saat ini adalah situasi terkini di Ruang Rapat
07:13Paripurna,
07:14Gedung DPRM-PRRI terlihat anggota legislatif juga sudah bersiap untuk nantinya mengikuti Rapat Paripurna hari ini
07:21yang merupakan Rapat Paripurna ke-19 Persidangan 5-25-2026 yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada pukul 9 waktu Indonesia Barat.
07:35Dan ini masih menunggu bagaimana nantinya pidato dari Presiden Prabowo Subianto terkait dengan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan
07:44fiskal.
07:44Tadi juga sudah hadir Presiden Prabowo, Wakil Presiden Geberra Kebumi Ngeraka, kemudian juga didampingi oleh Ketua DPR RI Puan Maharani
07:53dan sejumlah Wakil Ketua DPR RI.
07:55Nantinya saudara ada beberapa hal yang akan disampaikan termasuk juga tadi bagaimana penyampaian kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan
08:03fiskal,
08:04era PBN tahun anggaran 2027, kemudian juga dalam rapat paripurna nantinya juga akan ada beberapa agenda lainnya,
08:11termasuk juga bagaimana prolegnas dan lain sebagainya.
08:15Dan kita akan melanjutkan kembali perbincangan bersama dengan analis komunikasi politik UNPAD, Kunto Adi Wibowo.
08:24Mas Kunto kita lanjutkan kembali, menarik tadi Mas Kunto sempat menyebut soal bagaimana ABS,
08:28artinya butuh evaluasi seperti apa sebetulnya saat ini yang perlu dilakukan oleh pemerintah terutama dalam tadi hal komunikasi politik ke
08:37masyarakat
08:37supaya jangan sampai ini cuma membuat ketenangan sementara saja soal menghadapi situasi saat ini.
08:44Ya sebenarnya kan Pak Prabowo menang Pilpres kemarin salah satunya karena publik percaya bahwa Pak Prabowo bisa mendapatkan
08:55atau bisa meraih aspirasi masyarakat secara langsung tanpa difilter gitu.
09:01Masyarakat percaya atau pemilih percaya paling tidak Pak Prabowo bisa benar-benar mendengarkan
09:07mata yang jadi keluh usah masyarakat.
09:10Tapi kan setelah Pak Prabowo jadi presiden, kondisinya mungkin agak bergeser gitu kan.
09:17Pak Prabowo lebih sering menghabiskan waktunya dengan kunjungan di luar negeri,
09:22lalu kemudian kemarin waktu hari buruh atau mede juga terlihat Pak Prabowo beromantisme dengan gaya kampanyenya.
09:35Itu sebenarnya yang kita tunggu kan Pak, bahwa Pak Prabowo nggak difilter oleh siapapun, oleh apapun
09:42tentang apa yang menjadi keluh kesah warga gitu.
09:46Dan ini yang menurut saya harusnya ya datang dari presiden sendiri, itu yang pertama.
09:52Lalu yang kedua, ada banyak sebenarnya kanal-kanal yang bisa diaktifasi kembali.
09:58Misalnya lapor atau kemudian kanal-kanal bahwa orang sering lupa komunikasi itu bukan hanya sekedar bicara,
10:06tapi yang penting kan mendengarkan itu, Pak.
10:08Nah ini yang menurut saya jadi penting.
10:11Pemerintah harus kemudian, apalagi ada Pak Kom hari ini, Pak Kom jangan hanya jadi juru bicara,
10:17tapi juga juru mendengar, kan gitu.
10:19Ini menurut saya jadi penting, dengan sampai Pak Presiden hidup di tempurung informasinya sendiri.
10:27Dan itu akan justru tadi bisa dihukum oleh pasar atau membuatnya tidak relevan.
10:34Polisi-polisi yang kemudian dikeluarkan jadi tidak relevan dan ini berpengaruh kepada kepercayaan masyarakat, tentu saja.
10:42Atau justru, Mas Kunto, ini juga berhubungan dengan bagaimana pola masyarakat yang justru lebih suka hal-hal yang tidak substansialkah
10:49atau bagaimana, Mas Kunto?
10:51Ya, pada intinya kan masyarakat atau kita sebagai orang biasa ya pengen hiburan lah, kan gak mau stress-stress banget
10:59kan gitu.
11:00Itu udah dari sononya, itu udah cetakan kita memang begitu.
11:04Tapi dalam kondisi-kondisi krisis, kondisi-kondisi ketika kita merasakan bahaya,
11:10kenapa bad news itu selalu lebih menang, lebih dapat perhatian daripada good news?
11:16Karena secara evolusi manusia, secara psikologis, kita selalu ingin siap ketika ada bahaya itu datang kan gitu.
11:24Kita gak mau tiba-tiba diserang tanpa kita siap dulu.
11:29Makanya bad news itu akan punya derajak rasa penting yang lebih tinggi daripada good news gitu.
11:37Makanya gak ada salahnya kok kemudian bilang bahwa, eh kita harus hati-hati loh karena akan ada begini, begini, begini.
11:46Kita harus melakukan ini bersama.
11:48Menurut saya itu gak ada salahnya.
11:50Daripada kita tetap meninabobokkan warga, lalu kemudian seakan-akan semuanya baik-baik saja,
11:57tapi tiba-tiba kondisinya sudah susah lagi untuk menyelamatkan diri, itu juga akan jadi panik yang berlebihan nanti justru gitu
12:07sih Mbak.
12:08Oke, Mas Gunto tadi juga sempat disebut soal bagaimana kunjungan Presiden ke beberapa negara yang kita tahu beberapa waktu ini,
12:14itu seberapa berdampak sih Mas sebetulnya kepada bagaimana situasi yang terjadi di domestik kita, di negara kita?
12:22Ya, sebenarnya kan alasan Pak Boko sebagai Presiden mengunjungi banyak negara,
12:30salah satunya kan ingin menarik investasi ke Indonesia.
12:34Itu kan salah satu yang terpenting ya.
12:36Terutama soal MBG, soal program-program besar beliau yang beliau udah janjikan waktu kampanye itu bisa terlop sana.
12:44Tapi saya gak tahu tuh bagaimana realisasinya.
12:48Apakah investasinya tetap datang, tapi kalau melihat dari IHSG-nya kan tampaknya yang terjadi justru hampir kebalikannya kan.
13:00Tapi tahu, dari awal tahun 2026 indeksnya di 9 ribuan, sekarang di 6 ribuan, 6.300 sekian gitu.
13:08Jadi menurut saya, ini juga perlu dievaluasi.
13:12Apakah memang apa yang dilakukan oleh Presiden dengan berkunjung ke luar negeri,
13:17dengan kemudian menawarkan investasi, itu sudah sesuai KPI-nya belum?
13:23Kalau belum, apa yang perlu diperbaiki dari situ?
13:27Lalu kemudian yang juga menarik adalah,
13:29apa sih sebenarnya faktor-faktor yang menyebabkan capital flight dari Indonesia?
13:34Nah itu, menurut saya ahli ekonominya juga pinter-pinter kok, Mbak, di Indonesia gitu kan.
13:39Saya bukan ahli ekonomi, jadi menurut saya, saya gak, bukan dalam kapasitas saya untuk menjawab hal ini.
13:46Oke, lantas Mas Kunto, itu tadi yang bisa dilakukan oleh pemerintah.
13:50Harus ada evaluasi juga soal bagaimana komunikasi politik mereka.
13:53Yang bisa dilakukan masyarakat saat ini di tengah situasi seperti ini, apa Mas Kunto?
13:58Ya, tetap sabar.
14:02Kalau menurut saya mencari informasi sebanyak-banyak ya, gitu kan,
14:06supaya kita bisa bertindak sesuai dengan kondisi yang real, yang memang sedang terjadi gitu.
14:12Kalau menurut saya, salah satu praktek baik ketika COVID menghantam kita adalah
14:21tumbuhnya solidaritas warga, gitu kan.
14:25Banyak komunitas-komunitas yang kemudian muncul, saling membantu, saling bahu-membahu
14:30antar warga yang kemudian itu menyelamatkan kita dari krisis multidimensi COVID-19, kan gitu.
14:38Menurut saya ini yang juga harus mulai dibangun dari sekarang, bahwa ya yang paling berpengaruh ke kita ya
14:46komunitas kecil di sekitar kita ini, gitu.
14:49Kalau kita nggak sanggup untuk memperbaiki negara, ya paling tidak kita masih bisa bertahan
14:55dengan sesama tetangga kita, gitu.
14:57Itu menurut saya yang perlu dibangun sih dari sekarang, gitu.
Komentar