Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menyoroti ketimpangan dalam penetapan harga komoditas strategis Indonesia, khususnya kelapa sawit. Ia mengatakan Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia, Prabowo menegaskan kepada para menteri bahwa negara lain tidak memiliki kendali penuh atas harga komoditas tersebut.

Ia menolak jika harga kelapa sawit Indonesia ditentukan oleh negara lain, dan menekankan bahwa Indonesia harus mampu menetapkan harga sendiri.

Tonton Breaking News Pidato Prabowo di Rapat Paripurna DPR hanya di https://www.youtube.com/watch?v=dpLiFlxfAdc

#presidenprabowo #kelapasawit #komoditas #rapatparipurna #dpr

Baca Juga Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara, Eks Ketua BPK Singgung Kerugian Negara dalam Kasus Chromebook di https://www.kompas.tv/nasional/670021/nadiem-dituntut-18-tahun-penjara-eks-ketua-bpk-singgung-kerugian-negara-dalam-kasus-chromebook



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/670038/tegas-prabowo-minta-harga-komoditas-harus-ditentukan-di-negara-sendiri
Transkrip
00:03Terima kasih saudara-saudara yang masih bersama kami di Breaking News Kompas TV
00:06dan kita akan melanjutkan perbincangan bersama dengan analis komunikasi politik Unpat Kunto Adi Wibowo.
00:13Mas Kunto kita lanjutkan kembali.
00:16Ya, Mas Kunto kalau kita bicara mungkin kita berandai-andai ya soal bagaimana situasi yang terjadi saat ini
00:21kalau misalnya sekarang juga direspon oleh pemerintah bisa dikatakan langsung Presiden datang ke Paripurna
00:27tetapi memang apakah ini dampaknya bisa sementara begitu atau bisa berdampak baik seterusnya
00:32atau ada yang perlu diperhatikan juga tidak hanya soal respon tapi bagaimana utak-atik kebijakannya pemerintah?
00:39Ya, pasti tadi saya bilang pasar itu akan bereaksi secara rasional kok gitu.
00:44Jadi mungkin ini sinyal pertama dari pemerintah dengan Pak Prabowo langsung hadir.
00:51tapi kemudian yang perlu digarisbawahi adalah bagaimana kemudian pasar melihat niatan baik dan pidato Pak Presiden ini
01:05secara langsung prakteknya di lapangan bagaimana.
01:10Ini yang pasti akan ditunggu oleh pasar gitu.
01:14Semuanya ya kalau ngomong aja gampang kan gitu ya Mbak ya.
01:18Tapi kan bagaimana omongan itu kemudian diimplementasikan dan itu menjadi sebuah apa tidak hanya kebijakan di atas kertas
01:26tapi juga kebijakan yang benar-benar ada di dalam kebijakan fiskal di negara ini gitu.
01:34Itu yang kemudian ditunggu.
01:35Salah satu sinyal baik lagi kan kemarin Pak Menteri Keuangan Pak Purbaya mengumumkan ada pemotongan kan
01:43rencana akan ada pemotongan anggaran untuk MPG sebesar hampir 67 triliun
01:52yang itu tentu direspon juga oleh pasar kan gitu.
01:56Salah satu mungkinnya dengan indeks harga saham gabungannya merangkak ke zona hijau gitu kan.
02:03Nah ini yang kemudian ditunggu apakah ini cuma janji belaka atau kemudian ada pemotongan selanjutnya
02:10atau kemudian justru balik lagi ke awal.
02:13Ini kan yang pasar pasti wait and see ini Mbak gitu.
02:17Masih dalam kondisi wait and see karena tidak mungkin satu pidato bisa mengubah semuanya itu akan sangat jarang.
02:23Tapi ketika pidato ini kemudian satu menginspirasi yang kemudian memaksa birokrasi di bawah Pak Presiden untuk bekerja
02:37dan mengimplementasikan polisi-polisi atau kebijakan Pak Presiden.
02:41Saya yakin pasar juga akan merespon secara positif.
02:44Oke nah itu tadi Mas Kunto kalau kita melihat tadi juga sempat di berita
02:50saya tak berbelah mengatakan ini karyanya Presiden ini juga sekaligus untuk menjaga ketakutan rakyat atas ekonomi.
02:57Ini bisa dikatakan akan ditangkap sebagai hanya sebagai narasi ketenangan aja
03:00atau justru akan jadi berikutnya sinyal perubahan kebijakan yang nantinya akan bisa diminta oleh Presiden Prabowo Subianto.
03:07Saya berharap yang kedua ya Mbak ya ini jadi sinyal perubahan yang serius gitu
03:12apalagi momentum kebangkitan nasional kan
03:15dan ini pertama kali Presiden berpidato di rapat paripurna DPR.
03:22Tapi kan apa ya itu harapan saya, saya sih berharap begitu.
03:27Cuman kan kalau kita lihat bagaimana kemarin muncul berita atau meme juga
03:32yang ketika Pak Presiden datang ke Koperasi Desa Merah Putih
03:38disitu harga gasnya 16 ribu.
03:42Padahal kita tahu kalau kita beli gas langsung di toko hari ini sekarang gak ada yang 16 ribu.
03:49Ini kan ada problem di birokrasinya Pak Presiden yang juga masih punya kultur ABS ya Mbak ya
03:56asal Bapak Senang.
03:57Ini bahaya kalau terus ada.
04:00Jangan-jangan nanti Pak Presiden justru bikin polisenya salah gitu
04:04gara-gara informasi yang datang ke beliau juga dikaburkan atau berusaha ditutup-tutupi gitu.
04:10Jadi usaha menutupi ini tidak hanya dari pemerintah ke rakyatnya
04:15tapi bahkan dari birokrasinya Pak Presiden ke Presiden sendiri.
04:19Nah ini kan jadi double ini masalahnya Mbak kalau menurut saya.
04:22Saya sih berharap itu hanya kasuistik hanya terjadi kemarin dan saya berharap karena ini momentum yang harus dimanfaatkan dengan baik
04:33oleh pemerintahan Indonesia.
04:35Kalau enggak susah lagi kita dapat momentum.
04:37Jangan sampai rupiah ke 17.845 kan yang secara psikologis orang sudah ramai membicarakan ini di media sosial.
04:47Oke kalau berkaca dari yang itu Mas Kunto artinya Mas Kunto sendiri melihat atau menganalisa sebetulnya komunikasi pemerintah ke masyarakat
04:56di situasi saat ini itu seperti apa sih Mas?
05:00Ya komunikasi pemerintah ke masyarakat yang terjadi hari ini adalah komunikasi yang tadi berusaha menutup-nutupi supaya masyarakat enggak panik
05:09kan gitu Mbak.
05:10Dan makanya dihukum oleh pasar gitu.
05:13Karena pasar menganggap ya kita bisa tahu kok gitu dari semua indikator ekonomi gitu.
05:19Enggak usah ditutup-tutupin lah bikin policy-nya yang masuk akal, bikin policy-nya yang memang merespon indikator-indikator itu.
05:27Itu yang pasar lakukan dengan cara menghukum dengan indeks harga saham terjun bebas, dolar tetap turun gitu kan, rupiah tetap
05:36turun dengan dolar.
05:38Nah menurut saya ini momentum untuk memperbaiki komunikasi itu gitu kan.
05:42Apalagi Pak Prabowo juga kemarin di beberapa pemberitaan internasional juga disinggungkan bahkan dikritik soal bagaimana Prabowo downplaying atau meremehkan
05:56soal indikator nilai tukar rupiah ke dolar itu yang bilang bahwa orang desa enggak pakai dolar kan gitu.
06:04Ini yang kemudian apa ya menurut saya sangat keinginan untuk merasa aman dan menutupi itu sangat tinggi gitu.
06:15Padahal hari ini kalau memang pemerintah mau bersama-sama dengan rakyat yang menghadapi ini ya harus jadi satu dong gitu.
06:23Buka indikator-indikator itu apa maksudnya, coba jelaskan dengan bahasa yang lebih sederhana.
06:31Lalu kemudian jangan downplaying masalahnya dan mengajak untuk masyarakat bisa bersiap-siap bersama-sama.
06:38Nah gimana cara kita menghadapi ini semua gimana sih gitu.
06:42Ini kan seperti udah gak usah khawatir, gak akan kenapa-kenapa tapi di lain sisi loh kok harga-harga naik
06:48loh.
06:48Nanti gimana nah itu yang bikin bingung menurut saya.
06:51Ini komunikasi publik yang harus diperbaiki dari pemerintah hari ini.
06:55Oke perlunya masih ada evaluasi bagaimana komunikasi dari pemerintah ke masyarakat.
06:59Mas Gunto nanti kita lanjutkan kembali dan saudara tetap bersama kami Breaking News Compact TV akan kembali usai jeda.
07:06Breaking News Compact TV, kembali adil saudara dan visual yang Anda saksikan saat ini adalah situasi terkini di Ruang Rapat
07:13Paripurna,
07:14Gedung DPRM-PRRI terlihat anggota legislatif juga sudah bersiap untuk nantinya mengikuti Rapat Paripurna hari ini
07:21yang merupakan Rapat Paripurna ke-19 Persidangan 5-25-2026 yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada pukul 9 waktu Indonesia Barat.
07:35Dan ini masih menunggu bagaimana nantinya pidato dari Presiden Prabowo Subianto terkait dengan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan
07:44fiskal.
07:44Tadi juga sudah hadir Presiden Prabowo, Wakil Presiden Geberra Kebumi Ngeraka, kemudian juga didampingi oleh Ketua DPR RI Puan Maharani
07:53dan sejumlah Wakil Ketua DPR RI.
07:55Nantinya saudara ada beberapa hal yang akan disampaikan termasuk juga tadi bagaimana penyampaian kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan
08:03fiskal,
08:04era PBN tahun anggaran 2027, kemudian juga dalam rapat paripurna nantinya juga akan ada beberapa agenda lainnya,
08:11termasuk juga bagaimana prolegnas dan lain sebagainya.
08:15Dan kita akan melanjutkan kembali perbincangan bersama dengan analis komunikasi politik UNPAD, Kunto Adi Wibowo.
08:24Mas Kunto kita lanjutkan kembali, menarik tadi Mas Kunto sempat menyebut soal bagaimana ABS,
08:28artinya butuh evaluasi seperti apa sebetulnya saat ini yang perlu dilakukan oleh pemerintah terutama dalam tadi hal komunikasi politik ke
08:37masyarakat
08:37supaya jangan sampai ini cuma membuat ketenangan sementara saja soal menghadapi situasi saat ini.
08:44Ya sebenarnya kan Pak Prabowo menang Pilpres kemarin salah satunya karena publik percaya bahwa Pak Prabowo bisa mendapatkan
08:55atau bisa meraih aspirasi masyarakat secara langsung tanpa difilter gitu.
09:01Masyarakat percaya atau pemilih percaya paling tidak Pak Prabowo bisa benar-benar mendengarkan
09:07mata yang jadi keluh usah masyarakat.
09:10Tapi kan setelah Pak Prabowo jadi presiden, kondisinya mungkin agak bergeser gitu kan.
09:17Pak Prabowo lebih sering menghabiskan waktunya dengan kunjungan di luar negeri,
09:22lalu kemudian kemarin waktu hari buruh atau mede juga terlihat Pak Prabowo beromantisme dengan gaya kampanyenya.
09:35Itu sebenarnya yang kita tunggu kan Pak, bahwa Pak Prabowo nggak difilter oleh siapapun, oleh apapun
09:42tentang apa yang menjadi keluh kesah warga gitu.
09:46Dan ini yang menurut saya harusnya ya datang dari presiden sendiri, itu yang pertama.
09:52Lalu yang kedua, ada banyak sebenarnya kanal-kanal yang bisa diaktifasi kembali.
09:58Misalnya lapor atau kemudian kanal-kanal bahwa orang sering lupa komunikasi itu bukan hanya sekedar bicara,
10:06tapi yang penting kan mendengarkan itu, Pak.
10:08Nah ini yang menurut saya jadi penting.
10:11Pemerintah harus kemudian, apalagi ada Pak Kom hari ini, Pak Kom jangan hanya jadi juru bicara,
10:17tapi juga juru mendengar, kan gitu.
10:19Ini menurut saya jadi penting, dengan sampai Pak Presiden hidup di tempurung informasinya sendiri.
10:27Dan itu akan justru tadi bisa dihukum oleh pasar atau membuatnya tidak relevan.
10:34Polisi-polisi yang kemudian dikeluarkan jadi tidak relevan dan ini berpengaruh kepada kepercayaan masyarakat, tentu saja.
10:42Atau justru, Mas Kunto, ini juga berhubungan dengan bagaimana pola masyarakat yang justru lebih suka hal-hal yang tidak substansialkah
10:49atau bagaimana, Mas Kunto?
10:51Ya, pada intinya kan masyarakat atau kita sebagai orang biasa ya pengen hiburan lah, kan gak mau stress-stress banget
10:59kan gitu.
11:00Itu udah dari sononya, itu udah cetakan kita memang begitu.
11:04Tapi dalam kondisi-kondisi krisis, kondisi-kondisi ketika kita merasakan bahaya,
11:10kenapa bad news itu selalu lebih menang, lebih dapat perhatian daripada good news?
11:16Karena secara evolusi manusia, secara psikologis, kita selalu ingin siap ketika ada bahaya itu datang kan gitu.
11:24Kita gak mau tiba-tiba diserang tanpa kita siap dulu.
11:29Makanya bad news itu akan punya derajak rasa penting yang lebih tinggi daripada good news gitu.
11:37Makanya gak ada salahnya kok kemudian bilang bahwa, eh kita harus hati-hati loh karena akan ada begini, begini, begini.
11:46Kita harus melakukan ini bersama.
11:48Menurut saya itu gak ada salahnya.
11:50Daripada kita tetap meninabobokkan warga, lalu kemudian seakan-akan semuanya baik-baik saja,
11:57tapi tiba-tiba kondisinya sudah susah lagi untuk menyelamatkan diri, itu juga akan jadi panik yang berlebihan nanti justru gitu
12:07sih Mbak.
12:08Oke, Mas Gunto tadi juga sempat disebut soal bagaimana kunjungan Presiden ke beberapa negara yang kita tahu beberapa waktu ini,
12:14itu seberapa berdampak sih Mas sebetulnya kepada bagaimana situasi yang terjadi di domestik kita, di negara kita?
12:22Ya, sebenarnya kan alasan Pak Boko sebagai Presiden mengunjungi banyak negara,
12:30salah satunya kan ingin menarik investasi ke Indonesia.
12:34Itu kan salah satu yang terpenting ya.
12:36Terutama soal MBG, soal program-program besar beliau yang beliau udah janjikan waktu kampanye itu bisa terlop sana.
12:44Tapi saya gak tahu tuh bagaimana realisasinya.
12:48Apakah investasinya tetap datang, tapi kalau melihat dari IHSG-nya kan tampaknya yang terjadi justru hampir kebalikannya kan.
13:00Tapi tahu, dari awal tahun 2026 indeksnya di 9 ribuan, sekarang di 6 ribuan, 6.300 sekian gitu.
13:08Jadi menurut saya, ini juga perlu dievaluasi.
13:12Apakah memang apa yang dilakukan oleh Presiden dengan berkunjung ke luar negeri,
13:17dengan kemudian menawarkan investasi, itu sudah sesuai KPI-nya belum?
13:23Kalau belum, apa yang perlu diperbaiki dari situ?
13:27Lalu kemudian yang juga menarik adalah,
13:29apa sih sebenarnya faktor-faktor yang menyebabkan capital flight dari Indonesia?
13:34Nah itu, menurut saya ahli ekonominya juga pinter-pinter kok, Mbak, di Indonesia gitu kan.
13:39Saya bukan ahli ekonomi, jadi menurut saya, saya gak, bukan dalam kapasitas saya untuk menjawab hal ini.
13:46Oke, lantas Mas Kunto, itu tadi yang bisa dilakukan oleh pemerintah.
13:50Harus ada evaluasi juga soal bagaimana komunikasi politik mereka.
13:53Yang bisa dilakukan masyarakat saat ini di tengah situasi seperti ini, apa Mas Kunto?
13:58Ya, tetap sabar.
14:02Kalau menurut saya mencari informasi sebanyak-banyak ya, gitu kan,
14:06supaya kita bisa bertindak sesuai dengan kondisi yang real, yang memang sedang terjadi gitu.
14:12Kalau menurut saya, salah satu praktek baik ketika COVID menghantam kita adalah
14:21tumbuhnya solidaritas warga, gitu kan.
14:25Banyak komunitas-komunitas yang kemudian muncul, saling membantu, saling bahu-membahu
14:30antar warga yang kemudian itu menyelamatkan kita dari krisis multidimensi COVID-19, kan gitu.
14:38Menurut saya ini yang juga harus mulai dibangun dari sekarang, bahwa ya yang paling berpengaruh ke kita ya
14:46komunitas kecil di sekitar kita ini, gitu.
14:49Kalau kita nggak sanggup untuk memperbaiki negara, ya paling tidak kita masih bisa bertahan
14:55dengan sesama tetangga kita, gitu.
14:57Itu menurut saya yang perlu dibangun sih dari sekarang, gitu.
Komentar

Dianjurkan